Siapkah Indonesia dengan Realitas Virtual sebagai media Pembelajaran?

  • by

Realitas Virtual atau yang populer disebut Virtual Reality (VR) merupakan sebuah terobosan teknologi baru yang kini kian gencar dimanfaatkan di berbagai aspek mulai dari Kedokteran, Ekonomi, Periklanan dan tidak lupa di bidang Pendidikan. Akhir – akhir ini, banyak siswa maupun tenaga pengajar menghadapi masalah akibat dari pandemi Covid-19 yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring atau online yang membuat siswa tidak dapat menyerap materi yang diberikan oleh tenaga pengajar, sehingga dapat menimbulkan efek jangka panjang seperti menurunnya kualitas pendidikan di Indonesia. Lalu apakah teknologi VR dapat mengatasi hal tersebut? bagaimana hambatannya? dan siapkah Indonesia menerapkannya?
Simak analisa kesiapan Indonesia dalam mempraktikan suatu inovasi baru pada media pendidikan di artikel ini!

Keuntungan VR sebagai media pembelajaran

Penggunaan media konvensional seperti buku sebagai media pembelajaran kini semakin ditinggalkan dengan hadirnya berbagai media platform salah satunya You tube. Akhir – akhir ini, siswa lebih memilih untuk belajar melalui You tube dikarenakan belajar menggunakan media buku tanpa adanya seorang guru atau pembimbing dirasa sangat sulit, dengan menggunakan video siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan meskipun hanya berupa komunikasi satu arah. Hal ini mungkin didasari oleh beberapa aspek seperti siswa yang malas membaca, sulitnya belajar sendiri hingga media buku yang cenderung “membosankan” bagi kebanyakan siswa Indonesia. Untuk itu perlunya sebuah media yang dapat menarik perhatian siswa agar dapat belajar tanpa bosan hingga mereka dapat memahami suatu materi meskipun pembelajaran dilakukan tanpa tatap muka. Virtual reality (VR) dapat menjadi terobosan baru sebagain solusi atas masalah tersebut

blank
Alat Virtual Reality

Baca artikel tentang dunia virtual di sini

Virtual reality merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna dapat “Memasuki” dunia virtual dengan menggunakan perangkat yang didesain khusus agar pengguna dapat berinteraksi dengan objek yang ada di dunia tersebut. Hal ini memungkinkan pengguna seakan akan menyatu dengan dunia virtual sehingga dapat melakukan berbagai aktifitas disana. Dengan berbagai keunggulan tersebut VR dapat menarik minat siswa untuk belajar tanpa merasakan kebosanan atau kejenuhan. Materi pelajaran dapat dirubah menjadi “Game” yang menuntut siswa untuk menyelesaikan setiap materinya, sebagai contoh penerapan Virtual Reality pada bidang kedokteran dimana siswa diharuskan untuk membedah tubuh manusia secara virtual (gambar 3), hal ini dapat membuat siswa lebih tertarik untuk belajar dan secara tidak langsung membentuk minat mereka untuk belajar lebih dengan menggunakan teknologi tersebut.

blank
Penerapan VR pada bidang Kedokteran

Hambatan Penggunaan VR

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan penggunaan VR sebagai media pembelajaran, namun terdapat berbagai kendala yang masih mengahambat penggunaan teknologi ini di Indonesia antara lain :
1. Mahalnya perangkat VR
Hal yang paling utama adalah perangkat VR karena perangkat ini dibandrol dengan harga yang cukup mahal, untuk satu paketnya di kisaran 8-10 Juta rupiah, tentunya hal ini menjadi masalah tersendiri bagi sekolah / perguruan tinggi yang ingin menggunakannnya.
2. Pembuatan aplikasi pembelajaran
Aplikasi / softwere menjadi masalah kedua, hal ini dikarenakan pembuatan sebuah aplikasi VR yang kompleks dapat memakan biaya hingga puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah.
3. SDM yang masih kurang
Dalam pengaplikasian VR sendiri harus berdampingan dengan baiknya tenaga pengajar dalam hal ini guru, sebagai pendamping siswa dalam menggunakan teknologi ini, namun dikarenakan masih jarangnya teknologi ini di Indonesia pengetahuan akan teknologi ini pun masih kurang, baik dikalangan tenaga pengajar sekalipun.

blank
Ilustrasi VR

Siapkah Indonesia menggunakan VR secara masal?

Menurut pandangan penulis sendiri, dengan banyaknya kendala utama dalam pengaplikasian teknologi VR, Indonesia masih belum siap, namun hal ini bukanlah alasan untuk tidak melakukan perubahan dan menemukan solusi untuk menghilangkan hambatan – hambatan tersebut. Untuk itu diperlukan rencana yang matang baik dari Pemerintah/ Instansi maupun dari tenaga pengajar seperti menyiapkan anggaran tersendiri untuk mendukung Inovasi baru pada Bidang Pendidikan atau dengan mengadakan berbagai pelatihan untuk guru mengenai teknoogi – teknologi terbaru yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran agar dapat perlahan meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Jika tidak dimulai sekarang, lantas Kapan?




Source :
1. Virtual reality in education: a tool for learning in the experience age
https://www.researchgate.net/publication/324704089_Virtual_reality_in_education_a_tool_for_learning_in_the_experience_age diakses pada 29 September 2020.
2. https://www.springwise.com/tech-explained-virtual-reality/ diakses pada 29 September 2020.
3. https://www.nridigital.com/health/virtual-reality-surgery-healthcare-potential-augmented-reality/ diakses pada 29 September 2020.

Yuma Rafi

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar