Zealandia: Benua (Baru) yang Tersembunyi

Benua Baru Hidden Continent

Benua yang Tersembunyi

Wilayah permukaan bumi dibagi menjadi dua jenis kerak bumi (crust), yakni kerak benua dan samudera, serta menjadi 14 lempeng tektonik utama. Penelitian terhadap lapisan kerak bumi selama 50 tahun terakhir telah menyediakan informasi deskriptif yang kuat untuk dapat memahami sejarah bumi (Kearey, et al, 2009). Selama ini, kita mengenal tujuh benua di bumi, yaitu Benua Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Australia, dan Antartika. Namun belum lama ini, ahli geologi asal Selandia Baru, Nick Mortimer dan timnya telah menemukan benua kedelapan, yakni Zealandia, yang terletak di wilayah Samudra Pasifik bagian barat daya. Dalam karya ilmiahnya yang berjudul “Zealandia: Earth’s Hidden Continent” yang dipublikasikan di Geological Society of America’s Journal, Nick Mortimer dan timnya mengatakan, benua ini memiliki luas ±5 juta kilometer persegi atau dua pertiga ukuran Australia. Namun hanya 6% dari wilayahnya yang berada diatas permukaan laut (Mortimer, et al, 2017).

Gambar 1. Peta sebaran benua dan lempeng tektonik di bumi (yang disederhanakan), termasuk wilayah Zealandia di dalamnya (Sumber: Mortimer, dkk, 2017)
Gambar 1. Peta sebaran benua dan lempeng tektonik di bumi. (Sumber: Mortimer, et al, 2017)

Kondisi Wilayah.

Sekitar 94% wilayah Zealandia berada di bawah permukaan air laut dan hanya memiliki sedikit pulau kecil dan pulau besar. Pulau besar tersebut mencakup wilayah New Caledonia dan Selandia Baru. Bagi para ilmuwan, perairan bukan menjadi penghalang suatu wilayah untuk disebut sebagai benua. Sebagian besar daratan dari Zealandia membentuk Selandia Baru. Selandia Baru sendiri terbagi menjadi kawasan North Island (Pulau Utara) dan South Island (Pulau Selatan). Banyak pulau-pulau kecil yang merupakan bagian dari benua kecil ini. New Caledonia yang merupakan koloni Prancis, menjadi ujung utara dari wilayah benua baru ini yang umumnya memiliki iklim sedang – hangat (Mortimer, et al, 2017).

Gambar 2. Kenampakan  Benua Zealandia. Garis merah putus-putus merupakan continental crust limits dari Benua Zealandia (Mortimer, dkk, 2017) 
Gambar 2. Kenampakan Benua Zealandia. Garis merah putus-putus merupakan continental crust limits
(Mortimer, et al, 2017)

Zealandia Sebagai Sebuah Benua.

Wilayah Selandia Baru dan New Caledonia bukan merupakan suatu wilayah kepulauan di bumi. Keduanya merupakan bagian dari satu benua yang luasnya ±5 juta kilometer persegi yang berbeda ciri khas geologinya dengan Benua Australia. Selama periode glasial (zaman es) permukaan laut turun dan daratan Zealandia banyak berada di permukaan laut. Fosil dasar laut menjadi petunjuk bagi ahli geologi untuk mengungkap kehidupan di masa lalu. Beberapa kondisi yang menjadi fokus penelitian antara lain adalah:

– Ketinggian daratan Zealandia dan sekitarnya.

– Kondisi geologi yang khas.

– Kerak benua Zealandia (yang lebih tebal dari kerak samudra).

– Wilayah benua Zealandia (yang bisa dibedakan dengan benua lain).

Beberapa pertimbangan tersebut digunakan untuk menyimpulkan bahwa wilayah Zealandia merupakan suatu benua baru. Menurut penelitian, benua ini memisahkan diri dari Australia dan kemudian tenggelam pada 60 juta sampai 85 juta tahun yang lalu (Mortimer, et al, 2017).

Gambar 3a. Peta ketebalan kerak bumi saat ini yang menunjukan bahwa wilayah benua Australia, Zelandia, Antartika Timur dan Barat serta Amerika Selatan pecahan dari Gondwana yang telah menyebar (Sumber: Mortimer, 2017). Gambar 3b. Ilustrasi wilayah Zealandia yang 85 juta tahun yamh lalu merupakan bagian dari Gondwana.
Gambar 3a. Peta ketebalan kerak bumi saat ini yang menunjukan bahwa wilayah benua Australia, Zealandia, Antartika Timur dan Barat serta Amerika Selatan adalah pecahan dari Gondwana yang telah menyebar,
Gambar 3b. Ilustrasi wilayah Zealandia 85 juta tahun yang lalu merupakan bagian dari Gondwana 
(Sumber: Mortimer et al, 2017).

Penelitian Sejak Tahun 90an.

Bruce Luyendyk, seorang ahli geofisika Universitas California mengatakan, Zealandia telah teridenifikasi sejak beberapa tahun lalu. Luyendyk mengklaim telah menemukannya pada 1995 lalu, namun sempat tidak yakin akan penamaannya. Para peneliti juga pernah meneliti tentang kemungkinan India sebagai benua. Namun, para peneliti menyimpulkan India tidak bisa dimasukkan dalam kategori benua karena sempat bertabrakan dan menyatu dengan Eurasia pada jutaan tahun lalu (Luyendyk, et al, 1995 dalam Mortimer, et al, 2017). Akan tetapi Zealandia tidak pernah bertabrakan dan tidak menyatu dengan Australia. Lewat citra satelit dan pemetaan dasar laut melalui metode geofisika, diketahui wilayah ini merupakan sebuah kesatuan wilayah besar. Hal ini memenuhi empat atribut untuk membuat Zealandia dapat dikatakan sebagai suatu benua secara geologi (Mortimer, et al, 2017).

Baca juga:
Gambar 4. Besaran luas dan persentase kenampakan diatas permukaan laut dari semua benua (simbol merah) dan mikrokontinen (simbol coklat) yang ada di bumi (Sumber: Mortimer, dkk, 2017)
Gambar 4. Besaran luas dan persentase kenampakan diatas permukaan laut dari semua benua (simbol merah) dan mikrokontinen (simbol coklat) serta Igenous Provinces (LIPs) yang ada di bumi (Sumber: Mortimer, et al, 2017)

Kondisi Tektonik Zealandia dan Potensi Sumber Daya Alam.

Zealandia merupakan daerah tektonik aktif yang berinteraksi dengan lempeng Australia dan Pasifik. Bagian utara memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi. Ada enam gunung api aktif yang tercatat berada di wilayah ini, yang terbesar adalah Taupo Volcanic Zone di kawasan North Island. Aktivitas vulkanisme yang terjadi, disebabkan oleh adanya interaksi antara lempeng Benua Zealandia dengan lempeng Australia serta lempeng Benua Zealandia dengan lempeng Pasifik (Grobys, et al, 2008). Banyak potensi panas bumi yang tersebar di wilayah ini. Pada bagian utara maupun selatan kawasan pulau memiliki deretan pegunungan yang membentang melalui tengah pulau. Pegunungan tersebut semakin meninggi akibat adanya proses uplift atau pengangatan karena proses tektonik. Zealandia juga dikenal sebagai benua yang memiliki kekayaan sumber daya alam seperti kandungan mineral berharga. Potensi gas alam juga banyak ditemukan di wilayah ini. Potensi gas alam Maui di Laut Tasman merupakan yang terbesar (Kula, et al, 2007).

Gambar 5. Sebaran potensi sumber daya alam (Sumber: Mortimer, dkk, 2017)
Gambar 5. Sebaran potensi sumber daya mineral di wilayah Zealandia 
(Sumber: Mortimer, et al, 2017)
Referensi.

Grobys, J. W. G, et al. 2008. Quantitative Tectonic Reconstructions of Zealandia Based on Crustal Thickness Estimates. An Electronic Journal of The Earth Sciences AGU and the Geochemical Society, 9 (1), 1 – 18. (https://www.researchgate.net/publication/248820826_Quantitative_tectonic_reconstructions_of_Zealandia_based_on_crustal_thickness_estimates)

Kearey, P., et al. 2009. Global Tectonics 3rd Edition. Oxford, UK: Wiley-Blackwell. (http://old.geology.lnu.edu.ua/phis_geo/fourman/library-Earth/Global%20tectonics.pdf)

Kula, J., et al. 2007. Two-stage Rifting of Zealandia-Australia-Antarctica: Evidence from 40Ar/39Ar Thermochronometry of The Sisters Shear Zone, Stewart Island, New Zealand. The Geological Society of America, 35 (5), 411 – 414. (http://geoscience.unlv.edu/files/Kula_Geology.pdf)

Mortimer, N., et al. 2017. Zealandia: Earth’s Hidden Continent. The Geological Society of America, 27 (10), 1 – 8. (https://www.geosociety.org/gsatoday/archive/27/3/pdf/GSATG321A.1.pdf)

Nicolaus Ario Wicaksana
Follow me
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar