Produksi Listrik dan Gas Hidrogen Menggunakan Baterai Na-CO2 Yang Dapat Diisi Ulang

Produksi Listrik dan Gas Hidrogen Menggunakan Baterai Na-CO2 Yang Dapat Diisi Ulang

Pemanfaatan CO2 menjadi berbagai produk yang bernilai tinggi masih terus dikembangkan oleh para ilmuwan. Penelitian-penelitian sebelumnya telah berhasil mengkonversi CO2 menjadi metanol, bahan-bahan organik dan plastik. Tetapi, proses tersebut memiliki konversi yang rendah sehingga tidak terlalu efektif dalam pemanfaatan CO2. Saat ini, CO2 dapat dikonversi menjadi listrik menggunakan baterai logam-CO2. Namun permasalahan dalam pengembangan baterai logam-CO2 adalah ketika proses charge terbentuk kembali CO2 sehingga tidak mengurangi emisi CO2 dan membentuk deposit logam karbonat ketika proses discharge[1]>>> 

Baca Selengkapnya

Ilmuwan Kembangkan Generator Termoelektrik Fleksibel Yang Dapat Diproduksi Massal

Ilmuwan Kembangkan Generator Termoelektrik Fleksibel Yang Dapat Diproduksi Massal

Era masyarakat Internet of Things (IoT) membutuhkan suplai energi yang kontinyu untuk menjalankan perangkat-perangkat IoT seperti sensor, otomotif dan perangkat biomedik. Berbagai macam jenis teknologi penghasil listrik terus dikembangkan baik untuk proses charging baterai pada berbagai perangkat IoT atau langsung digunakan pada perangkat IoT. Salah satu sumber energi yang sangat potensial adalah energi termal yang dapat dikonversi secara langsung menjadi energi listrik menggunakan generator termoelektrik. Generator termoelektrik merupakan teknologi pembangkit listrik yang bekerja menggunakan efek Seebeck dengan mengubah gradien temperatur pada material semikonduktor menjadi energi listrik secara langsung[1]>>> 

Baca Selengkapnya

Ilmuwan Kembangkan Baterai Fluorida Ion Yang Dapat Diisi Ulang

Ilmuwan Kembangkan Baterai Fluorida Ion Yang Dapat Diisi Ulang

Baterai litium seperti baterai litium ion, baterai litium-sulfur, baterai litium-nitrogen dan baterai litium-CO2 telah menarik perhatian para ilmuwan untuk terus dikembangkan. Namun, isu ketersediaan litium yang tidak terlalu melimpah di bumi menjadi penghalang dalam pengembangan baterai litium. Dampaknya adalah harga litium yang semakin mahal ditambah material pendukung lainnya seperti kobalt dan nikel yang juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan[1]. Para peneliti mencari material alternatif untuk mengurangi atau bahkan menggantikan peran litium dalam baterai. >>> 

Baca Selengkapnya

Nanokarbon dan Logam Mulia Membuat Baterai Li-CO2 Dapat Diisi Ulang

Nanokarbon dan Logam Mulia Membuat Baterai Li-CO2 Dapat Diisi Ulang

Pada artikel berjudul “Baterai Li-CO2 : Metode Baru Dalam Pemanfaatan CO2 ” telah dibahas mengenai mekanisme reaksi discharge baterai Li-CO2. Lalu, apakah bisa baterai Li-CO2 diisi ulang (charge)? Ada beberapa pertimbangan dalam membuat baterai Li-CO2¬†yang dapat diisi ulang diantaranya material katoda dan elektrolit yang tidak mudah terdekomposisi. Penggunaan material katoda dapat mempengaruhi reaksi saat proses charge sehingga produk yang dihasilkan pun berbeda. Pada artikel sebelumnya, produk yang dihasilkan dari proses discharge adalah litium karbonat (Li2CO3) dan karbon. Sedangkan proses charge menghasilkan produk sebaliknya. >>> 

Baca Selengkapnya

Batubara Sebagai Bahan Baku Pembuatan Carbon Nanotube (CNT)

Batubara Sebagai Bahan Baku Pembuatan Carbon Nanotube (CNT)

Batubara merupakan sumber daya alam yang murah dan melimpah. Batubara umumnya digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Total cadangan batubara dunia pada tahun 2017 mencapai 1,035 triliun ton yang terdiri dari 718,3 miliyar ton batubara jenis antrasit dan bituminous serta 316,7 miliyar ton batubara jenis sub-bituminus dan lignit[1]. Amerika, Rusia, China dan Australia merupakan negara-negara yang memiliki cadangan batubara paling banyak dibandingkan negara-negara lainnya. Namun, produksi batubara Rusia lebih kecil dibandingkan negara-negara yang memiliki cadangan batubara lebih sedikit seperti India dan Indonesia seperti yang ditunjukkan oleh Tabel 1. >>> 

Baca Selengkapnya