Pandemi Covid-19 Memengaruhi Kesehatan Mental. Kok Bisa?

Kesehatan Mental dan Otak

Apa iya Pandemi Covid-19 memengaruhi kesehatan mental kita? Kalau iya, bagaimana caranya? Mari kita lihat dari sudut pandang Neurosains, yang nanti kaitannya dengan munculnya stres yang dapat berakibat pada kesehatan mental kita. Mari simak pembahasan berikut.

Apa itu Sistem Limbik dan Hypothalamus?

Alur Hypotalamus
Gambar Sistem Respon Stres [sumber : https://kids.frontiersin.org/]

Otak memiliki bagian yang disebut dengan Sistem limbik. Sistem limbik adalah bagian otak yang berfungsi sebagai pembentuk perilaku emosi (yang berhubungan dengan marah, ketakutan, dan dorongan seksual). Sistem limbik sendiri secara umum terdiri dari amygdala, septum, hypotalamus, talamus, dan hipokampus.[1] Hypotalamus sendiri merupakan bagian dari otak yang akan menstimulasi kelenjar adrenal (yang berada di atas ginjal) untuk mensekresikan hormon yang akan membuat regulasi tubuh menjadi berubah-ubah. [2]

Sebagai contoh misalnya kita sedang berjalan dalam tempat yang sepi…, otomatis kita akan mengalami kecemasan, ketakutan, dan ataupun kegelisahan maka dari ini sistem limbik digerakkan oleh otak untuk merespon hal tersebut. Respon adanya rasa takut, perilaku berlari, ataupun melawan (mekanisme ini disebut fight-or-flight response) maka akan dibutuhkan respon fisiologis berupa “berlari”. Penggerak respon ini diinisiasi oleh lobus frontalis yang akan merancang dan menggerakkan respon-respon pada hypothalamus. Dalam hal merespon stres, hypothalamus akan menginstruksikan kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon stres (takut) yaitu ACTH (Adreno Corticotrophic Hormone). [3][4]

Apa kaitannya dengan Kesehatan Mental dan Pandemi Covid-19?

Stres menurut KBBI Daring adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan. Berdasarkan definisi tersebut, stres dapat digolongkan sebagai salah satu faktor kesehatan mental. Dilansir pada situs Psychology Today, seorang Psikologi Klinis, Melanie Gleenberg mengatakan bahwa :


“Too much stress exposure can make the system insensitive to the signaling function of cortisol, resulting in either too much cortisol, disruption of its daily rhythm (cortisol is normally higher in the morning and goes down in the evening), or depletion of cortisol.”

Melanie Greenberg

Berarti bahwa jika kita terlalu banyak terkena paparan stres akan membuat sistem tubuh kita menjadi tidak bisa mengelola stres dengan baik dalam arti lain persinyalan kortisol terganggu yang otomatis menyebabkan sistem imunitas kita turun karena ketidakmampuan mengelola stres [5]. Bahkan lebih lanjut, dalam kaitan dengan Pandemi Covid-19 ini, Suzi Hong, seorang Associate Professor di Sekolah Kedokteran UC (University of California) San Diego mengatakan bahwa :

“There are fears of illness, death and uncertainty of the future. This pandemic is a potential source of direct and vicarious traumatization for everyone.”

Suzi Hong

Berarti bahwa pandemi ini merupakan sumber potensial trauma yang di dalamnya terdapat ketakutan terhadap penyakit, kematian, dan bahkan ketidakpastian terhadap masa depan. [6] Lalu bagaimana untuk mengatasi kesehatan mental ini khususnya selama masa Pandemi Covid-19 ini?

Apa saran lembaga kesehatan dunia (WHO) untuk mengatasi hal ini?

Dilansir dari situs Universitas Indonesia, terdapat 5 saran dari lembaga kesehatan dunia untuk menjaga kesehatan mental kita [7] :
1. Cari sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya;
2. Gunakan teknologi sebagai media penjalin silaturahmi;
3. Tetap aktif di dalam rumah;
4. Perbanyak komunikasi dengan keluarga;
5. Mencoba berempati dan tidak memberi stigma.

Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut :

[1] Masters, W.H., Johnson V.E., & Kolodny R.C. 1992. Human Sexuality. 4th ed. New York : Harper Collins Publisher.
[2] Pudjono, Marnio. 1995. Dasar-dasar Fisiologi Emosi. Jurnal Buletin Psikologi , Tahun III, No.2: 42.
[3] https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-athletes-way/201804/human-evolution-may-have-amped-our-fight-or-flight-urges
[4] Huffman, K., Vernoy, M., & Williams, B. 1991. Psychology in Action. 2th ed. New York: John Wiley & Sons.
[5] https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-mindful-self-express/201906/surprising-ways-stress-affects-your-brain-and-immunity
[6] https://neurosciencenews.com/coronavirus-mental-health-16160/
[7] https://www.ui.ac.id/pandemik-corona-kesehatan-mental-tetap-harus-terjaga/https://www.ui.ac.id/pandemik-corona-kesehatan-mental-tetap-harus-terjaga/
[8] freepik.com



Muhammad Isa Ananta
Latest posts by Muhammad Isa Ananta (see all)

1 tanggapan pada “Pandemi Covid-19 Memengaruhi Kesehatan Mental. Kok Bisa?”

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar