Fauzi Yusupandi

Mahasiswa S2 Teknik Kimia ITB

Molecular Crowding Elektrolit: Terobosan Baru Dalam Produksi Baterai Litium Ion yang Aman, Murah dan Berkinerja Tinggi

Elektrolit Aqueous Pada Baterai Litium Ion Pada artikel sebelumnya yang berjudul Meningkatkan Keamanan dan Kinerja Baterai Litium Ion dengan Elektrolit Fluorinated Siklik Posfat, pelarut elektrolit memiliki peran vital dalam baterai litium ion. Faktor keamanan dan kinerja baterai juga dapat terlihat dari pelarut elektrolit apa yang digunakan. Saat ini, pelarut organik seperti etilen karbonat (EC) dan dimetil karbonat (DMC) pada baterai litium ion masih digunakan karena menghasilkan densitas energi yang tinggi… Selengkapnya »Molecular Crowding Elektrolit: Terobosan Baru Dalam Produksi Baterai Litium Ion yang Aman, Murah dan Berkinerja Tinggi

blank

Meningkatkan Keamanan dan Kinerja Baterai Litium Ion dengan Elektrolit Fluorinated Siklik Posfat

Tragedi Baterai Litium Ion Sampai saat ini, baterai litium ion masih mendominasi pasar sebagai perangkat penyimpanan energi pada hampir setiap peralatan elektronik meskipun pengembangan baterai litium lainnya sedang masif juga dilakukan seperti baterai litium-nitrogen dan baterai litium-sulfur. Masyarakat telah merasakan banyak manfaatnya dan karena hal itu, para pengembang baterai litium ion, J.B Goodenoguh, M. Stanley Whittingham dan Akira Yoshino dianugerahi Nobel kimia tahun 2019. Tapi ada satu kejadian yang membuat… Selengkapnya »Meningkatkan Keamanan dan Kinerja Baterai Litium Ion dengan Elektrolit Fluorinated Siklik Posfat

Recovery Kobalt dan Litium pada Katoda Baterai Litium Ion Menggunakan Deep Eutectic Solvent

Pendahuluan Penggunaan baterai litium ion yang semakin meningkat menyebabkan masifnya limbah baterai litium ion bekas. Prediksi jumlah baterai litium ion bekas pada tahun 2020 di China sebesar 500,000 ton karena lifetime baterai litium ion nyaris tidak lebih dari 3 tahun pada peralatan elektronik dan nyaris tidak lebih dari 5-10 tahun pada kendaraan listrik [1]. Kobalt merupakan salah satu komponen utama pada katoda baterai litium ion yang kandungan mencapai 15% berat.… Selengkapnya »Recovery Kobalt dan Litium pada Katoda Baterai Litium Ion Menggunakan Deep Eutectic Solvent

blank

Pembuatan Karbon Aerogel dari Limbah Buah Durian dan Nangka Sebagai Elektroda Superkapasitor

Pendahuluan Superkapasitor merupakan perangkat penyimapanan energi yang dibutuhkan untuk berbagai aplikasi mulai dari peralatan elektronik hingga kendaraan listrik. Stabilitas saat proses siklus dan kemampuan charge-discharge yang baik merupakan kelebihan dari superkapasitor. Superkapasitor dapat menyimpan muatan melalui reaksi redoks. Material karbon seperti karbon aktif, graphene dan carbon nanotube (CNT) digunakan pada elektroda superkapasitor untuk meningkatkan kinerja (kapasitansi) superkapasitor karena memiliki stabilitas kimia dan termal yang baik [1]. Material elektroda yang memiliki… Selengkapnya »Pembuatan Karbon Aerogel dari Limbah Buah Durian dan Nangka Sebagai Elektroda Superkapasitor

blank

Produksi Listrik dan Gas Hidrogen Menggunakan Baterai Na-CO2 Yang Dapat Diisi Ulang

Pemanfaatan CO2 menjadi berbagai produk yang bernilai tinggi masih terus dikembangkan oleh para ilmuwan. Penelitian-penelitian sebelumnya telah berhasil mengkonversi CO2 menjadi metanol, bahan-bahan organik dan plastik. Tetapi, proses tersebut memiliki konversi yang rendah sehingga tidak terlalu efektif dalam pemanfaatan CO2. Saat ini, CO2 dapat dikonversi menjadi listrik menggunakan baterai logam-CO2. Namun permasalahan dalam pengembangan baterai logam-CO2 adalah ketika proses charge terbentuk kembali CO2 sehingga tidak mengurangi emisi CO2 dan membentuk… Selengkapnya »Produksi Listrik dan Gas Hidrogen Menggunakan Baterai Na-CO2 Yang Dapat Diisi Ulang