Mudah Belajar Matematika Tanpa Bimbingan Belajar (Bimbel)

Oleh: Dhika Wblankidayat

Banyak yang bilang kalau matematika itu pelajaran yang sulit. Masih juga banyak yang menganggap kalau matematika itu adalah sesuatu yang mustahil dikuasai, kecuali oleh orang tertentu yang mendapat kelebihan dari Tuhan. Ada juga yang membuat kepanjangan dari kata matematika dengan “makin tekun makin tidak karuan“. Saking buntunya mereka sulit memahami matematika.

Saya termasuk orang yang suka pelajaran matematika dari kecil. Bahkan dari kelas satu SD nilai matematika menjadi satu-satunya mata pelajaran yang tidak pernah buruk. Sampai ketika Ujian Nasional SMP mendapat nilai sepuluh. Ketika SMK hanya salah satu soal saja karena kurang teliti dengan tanda plus dan minusnya. Dan ketika mendaftar kuliah yang awalnya tidak berniat mendaftar di jurusan Matematika, seketika berubah pikiran tanpa berpikir panjang saat melihat ada jurusan matematika.

Banyak yang sudah ikut bimbel dan les matematika ternyata hasilnya masih sama saja. Kalaupun meningkat juga tidak signifikan. Secara pribadi aku tidak pernah ikut bimbel atau semisalnya. Selain karena biaya memang dasarnya aku malas ikutan bimbel. Aku juga jarang kepo tentang cara cepat dalam mengerjakan soal matematika. Sampai saat ini aku menganggap cara cepat itu bikin pusing. Nah terus bagaimana cara belajarnya?

Begini. Aku ingat pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Dimana dengan kita melakukan sesuatu hal membuat kita lebih bisa memahami tentang sesuatu. Dari situ aku mencoba untuk melatih otak berpengalaman dengan matematika. Caranya dengan perbanyak berlatih soal.

Aku hanya mengumpulkan berbagai macam variasi soal matematika. Lalu aku kerjakan. Terus gimana dengan rumusnya? Kalau belum hafal buka saja buku. Setiap mengerjakan soal tulis dahulu rumus yang digunakan, jadi selain berakrab-akrab dengan soal matematika kita juga bisa secara tidak sengaja menghafal rumusnya. Semakin sering kamu mengerjakan soal, semakin sering juga pastinya kamu menuliskan rumusnya. Disitulah proses menghafalnya.

Untuk mengecek apakah pekerjaan kita benar atau tidak, kita bisa menggunakan kunci jawaban. Carilah soal yang ada kunci jawabannya. Jika tidak kita bisa meminta kakak atau guru kita untuk mengoreksi hasil pekerjaan kita. Beres. Lakukan hal ini sesering mungkin. Bisa juga dibiasakan untuk mengerjakan dua atau tiga soal dalam satu hari. Dengan begitu otak kita akan memiliki pengalaman, iya pengalaman mengerjakan soal matematika.

Cara cepat itu akan muncul saat kita benar-benar menghayati dalam berlatih mengerjakan soal. Semakin sering berlatih, kita akan menemukan pola dalam mengerjakan soal matematika. Maka menurutku cara cepat atau cara mudah mengerjakan soal matematika berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Tergantung dari seberapa berpengalaman dia dalam mengerjakan soal matematika.

Mungkin ada yang bilang, “Apa iya cuma begitu aja bisa pinter matematika?” Dan bisa dipastikan dia belum pernah mencoba atau belum istiqomah dalam mencoba cara sederhana ini. Ini cara yang paling sederhana, tanpa mikir terlalu keras. Just do it. Hasilnya, saya merasakan efeknya.

Jangan lupa kalimat inspiratif yang terkenal ini, “Tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang malas.” Termasuk malas belajar dan mencoba. Cobain deh, setahun aja cara di atas dengan istiqomah lalu kabarkan pada saya tentang kondisimu setahun yang akan datang. Salam Matematika.

Baca juga:

Referensi:

Dhika Widayat
Latest posts by Dhika Widayat (see all)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar