Fauzi Yusupandi

Mahasiswa S2 Teknik Kimia ITB

Recovery Kobalt dan Litium pada Katoda Baterai Litium Ion Menggunakan Deep Eutectic Solvent

Pendahuluan Penggunaan baterai litium ion yang semakin meningkat menyebabkan masifnya limbah baterai litium ion bekas. Prediksi jumlah baterai litium ion bekas pada tahun 2020 di China sebesar 500,000 ton karena lifetime baterai litium ion nyaris tidak lebih dari 3 tahun pada peralatan elektronik dan nyaris tidak lebih dari 5-10 tahun pada kendaraan listrik [1]. Kobalt merupakan salah satu komponen utama pada katoda baterai litium ion yang kandungan mencapai 15% berat.… Selengkapnya »Recovery Kobalt dan Litium pada Katoda Baterai Litium Ion Menggunakan Deep Eutectic Solvent

Pembuatan Karbon Aerogel dari Limbah Buah Durian dan Nangka Sebagai Elektroda Superkapasitor

Pendahuluan Superkapasitor merupakan perangkat penyimapanan energi yang dibutuhkan untuk berbagai aplikasi mulai dari peralatan elektronik hingga kendaraan listrik. Stabilitas saat proses siklus dan kemampuan charge-discharge yang baik merupakan kelebihan dari superkapasitor. Superkapasitor dapat menyimpan muatan melalui reaksi redoks. Material karbon seperti karbon aktif, graphene dan carbon nanotube (CNT) digunakan pada elektroda superkapasitor untuk meningkatkan kinerja (kapasitansi) superkapasitor karena memiliki stabilitas kimia dan termal yang baik [1]. Material elektroda yang memiliki… Selengkapnya »Pembuatan Karbon Aerogel dari Limbah Buah Durian dan Nangka Sebagai Elektroda Superkapasitor

Produksi Listrik dan Gas Hidrogen Menggunakan Baterai Na-CO2 Yang Dapat Diisi Ulang

Pemanfaatan CO2 menjadi berbagai produk yang bernilai tinggi masih terus dikembangkan oleh para ilmuwan. Penelitian-penelitian sebelumnya telah berhasil mengkonversi CO2 menjadi metanol, bahan-bahan organik dan plastik. Tetapi, proses tersebut memiliki konversi yang rendah sehingga tidak terlalu efektif dalam pemanfaatan CO2. Saat ini, CO2 dapat dikonversi menjadi listrik menggunakan baterai logam-CO2. Namun permasalahan dalam pengembangan baterai logam-CO2 adalah ketika proses charge terbentuk kembali CO2 sehingga tidak mengurangi emisi CO2 dan membentuk… Selengkapnya »Produksi Listrik dan Gas Hidrogen Menggunakan Baterai Na-CO2 Yang Dapat Diisi Ulang

Ilmuwan Kembangkan Generator Termoelektrik Fleksibel Yang Dapat Diproduksi Massal

Era masyarakat Internet of Things (IoT) membutuhkan suplai energi yang kontinyu untuk menjalankan perangkat-perangkat IoT seperti sensor, otomotif dan perangkat biomedik. Berbagai macam jenis teknologi penghasil listrik terus dikembangkan baik untuk proses charging baterai pada berbagai perangkat IoT atau langsung digunakan pada perangkat IoT. Salah satu sumber energi yang sangat potensial adalah energi termal yang dapat dikonversi secara langsung menjadi energi listrik menggunakan generator termoelektrik. Generator termoelektrik merupakan teknologi pembangkit… Selengkapnya »Ilmuwan Kembangkan Generator Termoelektrik Fleksibel Yang Dapat Diproduksi Massal

Ilmuwan Kembangkan Baterai Fluorida Ion Yang Dapat Diisi Ulang

Baterai litium seperti baterai litium ion, baterai litium-sulfur, baterai litium-nitrogen dan baterai litium-CO2 telah menarik perhatian para ilmuwan untuk terus dikembangkan. Namun, isu ketersediaan litium yang tidak terlalu melimpah di bumi menjadi penghalang dalam pengembangan baterai litium. Dampaknya adalah harga litium yang semakin mahal ditambah material pendukung lainnya seperti kobalt dan nikel yang juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan[1]. Para peneliti mencari material alternatif untuk mengurangi atau bahkan menggantikan… Selengkapnya »Ilmuwan Kembangkan Baterai Fluorida Ion Yang Dapat Diisi Ulang