Masalah-masalah Serius yang Ditimbulkan oleh Sampah Plastik

Tanpa disadari, manusia menghasilkan sampah plastik setiap hari. Mulai dari bangun di pagi hari sampai tidur, manusia menggunakan plastik untuk memenuhi kebutuhannya. Plastik digunakan untuk kemasan makanan, minuman, kosmetik, perawatan tubuh, dan produk kebutuhan rumah tangga.

Plastik adalah salah satu jenis makromolekul yang dibentuk dengan proses polimerisasi. Polimerisasi merupakan proses penggabungan beberapa molekul sederhana (monomer) melalui proses kimia menjadi molekul besar (polimer). Plastik merupakan senyawa polimer yang unsur penyusun utamanya adalah karbon dan hidrogen. Untuk membuat plastik, salah satu bahan baku yang digunakan adalah Naptha, yaitu bahan yang dihasilkan dari penyulingan minyak bumi atau gas alam. Sebagai gambaran, untuk membuat 1 kg plastik memerlukan 1.75 kg minyak bumi, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya maupun kebutuhan energi prosesnya (Kumar, dkk., 2011).

Penggunaan plastik yang terus meningkat dari masa ke masa ini, belakangan berdampak pada volume sampah plastik. Makin hari volume sampah plastik ditemukan meningkat. Sampah plastik ini tersebar di berbagai lokasi. Mulai dari tanah, sungai dan lautan. Menurut data KLHK, Produksi kantong plastik mencapai 5 triliun lember setiap tahun dan terbuat dari minyak bumi sebanyak 12 juta barel atau 8 % dari konsumsi minyak dunia setiap tahun. Sementara rata-rata umur pakai hanya 20 menit saja, setelah itu jadi sampah dan hanya kurang dari 3 % yang didaur ulang. Sisanya menjadi sampah yang perlu 1000 tahun untuk hancur secara alami.

Namun, dibalik peningkatan penggunaan plastik terdapat sejuta masalah yang ditimbulkan. Dampak plastik tertadap lingkungan antara lain:

  1. Plastik yang menutupi akar mangrove dapat menyebabkan perlahan-lahan kematian bagi mangrove
  2. Sampah plastik dapat membunuh terumbu karang sebagai biodeversitas tinggi bagi lautan
  3. Berkurangnya mangrove sebagai pengurai racun di laut dapat menyebaban kerusakan bagi ekosistem laut lainnya
  4. Hewan- hewan laut seperti ikan, lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhimya mati karena tidak dapat menelannya
  5. Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya
  6. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan- hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing
  7. PCB yang tidak dapat terurai rneskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan
  8. Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah
  9. Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah
  10. Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun
  11. Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik
  12. Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir

Selain itu, sampah plastik dapat menjadi ancaman terhadap upaya konservasi dan pariwisata. Sampah plastik adalah sampah yang paling dominan ditemukan di destinasi wisata Taman Nasional, baik di gunung maupun di laut, dan paling sulit terurai. Contoh destinasi seperti Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru misalnya sebanyak 56 % sampah merupakan sampah plastik, sementara sampah organik hanya 14 %.

Selama ini, kita mengetahui bahwa plastik telah menjadi masalah yang serius karena mencemari lingkungan hingga menjadi ancaman nyata bagi satwa yang ada di darat dan lautan. Namun, laporan terbaru dari CIEL menegaskan bahwa akibat yang ditimbulkan plastik jauh lebih luas lagi. Plastik dengan berbagai komponen kimia yang terkandung di dalamnya ternyata juga merupakan ancaman serius terhadap kesehatan manusia, mulai dari proses pembuatan hingga statusnya sebagai sampah. Oleh karena itu, solusi utama dari polusi plastik adalah Pemerintah dan perusahaan harus segera bertindak mengurangi suplai plastik sekali pakai.

Referensi:

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar