Beginilah Ilmuwan Zaman Dahulu Mengukur Bumi

Berapa diameter bumi? Berapa jari-jari bumi? Berapa keliling bumi? Berapa volume bumi? Semua pertanyaan itu dapat dengan mudah kita jawab saat ini. Bumi yang kita tempati ini memiliki diameter sebesar 12.742 km, jari-jari bumi sebesar 6.371 km, keliling bumi sebesar 40.075 km, dan volume bumi yang mencapai 1,08321 x 1012 km3. Dari mana nilai-nilai tersebut diperoleh?

Nilai-nilai ini diperoleh dari penelitian para ilmuwan terdahulu. Namun, bagaimana caranya para ilmuwan tersebut dapat memperoleh nilai-nilai di atas? Sedangkan pada zaman dahulu belum terdapat teknologi yang canggih seperti sekarang. Perhitungan! Ya, tidak salah jika matematika dijuluki sebagai The Queen of Science. Segala sesuatupun selalu ada hitungannya, loh! Bahkan hal-hal yang tidak kita sadariseperti kedipan mata, detak jantung, denyut nadi, mereka semua memiliki perhitungan sendiri.

Selama setengah abad, para ahli geografi telah  menggunakan matematika dan sebuah teknik yang bisa mematahkan punggung karena menggunakan rantai-rantai yang panjang untuk mengukur jarak antara dua titik, yang dengan sebuah titik lain membentuk triangulasi. Triangulasi adalah metode yang digunakan oleh astronom Yunani Hipparchus dari Nicaea, pada tahun 150 sebelum masehi, untuk menghitung jarak bulan dari bumi. 

Cara Kerja

Triangulasi didasarkan pada fakta geometri bahwa jika kamu mengetahui panjang salah satu sisi sebuah segitiga dan besar sudut pada kedua sudutnya, kamu dapat menghitung semua dimensi yang lain tanpa meninggalkan kursimu. Sebagai contoh, kamu dan aku berniat mengetahui berapa jarak dari sini ke bulan. Yang pertama harus kita kerjakan adalah berdiri di dua tempat yang saling berjauhan. Misalkan, kamu berada di Paris sedangkan aku pergi ke Moskow, kemudian kita memandang ke bulan pada saat yang bersamaan.

  • Sekarang, misalkan kamu menarik garis lurus yang menghubungkan kamu dengan aku dan bulan, kamu akan membentuk sebuah segitiga.
  • Ukur panjang dasar segitiga antara kamu dan aku, kemudian sudut-sudut pada kedua sudut kita.
  • Karena jumlah sudut dalam sebuah segitiga selalu 180 derajat, jika kamu mengetahui jumlah dua buah sudut, kamu dapat langsung menghitung sudut ketiga; dan mengetahui bentuk sebuah segitiga serta panjang salah satu sisinya akan memberitahumu panjang sisi-sisi yang lain.

Rantai Baja

Untuk mengukur jarak horizontal, rantai atau pita harus ditarik kencang-kencang karena temperatur panas atau dingin yang ekstrem akan membuat mereka memuai atau menyusut. Penting pula bahwa alat ukur ini dipasang dalam posisi rata.

London ke York

Salah satu upaya pertama untuk menggunakan triangulasi untuk mengukur jarak-jarak di bumi dilakukan oleh matematikawan muda Inggris bernama Richard Norwood. Norwood sangat mencintai trigonometri dan karenanya juga sudut-sudut. Ia memutuskan menggunakan triangulasi untuk mengukur panjang satu derajat pada meridian atau garis bujur bumi, dan dengan demikian menghitung jarak keliling planet ini.

Apa yang disebut meridian? Meridian adalah garis yang ditarik dari utara ke selatan antara kutub utara dan kutub selatan yang digunakan oleh para astronom untuk melakukan pengukuran-pengukuran. Garis meridian yang melewati Greenwich, Inggris, dinyatakan sebagai Bujur Nol (0ยบ). Setiap tempat di bumi diukur berdasarkan besar sudut ke timur atau ke barat dari garis ini.

Pada 1633, dimulai dari Menara London, ia menghabiskan dua tahun untuk menempuh jarak 208 mil (335 kilometer) ke arah utara menuju York. Ia berulang-ulang merentangkan rantainya dan mengukur jarak dua buah patok dalam perjalanan ke sana, sambil mewaspadai perbedaan ketinggian dan mengakali benda-benda yang menghalanginya. Langkah terakhir adalah mengukur sudut matahari pada waktu dan hari yang sama dalam setahun seperti yang telah dilakukannya di London pada awal pengukuran. Ini pekerjaan yang ambisius, tetapi ternyata hasil pengukuran Norwood berselisih kurang dari 600 yard dibanding hasil pengukuran modern.

Wah, ternyata pengukuran bumi pada zaman dahulu sangatlah rumit yaa.

Referensi:

[1] Bryson, Bill. 2003. A Really Short History of Nearly Everything MISTERI-MISTERI TENTANG RUANG DAN WAKTU. London: Doubleday, Transworld Publishers.

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Bumi

diakses pada : Minggu, 26 April 2020; pukul 13.30

Baca juga:
Remilda Agustina
Follow me
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar