Apakah Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi Memengaruhi Kemampuan Berkonsentrasi?

Makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi biasanya memang terasa enak dan gurih.Namun, di balik itu, seperti yang selama ini kita ketahui bahwa makanan yang tinggi lemak jenuh memberikan pengaruh negatif bagi tubuh kita.Salah satunya, yaitu dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi.Dilansir dari https://www.sciencedaily.com/ , penelitian terbaru menyatakan bahwa memakan satu jenis makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi dapat menganggu kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi[1].


Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition[2].Penelitian membandingkan bagaiamana 51 perempuan mengikuti test terhadapa kemampuan konsetrasi mereka setelah makan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi dan setelah mereka memakan makanan yang dibuat dari minyak bunga matahari yang tinggi lemak tak jenuh.Hasil penelitian tersebut menujukkan, setelah mereka memakan makanan mengandung lemak jenuh yang tinggi memiliki kemampuan konsentrasi yang rendah, daripada ketika mereka setelah makan makanan yang dibuat dari minyak bunga matahari.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan antara makanan berlemak dan otak manusia.

Metode Penelitian


Para partisipan menyelesaikan penilaian terhadap fokus mereka ketika mereka melakukan kunjungan di pagi hari ke laboratorium. Penelitian ini menggunakan sebuah alat yang berbasis komputer untuk mengukur perhatian, konsentrasi, dan reaksi mereka dalam sepuluh menit. Lima jam kemudian, para partisipan melakukan test lagi. 1-4 minggu kemudian, mereka mengulangi langkah-langkah tersebut, memakan makanan yang berbeda dari apa yang mereka telah makan pada kunjungan pertama.


Para peneliti juga menganalisis sampel darah partisipan yang untuk mengetahui apakah ada molekul yang menindikasi adanya endotoxemia–perubahan pada usus, yang memungkinkan masuknya lipopolisakarida dari bakteri usus ke dalam aliran darah[3]–pada partisipan.Setelah para partisipan memakan makanan yang tinggi lemak, pada rata-rata, kemampuan mereka menurun dalam sebelas persen ketika mendeteksi rangsangan target pada penilaian perhatian.

Kehilangan konsentrasi juga dialami oleh partisipan yang mengalami sindrom usus bocor–kondisi ketika lapisan usus kecil menjadi rusak: Respon mereka menujukkan bahwa konsentrasi mereka bahkan lebih buruk selama sepuluh menit test tersebut.

Meskipun penelitian tidak menentukan apa yang terjadi pada otak, tetapi peneliti mengatakan bahwa pada penelitian sebelumnya bahwa lemak jenuh bisa meningkatkan peradangan di seluruh tubuh bahkan ada kemungkinan terhadap otak juga.

Namun, Analisis statistik telah memperhitungkan pengaruh-pengaruh potensial lainnya dalam kognisi, termasuk gejala-gejala depresif dan pola makan rata-rata para peserta.


Oleh karena itu, kita harus lebih bijak lagi dalam memilih makanan untuk dikonsumsi.

Referensi

[1]https://www.sciencedaily.com/releases/2020/05/200512134433.htm

[2]Annelise A MadisonMartha A Belury, et.all.2020.Afternoon distraction: a high-saturated-fat meal and endotoxemia impact postmeal attention in a randomized crossover trial.The American Journal of Clinical Nutrition DOI: 10.1093/ajcn/nqaa085.

Baca juga:

[3] https://www.sciencedirect.com/topics/pharmacology-toxicology-and-pharmaceutical-science/endotoxemia

Awfa Rabyatami
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar