Profil Tokoh Ilmuwan – Sir Isac Newton

Sir Isaac Newton dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1643 di Woolsthorpe-by-Colsterworth, sebuah desa di county Lincolnshire. Pada saat kelahirannya, Inggris masih mengadopsi kalender Julian, sehingga hari kelahirannya dicatat sebagai 25 Desember 1642 pada hari Natal dan bertepatan dengan wafatnya Galileo. Newton dilahirkan secara premature, dimana saat itu bayi prematur tidak diharapkan kehadirannya di dunia. Saat dilahirkan tubuh Newton begitu mungil dan kurus, bahkan tak seorangpun menduga ia akan mampu bertahan hidup.

Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Ibu newton  bernama Hannah Ayscough, adalah seorang wanita dengan karakter tinggi dan intelek baik. Dia sangat disukai putranya  dan hubungan mereka sangat mesra dan lembut. Namun, ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya menikah lagi dan pergi untuk tinggal dengan suaminya, seorang pendeta Barnabar Smith, di North Witham, sebuah desa sekitar satu mil dari selatan Woolsthorpe. Ibunyaa menitipkan Newton di bawah asuhan neneknya, Margery Ayscough dan di bawah perwalian pamannya, James Ayscough. Newton muda tidak menyukai ayah tirinya dan menyimpan rasa benci terhadap ibunya karena menikahi pria tersebut, seperti yang tersingkap dalam pengakuan dosanya: “Threatening my father and mother Smith to burn them and the house over them.  (Mengancam ayah dan ibu Smith untuk membakar rumah mereka dan atas mereka).”

Newton memulai sekolah saat tinggal bersama neneknya di desa dan kemudian dikirimkan ke The King’s School, sebuah sekolah di daerah Grantham dimana dia akhirnya menjadi anak terpandai di sekolahnya. Saat bersekolah di Grantham dia tinggal di-kost milik apoteker lokal yang bernama William Clarke. Di masa kecil Newton sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan sangat cekatan menggunakan tangannya. Meskipun ia anak dengan otak cemerlang, di sekolah tampaknya ia bermalas-malasan dan tidak menarik perhatian. Selama Newton sekolah di Grantham, ia telah mengembangkan dirinya dari seorang anak menjadi pemuda yang intelektual dan mulai menunjukkan dirinya sendiri. Ia juga sudah menyukai buku-buku, minatnya terletak pada desain dan konstruksi mainan mekanik dan model mekanik.

Untuk kedua kalinya ibunya menjadi janda tatkala Isaac berumur 14 tahun. Isaac berhenti sekolah karena ia harus bekerja di ladang dan di peternakan untuk menghidupi ibunya dan ketiga adik tirinya yang lebih muda dari dia. Ibunya kemudian memulangkan Newton dari sekolah untuk belajar menjadi petani dan untuk mengelola kekayaannya. Tetapi Newton terlihat tidak menyukai pekerjaan barunya. Pada akhirnya setelah meyakinkan keluarga dan ibunya dengan bantuan paman dan gurunya, Newton dapat kembali sekolah dan menamatkan sekolahnya pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan.

Pada Juni 1661, usia 18 tahun, Newton diterima di Trinity College Universitas Cambridge sebagai seorang sizar (mahasiswa yang belajar sambil bekerja). Pada saat itu, ajaran universitas didasarkan pada ajaran Aristoteles, namun Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti Descartes dan astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler. Ia begitu suka membaca buku-buku matematika, fisika, astronomi, filsafat, dan Kitab Suci. Di sinilah Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematik dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia.

Kabarnya, pada usia 19 tahun Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke(pemilik kost tempat tinggal Newton), Anne Storer. Saat Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran, kisah cintanya dengan menjadi semakin tidak menentu dan akhirnya Storer menikahi orang lain. Banyak yang mengatakan, Newton, selalu mengenang kisah cintanya walaupun selanjutnya tidak pernah disebutkan Newton memiliki seorang kekasih dan bahkan pernah menikah.

Pada tahun 1665, ia menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi kalkulus. Segera setelah Newton pada usia 22 tahun berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan gelar Sarjana Muda. Setelah itu  Universitas Cambridge ditutup oleh karena adanya Wabah Besar. Walaupun dalam studinya di Cambridge biasa-biasa saja, studi privat yang dilakukannya di rumahnya di Woolsthorpe selama dua tahun mendorongnya mengembangkan teori kalkulus, optika, dan hukum gravitasi. Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge sebagai pengajar di Trinity.

Karya bukunya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi ilmiah.

Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Dalam bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama dan mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya. Ia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara.

Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan “metode Newton” untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat.

Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.

Penemuan dan Prestasi Newton

Penemuan Newton dalam bidang Matematika

  • Generalisasi Teorema Binomial
  • Identitas Newton
  • Metode Newton
  • Polinomial derajat tiga dalam dua variable
  • Berkontribusi besar pada teori perbedaan terbatas
  • Penggunaan Indeks Pecahan
  • Geometri yang digunakan untuk memecahkan solusi dari persamaan Diophantine
  • Menemukan formula baru untuk pi

Meskipun banyak prestasi atas penemuannya dalam bidang matematika, sepertinya Newton lebih dikenal dalam bidang fisika berkat penemuannya yang hingga saat ini menjadi patokan pembelajaran ilmu fisika ataupun dalam kehidupan sehari-hari dalam beragam aktivitas manusia hingga saat ini.

Berikut adalah Penemuan Newton dalam bidang Fisika

  • Newton membuat kemajuan besar dalam bidang optik. Newton mengembangkan penemuan mengenai spektrum dengan memisahkan cahaya putih melalui prisma.
  • Teleskop. Terdapat banyak perkembangan yang dibuatnya dalam teleskop, namun karyanya banyak dikritik Hooke, sehingga ia mengundurkan diri dari perdebatan ilmiah dan tak menyukai Hooke sepanjang hidupnya.
  • Mekanika dan Gravitasi. Dalam bukunya yang fenomenal berjudul Principal Mathematica, Newton menjelaskan tiga hukum gerak dengan menentukan kerangka acuan untuk fisika modern.Termasuk menjelaskan gerak sebuah planet.

Fakta tentang Sir Isaac Newton

  1. Terlahir Prematur

Isaac Newton lahir sebelum waktunya alias prematur.

Ketika lahir, ia bahkan diperkirakan tidak akan bertahan karena tubuhnya yang sangat kecil.

  1. Hampir Menjadi Petani

Newton terlahir di keluarga petani. Ketika menginjak usia 17 tahun, ibu Isaac Newton bersikeras agar ia menjadi petani.

Jika bukan karena pamannya, ia tidak akan pernah berkuliah di Universitas Cambridge.

Baca juga:
  1. Merahasiakan Penemuan

Isaac Newton tidak langsung mempublikasikan penemuannya.

Kebanyakan teorinya ditemukan ketika ia berumur 20an dan baru dipublikasikan beberapa tahun kemudian.

  1. Newton dan Apel

Tentu kita sering mendengar kisah terkenal ini :

bahwa Isaac Newton sedang berjalan di taman, di bawah pohon apel dan melihat jatuhnya sebuah apel yang menginspirasinya menemukan teori gravitasi.

Padahal Newton sendiri mengatakan bahwa ia sedang di dalam rumah ketika ia melihat dari jendela sebuah apel jatuh dari pohonnya.

  1. Seorang Alkemis.

Newton diam-diam mempelajari cara mengubah emas dan perak dari logam dasar.

Rahasia ini ia sembunyikan karna pada zamannya, mempelajari hal tersebut dilarang.

  1. Sangat religius.

Walau banyak yang menggunakan teori Newton untuk mempertanyakan eksistensi Tuhan, dan walau ia tidak mempercayai eksistensi arwah dan hantu, Newton sendiri adalah seorang yang sangat religius.

Ia pernah berkata, “Gravitasi mampu menjelaskan pergerakan planet-planet, tetapi gravitasi tidak mampu menjelaskan siapa yang menggerakan planet tersebut. Tuhan mengendalikan segalanya, dan tau apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan”

  1. Hasrat terhadap Alkitab

Newton sangat berhasrat dengan Alkitab.

Ia lebih banyak menulis tentang agama daripada matematika dan sains.

Ia bahkan memperkirakan tanggal penyaliban Yesus dan sudah memprediksikan bahwa Yahudi akan kembali ke tanah Israel.

Ia juga sangat berhasrat untuk menemukan makna yang tersembunyi dalam Alkitab.

  1. Satu kalimat sebagai politisi.

Newton menjadi anggota parlemen selama satu tahun (1689-1690).

Hanya satu kalimat yang ia ucapkan sebagai seorang politisi : ia meminta seseorang untuk menutup jendela yang terbuka!!

Quotes Sir Isaac Newton

“Pengalaman yang sama dapat menimpa siapapun, tapi sejauh mana dan secepat apa pengalaman yang sama itu memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda atau relatif satu sama lain.”

“Saya dapat menghitung pergerakan bintang-bintang di langit, tetapi saya tidak dapat menghitung kebodohan manusia.”

“Tak ada penemuan hebat yang pernah dibuat tanpa tebakan yang kuat.”

“Jika saya menunggu orang lain untuk membuat alat-alat yang saya butuhkan, saya tidak akan pernah membuat apa pun.”

Warung Sains Teknologi
Latest posts by Warstek Media (see all)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *