Press Release: Pemenang Nobel Kimia Tahun 2020

Jumardin Rua

Informasi singkat tentang penghargaan nobel bidang kimia

Komite nobel telah memberikan Penghargaan Nobel Bidang Kimia sebanyak 111 kali kepada 184 penerima antara tahun 1901 dan 2019. Frederick Sanger hingga saat ini adalah satu-satunya yang memenangkan Nobel Bidang Kimia sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1958 dan 1980. Ini berarti total ada 183 orang telah menerima hadiah Nobel di bidang Kimia hingga tahun 2019. Banyak pihak menunggu Press Release pemenang penghargaan Nobel Bidang Kimia.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pemenang Nobel bidang Kimia terdiri atas tiga orang. Pada tahun 2020 yang menerima penghargaan prestisius ini hanya terdiri dari dua orang.

Pada tahun ini, tepatnya 7 Oktober 2020 The Royal Swedish Academic of Science telah menggenapi perhelatan tersebut menjadi 112 kali kepada 185 pemenang Nobel Bidang Kimia. Adapun nama-nama pemenang penghargaan prestisius dikalangan ilmuwan tersebut dapat dilihat pada press release berikut ini.

Royal Swedish Academy of Sciences telah memutuskan untuk memberikan Hadiah Nobel bidang Kimia tahun 2020 kepada:

  1. Emmanuelle Charpentier (Max Planck Unit for the Science of Pathogens, Berlin, Jerman)
  2. Jennifer A. Doudna (University of California, Berkeley, Amerika Serikat)

Untuk pengembangan metode pengeditan genom

Gunting genetik: alat untuk menulis ulang kode kehidupan

Emmanuelle Charpentier dan Jennifer A. Doudna telah menemukan salah satu alat paling “tajam” dari teknologi gen: gunting genetik CRISPR/Cas9. Dengan menggunakan cara ini, para peneliti dapat mengubah DNA hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme dengan presisi yang sangat tinggi. Teknologi ini memiliki dampak revolusioner pada bidang medis dan biologi, berkontribusi pada terapi terbaru penyakit kanker dan dapat mewujudkan impian menyembuhkan penyakit bawaan.

Peneliti perlu memodifikasi gen dalam sel jika mereka ingin mencari tahu tentang cara kerja kehidupan. Dulunya pekerjaan ini memakan waktu lama, sulit dan terkadang tidak memungkinkan. Dengan menggunakan gunting genetik CRISPR/Cas9, sekarang dimungkinkan untuk mengubah kode kehidupan hanya dalam beberapa minggu.

blank
Gambar 1. Cara kerja gunting genetik CRISPR/Cas9.

“Ada kekuatan luar biasa dalam “alat genetik ini” , yang mempengaruhi kita semua. Ini tidak hanya merevolusi ilmu pengetahuan dasar, tetapi juga menghasilkan inovasi tanaman pangan dan akan mengarah pada jenis terapi baru dibidang medis . Ungkap Claes Gustafsson, Ketua Komite Nobel Bidang Kimia.

Baca juga:

Awal mula penemuan alat gunting genetik

Seperti yang sering terjadi dalam sains, penemuan “gunting genetik” ini tidak pernah terduga sebelumnya. Selama studi, Emmanuelle Charpentier mempelajari Streptococcus pyogenes, salah satu bakteri paling berbahaya bagi umat manusia. Dia menemukan molekul yang sebelumnya tidak dikenal, yaitu tracrRNA. Temuannya menunjukkan bahwa tracrRNA adalah bagian dari sistem kekebalan kuno bakteri, CRISPR/Cas, yang melucuti virus dengan membelah DNA mereka (Gambar 2).

blank
Gambar 2. Cara bakteri Streptococcus pyogenes melawan infeksi virus

Charpentier menerbitkan penemuannya pada tahun 2011. Pada tahun yang sama, ia memulai kolaborasi dengan Jennifer Doudna, seorang ahli biokimia berpengalaman yang memiliki pengetahuan luas tentang RNA. Bersama-sama, mereka berhasil menciptakan kembali gunting genetik bakteri dalam tabung reaksi dan menyederhanakan komponen molekuler gunting tersebut sehingga lebih mudah menggunakannya.

Dalam masa percobaan pembuatannya, mereka memprogram ulang gunting genetik. Dalam bentuk aslinya, gunting mengenali DNA dari virus, tetapi Charpentier dan Doudna membuktikan bahwa mereka dapat dikendalikan sehingga mereka dapat memotong molekul DNA apa pun di tempat yang telah ditentukan. Di mana DNA dipotong, maka mudah untuk menulis ulang “kode kehidupan”.

Sejak Charpentier dan Doudna menemukan gunting genetik CRISPR/Cas9 pada tahun 2012, penggunaannya telah meluas. Alat ini telah berkontribusi pada banyak penemuan penting dalam penelitian dasar. Salah satunya pengembangan jenis tanaman yang tahan terhadap serangan jamur dan hama serta kondisi kekeringan. Selain itu pada bidang kedokteran, uji klinis terapi baru penyakit kanker sedang berlangsung, dan impian untuk dapat menyembuhkan penyakit bawaan akan segera menjadi kenyataan. “Gunting genetika” ini telah membawa ilmu hayat ke era baru dan dalam banyak hal membawa manfaat terbesar bagi umat manusia.

Mengenal lebih dekat penerima penghargaan Nobel Bidang Kimia 2020

Emmanuelle Charpentier, lahir di Juvisy-sur-Orge, Prancis tahun 1968. Beliau menyelesaikan program doktor (Ph.D.) tahun 1995 di Institut Pasteur, Paris, Prancis. Saat ini menjabat sebagai Direktur Unit Max Planck untuk Ilmu Patogen, Berlin, Jerman.

blank
Gambar 3. Emmanuelle Charpentier. Sumber: mynewdesk

Jennifer A. Doudna, lahir di Washington, D.C, Amerika Serikat tahun 1964 . Beliau menyelesaikan program doktor (Ph.D.) tahun 1989 di Harvard Medical School, Boston, Amerika Serikat. Saat ini sebagai Guru Besar (Profesor) di University of  California, Berkeley, Amerika Serikat serta sebagai investigator (penyelidik), di Institut Medis Howard Hughes.

blank
Gambar 4. Jennifer A. Doudna. Sumber: technologynetworks

Catatan: Penulis menterjemahkan Press Release dari situs resmi https://www.nobelprize.org dengan sedikit penyesuaian.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar