Dapatkah Belut Listrik Menjadi Sumber Tenaga Listrik?

blank

Belut listrik atau sidat listrik (Electrophorus electricus) adalah sejenis ikan air tawar yang biasa ditemukan di Sungai Amazon dan Sungai Orinoko serta daerah-daerah sekitarnya. Hewan tersebut bisa tumbuh dan mencapai panjang 2,5 meter (8,2 kaki) dan berat 20 kg (44 pound). Walaupun pada umumnya ukuran rata-rata belut listrik ini adalah 1 meter.

Sama halnya dengan binatang pada umumnya, belut listrikpun mempunyai cara tersendiri untuk bisa mempertahankan dirinya, melindungi diri dari serangan musuh, dan untuk berburu. Yaps! Seperti namanya, belut listrik mempertahankan dirinya dengan mengeluarkan sengatan listrik. Tidak tanggung-tanggung, belut listrik dewasa mampu mengeluarkan sengatan listrik hingga 650 volt.

Listrik tersebut diproduksi oleh tiga organ tubuhnya. Mereka memiliki organ sel yang menghasilkan listrik, seperti organ utama, organ hunter, dan organ such. Ketiga organ ini menyusun empat perlima dari seluruh bagian tubuh belut listrik.

Organ-organ tersebut di antaranya seperti electrocyte yang mampu menghasilkan listrik mencapai 4000-7000 electrocyte seperti baterai. Electrocyte bergabung hingga arus ion dapat mengalir melalui tubuh mereka. Arus listrik tersebut dapat mengalir karena kepala dan ekor hewan tersebut merupakan suatu kutub.

Ujung ekor belut listrik merupakan kutub positif dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Belut listrik ini dapat mengatur hubungan antara “baterai” kecil dalam tubuhnya untuk mendapatkan tegangan listrik kecil maupun tegangan listrik besar. Akan tetapi, ada fakta lainnya yang menarik untuk dibahas.

Poraque, adalah ikan hidup di Sungai Amazon, Amerika Selatan yang mampu tumbuh hingga panjang 2,5 meter. Poraque adalah satu-satunya yang menghasilkan tegangan listrik paling kuat. Sebelumnya diyakini bahwa hanya ada satu jenis Poraque, yaitu Electrophorus electricus yang digambarkan oleh seorang peneliti Swedia bernama Carl Linnaeus pada 1776.

Namun, dua spesies baru lantas ditemukan. Keduanya dibedakan oleh tegangan listrik yang dihasilkan dan proses penyusun DNA-nya. Meskipun satu dari dua spesies telah ditemukan, Electrophotus voltai mampu menghasilkan 860 volt. Besarnya hampir empat kali lipat tegangan listrik dari sakelar rumah tangga yang sebesar 220 volt.

Salah satu spesies Poraque ini dinamai Electrophorus voltai sesuai dengan nama fisikawan Alessandro Volta, penemu baterai listrik. Sedangkan spesies lain dinamai Electrophorus varii, sebagai tribut kepada ahli hewan Richard P. Vari, seorang peneliti Smithsonian yang meninggal pada 2016. Kedua spesies tersebut baru ditemukan di Sungai Xingu dan Sungai Tapajós.

Bagaimana proses belut listrik menghasilkan listrik?

Belut listrik menggunakan energi mereka sebagai alat pengontrol yang efektif atas mangsanya. Electrocyte berfungsi sebagai baterai biologis. Saat berburu mangsa, belut listrik secara teratur akan melepaskan dua gelombang kejut bertegangan tinggi dengan jeda waktu sekitar dua mili per detik. Gelombang listrik yang dialirkan di dalam air tersebut memaksa ikan, mangsa, atau musuh belut listrik bergetar di tempat persembunyiannya, sehingga lokasi persembunyian mereka dapat terdeteksi.

Ikan ini mempunyai pancaran listrik di dalam suatu alat khusus pada bagian ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung belut listrik dalam bentuk sinyal dan menciptakan medan listrik di sekitarnya. Benda apapun dalam medan listrik ini akan membiaskannya, sehingga belut listrik ini mampu mengetahui ukuran, daya alir, dan gerak dari benda tersebut.

Pada tubuh hewan ini, terdapat pengindera listrik yang dapat memantau medan tersebut seperti halnya radar. Cara kerja piringan listrik ini mempunyai prinsip kerja yang sama dengan baterai. Ketika ikan beristirahat, otot-otot yang tidak berhubungan belum aktif.

Namun, jika menerima pesan atau rangsangan dari saraf, belut listrik ini akan segera bekerja secara serentak untuk mengeluarkan daya listrik. Pada saat itu, voltase semua piringan listrik atau elektrosit menyatu sehingga mampu menghasilkan daya listrik yang besar.

Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Akan tetapi, ketika berhadapan dengan musuh atau mangsanya belut listrik ini akan memberikan tegangan semaksimal mungkin dalam sesaat hanya untuk melumpuhkan mangsanya.

Jika musuh atau mangsanya telah lumpuh, maka belut listrik ini melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh mangsa atau musuhnya itu akan mengalirkan tegangan listrik yang tinggi. Namun, hewan di sekitarnya tidak akan terpengaruh karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut.

Secara umum, belut listrik dapat menghasilkan tiga tingkatakn kekuatan listriknya pada tiga situasi berbeda, yaitu:

1. Tegangan rendah, yang dihasilkan terus-menerus sebagai indera perasa lingkungan sekitarnya;
2. Tiga kali tegangan tinggi, yang dikeluarkan secara berkala ketika sedang berburu mangsa atau ketika berada di lingkungan yang membuatnya merasa terancam;
3. Tegangan tinggi dengan frekuensi tinggi, yang dikeluarkan ketika akan menangkap mangsa atau untuk melindungi diri dari predator.

Dapatkah Belut Listrik Menjadi Sumber Tenaga Listrik?

Setelah mengetahui bahwa kekuatan yang dimiliki belut listrik ternyata besar, bahkan melebihi tegangan listrik yang dipasang di setiap rumah. Apakah bisa belut listrik dijadikan alternatif sumber energi listrik tenaga belut listrik? Jawabannya adalah tidak.

Tegangan listrik dan arus listrik yang dihasilkan oleh tubuh belut listrik tidak konstan. Belut listrik tidak bisa menghasilkan listrik setiap waktu, hanya pada situasi tertentu dan dengan tegangan yang berbeda pada setiap situasi. Belut listrik akan menghasilkan tegangan listriknya ketika memburu mangsa atau diserang musuh.

Baca juga:

Jika belut listrik dijadikan sumber energi tenaga listrik, maka harus ada musuh atau mangsa di dekatnya setiap waktu agar bisa menghasilkan tegangan listrik. Sedangkan untuk dijadikan sebuah sumber energi listrik dibutuhkan sumber yang mampu menghasilkan tegangan listrik dan arus listrik yang besarnya konstan setiap waktu.

Pada teknologi zaman sekarang, belum diketahui cara untuk memparalelkan arus yang dari tubuh belut listrik secara simultan. Apabila salah posisi, dikhawatirkan belut listrik tersebut saling menyengat dan kemudian mati bersama-sama.

Kemudian, belut listrik tersebut tidak akan mungkin hidup selamanya atau dalam jangka waktu bertahun-tahun lamanya. Harus ada pergantian atau resupply belut listrik, sementara keberadaan belut listrik ini terbatas, biasanya hanya terdapat di Sungai Amazon dan Sungai Orinoko.

Jadi, pada kesimpulannya untuk saat ini kemampuan yang dimiliki oleh belut listrik belum bisa dijadikan alternatif sumber tenaga listrik ya sobat! Jangan lupa untuk menjaga keseimbangan lingkungan 🙂

Referensi :
[1] Wikipedia. Sidat Listrik. Diakses pada 31 Desember 2019.
[2] BBC Indonesia. Belut Listrik ‘Terkuat di Dunia’ yang Baru Ditemukan di Amazon Mampu Lepaskan 860 Volt. Diakses pada 31 Desember 2019.
[3] Quora. Kalau Belut Listrik Bisa Menghasilkan Listrik Hingga 660 Volt Apakah Bisa Kita Menggunakan Listrik dari Belut untuk Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Belut. Diakses pada 31 Desember 2019.

Remilda Agustina
Follow me
Latest posts by Remilda Agustina (see all)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar