Simulasi Droplet Pada Sistem Koloid: Praktikum Kimia di Tengah Pandemi Covid-19

Pada masa darurat COVID-19 ini,  banyak instansi sudah menerapkan Work From Home (WFH). Sampai sekarang tagar #dirumahAja juga masih viral. Pada beberapa aktivitas memang terdapat pembatasan , salah satunya di dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) menginstruksikan kepada instansi Pendidikan untuk mengadakan pembelajaran dari rumah. Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang pembatasan sosial berskala besar di daerah DKI Jakarta dan Sekitar [1].

Pembatasan Sosial untuk beberapa aktivitas dilakukan dengan sistem daring yang dalam prosesnya ditemukan kendala-kendala. Contohnya, pada pembelajaran berbasis praktikum dinilai hampir mustahil dilakukan. Pasalnya, praktikum membutuhkan alat dan bahan yang hanya terdapat di laboratorium. tidak perlu khawatir, sekarang kita bias menggunakan sesuatu hal yang dekat dengan kehidupan kita. Pada kesempatan ini, penulis akan membahas mengenai praktikum yang dikemas pesan untuk penggunaan masker.

Kini Kemenkes mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker saat berpergian, baik itu sehat maupun sakit. Penggunaan masker bertujuan untuk menghindari penularan melalui droplet (percikan) [2]. Droplet ini merupakan salah satu bentuk dari cairan koloid, yaitu tetesan-tetesan cairan berukuran sangat kecil yang mengambang di Udara. Cairan droplet ini juga disebut zat aerosol. Aerosol tersebut tersusun dari zat fase terdispersi (cair) dan fase pendispersi (gas) [3].

Ada Apa dengan Droplet?

Droplet yang dimaksud merupakan percikan cairan liur yang bisa dikeluarkan dari saluran pernapasan melalui batuk atau bersin [4]. Droplet berdasarkan World Health Organization (WHO) dapat menjadi medium penularan COVID-19. Percikan atau droplet yang mengandung virus corona dari orang yang terinfeksi tersebut melayang-layang dan bisa juga jatuh ke permukaan benda dengan virus yang masih aktif. Pada tanggal 6 April 2020, WHO secara khusus menganjurkan untuk menggunakan masker guna pencegahan virus corona, yang akhirnya kini diwajibkan di Indonesia.

Kegiatan Praktikum Untuk Menguji Masker

Untuk alat dan bahan yang digunakan untuk menguji kegunaan masker cukup sederhana, di antaranya: Masker (bisa masker kain dan sebagainya), botol semprot (bisa botol spray atau botol parfume), sendok teh, air bersih dan tisu. Ada dua pelaksanaan pengujian, pertama pengujian kualitatif, dilakukan dengan menyemprotkan  air menggunakan botol spray dari jarak 1,5-2 meter ke praktikan yang mengenakan masker. Selanjutnya praktikan akan menilai secara kualitatif adanya perbedaan antara kondisi mengenakan masker dengan tanpa masker. Metode ini merupakan simulasi bersin yang menghasilkan droplet.

blank

Gambar 1. Uji kualitatif kemampuan masker dengan penyemprotan pada pengguna masker (bawah) dengan tanpa masker (atas).

Kedua, pengujian kuantitatif, diilustrasikan pada Gambar 2,. Praktikan menyemprotkan air, sebagai simulasi bersin ke arah masker dengan jarak 1,5-2 meter., Kemudian praktikan mengamati tisu yang berada dibelakang masker. Tisu berfungsi sebagai detektor air, dengan menjerap droplet yang lolos dari tangkapan masker. Praktikan selanjutnya membandingkan ketika air disemprotkan langsung ke arah tisu tanpa atau dengan adanya masker.

blank

Gambar 2. Percobaan perbandingan penyemprotan droplet dengan tisu dilindungi masker (atas) dengan tanpa dilindungi masker (bawah)

Praktikan juga bisa menghitung berapa banyak cairan droplet yang ditampung pada tisu, pada masing-masing percobaan. Untuk menghitung berapa milliliter (ml) air pada tisu dapat menggunakan sendok teh sebagai alat ukur sementara. Ukuran satu sendok teh dapat dianggap sekitar 5 ml [5]. Perhitungan seperti ini memang kurang akurat. Namun, dapat dijadikan alternatif pengukuran sementara. Setelah memperoleh kesimpulan, siswa dapat menyadari pentingnya menggunakan masker sebagai penghalang droplet yang mengandung virus guna pencegahan COVID-19.

Baca juga:

Referensi:

[1] Permenkes RI No. 9 tahun 2020, Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019

[2] Kementerian Kesehatan RI. 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), revisi per-27 Maret 2020

[3] Chang, R. 2010. Chemistry, 10th Edition. McGraw-Hill

[4] World Health Organization. 2020. Anjuran Mengenai Penggunaan Masker dalam Konteks COVID-19, 6 April 2020

[5] https://quipper.co.id/1-sendok-makan-berapa-gram/#Pengukuran_1_Sendok_Teh_(sdt), diakses pada 13 April 2020

Budiman Prastyo
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar