Panel Surya Adaptif, Teknologi Masa Depan Untuk Menghasilkan Listrik Berbasis Energi Baru Terbarukan

Dalam kurun waktu 6-10 tahun terakhir, teknologi panel surya mulai dikenal dan menjadi salah satu alat yang banyak diburu untuk dipasang pada berbagai tempat. Beberapa negara di dunia mulai cukup banyak memesan panel surya dan menjadikannya sebagian teknologi penghasil tenaga listrik cadangan bahkan ada yang menjadi penghasil tenaga listrik utama.

bagaimana cara kerja panel surya menghasilkan listrik
Gambar 1. Proses cara kerja panel surya (photovoltaic) secara umum

Seruan dan kampanye mengenai perubahan iklim akibat dari pemanasan global membuat penggunaan panel surya makin dilirik oleh banyak kalangan masyarakat. Teknologi panel surya bukan hanya berdampak pada penghematan listrik, tetapi juga terlihat dalam hal lain. Terdapat 3 teknologi revolusioner berbasis panel surya yang mungkin akan ada di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang, yaitu :

1. Pulau Panel Surya

Hasil gambar untuk pulau panel surya
Gambar 2. Puluhan panel surya yang dipersiapkan untuk menjadi pemasok utama energi listrik di Pulau Los Bronces, Santiago, Chile

Sesungguhnya pemanasan global bukanlah omong kosong belaka. Efek dari pemanasan global yang ditimbulkan adalah kadar panas yang kita rasakan sekarang. Salah satu cara dalam mengatasi nya adalah penggunaan panel surya untuk pembangkit listrik yang di memanfaatkan oleh radiasi matahari dalam memproduksi arus listrik. Selain itu, ada juga sistem panel surya yang beroperasi di sebuah pulau buatan dan dikhususkan untuk mengimplementasi solar panel. Pulau buatan ini pun akan dipasang panel surya skala besar dan energinya akan dapat didistribusikan langsung ke masyarakat menjadi tenaga listrik yang utama. Hal ini pula dapat menjadi langkah awal untuk merubah ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Negara yang telah mengimplementasikan itu adalah California, Amerika Serikat.

Gagasan dan konsep ide tersebut telah menjadi bahan pertimbangan di beberapa negara dan perusahaan lain untuk mulai memaksimalkan penggunaan energi terbarukan. Wilayah laut di Asia Tenggara termasuk pula Indonesia yang memiliki laut tenang tanpa ombak tinggi merupakan tempat yang cocok untuk uji coba pulau buatan khusus panel surya.

2. Membangun Building-integrated Photo-Voltaics

File:Aerial view of Apple Park dllu.jpg
Gambar 3. Markas pusat (headquarter) Apple Inc di California yang telah menggunakan rooftop cover photovoltaic pada keseluruhan atapnya

Teknologi Building-integrated Photovoltaics (BiPV) merupakan bangunan yang menggunakan panel surya sebagai material bangunannya secara menyeluruh. Gedung tersebut tidak menggunakan kaca pada bagian atap, jendela, atau balkon bangunannya melainkan menggunakan material photovoltaics atau panel surya. Pada tahun 1980an, beberapa perusahaan panel surya komersial sudah mempunyai rancangan tentang konsep Building-integrated photovoltaics. Namun, saat itu Building-integrated photovoltaics masih sebatas beberapa gedung dengan jumlah panel surya yang juga masih sangat sedikit. Selain itu, pemasangan yang berisiko membuat ongkos yang harus dikeluarkan sangat mahal.Tetapi dengan teknologi yang sudah maju seperti sekarang, satu per satu gedung baru di seluruh dunia mulai menggunakan Building-integrated photovoltaics.

Salah satu bangunan yang sudah menerapkan teknologi BiPV adalah gedung HQ Apple Inc. di California yang mengadopsi konsep Building-integrated photovoltaics yang seluruh atap bangunannya sudah menggunakan panel surya. Kemudian ada CIS Tower di Manchester, Inggris yang menggunakan konsep BiPV secara menyeluruh. Sekarang salah satu negara yang sangat fokus terhadap Building-integrated photovoltaics adalah Tiongkok, yang pada tahun 2019 lalu terdapat sekitar 300 gedung yang telah dipasang Building-integrated Photovoltaics.

3. Teknologi Solar Skins

Hasil gambar untuk Solar Skins
Gambar 4. Rancangan Adaptive Solar Skins pada sebuah bangunan masa depan yang dibuat oleh Daniel Raznick, seorang arsitek asal Amerika Serikat

Solar skins adalah teknologi panel surya yang sangat tipis sehingga sangat ringan dan juga cukup fleksibel. Penggunaannya hampir sama seperti panel surya, juga solar skins memiliki keunggulan yaitu beradaptasi dengan bentuk atap rumah Anda. pada saat digunakan pada atap rumah, sehingga pemasangan solar skins pada atap rumah pun tidak terlalu begitu mencolok. Tidak hanya mendapatkan manfaat dari panel surya dengan bentuk yang fleksibel dan juga dapat mengikuti bentuk atap rumah.

Penelitian dari United States National Renewable Energy Laboratory (2017) menyebutkan bahwa solar skins tidak hanya diperuntukan untuk perumahan saja, tetapi solar skins juga dapat diimplementasikan untuk keperluan lain seperti signage, billboard iklan, logo tulisan, dan lainnya. Hal yang tak kalah mengejutkan lainnya adalah solar skins juga ternyata mampi dipasang pada atap sebuah mobil. Karena bentuknya yang fleksibel dan mudah untuk ditempatkan dimana saja, maka ditempatkan di atap sebuah mobil pun dapat dilakukan. Pun nantinya, daya listrik yang masuk bisa digunakan untuk mengisi daya pada aki mobil ataupun mengisi baterai pada alat elektronik sehari-hari.

Baca juga:

Inovasi-inovasi diatas memang belum semuanya diterapkan. Bahkan beberapa inovasi masih belum dilakukan dan masih dalam tahap percobaan yang masih membutuhkan waktu cukup lama, contohnya yang paling nyata adalah teknologi Sistine Solar Skins yang masih dalam tahap perencanaan cetak biru (blueprint). Meskipun demikian, tidak ada salahnya untuk terus melakukan riset dan menemukan inovasi yang nantinya akan bisa diwujudkan secara bertahap dengan perkembangan teknologi di era industri 4.0 yang sudah berkembang sangat pesat.

Referensi :

[1] Cara Kerja Panel Surya Secara Sederhana https://www.solarcellsurya.com/cara-kerja-panel-surya/

[2] Martindale, Jon. (2017). Solar Skins could help aesthetics-conscious homeowners go green. Digital Trends. USA https://www.digitaltrends.com/home/sistine-solar-skins/

[3] Sistine Solar: customized solar skins for your solar panel system https://news.energysage.com/sistine-solar-customized-solar-skins-solar-panel-system/

[4] Raznick, Daniel. ADAPTIVE SOLAR SKIN BLUEPRINT. https://danielraznick.com/about/adaptive-solar-skin/

[5] Attoye, Daniel. Adunkele, Timothy. Tabel, K. Aoul. Hassan, Ahmed. (2018). Building Integrated Photovoltaic (BIPV) Adoption: A conceptual Communication Model for Research and Market Proposals. ASEE NorthEast 2018 Conference. Connecticut. USA. https://www.researchgate.net/publication/324809308_Building_Integrated_Photovoltaic_BIPV_Adoption_A_conceptual_Communication_Model_for_Research_and_Market_Proposals

Nafiys Ismail
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar