Apakah Pandemi Global Mampu Memperbaiki Iklim Bumi?

Dampak Covid-19

Covid-19 yang ditemukan di Wuhan sampai kini masih terus berlanjut dan terus meningkat dari hari ke hari di seluruh belahan dunia. Pandemi global yang disebabkan Covid-19 telah menggegerkan umat manusia dan memaksa seluruh manusia untuk tetap berdiam diri di rumah. Berkumpul dan bercengkrama sudah menjadi hal yang tabu, apalagi bersalaman maupun berpelukan. Anjuran untuk tetap di rumah membuat kondisi ekonomi semakin memburuk, terlebih lagi banyak pekerja maupun pegawai yang diberhentikan dari status bekerja.

Tidak hanya sektor ekonomi yang terkena imbasnya, sistem pendidikanpun juga terkena dampaknya. Hal ini terbukti dengan berjalannya sistem pendidikan yang setengah-setengah. Kenapa setengah-setengah? Karena pendidikan dilakukan secara daring tanpa adanya tatap muka langsung antara murid dengan gurunya. Apalagi banyak siswa yang tidak tercukupi biaya internetnya. Pembelajaran daring yang berlangsung juga tidak maksimal, karena banyak siswa yang memanfaatkan momen ini untuk berleha-leha. Jadinya sistem pendidikan yang berjalan menjadi setengah-setengah atau kurang maksimal.

Kondisi Iklim Akibat Covid-19

Namun, siapa sangka pandemi yang berdampak buruk kepada manusia, berdampak sebaliknya bagi bumi?
Lockdown yang terjadi di beberapa negara telah membuat penutupan pada akses publik. Seperti penutupan industri pabrik, pembatasan jaringan transportasi, dan perusahaan negeri dapat mengurangi emisi yang disumbangkan ke atmosfer daripada sebelumnya.
Polusi udara yang selama ini disumbangkan banyak ke atmosfer telah berkurang akibat adanya lockdown dan pembatasan sosial berskala besar. Seperti yang dikutip dalam BBC News Indonesia, di China tingkat emisi berkurang 25% di awal tahun. Di Eropa, pencitraan satelit menunjukan emisi (NO2) memudar di atas Italia Utara. Fenomena sama juga terjadi di Spanyol dan Inggris.

blank
Mount Everest yang dapat dilihat kembali akibat adanya lockdown di Nepal.
(Sumber:@science)

Suasana yang lebih bersih juga terjadi di atas Nepal. Seperti yang dikutip dalam instagram @science, polusi udara yang berada di atas Nepal telah menurun ke titik terendah yang pertama kalinya. Hal ini terbukti dengan dapat dilihat lagi Gunung Everest dari Lembah Kathmadu, yang berjarak 200 km (125 mil).

Belajar dari Covid-19

Dari hal tersebut, adanya lockdown yang diterapkan dibeberapa negara, yang secara disiplin rakyatnya mematuhinya, memberikan kesan positif ke lingkungan.
Meskipun umat manusia yang terimbas dampaknya, hal ini bisa dikatakan layak, mengingat juga banyaknya kerusakan alam yang diakibatkan oleh umat manusia. Dari hal itu ada yang mengatakan, mungkin inilah cara alam memulihkan diri yaitu dengan membatasi pergerakan manusia. Dari segi kemanusiaan Covid-19 memang telah merenggut banyak nyawa manusia dan tidaklah layak dikatakan penderitaan ini adalah cara supaya alam dapat memulihkan diri.
Satu hal yang pasti Covid-19 adalah virus yang dapat menular dengan mudahnya layaknya api melalap daun-daun kering.

Walaupun pandemi membuat polusi udara berkurang, tetapi ketika pandemi mulai berakhir, apakah kondisi iklim dunia juga membaik?
Masih belum tentu, pengurangan emisi yang diakibatkan oleh Covid-19 bisa dikatakan sementara karena ketika pandemi global mulai berakhir manusia yang cenderung menuruti hawa nafsunya akan menyerbu kembali aktivitas-aktivitas yang sebelumnya ditinggalkan.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) akibat krisis ekonomi yang dipicu oleh Covid-19 bukan merupakan upaya pengganti untuk Aksi Iklim bersama. Maksudnya walaupun bumi telah dibantu dalam penurunan emisi GRK, hal ini lantas tidak bisa disebut upaya pengganti dalam mengatasi pemanasan global. Maka umat manusia harus tetap berupaya juga dalam mengatasi pemanasan global.
Juga berdasarkan opini yang ditulis oleh Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan, mengatakan masih terlalu dini untuk menilai implikasi konsentrasi gas rumah kaca (GRK) yang bertanggung jawab atas perubahan iklim jangka panjang, karena konsentrasi karbon dioksida (CO2) di beberapa stasiun pengamatan utama sejauh ini masih lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Penjagaan Iklim Setelah Pandemi Covid-19

Dengan adanya bantuan sementara akibat dampak positif pandemi global, ini bisa dijadikan pukulan besar kepada umat manusia bahwa yang seharusnya menjaga kondisi iklim bumi agar tetap stabil adalah manusia sendiri. Manusia yang mempunyai hati dan pikiran ialah yang seharusnya bertanggung jawab atas perubahan iklim bumi. Penurunan emisi GRK yang sementara harusnya bisa dimanfaatkan untuk menjaga kondisi iklim bumi agar tetap stabil. Karena hal yang sama terjadi ketika krisis ekonomi 2008-2009, walaupun kadar emisi turun hingga 1,3%. Namun apa yang terjadi setelah perekonomian pulih? Malahan angka emisi yang dihasilkan jauh melambung tinggi dan menjadi yang paling tinggi dalam sejarah (BBC News Indonesia).

Baca juga:

Untuk itu penting sekali bagi manusia untuk tetap menjaga kelestarian hutan dan lahan sekitarnya agar tetap hijau. Pembuatan mini garden di setiap gedung-gedung perkotaan maupun tingkat industri seharusnya bisa lebih digalakkan semasa pandemi usai. Masyarakat juga seharusnya bisa memanfaatkan waktu ketika di rumah dengan menghijaukan kawasan rumah walaupun hanya sekedar tanaman hias ataupun tanaman obat-obatan. Sehingga walaupun aktivitas manusia kembali padat setelah pandemi, diharapkan kondisi iklim ini akan tetap terjaga atau bahkan bisa menurun.
Dan umat manusia bisa mengambil hikmah dari pandemi Covid-19, agar tetap menjaga kesehatan diri dan kelestarian lingkungan.

Referensi

  1. https://www.bbc.com/indonesia/amp/vert-fut-52194438 diakses pada Senin, 1 Juni 2020
  2. http://www.medanbisnisdaily.com/amp/news/online/read/2020/04/13/105481/dampak_pandemi_covid_19_terhadap_kondisi_iklim_dan_kualitas_udara/ diakses pada Senin, 1 Juni 2020
  3. https://www.instagram.com/p/CAY5q73npMP/?igshid=z04q6nnr1xah diakses pada Senin, 1 Juni 2020

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

10 tanggapan pada “Apakah Pandemi Global Mampu Memperbaiki Iklim Bumi?”

  1. Masya Allah, sangat bermanfaat untuk kita semua..
    Kembangkan terus bakatnya ya kak, somgah lelahnya menjadi lillah, Aamiin๐Ÿคฒ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar