Jaga Kesehatan Mental: Ternyata Ini Pentingnya Memilih Bacaan Berkualitas!

Dari sudut pandang stake holder, masalah kesehatan mental ini seharusnya mulai diberi ruang untuk pembahasan lebih dalam, pemerintah dapat mencari kebijakan yang tepat untuk menangani sumber pencetusnya.

blank

Dalam era informasi digital yang terus berkembang, referensi bacaan dapat ditemui dengan mudahnya. Seiring dengan kemudahan akses tersebut, penting bagi kita memilah sumber bacaan yang memiliki dampak dan kualitas positif. Tak bisa dipungkiri, memori akan merekam berita yang kita baca setiap hari. Hal ini dapat memengaruhi suasana hati, tingkat kecemasan, dan pandangan kita terhadap dunia. Hal ini pun secara tidak langsung berimbas pada kondisi psikologi berupa kesehatan mental para pembaca. Untuk itulah, artikel ini akan membahas pentingnya memilih bacaan dengan bijak di zaman ini. Baca juga Menjelajahi Efek Positif Membaca (Biblioterapi) pada Kesehatan Mental – Warung Sains Teknologi (warstek.com).

Penelitian Kesehatan Mental dan Sumber Bacaan

Media Center WHO (2018) merilis perihal kesehatan mental, bahwa mental yang sehat sejatinya adalah kondisi dimana seseorang menyadari kemampuan diri, hidup normal, kerja produktif, dan memberi kontribusi terhadap lingkungan sosial. Definisi ini merujuk pula pada bagaimana cara berpikir, merasa, dan bertindak. Sehingga kondisi ini sangat erat kaitannya dengan bagaimana respon seseorang secara positif dalam konteks sosialnya. Panduan inilah yang menjadi target dalam mengategorikan, apakah diri kita telah menjaga kesehatan mental dengan baik?

Isu ini menjadi penting karena akses informasi atau berita yang ada saat ini sangat sarat dengan bumbu provokasi dan minim filter, terutama di sosial media. Zhao & Zhou (2020) dalam penelitiannya telah menyimpulkan bahwa memgakses sumber berita dari sosial media terlalu sering menimbulkan kesehatan mental yang buruk. Pun pada periode pandemi lalu, paparan berita bencana melalui sosial media menjadi bukti adanya peningkatan angka depresi bagi pengguna.

Dari sudut pandang stake holder, masalah kesehatan mental ini seharusnya mulai diberi ruang untuk pembahasan lebih dalam, pemerintah dapat mencari kebijakan yang tepat untuk menangani sumber pencetusnya. Langkah ini menjadi penting dalam mengawasi dan menyaring kredibilitas sumber berita melalui kebijakan yang tepat. Dari sudut pandang pengguna, masyarakat pun perlu menyadari resiko ini dan mencari alternatif solusi yang tepat agar dampaknya tidak berkelanjutan.

Filter Informasi Negatif

Penting bagi pembaca untuk memiliki kemampuan dalam menyaring dan mengevaluasi informasi yang diterima. Memilih sumber berita yang terpercaya dan seimbang dapat membantu untuk mengurangi dampak negatif pada kesehatan mental. Berita yang objektif dan informatif cenderung memberikan perspektif yang lebih seimbang dan memungkinkan pembaca untuk tetap tenang dan rasional.

Berita Positif dan Kesehatan Mental

Konsumsi berita yang positif dan menginspirasi juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental. Berita yang menggaungkan optimisme, kebaikan, dan kesuksesan dapat meningkatkan suasana hati dan membangun sikap positif terhadap kehidupan.

Oleh karena itu, hindari berita yang memicu perdebata, kegelisahan, ataupun ketegangan emosional seperti berita politik. Terutama pada berita yang telah dimanipulasi atau memiliki konflik kepentingan. Maka, penting bagi pembaca untuk memahami bahwa tidak semua berita harus diserap secara langsung dan memahami berita dari sudut pandang yang berbeda serta mencari sumber rujukan yang kredibel adalah cara yang patut dibiasakan. Setelahnya, sejenak mengambil jeda dari paparan berita yang intens pun dapat membantu menjaga keseimbangan mental pula.

Memilih Bacaan dengan Bijak untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Dalam dunia yang penuh dengan informasi, kunci untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan memilih bacaan dengan bijak. Dengan menyaring informasi, memilih sumber berita yang terpercaya, dan menjaga keseimbangan antara berita positif dan negatif, dapat memguatkan kesehatan mental dan membangun pandangan yang lebih seimbang terhadap dunia di sekitar kita. Ingatlah, apa yang Anda baca memiliki kekuatan untuk membentuk pikiran dan emosi Anda, jadi ayo memilih dengan bijak!

Referensi

Media Centre WHO. (2018). Mental health: strengthening our response. Fact Sheet N°220. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health strengthening-our-response

Zhao, N., & Zhou, G. (2020). Social Media Use and Mental Health during the COVID‐19 Pandemic: Moderator Role of Disaster Stressor and Mediator Role of Negative Affect. Applied Psychology: Health and Well-Being, 12(4), 1019–1038.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *