Apakah Kentang dapat Mematikan? Simak Penjelasannya

manfaat dan bahaya kentang

Kentang merupakan makanan pokok bagi sebagian penduduk bumi. Seperti di negara bagian Eropa dan Amerika, khususnya Amerika Tengah. Di Indonesia pun kentang sering digunakan untuk menu tambahan santapan bersama nasi. Salah satu yang terkenal adalah perkedel. Tentu bukan hanya perkedel yang sering kita temui bahkan kita makan. Di restoran-restoran tradisional dan cepat saji juga menghidangkan berbagai macam menu dengan bahan dasar kentang. Namun apa jadinya bila salah satu keluarga umbi ini menewaskan satu keluarga? Berikut diantara hal yang perlu diketahui manfaat dan bahaya kentang bagi yang senang mengkonsumsi dan menyimpan cadangan kentang di rumahnya.

Pada tahun 2013 silam, seorang profesor (Mikhail Chelyshev-42) yang juga kepala keluarga di rumahnya turun ke basement rumahnya untuk mengecek kentang yang sengaja mereka simpan di sana. Sesaat setelah membuka karung berisi kentang tersebut sang profesor jatuh pingsan. Tak kunjung kembali dari pengecekannya, sang istri (Anastasia-38) ikut menyusul ke basement. Karena gas yang keluar dari karung berisi kentang itu sudah menyebar ke seluruh sudut ruangan basement sang istri pun mengalami hal serupa.

Merasa aneh lantaran ayah dan ibunya tidak kembali dari bawah sana. Sang anak (Georgy-18) dan neneknya (Iraida-68) turun bersama untuk melihat ayah dan ibunya. Kentang yang mereka simpan itu dengan niatan persiapan cadangan makanan saat musim dingin tiba berujung nasib naas yang menimpa mereka. Gas yang dikandung kentang itu terlanjur sudah menumbangkan ayah dan ibunya.

Sayangnya saat bantuan datang keempat anggota keluarga tersebut sudah terlebih dahulu menemui ajalnya. Menyisakan satu anak perempuan  (Maria) berusia 8 tahun yang masih selamat. Lalu gas seperti apa sih yang terkandung dalam kentang tadi? Sehingga bisa membuat keluarga tersebut mengalami hal yang demikian tragis. Mari kita kupas sedikit tentang kandungan yang dimiliki kentang.

Kasus mengerikan ini terjadi di Laishevo, sebuah kota dekat Kazan, Tatarstan, Republik Rusia. “Mereka semua meninggal karena keracunan gas yang telah terakumulasi di ruangan bawah tanah sebagai akibat dari kentang yang membusuk,” begitu kata penyidik dilansir dari Daily Mail.

Bagian Satu

Mari kita bahas kentang dari kandungan gizi yang dimiliki kentang terlebih dahulu. Kentang adalah salah satu dari umbi-umbian. Kandungan gizi pada kentang antara lain sebagai berikut:

Karbohidrat

Kentang merupakan sumber karbohidrat, penyokong energi bagi tubuh manusia. Sekitar  45-65% dari total kalori per hari disarankan para ahli gizi berasal dari karbohidrat. Jadi, jika tubuh membutuhkan 2.000 kalori per hari, maka 900-1300 kalori berasal dari karbohidrat. Dalam hal ini kentang dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat kita mengingat kandungan karbohidrat pada kentang mencapai 66-90% per buah.

Serat

Serat pada kentang bisa didapatkan di bagian kulitnya. Kentang mengandung pati dan serat yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus besar.  Berfungsi untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan juga sebagai pengontrol gula darah. Hal ini bisa didapatkan apabila kentang yang dimakan tidak dalam keadaan panas-panasnya.

Protein

Kandungan protein pada kentang memang tidak terlalu banyak, hanya sekitar 1-1,5% dalam kondisi segar, dan 8-9% saat kering. Kandungan protein pada kentang bahkan paling rendah jika dibanding jagung atau gandum. Meski demikian, kandungan protein (patatin) yang dikandung kentang tergolong berkualitas tinggi.

Antioksidan

Antioksidan dikenal dalam mencegah radikal bebas. Dalam beberapa studi dikatakan bahwa antioksidan mencegah dari penyakit kronis. Seperti jantung koroner, diabetes dan kanker. Namun masih dilakukan penelitian lebih lanjut terkait keefektifan kandungannya yang dapat mencegah penyakit kronis tersebut.

Kalium

Kalium (potasium) merupakan mineral yang mendominasi kandungan gizi kentang. Mineral ini dapat menekan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Kadar kalium terbanyak terdapat pada kulit kentang. Hal ini mengapa kentang bisa menghasilkan energi sebagai pengganti baterai.

Vitamin B6

Salah satu kandungan gizi pada kentang ialah vitamin B6. Vitamin ini berperan dalam pembentukan sel darah, memelihara kesehatan saraf, membantu produksi antibodi atau zat kekebalan tubuh dan menunjang pencernaan protein.

Vitamin C

Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang memiliki manfaat mengembalikan fungsi daya tahan tubuh. Vitamin C yang paling penting di antaranya memperbaiki jaringan tubuh, membantu penyerapan zat besi, memelihara kesehatan tulang dan gigi, serta berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Kadar vitamin C terbanyak pada kentang terletak di bagian kulitnya.

Baca juga:

Bagian Dua

Kita akan bahas apa yang menyebabkan keluarga asal Russia itu meninggal dunia setelah memasuki basement, tempat di mana mereka menyimpan kentang-kentang itu.

Kentang mengandung senyawa beracun yang disebut sebagai glycoalkaloids atau biasa dikenal solanin dan chaconine. Solanin juga dapat kita jumpai pada tumbuhan famili Solanaceae, famili yang merupakan salah satu dari tumbuhan berbunga. Biasanya memiliki nilai ekonomi cukup tinggi serta menjadi bahan pangan manusia. Semisal tembakau, tomat, terong, cabai, dsb.

Senyawa racun tanaman di atas berpusat pada daun, batang dan buahnya. Dalam hal ini kentang pada buahnya. Efek samping dari racun ini bersifat toksik yang mempengaruhi pelemahan sel saraf. Bahkan lebih parahnya berakibat sakit kepala, diare, hingga kematian.

Racun ini akan meningkatkan kadar glycoalkaloids-nya sendiri dari pengaruh paparan radiasi matahari, kerusakan fisik dan usia (waktu) tanaman tersebut. Satu-satunya cara menghancurkannya hanya dengan memasaknya. Pada kentang sendiri, karena racunnya berkonsentrasi pada buahnya. Biasanya terkumpul tepat di bawah kulit kentang itu sendiri. Ketika mengalami kerusakan fisik atau membusuk akan naik keluar seperti gelembung. Lalu kemudian pecah mengeluarkan getah putih dan gas beracun. Bayangkan saja jika kentang ini ada dalam jumlah yang tidak sedikit seperti kejadian di atas.

Referensi:

  1. com. 4 Kisah Tragis dari Orang-orang yang Meninggal Karena Makan Sayuran. https://hai.grid.id/read/071704911/4-kisah-tragis-dari-orang-orang-yang-meninggal-karena-makan-sayuran?page=all (diakses pada tanggal 25 Mei 2020)
  2. com. 5 Tanaman dari Famili Solanaceae Ini Punya Manfaat Segudang. https://www.idntimes.com/health/medical/vini-krisdiani/tanaman-famili-solanaceae-c1c2 (diakses pada tanggal 25 Mei 2020)
Rahmat Akbar
Latest posts by Rahmat Akbar (see all)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar