Tidak Kalah Dengan Amerika, Perusahaan Kendaraan Listrik Kini Ada Di Indonesia

Bagikan Artikel ini di:

Bangga menjadi warga negara Indonesia, tidak banyak diketahui oleh kalangan masyarakat pada umumnya, kini Indonesia telah mulai bertransformasi menjadi salah satu kiblat otomotif dunia, khususnya pada kendaraan listrik. Hal ini patut kita banggakan dan harus kita support secara penuh agar industri kendaraan listrik dapat berkembang pesat seperti negara Amerika yang telah memiliki Tesla.

Perusahaan yang sudah berdiri menjadi PT (Perseroan Terbatas) ini muncul dari tangan dingin seorang alumni dari kampus ITS Surabaya yang bernama Agus Mukhlisin dengan memanfaatkan program CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi). Sehingga lahirlah perusahaan khusus kendaraan listrik yang dapat memproduksi controller motor BLDC seperti pada artikel saya sebelumnya, battery management system, dan display dari kendaraan listrik tersebut. Perusahaan tersebut berbasis di Surabaya dan dinamakan PT. Wiksa Daya Pratama, komponen kendaraan listrik dari perusahaan tersebut telah banyak di aplikasikan pada kendaraan listrik, terutama pada kendaraan listrik GESITS dan mobil dakar terbaru yang digunakan untuk tour Indonesia, yaitu BLITS dan Kasuari.

Gambar 1. Mobil (kiri) Kasuari dan (kanan) BLITS 100% Electric (sumber:sportku.com)

Sekedar informasi tambahan, kedua mobil listrik tersebut menggunakan controller, battery management system, dan display langsung dari PT. Wiksa Daya Pratama sendiri, tangan dingin para engineer nya berhasil mengembangkan produk tersebut sehingga dapat diaplikasikan pada kendaraan mobil dakar, sebagaimana kita ketahui bahwa mobil dakar adalah mobil yang sering digunakan di wilayah padang pasir dan perlombaan nya sering kita dengar dengan Rally Dakar. Untuk pengetahuan tambahan lagi, controller yang dibuat sudah memasuki tahapan pengujian berkali-kali dengan menggunakan alat ukut dynamometer dan hasilnya controller tersebut dapat menahan power atau beban hingga 50kW bahkan dapat melebihi dari 50 kW. Fantastis bukan?

spesifikasi singkat dari mobil tersebut adalah

  • Controller motor BLDC 50 kW with liquid cooling
  • Motor BLDC 50 kW peak 75 kW with liquid cooling
  • Tegangan  300V  dan +/– 250 Ah

Saat ini, perusahaan tersebut sudah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan lain untuk pembuatan kendaraan listrik. Bahkan dari perusahaan BUMN juga tertarik bekerja sama dengan PT. Wiksa Daya Pratama tersebut, hal ini patut kita akui dan kita acungi jempol. Hasil yang telah diraih perusahaan tersebut atau produk yang dihasilkan dari perusahaan tersebut telah diaplikasikan oleh banyak kendaraan listrik, sehingga mulai saat ini lah Indonesia harus bangga dengan produk lokalnya sendiri.

PT. Wiksa Daya Pratama berumur sekitar lebih dari 2 tahun, tetapi produk yang dihasilkan sangat luar biasa. Perbandingan harga controller motor BLDC dari produk Golden Motor dengan PT. Wiksa Daya Pratama tergolong bisa bersaing.

Harga controller motor BLDC untuk power 10 kW dari Golden Motor dibanderoll dengan harga Rp. 10.000.000 bila dilihat langsung dari website Golden Motor. Harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya pengiriman menuju Indonesia.

Sedangkan controller motor BLDC yang dibuat oleh PT. Wiksa Daya Pratama dengan power yang sama dapat dibandrol dengan harga yang sama sekitar Rp. 10.000.000 dan tidak memerlukan biaya pajak dan ongkir pengiriman yang besar.

Berikut terdapat informasi tambahan mengenai produk yang dapat dibuat oleh PT. Wiksa Daya Pratama.

Gambar 2. Brosur Produk Wiksa Daya Pratama

Lithium batrai pack, merupakan produk sejenis aki yang terdapat pada kendaraan konvensional baik motor ataupun mobil tersusun seri dan parallel dari jenis baterai lithium ion. Informasi tambahan lagi, khusus untuk produk dari lithium baterai pack, dalam satu kesempatan terdapat tim balap yang ditunggangi salah satu bengkel yang cukup besar yaitu iquetech untuk diaplikasikan pada motor balap yang akan mengikuti kompetisi. Dan tim tersebut berhasil menjuarai  balap motor di posisi pertama, hal ini dikarenakan baterai lithium yang memiliki nilah discharge current yang lebih besar dari pada aki yang dijual di pasar pada umumnya, sehingga baterai pack tersebut menghasilkan daya kompresi yang sangat besar dan bagus untuk motor balap agar motor tersebut mendapatkan start yang mudah.

Gambar 3. Brosur Produk Wiksa Daya Pratama 2

Setelah melihat kedua brosur tersebut, apakah yang ada dalam benak pikiran anda? Jangan salah, Indonesia diisi oleh pemuda-pemuda cerdas dan hebat dalam berpikir. Mereka mengerti apa yang dibutuhkan dan mereka mengerti apa yang harus dilakukan.

Industri komponen kendaraan listrik dari perusahaan PT. Wiksa Daya Pratama bisa dikatakan salah satu atau satu-satunya perusahaan yang 100% fokus dalam komponen kendaraan listrik yang telah disebutkan di atas dan seluruh produk yang dibuat merupakan hasil riset dan pengembangan para engineer yang berada di perusahaan tersebut.

Produksi komponen kendaraan listrik dari PT. Wiksa Daya Pratama untuk saat ini berada di posisi base on order, tetapi order yang diterima dari perusahaan tersebut tidak main-main. Seperti yang telah saya tuliskan di atas, order yang diterima termasuk dari BUMN Indonesia.

Para engineer perusahaan tersebut berasal dari institusi yang berbeda-beda, seperti dari ITS, PENS, hingga Telkom University, bahkan para engineer mereka diambil langsung dari BLK (Balai Lembaga Kerja) dengan latar belakang teknik. Jadi, perusahaan tersebut telah digandrungi oleh tenaga professional yang ahli pada bidangnya.

Kita harus mendoakan, semoga Indonesia dikemudian hari akan bisa menjadi kiblat dari kendaraan listrik dunia dan kita harus senantiasa men support apapun itu yang bersifat produk asli dari Indonesia. Terimakasih

Referensi:

[1] Aki Motor Kompresi Tinggi. Maniak Motor. 2017. http://maniakmotor.com/aki-motor-wr-super-battery-eces-starter-mesin-kompresi-tinggi/ Diakses Pada Tanggal 20 Januari 2019

[2] Bidang Riset. SKO ITS. 2018. http://sko.its.ac.id/en/copyright/ Diakses Pada Tanggal 20 Januari 2019

[3] BLITS Mendapat Ujian. Sportku.com. 2018. https://sportku.com/read/35829/mobil-listrik-blits-mendapat-ujian Diakses Pada Tanggal 21 Januari 2019

Bagikan Artikel ini di:

Alat Neurostimulator yang Bekerja Secara Wireless Berpotensi Untuk Menyembuhkan Penyakit Epilepsi dan Parkinson

Bagikan Artikel ini di:

Sebagian besar dari pembaca Warstek.com disini pasti sudah sering mendengar penyakit Parkinson dan Epilepsi. Sebenarnya, apa sih penyakit Parkinson dan Epilepsi ini?

Penyakit Parkinson dan Epilepsi

Dikutip dari Parkinson’s Disease Handbook American Parkinson Disease Association, Parkinson merupakan penyakit yang disebabkan keadaan neurologis yang tergganggu sehingga menyebabkan gangguan pergerakan dan memengaruhi kemampuan sesorang dalam beraktivitas. Pada penyakit Parkinson terjadi kehilangan banyak neuron atau sel saraf pada beberapa bagian otak, termasuk area yang disebut Substantia Nigra atau bahasa latin dari Substansi Hitam. Disebut sebagai Substansi Hitam karena area tersebut dibawah mikroskop terlihat sangat gelap atau hitam. Neuron pada Substansi Nigra menghasilkan neurotransmitter yang disebut dopamin. Hormon dopamin disini berfungsi untuk mengatur pergerakan. Ketika jumlah sel pada Subtansi Nigra menurun, maka hormon dopamin pada otak juga menurun. Padahal hormon dopamin sangat penting untuk menyokong gerakan normal [1].

Gambar 1. Struktur Kimia Dopamin [2]

Sedangkan penyakit epilepsi dikutip dari Epilepsy Atlas World Health Organization merupakan kelainan medis dan sosial yang ditandai dengan sering terjadinya kejang-kejang. Kejang yang terjadi pada seseorang dapat bersifat idiopatik atau secara spontan tanpa sebab yang jelas dan bersifat simptomik atau memiliki gejala-gejala tertentu. Beberapa penyakit seperti hipokalsemia, meningitis, dan stroke apabila tidak ditangani dengan baik, kejang-kejang dapat terus berkepanjangan dan menyebabkan anoksia atau kondisi otak yang kekurangan oksigen, selanjutnya kekurangan oksigen pada otak akan menyebabkan kerusakan otak yang menjadi penyebab epilepsi [3].

Gambar 2. Ilustrasi Dokter dengan pasien [1]

Penyakit Parkinson dan Epilepsi memang memiliki gejala dan sebab yang berbeda, namun dari kedua penyakit tersebut akhirnya diketahui bahwa gangguan atau kelainan yang menyebabkan penyakit Parkinson dan Epilesi terjadi pada otak.

Neuromodulasi

Dalam perkembangan penyembuhan penyakit Parkinson dan Epilepsi, sebuah perangkat neuromodulasi yang dapat memodulasi saraf dengan cara menstimulus jalur abnormal saraf yang menyebabkan penyakit. Terapi neuromodulasi melakukan stimulasi ke saraf secara spesifik pada otak, tulang belakang atau saraf, dan terapi ini tidak bersifat invasif atau sedikit invasif tergantung pada target yang diterapi [4].

Prosedur terapi neuromodulasi bersifat reversible yang artinya perangkat neuromodulasi tersebut dapat tidak diaktifkan jika diperlukan. Terapi neuromodulasi dapat membantu untuk mengembalikan saraf yang rusak dengan perangkat yang dapat digunakan eksternal atau diimplant [4].

Wireless Neurostimulator

Baru-baru ini, sebuah perangkat berhasil dikembangkan di Universitas California, Barkeley,yang dapat menangkap dan menstimulasi sinyal elektrik pada otak secara simultan, dan berpotensi untuk menyembuhkan penyakit Parkinson dan epilepsi. Perangkat Neurostimulator yang disebut WAND (Wireless Artifact-free Neuromodulation) ini bekerja seperti alat pacu jantung pada otak, memberikan stimulus secara spesifik ke saraf yang membutuhkan.

Gambar 3. Wireless Neurostimulator UC, Barkeley [1]

Percobaan pertama perangkat ini dilakukan pada monyet. WAND melakukan monitoring sinyal elektrik aktifitas otak dan memberikan stimulasi elektris ketika dideteksi adanya gangguan pada saraf otak. Perangkat WAND bekerja secara wireless dan automasi, yang artinya perangkat tersebut menyetel parameter stimulasi sendiri untuk mencegah sinyal yang tidak diinginkan ketika sinyal tersebut diketahui sebagai penyebab tremor atau kejang. Perangkat ini juga dapat merekam aktifitas elektrik pada 128 titik pada otak dan bekerja secara closed-loop atau dapat menstimulasi dan merekam secara bersamaan dan mengatur parameter secara tepat waktu [5].

Gambar 4. Percobaan sistem WAND pada monyet [5].

Berbeda dengan sistem open-loop, closed-loop neuromodulasi dapat memberikan estimasi yang akurat dari substansi saraf dan sinyal yang terekam dan secara otamatis mengatur kapan dan bagaimana sebuah stimulasi diberikan ke otak. Dengan desain closed-loop, perangkat WAND dapat bekerja lebih adaptif karena memberikan terapi yang tepat sasaran, mengurangi efek samping, dan memperpanjang umur baterai pada perangkat wireless.

Studi terakhir menunjukkan stimulasi responsive merupakan pilihan yang baik pada pasien epilepsi, selain itu sistem closed-loop pada perangkat WAND dapat memberikan improvisasi stimulasi Deep Brain Stimulation (DBS) pada pasien Parkinson dan pasien penyakit motorik lainnya. Walaupun pada saat ini belum ada perangkat komersil dengan stimulasi DBS closed-loop untuk pasien dengan kelainan motorik dan pengimplementasian sistem tersebut masih dalam investigasi. Pada nyatanya, beberapa percobaan stimulasi DBS berhasil dilakukan dalam durasi singkat menggunakan perangkat yang tidak sepenuhnya diimplan. Untuk melanjutkan penelitian sistem closed-loop pada neuromodulation lebih lanjut, dibutuhkan platform penelitian yang lebih fleksibel untuk melakukan pengetesan dan pengimplementasian sistem closed-loop secara wireless [5]. Berikut adalah video dari Deep Brain Stimulation yang diaplikasikan pada penderita Parkinson

Sistem dan Desain WAND

WAND didesain sedemikian rupa agar berfungsi dan dapat diaplikasikan pada lingkungan yang berbeda-beda serta mengimbangi keterbatasan ukuran perangkat dan daya yang digunakan. Integrated Circuit (IC) pada perangkat WAND menggunakan Neuromodulation Integrated Circuit (NMIC) untuk memberikan pulsa stimulasi dengan rentang mulai dari 20uA sampai dengan current yang dibutuhkan DBS yakni 5mA. Selain itu, IC tersebut juga digunakan untuk menangkap sinyal Local Field Potential (LFP) dengan bandwidth sampai dengan 500Hz.

LFP merupakan sinyal yang banyak digunakan dalam aplikasi medis dan pada perangkat ini digunakan sebagai indikator adanya gangguan. Sinyal LFP sangat berguna untuk memahami proses neural dan sangat relevan dengan beberapa studi dasar neuroscience, mulai dari memahami bagaimana saraf dapat mengatur pergerakan dan cara kerja memori pada saraf.

Gambar 4. Integrated Circuit (IC) pada perangkat WAND [1]

Gambar 5. Circuit Elektronik WAND [1]

Walaupun saat ini sudah berkembang circuit elektronik yang mampu membaca sinyal high-channel, kecanggihan suatu circuit elektronik tersebut tidak bisa menoleransi, kadang semakin memperburuk, efek dari artifak stimulasi. High-channel pada perangkat stimulator ini penting karena semakin banyak channel yang digunakan, maka semakin banyak pula titik pengambilan sinyal dan titik stimulus yang diberikan. Sedangkan, artifak stimulasi adalah suatu kondisi sinyal yang tidak diinginkan, bahkan mengganggu dalam proses perekaman atau pengambilan sinyal. Stimulasi elektrik menghasilkan tegangan transien yang besar (artifak langsung), seiring dengan stimulasi current dan charge yang diberikan ke saraf dan beberapa elektroda terdekat. Artifak langsung dapat menyebabkan magnitude tegangan yang besar (dalam skala mV) sehingga menghalangi sinyal saraf (dalam skala uV).

Kemudian, diikuti dengan post-stimulus sinyal tegangan luruh (artifak tidak langsung) yang ditentukan dengan adanya perbedaan fasa stimulasi dan propertis elektroda yang digunakan. Amplifier circuit elektronik konvensional noise-rendah dan daya-rendah sangat sensitif terhadap artifak langsung dan tidak langsung. Sinyal yang dihasilkan akan mengalami saturasi dari kedua artifak tersebut. Pemulihan sinyal dapat berlangsung lama (dalam skala ms) yang menyebabkan data loss setelah pulsa stimulasi. Data loss yang terjadi walaupun dalam skala milisecond tidak diinginkan karena pada saat pemulihan sinyal, perangkat tidak dapat menangkap atau merekam sinyal saraf.

Saturasi sinyal dapat dicegah dengan menaikkan rentang input linear amplifier atau dengan mengurangi komponen sinyal amplitudo yang besar pada artifak. Durasi artifak dan direduksi dengan melakukan discharge secara cepat pada elemen circuit dari sinyal stimulus. Circuit elektronik pada WAND didesain menggunakan NMIC dengan improvisasi stimulasi dan arsitektur penangkapan sinyal yang dapat mencegah artifak dan meminimalisasi efeknya pada circuit.

Dalam konteks pengobatan medis, perangkat WAND dapat dikemas kedap udara dan digunakan sebagai terapi pada stimulasi otak dan secara bersamaan dilakukan monitoring terus-menerus pada respon saraf selama dilakukan terapi. Sebagai contoh, pada pasien penyakit Parkinson diterapi dengan DBS, Swann, dan lainnya, kemudian dari hasil terapi dan monitoring tersebut ditemukan substansi biologi lainnya yang berhubungan dengan diskinesia yang merupakan efek samping dari terapi DBS berupa gerakan tidak terkendali pada lidah, bibir, dan wajah. Sistem closed-loop yang digunakan pada perangkat WAND secara adaptif mampu dimodifikasi pada aplikasi yang dibutuhkan sehingga dapat mengurangi efek samping yang merugikan.

Referensi

[1] Mraz, Stephen. 2019. Neurostimulator “Listens”, then Applies “Curing” Stimulation to the Brain. Diakses dari : https://www.machinedesign.com/community/neurostimulator-listens-then-applies-curing-stimulation-brain pada tanggal 16 Januari 2019

[2] Wikipedia. Dopamin. Diakses dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Dopamin pada tanggal 23 Januari 2019

[3] American Parkinson Disease Association. 2017. Parkinson’s Disease Handbook. Amerika : Medtronik

[4] Epilepsy Atlas. 2005. Epilepsy : The Disorder. Amerika : WHO

[5] Zhou, Andy., Santacruz, Samantha R., Johnson, Benjamin C., Alexandrov, George., Moin, Ali., Burghardt, Fred L., Rabaey, Jan M., Carmena, Jose M., Muller, Riky . 2019. WAND: A 128-channel, closed-loop, wireless artifact-free neuromodulation device. USA : Universitas of California, Berkeley

Bagikan Artikel ini di:

Kenali Komponennya, Sebelum Membuat Kendaraan Listrik (Base On Experience)

Bagikan Artikel ini di:

Perkembangan teknologi pada abad ke-21 sangatlah pesat bagi, terlebih pada era sekarang telah menginjak teknologi 4.0 dimana pendidikan juga mengacu pada teknologi 4.0. Apakah kendaraan listrik termasuk di dalamnya? Jawabannya adalah “tentu dan pastinya”.

Di negara maju seperti Amerika, mereka memiliki brand sendiri terkait kendaraan listrik bernama Tesla. Sebagai negara berkembang, Indonesia juga tidak ingin kalah. Salah satu produk unggulan Indonesia  dalam kendaraan listrik adalah GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS), satu-satunya produk otomotif yang dikembangkan dan prototypenya dibuat langsung oleh salah satu institusi negeri Indonesia.

Gambar 1. Motor GESITS Saat Test Performa Oleh Menristek Dikti (sumber: ristekdikti.go.id)

Mengenal kendaraan listrik, kurang lengkap rasanya bila kita tidak mengenal juga komponen apa saja yang tersusun dalam kendaraan listrik. Lanjutan dari artikel saya yang membahas bagaimana cara pemilihan baterai kendaraan listrik, dan pada kesempatan kali ini akan dilanjutkan sharing berdasarkan pengalaman pribadi untuk mengenal komponen kendaraan listrik. Secara sederhana untuk membuat kendaraan listrik dapat dilihat pada diagram blok berikut.

Gambar 2. Diagram Blok Sederhana E-Powertrain EV

Tetapi, dibutuhkan komponen tambahan seperti chasis, body, ban, dll yang bersifat penunjang agar kendaraan listrik dapat dipakai. Berikut adalah list komponen yang diperlukan dalam membuat kendaraan listrik:

  1. Baterai Rechargeable 
  2. Controller Motor BLDC
  3. Motor Listrik BLDC
  4. Wiring Harness
  5. Battery Management System
  6. Charger Battery

Komponen terbanyak adalah komponen untuk penunjang baterai, karena  tidak dipungkiri kalau baterailah yang menjadi sumber utama dari kendaraan listrik tersebut dan baterai menyimpan energi yang memiliki sifat direct current. Pada artikel selanjutnya akan saya kupas satu persatu dari setiap komponen kendaraan listrik tersebut, kecuali tentang baterai yang sudah dibahas di artikel Pemilihan Baterai Untuk Kendaraan Listrik (A123 System AMP20M1HD-A)

Untuk controller motor BLDC kita dapat menjumpai berbagai merk dan tipe berdasarkan beban dari motor listrik BLDC. Contohnya dari controller motor BLDC  yang digunakan oleh Tesla adalah controller merk Zilla dari kabar yang beredar, tetapi controller yang digunakan oleh Zero motorcycle adalah Sevcon. Kedua controller motor tersebut merupakan merk yang memiliki harga dan kualitas yang baik. Kualitas dari segi safety. Berikut tampilan kedua controller paling mutakhir tersebut.

(1)                                                                         (2)

Gambar 3. Controller Motor BLDC (1) Zilla Controller Motor BLDC (2) Sevcon Controller Motor BLDC

Tidak hanya kedua merk tersebut, ada merk yang sangat bersahabat bagi kita yaitu merk Kelly dan Golden motor. Harga yang ditawarkan relatif murah tetapi dengan kualitas safety yang ditawarkan tidak sebagus kedua  controller di atas (zilla dan sevcon). Untuk controller sevcon, saya pribadi bisa mengatakan bahwa controller tersebut adalah controller  terbaik, dikarenakan sistem safety dan interlock dari controller sevcon sangat bagus. Dan bagi yang belum mengetahui Zero motorcycle, sama seperti Tesla. Zero berasal dari negara adidaya Amerika, tetapi khusus untuk motor listrik.

Dari penjelasan singkat tentang pengenalan controller, dapat kita ketahui bahwa controller memiliki fungsi untuk memutar atau drive dari motor BLDC dengan power yang dikeluarkan 3 fasa, sehingga sinyal keluaran dari controller motor BLDC memiliki sinyal trapezoidal sinusoidal.

Dan informasi tambahan, di Indonesia juga sudah ada loh perusahaan yang bergerak dalam manufaktur controller motor BLDC, buatan asli Indonesia 100%. Nantikan artikel saya berikutnya.

Selanjutnya adalah motor BLDC, sebagai motor komponen penting lain nya. Motor BLDC memiliki fungsi untuk menggerakkan kendaraan listrik. Tidak perlu engine tambahan seperti pada kendaraan konvensional. Motor BLDC hanya memerlukan pulley dari motor ke ban kendaraan listrik untuk dapat menggerakkan kendaraan tersebut. Untuk merk motor yang dapat direkomendasikan adalah motor BLDC punya zero motorcycle sendiri, selain itu ada juga merk Curtis. Kedua merk tersebut dapat di drive menggunakan controller sevcon. Dan saya sebagai penulis pernah melakukan drive dengan controller sevcon dan Zero Motor. Berikut tampilan dari motor BLDC Curtis dan Zero motorcycle.

(1)                                                              (2)

Gambar 4. Motor BLDC (1) Curtis Motor (2) Zero Motorcycle

Selain kedua motor BLDC tersebut, ada merk yang lebih bersahabat dan mudah dalam aplikasinya. Yaitu Golden Motor. Jadi, golden motor menyediakan satu paket langsung antara controller dan motor BLDC. Dimulai dari baterai, controller motor, hingga motor BLDC. Cukup dengan 3 komponen ini saja kendaraan listrik sudah bisa kita buat dengan penambahan komponen penunjang seperti chasis, ban, body, dan lain sebagainya.

Perusahaan manufaktur motor listrik BLDC juga terdapat di Indonesia, kita patut bangga. Nantikan artikel saya berikutnya.

Untuk rangkaian sederhananya bagaimana kita dapat merangkai komponen seluruh komponen tersebut? Dari manual book setiap controller pastinya sudah memiliki masing-masing bagaimana cara merangkainya. Tetapi, di sini saya akan memberikan alur diagram sederhana agar mudah dipahami bagaimana dalam membuat kendaraan listrik.

Gambar 5. Wiring Harness Kendaraan Listrik

Di dalam gambar 5 tersebut, terdapat komponen tambahan berupa DC to DC, contactor, switch, emergency shutdown dan Fuse. Ketiga komponen tersebut termasuk di dalam wiring harness. Untuk lebih lengkap akan terasa sulit membacanya bila masih awal, oleh karena itu saya gambar lagi dengan tampilan yang sederhana agar mudah dipahami.

Terakhir adalah battery management system dan charger dari baterai, secara sederhana battery management system merupakan perangkan elektronik yang berfungsi sebagai pengaman dari baterai saat kondisi charging dan discharging agar kondisi baterai senantiasa baik. Untuk battery management system mungkin saya sebagai penulis dapat merekomendasikan merk dari orion, sedangkan untuk charger dapat kita pilih sesuai kebutuhan kita masing-masing. Lebih tergantung terhadap sifat dari baterai tersebut. Berikut tampilan dari battery management system orion.

Gambar 6. Battery Management System Orion

Oke temen-temen. Sekian dulu artikel untuk pengenalan komponen kendaraan listrik, pada artikel selanjutnya saya akan berusaha untuk menjelaskan satu-persatu dari komponen tersebut. Hingga bagaimana kita dalam membuat komponen tersebut sendiri. Bila ada yang ingin didiskusikan bisa komentar pada kolom komentar dibawah. Terimakasih.

Referensi:

[1] Thunderstuck. Sevcon Gen4 Product Manual.  https://www.thunderstruck-ev.com/images/Gen4 Product Manual V3 4.pdf Pada Taggal 11 Januari 2019

[2] Yoney, Domenick. Return of The Monster! Zilla Controller Headed for Washington. https://www.autoblog.com/2009/09/01/return-of-the-monster-zilla-controller-production-headed-for-wa/ Pada Tanggal 11 Januari 2019

[3] Zero Motocycle. Going Electric Technology. https://www.zeromotorcycles.com/technology/ Pada Tanggal 11 Januari 2019.

[4] Orion BMS. Operation Manual. https://www.orionbms.com/manuals/pdf/operational_manual.pdf Pada Tanggal 11 Januari 2019.

Bagikan Artikel ini di: