https://warstek.com/c-dating-erfahrung/

Siringmakar 26: “Etika dalam Penulisan Email [Edisi Asia]”

Pemateri: M. Hilmy AlFaruqy (PhD di Materials Science and Engineering Chonnam National University, Korea)

Moderator: Dimas Prabu Tejonugroho (Kontributor Junior Warstek)

Diskusi

Saya bagi sesi diskusi ini menjadi beberapa bagian. Pertama, sebagai pengantar sebelum berkirim e-mail, hal-hal yang harus diperhatikan sebelum kita berkorespondensi melalui e-mail kepada dosen/ profesor, antara lain: >>> 

Baca Selengkapnya

Siringmakar 25: “Menjadi Penulis Sains Populer Jaman Now”

Siringmakar 25: “Menjadi Penulis Sains Populer Jaman Now”

Pemateri: Nur Abdillah Siddiq
Moderator: Wayan Dadang

Diskusi

Saya merasa bahwa menulis karya tulis, riset dan lainnya masih kurang. Hasil tulisan kita hanya akan dibaca oleh komunitas akademik, sangat jarang masyarakat awam akan membaca tulisan-tulisan akademis tersebut. Oleh karena itu, diperlukan tulisan model baru bernama Artikel Sains Populer yang menjembatani antara dunia akademisi dan dunia masyarakat. Motivasi utama tersebutlah yang menjadi gagasan bersama Kak Abdul Halim sebagai rekan satu tim riset yang bersama merasa resah dengan keadaan banyaknya penelitian baru yang dilaporkan dalam bentuk paper (artikel) namun tidak bisa sampai ke masyarakat karena kendala bahasa yang ilmiah. >>> 

Baca Selengkapnya

SIRINGMAKAR 24: “Kupas Tuntas BIG DATA”

SIRINGMAKAR 24: “Kupas Tuntas BIG DATA”

Pemateri: Taufik Edy Sutanto (Founder ‘tau-data Indonesia’)

Moderator: Wayan Dadang

Diskusi

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Pemaparan diskusi mengenai Big Data ini akan saya mulai dengan milestone Era Revolusi Industri, secara berurutan adalah pengenalan mesin uap, penggunaan listrik dan elektronik, serta robotik di industri. Jika sisi kanan (industry 4.0) dirangkum dalam satu kata, maka kata tersebut adalah ‘Data’. Sehingga, penanda Era Industri 4.0 adalah penggunaan data (data-driven) dalam industri, terutama di bidang industri kreatif. Walaupun Industri 4.0 sebenarnya bukan hanya tentang Big Data dan Data Science, namun pembahasan diskusi akan fokus kepada dua hal tersebut. >>> 

Baca Selengkapnya

SIRINGMAKAR 23: “Perkembangan Sintesis Nanopartikel dan Aplikasinya”

SIRINGMAKAR 23: “Perkembangan Sintesis Nanopartikel dan Aplikasinya”

Pemateri: Lusi Ernawati (Dosen di Institut Teknologi Kalimantan)

Moderator: Afifah Sofiana Jamil

Diskusi

Topik yang akan saya sampaikan ini mengenai Perkembangan Sintesis Nanopartikel dan Aplikasinya, materi akan saya bagi menjadi beberapa sub-materi, antara lain:

  1. Definisi nanopartikel dan yang membedakan dengan material sejenis dalam ukuran besar (bulk);
  2. Metode sintesis nanopartikel; dan
  3. Aplikasi dan karakterisasi nanopartikel.

Definisi Nanopartikel

Hal pertama yang perlu diketahui, nanopartikel didefinisikan sebagai particulate (partikulat) yang terdispersi atau partikel-partikel padatan dengan ukuran partikel berkisar 10 – 100 nm. Pada saat ini, pengembangan nanopartikel (nanoteknologi) terus dilakukan oleh para peneliti dunia akademik maupun industri. >>> 

Baca Selengkapnya

SIRINGMAKAR 22: “Mengupas Beasiswa Indian Council for Cultural Relation”

SIRINGMAKAR 22: “Mengupas Beasiswa Indian Council for Cultural Relation”

Pemateri: Siti Fathurrohmah (penerima Beasiswa ICCR BSc in Microbiology di Osmania University)

Moderator: Lusi Ernawati

Pengantar

Saya mengambil studi BSc Microbiology, Genetics and Chemistry di Osmania University. Kebetulan hari ini adalah hari terakhir saya final exam (ujian semester akhir). Dan insyaAllah bulan Juni saya mendapat ijazah, dan di bulan Juli saya sudah bisa pulang ke tanah air. Sedikit bercerita awal mula saya bisa berangkat ke India, saya memang berkeinginan bisa kuliah di luar negeri sejak masih SMP. Namun, saya sadar diri jika masih ada kesulitan dengan penguasaan bahasa Inggris, sempat ciut juga impian saya karena kendala bahasa. Jadi, alih-alih saya menguburkan mimpi studi di luar negeri, saya memutuskan untuk mencari alternatif. Alternatif saya adalah kuliah dimana bahasa Inggris adalah bahasa resmi, namun negara tersebut bukanlah English Speaking Country. Sebenarnya sangat jarang ada beasiswa S1 ke luar negeri. Sebagian besar yang mengambil S1 luar negeri adalah self-finance. Jadi, saya di India tidak hanya belajar ilmu sains yang menjadi bidang saya, namun juga praktek bahasa Inggris secara daily basis disini. Bisa dibilang kuliah di India adalah batu loncatan saya kuliah di negara Eropa dan sekitarnya. >>> 

Baca Selengkapnya