Bebaskan Lautan: Masa Depan Daur Ulang dan Ekonomi Sirkular Plastik

Jutaan ton plastik berakhir di lautan setiap tahun, mencemari ekosistem, membahayakan makhluk hidup, dan bahkan masuk ke rantai makanan kita. Tapi di tengah krisis ini, muncul inovasi dari sebuah perusahaan rintisan asal Jerman yang berlokasi di Batam, perusahaannya bernama PT Free The Sea

blank

Lautan menjadi salah satu wilayah yang menghadapi ancaman serius dari polusi plastik. Jutaan ton plastik berakhir di lautan setiap tahun, mencemari ekosistem, membahayakan makhluk hidup, dan bahkan masuk ke rantai makanan kita. Tapi di tengah krisis ini, muncul inovasi dari sebuah perusahaan rintisan asal Jerman yang berlokasi di Batam, perusahaannya bernama PT Free The Sea. Perusahaan ini merupakan perusahaan daur ulang sampah plastik yang kemudian mengolah sampah tersebut menjadi barang dengan nilai guna yang tinggi.

PT. Free The Sea bukan sekadar perusahaan daur ulang plastik biasa. Mereka memiliki visi besar “Menciptakan ekonomi sirkular plastik di tingkat global”. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan tersebut tidak hanya ingin mengumpulkan dan mendaur ulang plastik sekali pakai, tetapi juga ingin mendesain ulang sistem konsumsi plastik agar tidak hanya berakhir di lautan. Lalu, bagaimana caranya perusahaan yang mendukung gerakan menjaga lingkungan ini dapat mewujudkan visinya?

Dari Sampah Menjadi Berkah

Perusahaan daur ulang PT. Free The Sea memproses plastik bekas menjadi resin daur ulang yang memiliki kekuatan dan ketahanan setara dengan plastik murni. Proses tersebut dinamakan FTS Circular Compound, kata FTS memiliki akronik Free The Sea. Perusahaan tersebut memiliki formula khusus yang kemudian dicampurkan dengan plastik bekas, sehingga setelah melalui pemrosesan, plastik bekas dapat “berubah” menjadi resin yang memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan kembali. Resin ini kemudian diubah menjadi plastik yang bermanfaat untuk banyak hal, mulai dari komponen otomotif hingga bahan konstruksi. Hal ini tentu saja membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pada plastik baru dan mengurangi jejak karbon industri plastik.

Selain itu, PT Free The Sea tidak hanya fokus pada teknologi. Perusahaan ini juga berkomitmen untuk membangun komunitas dan mendorong perubahan sosial. PT Free The Sea bekerja sama dengan nelayan dan masyarakat pesisir untuk mengumpulkan plastik bekas dan meningkatkan kesadaran tentang masalah polusi plastik. Menariknya, perusahaan ini juga bermitra dengan perusahaan dan merek lain untuk mempromosikan produk yang terbuat dari resin daur ulang mereka.

Adapun tahapan yang dilakukan perusahaan untuk mendaur ulang sampah plastik adalah sebagai berikut:

LANGKAH 1: PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Akibat sistem pengelolaan limbah yang kurang dan minimnya edukasi, sekitar 300 ton limbah plastik setiap hari berserakan di pulau Batam, Indonesia. Dilakukanlah strategi Pengembangan Masyarakat dengan membangun layanan pengelolaan limbah di area kritis yang mencemari lautan. Untuk mendukung hal tersebut, PT Free The Sea mendirikan titik drop-off daur ulang dengan mitra internasional dan lokal, serta mengorganisir pembersihan sampah plastik secara lokal, usaha yang harapannya dapat mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang masalah limbah sampah plastik.

LANGKAH 2: PENGUMPULAN

Aktivitas pengumpulan dibagi menjadi tiga cara utama: stasiun drop-off di komunitas di mana para pengumpul lokal dibayar di atas harga pasar untuk bahan yang mereka bawa, serta layanan pengambilan langsung dari bisnis dan industri, serta pembersihan laut. PT Free The Sea juga berkolaborasi dengan sekolah, organisasi nirlaba untuk mengumpulkan limbah plastik.

LANGKAH 3: PENYORTIRAN

Dalam langkah ini, PT Free The Sea bekerja sama dengan Bank Sampah Batam – inisiatif yang sepenuhnya dijalankan oleh komunitas perempuan lokal dengan tujuan mengurangi polusi sampah di masyarakat. Terdapat berbagai cara berkolaborasi dengan Bank Sampah. Sebagai contoh, bisnis lokal mengumpulkan limbah plastik dan menjualnya ke Bank Sampah di mana limbah sampah plastik disortir berdasarkan warna dan jenis material. Kemudian, PT Free The Sea membeli dari Bank Sampah.

LANGKAH 4: DAUR ULANG

Material limbah plastik sekali pakai diproses menjadi serpihan FTS Rescued Plastic® setelah proses penyortiran, penghancuran, pembersihan, dan pengeringan.

LANGKAH 5: PENCAMPURAN

Serpihan FTS Rescued Plastic® di-upcycle dalam proses pencampuran khusus menjadi polimer baru. Selama proses pencampuran, serpihan plastik yang dikumpulkan secara lokal dicampur dengan resin rekayasa daur ulang dalam formula rahasia yang dibuat oleh tim R&D PT. Free The Sea. Semua bahan dalam formula melalui proses pre-blending, ekstrusi, dan post-blending. PT Free The Sea menyebut resin daur ulang kami ”FTS Circular Compound”. Perusahaan juga telah mengembangkan formula yang toleran terhadap tingkat kontaminasi yang tidak akan diizinkan oleh proses daur ulang umum. Oleh karena itu, PT Free The Sea menyelamatkan limbah plastik dari nasibnya yang entah lambat-laun membusuk di lautan kita dan dimakan oleh hewan, tempat pembuangan sampah, atau pembakaran ilegal dan tidak terkendali.

LANGKAH 6: KONVERSI

Resin FTS Circular Compound kinerja tinggi dikirim ke perusahaan induk WIK Group, salah satu produsen peralatan rumah tangga terkemuka di dunia. Di WIK, resin berkualitas tinggi diubah menjadi peralatan rumah tangga berkualitas tinggi seperti mesin kopi dan dispenser air. Di mana sebagian besar material limbah adalah bahan kemasan plastik berumur pendek dan bernilai rendah, sekarang masuk ke dalam siklus aplikasi yang lebih awet dan lebih mahal.

Dampak Nyata Daur Ulang Sampah

Inisiatif PT Free The Sea membawa dampak positif yang nyata. Sejak didirikan pada tahun 2019, perusahaan ini telah mendaur ulang ratusan ton plastik dan bekerja dengan banyak nelayan dan bank sampah di Indonesia. Mereka juga telah berhasil memasarkan resin daur ulang mereka ke berbagai perusahaan.

Perjalanan perusahaan daur ulang ini tentu memberikan inspirasi bagi pembaca, bukan? Ini menunjukkan bahwa dengan inovasi, kolaborasi, dan tekad yang kuat, kita bisa mengatasi krisis polusi plastik dan membangun masa depan yang lebih baik untuk lautan dan planet kita.

Referensi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *