Brokoli (Brassica oleracea) sebagai Solusi Penurun Kolesterol

Rich results on Google's SERP when searching for "Brassica oleracea

Brokoli (Brassica oleracea) merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia sekitar 1970-an. Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.[1]

Seiring dengan perkembangan zaman serta modernisasi yang terus terjadi menyebabkan pola dan gaya hidup masyarakat terutama di daerah perkotaan. Salah satunya ialah dengan banyaknya restoran makanan cepat saji yang menjual makanan yang mengandung kolestrol tinggi dan sedikit mengandung nutrisi.

Kolesterol merupakan zat alamiah dengan sifat fisik berupa lemak. Kolesterol merupakan bahan pembangun dasar bagi tubuh untuk campuran zat-zat penting seperti membran sel dan bahan isolasi sekitar serat saraf, begitu pula hormon kelamin, dan anak ginjal, vitamin D, serta asam empedu. Namun, apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah yang disebut hiperkolesterolemia, bahkan dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan kematian. Kadar kolesterol darah cenderung meningkat pada orang-orang yang gemuk, kurang berolahraga, dan perokok.[2]

Dari banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi dapat menyebabkan obesitas. Obesitas dan overweight, merupakan dua istilah yang digunakan untuk menyatakan kelebihan berat badan. Kedua istilah ini sebenarnya mempunyai pengertian yang berbeda. Overweight dalam istilah awam dikenal sebagai kegemukan, dimana terjadi akibat asupan gizi yang berlebihan.[1]

Obesitas

Obesitas merupakan suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh. Obesitas diketahui menjadi salah satu faktor risiko munculnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan stroke. Penyakit-penyakit tersebut merupakan penyebab kematian terbesar penduduk dunia, terutama pada kelompok usia lanjut . Selain penyakit tersebut, obesitas pada lansia juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada tulang dan sendi sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya jatuh atau kecelakaan.[2]

Kondisi obesitas sangat berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol dalam darah atau hiperkolesterolemia. Hiperkolesterol adalah peningkatan kadar low density lipoprotein (LDL) dan trigliserida, serta penurunan kadar high density lipoprotein (HDL). Kondisi ini disebabkan karena adanya penimbunan lemak pada penderita obesitas akan menyebabkan sel adiposa tidak mampu menyimpan trigliserida secara adekuat, yang nantinya akan memicu kenaikan trigliserida serta akhirnya terjadi kenaikan kadar LDL. Kondisi meningkatnya trigliserida dalam darah akan meningkatkan perubahan metabolisme Very Low Density Lipoprotein (VLDL) menjadi LDL yang mudah teroksidasi. Kadar LDL teroksidasi di sirkulasi akan meningkatkan konsentrasi kolesterol sebab komposisi LDL sendiri memiliki nilai yang tinggi kolesterol.[1]

Brokoli (Brassica oleracea)

Tanaman brokoli banyak mengandung zat anti kanker yaitu sulforaphane (SFN), indoles, glukosinate, dithiolthione, beta karoten dan senyawa isotiocyanate yang nantinya zat ini akan membentuk enzim untuk mengurangi risiko penyakit kanker, diabetes militus, jantung, osteoporosis, stroke dan hipertensi. Brokoli juga berguna untuk mencegah kanker payudara. Selain kanker payudara, mengonsumsi brokoli juga dapat menurunkan risiko kanker rahim. Asam folat yang terkandung pada brokoli bermanfaat bagi wanita yang sedang hamil, sehingga baik untuk wanita mengonsumsi brokoli. Manfaat dari brokoli secara garis besar dapat meningkatkan daya kerja otak, mengatur kadar gula darah, menetralkan zat penyebab kanker, menurunkan kolesterol jahat, bagi wanita hamil baik dikonsumsi karena mengandung asam folat, dan karena mengandung vitamin C juga berperan sebagai antioksidan.[1]

Baca juga:

Kandungan serat pada brokoli bermanfaat untuk mencegah konstipasi atau sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Dengan kandungan seratnya tersebut, maka brokoli mampu mengurangi kadar kapasitas kolesterol sehingga dapat mencegah terjadinya resiko penyakit kardiovaskuler. Penggunaan brokoli bisa digunakan dalam produk minuman sari brokoli dengan fortifikasi serat inulin didasarkan atas kemampuannya dalam mengikat kolesterol dan mampu meningkatkan kadar total serat atau total dietary fiber (TDF). Brokoli juga mengandung serat pektin tertentu yaitu kalsium pektat yang mampu mengikat asam empedu. Atas hal tersebut akibatnya lebih banyak kolesterol yang tertahan di hati dan sedikit kolesterol yang dilepaskan ke aliran darah. Efektifitas brokoli dalam menurunkan kadar kolesterol total ternyata sama dengan obat penurun kolesterol.[1]

Tanaman brokoli menjadi pilihan untuk diaplikasikan dengan beberapa jenis tanaman yang mengandung serat lainnya dikarenakan brokili memiliki beberapa kandungan nutrisi yang kaya akan vitamin dan mineral. Kandungan vitamin yang dimiliki diantaranya vitamin A, C, E, K, B1, B6 yang cukup tinggi sehingga bisa dikolaborasikan dengan serat fungsional yang dapat menyebabkan ketidaktersediaan zat gizi seperti vitamin-vitamin yang larut dalam lemak.[1]

Penulis: Alvian Ardyansyah
Editor: Nur Abdillah Siddiq

Referensi:

  1. M.O.Fatharanni, D.I.Anggraini. 2017. Efektivitas Brokoli (Brassica Oleracea var. Italica) dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Total pada Penderita Obesitas. Majority. Vol 6 No 1: 64-70. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1533. Diakses Tanggal 18 Mei 2020
  2. I.M.Sofa. 2018. Kejadian Obesitas, Obesitas Sentral, dan Kelebihan Lemak Viseral pada Lansia Wanita. Open Acces. Vol 2 No 3: 228-236. https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/download/8788/5293. Diakses Tanggal 18 Mei 2020

Alvian Ardyansyah
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

1 tanggapan pada “Brokoli (Brassica oleracea) sebagai Solusi Penurun Kolesterol”

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar