Norovirus Lagi Mewabah di China nih, Apa sih Norovirus itu?

Apa Yang Dimaksud Dengan Norovirus?


Norovirus adalah virus RNA dari famili Caliciviridae, yang sebelumnya sudah dikenal dengan sebutan Norwalk virus, pertama kali diidentifikasi melalui spesimen feses yang dikumpulkan selama wabah gastroenteritis di Norwalk, Ohio, dan terbukti menyebakan gastroenteritis atau bahasa awamnya muntaber.1 Di negara-negara berkembang, norovirus adalah penyebab kedua diare akut setelah rotavirus.2 Penyakit ini awalnya dideskripsikan pada tahun 1929 sebagai “winter vomiting disease” karena predileksi musiman dengan muntah sebagai gejala utama.1 Spesies Norwalk virus terbagi menjadi setidaknya enam genogroup, yang selanjutnya dibagi lagi setidaknya menjadi 30 genotype.3

Seberapa Banyak Angka Kejadian Gastroenteritis Karena Norovirus?


Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Unites States memperkirakan bahwa norovirus menjadi penyebab dalam 60% kasus gastroenteritis akut atau sebanyak 21 juta kasus di United States setiap tahun. CDC memperkirakan bahwa norovirus bertangggungjawab terhadap 400.000 kunjungan di UGD dan 71.000 pasien rawat inap setiap tahun, walaupun angka ini mungkin dapat lebih banyak karena terbatasnya jumlah pasien yang berobat untuk mengatasi gejala viral gastroenteritis.1 Norovirus telah menyebabkan kematian pada lebih dari 200.000 anak-anak di bawah 5 tahun di negara berkembang pada lebih dari dua dekade.2

Bagaimana Norovirus Bisa Menyerang Tubuh?


Norovirus masuk melalui tubuh melalui transmisi fecal-oral melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, kontak dengan vektor yang terkontaminasi, dan penularan dari orang ke orang. Investigasi wabah telah membuktikan bahwa muntah sebagai penyumbang yang signifikan dalam penularan norovirus, melalui aerosol yang mungkin dapat terhirup.1

Makanan dapat menjadi transmisi norovirus melalui dua cara: (1) kontaminasi langsung saat proses produksi makanan dan (2) kontaminasi selama mempersiapkan makanan yang sudah jadi. Buah, sayuran, dan kerang memiliki risiko tinggi sebagai transmisi penyakit karena dikonsumsi mentah dan mungkin terkontaminasi norovirus dari sumber air. Oleh karena itu, penggunaan air yang terkontaminasi dapat menyebabkan wabah yang meluas.1

Apa Saja Gejala Klinis Yang Ditimbulkan Norovirus?

Gejala yang paling sering muncul adalah muntah mendadak dan diare cair, walaupun kram perut dan nyeri biasanya juga sering terjadi. Gejala lain yang dapat muncul pada beberapa orang adalah demam dan pegal-pegal pada tubuh. Gejala biasanya muncul mulai 12-48 jam setelah terpapar norovirus dan biasanya berlangsung sekitar 1-3 hari.4 Penyakit dapat lebih berat dan durasinya bisa lebih lama pada orang-orang dengan komorbid.1 Infeksi norovirus dapat sembuh sendiri pada orang sehat, namun dapat menyebabkan komplikasi berat pada orang-orang immunocompromised, orang tua, dan anak kecil.3

Apa Pemeriksaan Yang Dapat Dilakukan Untuk Mendeteksi Norovirus?


Norovirus dapat dideteksi melalui sampel feses dengan menggunakan reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR), real-time PCR, enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), dan mikroskop elektron. Metode baku emas untuk diagnosis infeksi norovirus adalah RT-PCR. Rapid immunochromatographic test masih tetap kontroversial karena akurasinya. Oleh karena itu, pengembangan metode ini telah menghasilkan alat pendeteksi baru yang disebut QuickNaviTM-Noro2, yang dapat memberikan hasil dalam waktu 15-30 menit. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui performa dari Rapid immunochromatographic test dengan menggunakan seperangkat alat QuickNaviTM-Noro2 pada 172 sampel feses, didapatkan hasil bahwa sensitifitasnya sebesar 92% dan spesifisitasnya sebesar 98,3%, dengan akurasi tes hingga mencapai 94,2%.2

Apa Tatalaksana Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Norovirus?


Tatalaksana atau terapi untuk gastroenteritis norovirus adalah terapi supportif, termasuk mengatasi dehidrasi dan abnormalitas elektrolit. Obat antiemetik (antimuntah) dan agen antimotilitas juga dapat diberikan. Pada pasien dengan gejala menetap, terutama pada bayi dan orang tua, dan pasien immunocompromised, terapi yang spesifik akan lebih bermanfaat, tetapi tidak ada terapi yang telah terbukti efektif pada kelompok ini.1

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Norovirus?


Salah satu cara yang direkomendasikan untuk menginterupsi transmisi norovirus selama wabah adalah cuci tangan, dengan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik setelah kontak dengan pasien yang terkonfirmasi atau diduga terinfeksi norovirus.1

Baca juga:
blank

Perlu dipahami bahwa tidak disarankan melakukan diagnosis sendiri di rumah untuk orang awam. Jika merasakan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, silakan menuju ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Referensi:

  1. Robilotti E, Deserinski S, dan Pinsky BA, 2015, Norovirus, Clinical Microbiology Reviews, Department of Medicine, Division of Infectious Diseases and Geographic Medicine, Stanford University School of Medicine, Stanford, California, USA; Department of Pathology, Stanford University School of Medicine, Stanford, California, USA, Vol:28, pp: 134 –164.
  2. Ranuh RG et al, 2019, Assessment of The Rapid Immunochromatographic Test as a Diagnostic Tool For Norovirus Related Diarrhea in Children, Folia Medica Indonesiana, Vol: 55 No, 1, pp: 43-47.
  3. Graaf MD, Beek JV, dan Koopmans MPG, 2016, Human Norovirus Transmission and Evolution in a Changing World, Department of Viroscience, Erasmus University Medical Center, Vol;14, pp: 421-433.
  4. Desai AN, 2019, What is Norovirus?, JAMA, Vol: 322(20).
 

Sumber Gambar:

  1. https://www.cdc.gov/vitalsigns/norovirus/infographic.html#infographic
Karunisa Kirana

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar