Kesulitan Memahami Suatu Materi? Gunakanlah Teknik Feynman

Proses pembelajaran sudah dilakukan semenjak kita kecil. Hal tersebut dapat dimulai dari hal yang sederhana seperti memahami bagaimana seseorang melakukan sesuatu hanya dengan melihat. Selain itu, pembelajaran dilakukan pula di kondisi formal seperti saat kita menduduki bangku sekolah atau perguruan tinggi. Terkhususkan untuk pendidikan formal, terkadang saat proses pembelajaran kita merasa kesulitan untuk mencoba memahami suatu materi, entah itu memang materinya terlalu sulit atau kemampuan kita yang belum bisa memahaminya dengan begitu baik.

Dalam mempelajari suatu hal, masing-masing orang memiliki caranya tersendiri untuk bisa menguasai hal tersebut. Sebagai contoh, terdapat orang yang mudah untuk memahami materi yang ada di kelas dengan cara membuat sebuah rangkuman. Ada pula yang ahli hanya cukup mendengarkan dari pengajar dan masih banyak lagi. Terlepas dari berbagai cara tersebut, ada suatu teknik khusus yang dapat kita gunakan untuk memahami suatu hal, bahkan dapat dikatan teknik ini cukup efektif untuk diterapkan. Teknik tersebut dinamakan sebagai Teknik Feynman.

Apa itu Teknik Feynman?

Teknik Feynman merupakan sebuah teknik pembelajaran yang diturunkan dari cara belajar seorang fisikawan terkenal bernama Richard Feynman. Cara belajar Feynman diketahui melalui biografi Richard Feynman yang ditulis oleh James Gleick dengan judul Genius: The Life Science of Richard Feynman. Teknik ini melibatkan sebuah pemikiran sederhana untuk memahami suatu permasalahan atau konsep yang cukup rumit untuk dipamahi. Kita akan memanfaatkan pencarian celah ketidakpahaman dari konsep yang akan kita pahami agar proses belajar dapat berjalan sefektif mungkin [2] [3].

Richard Feynman
Gambar 1. Richard Feynman [1]

Tahapan Teknik Feynman

Secara umum, tahapan-tahapan dari teknik Feynman dapat kita lihat sebagai berikut.

  • Pilih topik dan pelajari

Tentunya, hal pertama yang kita lakukan adalah memilih sebuah topik yang ingin kita pelajari dan pahami dengan baik. Setelah itu pelajari topik tersebut berdasarkan cara kita sendiri seperti mencari di buku fisik atau internet.

  • Ajarkan topik ke orang lain yang tidak biasa dengan topik yang kita pilih

Langkah berikut mungkin menjadi tantangan bagi kita tersendiri karena kita harus mencari cara bagaimana konsep yang kita sedang pelajari harus bisa dipahami oleh orang lain. Proses kita saat menjelaskan kepada orang lain menjadi penilaian terhadap diri kita sendiri bagaimana pemahaman kita tentang konsep tersebut.

  • Carilah celah

Bagian ini menjadi salah satu dobrakan besar dalam diri kita untuk mulai mengetahui hal baru dari topik yang kita pilih. Saat orang lain tidak terlalu memahami apa yang kita jelaskan, maka sebenarnya kita belum memahami dengan menyeluruh tentang topik yang kita pilih. Ketidaktahuan orang lain menjadi bahan evaluasi bagi kita sendiri bahwa bagian tersebut belum kita pahami dengan betul.

  • Pelajari kembali lalu sederhanakan

Setelah kita mencari apa saja hal yang belum dipahami, kita coba untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai hal tersebut sehingga dapat menyempurnakan pemahaman kita. Pada akhirnya, kita dapat memahami sepenuhnya mengenai topik yang sudah kita pilih sebelumnya.

Manfaat Teknik Feynman untuk Pembelajaran

Penggunaan teknik Feynman dalam proses belajar dapat membantu kita untuk memahami sesuatu dengan utuh. Tiap langkah yang kita terapkan mendorong kita untuk terus mencari tahu apakah sebenarnya kita memahami suatu topik atau tidak. Sebagai contoh, saat kita mencoba untuk menjelaskan topik kepada orang lain, kita “dipaksa” untuk memahaminya terlebih dahulu karena kita akan merasa bahwa apa yang kita sampaikan haruslah benar. Ketidakpahaman orang lain terhadap penjelasan kita dapat menjadi bukti bahwa kita sebenarnya belum memahami topik yang sedang kita pelajari [2].

Teknik Feynman memicu kita untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap topik yang kita pilih. Rasa ingin tahu dapat muncul saat kita meragukan diri sendiri tentang pengetahuan kita. Keingintahuan akan memicu kita untuk terus belajar tanpa henti, memberikan sebuah pemikiran bahwa kita sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang suatu hal. Kita akan terus dipacu untuk mencari tahu kebenaran sehingga pada akhirnya kita akan paham betul tentang topik yang sedang kita pelajari [2].

Baca juga:

Sekilas Tentang Richard Feynman

Richard Feynman merupakan seorang fisikawan asal Amerika Serikat yang sangat dikenal akan cara mengajarnya yang cukup “berbeda”. Dia sangat dikenal di dunia fisika akan penemuannya seperti Quantum Electrodymanics dan diagram Feynman (sebuah diagram penyederhanaan dari interaksi partikel). Sebagian besar orang telah mengenal Feynman sebagai seorang pengajar yang sangat hebat karena memiliki metodenya sendiri dalam mengajarkan suatu hal [2].

Referensi
[1] silviutolu. Richard Feynman – today’s icon (1/1/2020). https://silviutolu.com/richard-feynman-todays-icon-1-1-2020/ (diakses 28 Juni 2020)
[2] Medium. Learning From the Feynman Technique. https://medium.com/taking-note/learning-from-the-feynman-technique-5373014ad230 (diakses 28 Juni 2020)
[3] Gleick, James. Genius: The Life and Science of Richard Feynman.
[4] The Nobel Prize. Richard P. Feynman: Biographical. https://www.nobelprize.org/prizes/physics/1965/feynman/biographical/ (diakses 1 Juli 2020)

Muhammad Galih Prawiradilaga
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar