3 Hal yang Perlu Diluruskan Terkait Susu Kental Manis

3 Hal yang Perlu Diluruskan Terkait Susu Kental Manis

Berbagai portal berita ramai mengangkat berita terkait polemik susu kental manis [1] dengan dikeluarkan surat edaran tahun 2018 tentang Label Iklan Pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) [2], kategori pangan sendiri merupakan suatu pedoman yang digunakan pemerintah untuk pengawasan keamanan pangan, sedangkan yang dimaksud analog adalah sejenis tiruan, dimana bahan utama (contoh: lemak susu/ lemak hewani) diganti sebagian atau seluruhnya dengan bahan lain (contoh: lemak nabati).

Ada 4 poin larangan yang BPOM sampaikan terkait susu kental manis, yakni,

(a) Dilarang menampilkan anak – anak berusia di bawah 5 (lima) tahun dalam bentuk apapun,

(b) Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental dan analognya (Kategori Pangan (01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan,

(c) Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman,

(d) Khusus iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak – anak.

Adanya surat edaran tersebut tidak sedikit yang membuat bingung di masyarakat. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat tentang Susu Kental Manis.

  1. Apakah Susu Kental Manis termasuk Susu?

[Mohon maaf artikel terpotong]

Artikel dapat dibaca di Majalah Warstek Edisi #3 > Download Majalah Warstek (KLIK)

Mengenal Teknologi “Pigging” pada Industri Pangan

Mengenal Teknologi “Pigging” pada Industri Pangan

Apa itu Pigging?

Pada industri pengolahan, pigging merupakan teknologi yang menggunakan proyektil khusus untuk mengembalikan limbah atau sisa cairan yang berada di dalam pipa industri. Teknologi ini telah berkembang dari awalnya untuk membersihkan pipa sisa cairan minyak, yang kemudian berkembang untuk secara otomatis dapat memindahkan cairan.

pigging

Pigging

Bagaimana Pigging Berkerja?

Pada bentuk sederhana, sistem pigging terdiri dari proyektil padat atau penyumbat (the pig) dengan diameter sedikit lebih besar daripada pipa yang membawa cairan. Proses pigging membawa pig ke pipa dan menekannya saat melewati pipa. Proses ini dapat dilakukan secara manual, tetapi lebih sering dilakukan secara otomatis. Pig dimasukkan, didiamkan dan dikembalikan menggunakan pig launchers dan pig receivers.  Setelah pigging, cairan dikumpulkan kemudian dilakukan proses lanjut. Ada berbagai cara untuk mengggerakkan pig, seperti dengan tekanan udara, karbondioksida, nitrogen, air, atau dengan produk berikutnya. [1]

HPS Pigging System in Operation

Pigging pada Produk Cokelat

Pigging sangat penting pada industri cokelat, industri cokelat terkemuka di Jerman telah menggunakan teknologi pigging tersebut. Pada prosesnya cokelat dipindahkan melalui pipa dengan suhu 45-50oC, karena tidak dapat memindahkan pada dibawah suhu tersebut. Para produsen cokelat mendapatkan keuntungan dari teknologi pigging: alat conching dan tangki penyimpanan dapat dihubungkan satu sama lain menggunakan pipa piggable. Hal tersebut juga efektif untuk dihungkan dengan tangki penyimpanan dan tempat pencetakan. Penggunaan teknologi pipa pigging dapat meningkatkan rendemen produk hingga 99%. Pigging juga memberikan manfaat lainnya seperti mengurangi waktu penggantian dan mencegah kotaminasi silang.

Pigging pada Produk Pangan dan Minuman

Produsen seperti saus, pangan siap saji minuman ringan, dan jenis makanan dan minuman lainnya, memindahkan jumlah produk besar mereka dengan sistem pigging, karena dapat meningkatkan hasil produk dan mengurangi jumlah limbah produk yang dihasilkan secara signifikan. Salah satu manfaatnya pada pengolahan makanan dan minuman dengan mengurangi air. Air merupakan input penting pada sebagian industri makanan dan minuman, misalnya, pada saat kebersihan dalam produksi, Clean in Place (CIP) adalah aspek mendasar. Perusahaan makanan dan minuman dapat mengurangai penggunaan air mereka dengan menggunakan pig, ini dapat mengurangi air secara signifikan. [2]

Di Indonesia sendiri teknologi pigging kemungkinan belum banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, baru terdapat pada industri pengolahan minyak seperti Pertamina. Hal ini mungkin karena teknologi ini awalnya untuk membersihkan pipa sisa cairan minyak.

Keuntungan dan Kekurangan

Pigging memiliki banyak keuntungan bagi perusahan yang mengolah cairan seperti yang dilihat di infografik. namun tujuan utamanya adalah menghilangkan sisa cairan yang ada dalam pipa, setelah cairan dipindahkan ke lokasi lainnya. Penggunaan teknologi ini dapat signifikan meningkatkan hasil produk dan mengurangi pemborosan air, serta meminimalkan limbah. Industri menggunakan pigging untuk membersihkan bagian pipa, memindahkan cairan, mengurangi cairan pembersih, mengurangi penggunaan air, dan menghemat waktu. Pigging juga meningkatkan efisiensi proses, dan meningkatkan keuntungan yang diperoleh. Dengan kata lain, pigging akan membantu perusahaan mempertahankan sustainabilitasnya, karena sistem pigging mengurangi limbah dan biaya pembuangan terkait, mereka juga membantu meningkatkan kelestarian lingkungan.

Meskipun keuntungan dari pigging secara besar-besaran lebih besar daripada kerugiannya, seperti yang ditunjukkan oleh infografik, masih ada beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan sistem pigging. Misalnya, beberapa jenis pigging (seperti ice pigging) menggunakan sejumlah energi dan air lebih besar dibandingkan dengan metode pigging proses konvensional. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa beberapa pig dirancang dengan magnet padat dan profil eksternal yang kompleks, yang dapat pecah dan hancur, sehingga dapat menyebabkan risiko kontaminasi dan keamanan yang signifikan. Sehingga pada penerapan pigging perlu pengetahuan, keahlian, dan keterampilan . Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih perusahaan pigging yang berpengalaman dan mapan [3].

Berapa Harganya

Dilansir dari hps-pigging.com, belum ada harga tertentu untuk pigging tersebut, seperti single-pig system, double-pig system, tank drop off, either manual, semi atau fully automate. Hal ini dikarenakan belum adanya pigging standar dalam merancang dan menerapkan sistem tersebut [4]

Referensi:

[1] Pigging – What Pigging Is and How It Works. (https://www.hps-pigging.com/about-hps/what-is-pigging/), diakses 30 Juni 2018

[2]  Pigging technology in the chocolate industry. (https://www.piggingsystems.com/en/industries/chocolate-industry/), diakses 30 Juni 2018

[3] Advantages and Disadvantages of Pigging – Infographic. (https://www.hps-pigging.com/advantages-and-disadvantages-of-pigging-infographic/), diakses 5 Juli 2018

Alergi dengan Susu Sapi? Coba Ganti dengan Susu Kambing

Alergi pada pangan merupakan sindrom klinis yang dihasilkan dari sensitivitas individu terhadap kandungan protein pada pangan. Biasanya, terjadi pada masa kanak – kanak dan terjadi pada tahun pertama kehidupan, sebagai contoh bayi yang ketika diberi susu akan mengalami kemerahan atau gatal-gatal, sehingga dimungkinkan bayi tersebut terkena alergi.

Alergi yang muncul setelah mengonsumsi susu sapi memang merupakan hal yang jarang. Alergi tersebut terjadi akibat sistem kekebalan tubuh bayi yang bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi. Sebagian besar bayi yang mengalami alergi susu sapi dapat mengatasi hal tersebut setelah mereka melewati usia 4 tahun, dan hanya sedikit yang alerginya bertahan hingga dewasa.

Susu kambing telah direkomendasikan sebagai pengganti pangan untuk pasien alergi susu sapi. Pada susu kambing dan sapi ada perbedaan dalam proporsi αs-1, αs-2, ß- dan κ-kasein. Susu sapi memiliki αs-1  kasein yang dominan, sedangan susu kambing memiliki αs-2 kasein yang dominan [1].

Susu kambing juga mengandung protein kasein lebih rendah, sehingga lebih mudah dicerna daripada susu sapi. Susu kambing juga memiliki poliamin, dibanding susu dari mamalia lain. Poliamin penting untuk pertumbuhan optimal dan fungsi sel saluran cerna [2].

Lemak pada susu kambing lebih cepat dicerna daripada lemak susu sapi, karena lipase menyerang ikatan ester asam lemak rantai pendek atau menengah lebih mudah daripada ranti yang panjang. Selain itu proporsi asam lemak seperti asam kaproat, kaprilat, dan kaprat jumlahnya lebih banyak dibanding susu sapi, serta polyunsaturated fatty acid (PUFA) yang lebih tinggi.

Rata – rata komposisi asam lemak susu sapi dan kambing

Pada dasarnya komposisi substansial keduanya tinggi pada kandungan protein. Namun, rerata susu kambing menunjukkan asam amino essensial lebih tinggi daripada susu sapi, yaitu lisin, isoleusin, sistin, treonin, tirosin, dan valin. Flavor susu kambung juga lebih kuat dibadingkan susu sapi.

Rata – rata komposisi asam amino susu sapi dan kambing

Adapun mekanisme hipoalergenik (meminimalisir alergi) pada susu kambing melalui peran sel T regulator, susu kambing (whey) dapat mengurangi reaksi terjadinya inflamasi melalui pengaturan respon Th1 dan reaksi alergi yang dimediasi oleh pengaturan respon Th2 [3].  Namun, sifat anti alergi pada susu kambing tidak menutup kemungkinan tidak akan terjadi alergi, karena hal ini dipengaruhi oleh kepekaan faktor individu terhadap satu jenis atau lebih protein susu yang akan memberikan toleransi terhadap susu kambing.

Referensi

  1. As a Potentially Functional Food: Goats’ Milk and Products. (http://pubs.sciepub.com/jfnr/1/4/6/), diakses 6 Juni 2018
  2. A review on health promoting aspects of goat milk.(http://www.thepharmajournal.com/archives/2017/vol6issue12/PartA/6-11-95-259.pdf), diakses 6 Juni 2018.

  3. The Effect of Goat Milk Supplementation on Th1 and Th2 Responses of Peyer’s patch lymphocyte culture in dinitrochlorobenzene sensitized rat. (https://repository.ugm.ac.id/136358/), diakses 6 Juni 2018

Mengenal Cincau Hijau dan Cincau Hitam Beserta Manfaatnya Pada Kesehatan

Mengenal Cincau Hijau dan Cincau Hitam Beserta Manfaatnya Pada Kesehatan

Cincau merupakan minuman yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Pada umumnya masyarakat mengonsumsi cincau sebagai dessert yang dicampur sebagai isian pada minuman. Ada dua jenis cincau yang umumnya beredar di masyarakat, yaitu cincau hijau dan cincau hitam. Keduanya berbeda dalam hal warna, cita rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembuatan. Jika dilihat dari segi harga cincau hitam dijual lebih mahal (Rp 5.000/ porsi) [1], sedangkan cincau hijau (Rp 2.500/ porsi) [2].

Kiri: Cincau Hijau; Kanan: Cincau Hitam

Bahan dan Proses Pembuatan

Cincau hijau berasal dari daun segar yang berasal dari tanaman cincau hijau (Cyclea barbata), cincau perdu (Premma serratifolia) dan cincau minyak (Stephnia hermandifolia) tanpa proses pemanasan, daun yang telah dipetik dilakukan sortasi dan pencucian agar kotoran yang melekat pada daun menghilang, selanjutnya daun diremas atau dirajang dan ditambahkan ke air matang dingin dan kemudian disaring. Ekstrak dari saringan tersebut akan mengental membentuk gel.

Baca juga: Hati-hati Makanan dan Minuman Jangan Ditiup!! Dapat Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Cincau hitam berasal dari simplisia kering seluruh bagian tanaman janggalan (Mesona palustris) yaitu daun, ranting, dan juga akar. Tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik pada dataran menengah hingga dataran tinggi. Proses pembuatannya dengan perebusan dan ditambah abu. Ekstrak yang dihasilkan perlu ditambah pati tapioka agar terbentu gel [3].

Tekstur dan Lama Penyimpanan

Gel pada cincau hitam memiliki kelebihan dibandingkan gel cincau hijau. Pada tekstur gel cincau hijau yang dimiliki lebih lunak (lembek) dan rapuh, sehingga tidak dapat dicetak, diiris, ataupun dipotong – potong. Sedangkan gel pada cincau hitam lebih tegar dan kokoh, sehingga dapat dicetak, diiris, ataupun dipotong – potong.

Dari segi waktu penyimpanan. Pada penyimpanan suhu kamar, gel cincau hitam dapat bertahan hingga 4 hari sedangkan pada gel cincau hijau hanya dapat bertahan selama 2 hari. Adanya kelebihan tersebut membuat produk gel cincau hitam mempunyai ekonomi lebih tinggi. [4]

Senyawa Bioaktif dan Manfaatnya

Tanaman cincau hitam mengandung vitamin, mineral, dan serat pangan yang cukup. Kandungan mineral yang dominan adalah fosfor dan kalsium, sedangkan kandungan vitaminnya yang cukup tinggi terdapat pada pro vitamin A sebagai karatoneid, vitamin B1, dan vitamin C. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa produk berbasis cincau hitam dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes, menurunkan kolesterol, trigliserida, dan low density lipoprotein (LDL), serta menaikkan high density lipoprotein (HDL) darah pada tikus [5].

Sedangkan pada cincau hijau mengandung  mineral, vitamin, dan serat. Dari hasil penelitian, kandungan zat aktif seperti polifenol, alkaloid, tannin, dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan akibat peningkatan konsentrasi HCL lambung [6].

Waspada Terhadap Bahan Berbahaya

Tepat pada tahun 2014, terdapat berita bahwa ada beredarnya cincau rasa semen, karena dalam prosesnya menggunakan semen dengan tujuan untuk membuat lebih kental [7]. Padahal di sifat bahan sendiri cincau hijau memiliki tekstur mudah rapuh dibandingkan cincau hitam. Selain itu, bahan tambahan pangan tersebut masuk dalam bahan berbahaya, sehingga tidak aman jika dikonsumsi. Diperlukan suatu bukti sertifikat untuk  industri rumah tangga, seperti yang diatur oleh Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) agar hal tersebut tidak terjadi, dimana pangan jenis cincau/ minuman cincau tersebut perlu melakukan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), sehingga diperoleh SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga), karena jika sudah memiliki sertifikasi tersebut sudah terjamin keamanannya [8].

 

Referensi

  1. Peluang Usaha Es Cincau Hitam dan Analisa Usahanya. (http://www.tokomesin.com/peluang-usaha-es-cincau-hitam-nikmat-dan-analisa-usahanya.html), diakses 23 April 2018.
  2. Peluang Usaha Es Cincau Hijau dan Analisa Usahanya. (http://www.tokomesin.com/peluang-usaha-es-cincau-dan-analisa-usahanya.html), diakses 23 April 2018.
  3. Cincau Hijau. (http://digilib.unila.ac.id/5662/9/Bab%202%20.pdf), diakses 23 April 2018.
  4. Apa Bedanya? Cincau Hijau vs Cincau Hitam dan Kegunaannya. (https://resepkoki.id/2017/07/18/apa-bedanya-cincau-hijau-vs-cincau-hitam-dan-kegunaannya/), diakses 23 April 2018.
  5. Immunomodulatory Effect of Instant Tea Powder from Black Cincau (Mesona palustris BL) in the Treatment of Salmonella typhimurium-Induced Infection in Balb Mice (http://article.sapub.org/10.5923.j.fph.20130303.05.html), diakses 23 April 2018
  6. Efektivitas Kandungan Zat Aktif Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Dalam Melindungi Mukosa Lambung Terhadap Ketidakseimbangan Faktor Agresif Dan Faktor Defensif Lambung. (http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1743), diakses 23 April 2018.
  7. Waspada! Es Cincau Hijau Ekstrem Rasa Semen. (https://www.liputan6.com/news/read/2092052/waspada-es-cincau-hijau-ekstrem-rasa-semen), diakses 23 April 2018.
  8. PEDOMAN PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA. (http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/peraturan/2012/Perka_BPOM_No_HK.03.1.23.04.12.2205_Tahun_2012_tentang_Sertifikasi_Pangan_IRT.pdf), diakses 23 April 2018.

Sehat dan Tidak Berbahaya, 11 Jenis Pewarna Alami Pangan

Sehat dan Tidak Berbahaya, 11 Jenis Pewarna Alami Pangan

Warna dapat menjadi faktor penentu konsumen untuk memilih suatu produk. Warna yang menarik dan cerah diasumsikan sebagai produk yang memiliki kualitas baik. Sebaliknya, warna kusam memberikan kesan buruk terhadap pangan. Selain itu, warna dapat mewakili rasa produk, misal warna ungu identik dengan rasa anggur, warna oranye identik dengan rasa jeruk, dan lainnya. Warna juga menjadi faktor penting dalam produk pangan, selain tekstur dan aroma.

Untuk menciptakan warna yang diinginkan konsumen dibutuhkan pewarna pangan. Pewarna pangan merupakan zat yang digunakan untuk memberikan, memperbaiki atau meningkatkan warna pada produk pangan. Pewarna pada umumnya dapat diklasifikasikan berdasarkan asal, yaitu pewarna alami dan sintetis. Pewarna alami merupakan pewarna pangan dari bahan alam, pewarna ini dapat memberikan fungsi tambahan sebagai antioksidan, antimikroba, dan lainnya. Keunggulan lainnya pewarna alami yaitu lebih aman dikonsumsi dibandingkan pewarna sintetis. Ada banyak contoh pewarna alami yang sering digunakan, berikut jenis – jenis perwarna alami.

1. Secang

Secang merupakan tanaman semak. Senyawa brazilen yang terdapat batang secang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna kuning kemerahan. Secara tradisional penggunaan batang secang sebagai pewarna dapat dilakukan dengan cara menyerut atau mengeringkan batang secang. Hasil serutan batang kayu tersebut dapat direbus dengan air dan disaring. Air yang mengandung pigmen brazilin dan brazilien tersebut dapat langsung dicampurkan ke adonan.

2. Angkak

Angkak merupakan beras yang difermentasi dengan menggunakan ragi. Penggunaan angkat telah banyak diaplikasikan. Pengolahannya dengan cara fermentasi. Pada saat fermentasi terbentuk sejumlah pigmen warna pada angkak, kurang lebih terdapat enam jenis, yaitu ada 2 jeis pigmen kuning: monascin dan akaflavin, 2 pigmen oranye: rubropunctatin dan monascorubrin, dan 2 jenis pigmen merah: rubropunctamin dan monascorubramin. Pembuatan angkak untuk menghasilkan pigmen dengan cara beras yang telah disosoh dicampur dengan air dengan perbanding 1 : 1 didalam plastik tahan panas, campuran distrilkan pada suhu 121oC selama 15 menit. Setalah campuran dingin, secara aseptis inokulasikan kultur Monascus yang telah dikultivasi sebelumnya dan diinkubasi selama 14 hari pada suhu ruang. Setelah masa inkubasi beras dikeringkan selama 3 hari, setelah kering angkak dapat digiling untuk didapatkan bubuk angkak.

3. Arang

Arang merupakan pewarna alami yang memberikan warna abu – abu atau hitam. Warna hitam dapat diperoleh dari arang merang. Merang merupakan batang padi yang telah kering. Arang merang dibuat dengan membakar merang hingga menjadi arang. Arang kemudian direndam didalam air hingga padatan mengendap dan air menjadi hitam. Campuran kemudian disaring dan air warna hitam digunakan sebagai pewarna.

4. Duwet

Duwet merupakan sejenis buah berwarna ungu tua. Warna tersebut berasal dari kandungan antosianin. Proses mendapatkan warna tersebut dengan melakukan ekstraksi dengan pelarut hidrofilik seperti metanol yang mengandung HCL 0,1%. Ekstraksi dilakukan dengan merendam kulit dawet dalam pelarut. Ekstraksi akan lebih cepat dengan pengadukan. Campuran kemudian disaring, sehingga didapat hanya pigmen antosianin. Pelarut dipisahkan dengan proses evaporasi.

5. Rosella

Rosella merupakan tumbuhan yang telah banyak dibudayakan di Indonesia. Bunga rosella menjadi pewarna merah alami. Komponen yang memberikan warna merah tersebut adalah antosianin. Penggunaanya cukup diseduh dengan air panas, warna akan terekstrak di air panas tersebut dan dapat digunakan sebagai pewarna pangan.

6. Ubi ungu

Ubi jalar merupakan tanaman yan sudah cukup tersebar banyak. Umbi termasuk salah satu sumber karbohidrat. Warna merah dan ungu pada bunga, batang, daun, dan umbi merupakan akibat dari kandungan senyawa antosianin. Antosianin dapat diesktrak dengan menggunakan pelarut polar seperti metanol, etanol, aseton, air, dan campuran larutan tersebut.

7. Bunga telang

Bunga telang merupakan tanaman yang berwarna biri terang seperti kupu – kupu. Zat warna utama pada bunga telang adalah antosianin. Warna biru dapat diektrak dengan menggunakan pelarut air atau pelarut polar lainnya.

8. Merah Bit

Bit merupakan tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai sayur. Umbi bit kaya akan pigmen betalain. Warna merah bit dapat diperoleh dengan merebus bit. Pigmen betalain akan terekstrak ke air rebusan dan membuat air menjadi berwarna merah dan dapat digunakan untuk pewarna makanan.

9. Daun Pandan dan Daun Suji

Pandan dan suji merupakan tanaman perdu menjalar yang memiliki daun warna hijau. Warna hijau daun pandan  dan suji berasal dari pigmen klorofil. Secara tradisional penggunaan warna hijau didapat dengan menumbuk daun pandan dan daun suji. Hasil tumbukan ditambah air dan kemudian diperas. Air yang didapat berwarna hijau dan dapat dicampurkan dengan adonan.

10. Bunga kenikir

Tanaman kenikir merupakan tanaman hias. Warna kuning pada bunga kenikir berasal dari pigmen karotenoid dan flavonoid. Dan hampir 90% dari karotenoid yang memberikan warna kuning berasal dari pigmen lutein. Pengolahnnya dengan mengeringkan bunga terlebih dahulu. Bnga yang kering kemudia diproses menjadi tepung. Pembuatan tepung dapat digunakan dengan secara enzimatis. Selanjutnya diinkubasi dan disaring. Fase padat diambil dan dikeringkan dan digiling.

11. Tomat

Warna merah tomat juga berasal dari pigmen likopen, terutama bagian kulitnya. Untuk mendapatkan pigmen likopen dapat dengan menggunakan pelarut kimia, seperti etil asetat dan n heksana, dan tidak larut dalam air.

Sumber pewarna alami dapat ditemukan karena berasal dari beberapa tanaman yang berada disekitar, namun pada umumnya pewarna alami kurang stabil terhadap perubahan pH, sinar matahari, dan suhu tinggi, sehingga perlu kajian dan penelitian lebih lanjut untuk membuat stabil pada bahan pangan.

 

Sumber:

Andarwulan N. dan Faradilla R.H. F. 2012. Pewarna Alami untuk Pangan. SEAFAST Center. IPB.