Teknologi Tanaman Transgenik

Teknologi Tanaman Transgenik

Salah satu kendala dalam produksi suatu komoditas tanaman di negara yang beriklim tropis dan lembab adalah serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) seperti serangga hama dan patogen tumbuhan. Bahkan pada tanaman tertentu seperti padi, serangga hama masih merupakan kendala utama dan menjadi masalah serius, misalnya wereng coklat dan penggerek batang.

Di negara maju, seperti AS, untuk menanggulangi OPT dari jenis serangga hama, petani sudah menggunakan insektida hayati yang berasal dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) selama lebih dari 30 tahun. Namun secara komersial produksi insektisida hayati terbatas dan pengaruh perlindungannya hanya berumur pendek. Selain pengendalian dengan insektisida, petani juga menggunakan varietas tahan. Penggunaan varietas tahan merupakan cara pengendalian serangga hama yang murah dan ramah lingkungan (Herman, 2002).

Perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan melalui modifikasi genetik baik dengan pemuliaan tanaman secara konvensional maupun dengan bioteknologi khususnya teknologi rekayasa genetik. Kadang-kadang dalam perakitan varietas tanaman tahan serangga hama, pemulia konvensional menghadapi suatu kendala yang sulit dipecahkan, yaitu langkanya atau tidak adanya sumber gen ketahanan di dalam koleksi plama nutfah. Contoh sumber gen ketahanan yang langka adalah gen ketahanan terhadap serangga hama, misalnya penggerek batang padi, penggerek polong kedelai, hama boleng ubi jalar, peng-gerek buah kapas (cotton bolworm), dan penggerek jagung (Herman, 2002).

Baca juga: Rambut Rontok? Simak Cara Perawatannya

Gambar Konsep Tanaman Transgenik

Akhir-akhir ini, kesulitan pemulia konvensional tersebut dapat diatasi dengan teknologi rekayasa genetik melalui tanaman transgenik. Pemuliaan dan perekayasa genetik mempunyai tujuan yang sama. Pemuliaan tanaman secara konvensional melakukan persilangan dan atau seleksi, sedangkan perekayasa genetik mengembangkan secara terus menerus dan memanfaatkan teknik isolasi dan transfer gen dari sifat yang diinginkan.

Dengan berkembangnya teknologi rekombinan DNA telah membuka pintu untuk merakit tanaman tahan hama dengan rekayasa genetika. Teknologi ini mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan teknologi konvensional, yaitu:

  1. Memperluas pengadaan sumber gen resistensi karena dengan teknologi ini kita dapat menggunakan gen resisten dari berbagai sumber, tidak hanya dari tanaman dalam satu spesies tetapi juga dari tanaman yang berbeda spesies, genus atau famili, dari bakteri, fungi, dan mikroorganisme lain
  2. Dapat memindahkan gen spesifik ke lokasi yang spesifik pula di tanaman
  3. Dapat menelusuri stabilitas gen yang dipindahkan atau yang diintroduksi ke tanaman dalam setiap generasi tanaman
  4. Dapat mengintroduksi beberapa gen tertentu dalam satu event transformasi sehingga dapat memperpendek waktu perakitan tanaman multiple resistant
  5. Perilaku gen yang diintroduksi di dalam lingkungan tertentu dapat diikuti dan dipelajari, seperti kemampuan gen tersebut di dalam tanaman tertentu untuk pindah ke tanaman lain yang berbeda spesiesnya (outcrossing), dan dampak negatif dari gen tersebut di dalam tanaman tertentu terhadap lingkungan dan organisme bukan target (Usyati dkk., 2009).

Baca juga: Lavender: Si Ungu Penyembuh Insomnia

Tanaman transgenik merupakan tanaman hasil rekayasa di mana diintroduksi seutas (sepotong) DNA dari organisme lain pada genom tanaman tersebut. Proses ini dikenal dengan istilah transformasi. Potongan DNA yang diintegrasikan pada genom tanaman ini biasanya didapatkan dari organisme yang ada di alam seperti bakteria dan tanaman juga. Konstruk gen yang diintroduksi ke tanaman pada umumnya mengandung 3 elemen, yaitu (1) promoter yang berfungsi untuk mengaktifkan dan menidakaktifkan gen yang diintroduksikan, (2) gen yang diintroduksi yang mengekspresikan sifat yang diinginkan, dan (3) terminator, yaitu untuk menghentikan signal pembacaan dari sekuen gen yang diintroduksi dalam proses pembentukan protein. Ada beberapa promoter yang sering digunakan dalam perakitan tanaman transgenik, tetapi yang umumnya digunakan adalah P-35S yang berasal dari Cauliflower Mosaic Virus. Sekuen untuk terminator adalah T-NOS yang umumnya berasal dari Agrobacterium tumefacien (Bahagiawati dan Sutrisno, 2007).

Kapas Trasngenik

Gen Bt

Gen Bt adalah hasil isolasi bakteri tanah B. thuringiensis dan telah digunakan oleh petani di negara maju sebagai pestisida hayati yang aman sejak puluhan tahun yang lalu. Istilah populer cry merupakan singkatan dari crystal sebagai representasi gen dari strain Bt yang memproduksi protein kristal yang bekerja seperti insektisida (insecticidal crystal protein) yang dapat mematikan serangga hama. Sampai saat ini, telah diisolasi gen Bt yang dimasukkan ke dalam 8 kelompok atau kelas cry. Kelas cry tersebut dikelompokkan berdasarkan virulensinya yang spesifik terhadap kelompok serangga sasaran. Sebagai contoh cryI, cryIX, dan cryX mematikan serangga golongan Lepidoptera, cryV bisa mematikan golongan Lepidoptera dan Coleoptera (Herman, 2002).

Baca juga: Plastik Bagi Kehidupan: Masalah dan Solusi Bagi Lingkungan

Pengaturan Pemanfaatan Tanaman Transgenik

Ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah ada belum cukup mengatur keamanan hayati suatu produk pertanian hasil rekayasa genetik. Sehubungan dengan hal tersebut, dipandang perlu menetapkan ketentuan keamanan hayati produk pertanian hasil rekayasa genetik dalam Keputusan Menteri Pertanian No. 856/Kpts/HK. 330/9/1997 tentang Ketentuan Keamanan Hayati Produk Bioteknologi Pertanian Hasil Rekayasa Genetik (PBPHRG). Karena di dalam Keputusan Menteri Pertanian tersebut belum mencakup aspek keamanan pangan maka telah ditetapkan Keputusan Bersama Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Negara Pangan dan Hortikultura No. 998.1/Kpts/OT.210/9/99; 790.a/Kpts-IX/1999; 1145A/ MENKES/SKB/IX/199; 015A/Nmeneg PHOR/09/1999 tentang Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan Produk Pertanian Hasil Rekayasa Genetik (PPHRG) (Herman, 2002).

Keputusan ini dimaksudkan untuk mengatur dan mengawasi keamanan hayati dan keamanan pangan pemanfaatan PPHRG, agar PPHRG tidak mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia, keanekaragaman hayati (termasuk hewan, ikan, tumbuhan), dan lingkungan. Sedangkan ruang lingkupnya mencakup pengaturan, jenisjenis, syarat-syarat, tata cara, hak dan kewajiban, pemantauan, pengawasan dan pelaporan keamanan hayati dan keamanan pangan pemanfaatan PPHRG.

Keberadaan tanaman transgenik dan produknya di pasar dunia telah memicu reaksi masyarakat yang kontroversial. Hal ini disebabkan antara lain produk rekayasa genetika ini merupakan hasil teknologi baru yang belum teruji sebelumnya seperti produk teknologi konvensional yang telah dipakai selama puluhan bahkan ratusan tahun. Namun demikian, sejak produk tanaman transgenik ini dipasarkan pada tahun 1996 tercatat juga penerimaan produk ini di pasaran global yang dinyatakan oleh pernyataan dari berbagai negara, terutama negara-negara industri, bahwa beberapa produk yang telah dipasarkan aman untuk dikonsumsi manusia dan hewan ternak. Produk tanaman transgenik ini telah diterima di beberapa negara konsumen secara legal, negara-negara tersebut menerima dan menyetujui untuk memasarkan produk tanaman transgenik ini dengan mengeluarkan pernyataan persetujuan (approved) bahwa produk tanaman transgenik ini aman untuk makanan manusia dan ternak (Bahagiawati dan Sutrisno, 2007).

Kekhawatiran dampak negatif produk tanaman transgenik telah memicu beberapa negara untuk membuat, mengesahkan, dan menerapkan peraturanperaturan yang menjamin pemanfaatan hasil bioteknologi modern ini agar tidak membahayakan pemakai (konsumen) serta tidak merusak keanekaragaman hayati. Untuk melindungi hak konsumen untuk memilih asal dan jenis produk yang akan digunakan, maka diadakan peraturan-peraturan yang mengatur tentang pelabelan produk asal tanaman transgenik. Keberadaan undang-undang untuk pelabelan produk hasil rekayasa genetika (Genetically Modified Organism atau GMO) memerlukan metode untuk mendeteksi keberadaan GMO dalam suatu produk pangan atau pakan yang berasal dari tanaman transgenik (Bahagiawati dan Sutrisno, 2007).

Referensi:

  • Bahagiawati dan Sutrisno. 2007. Pemanfaatan Tanaman Hasil Rekayasa Genetik: Status, Regulasi, dan Metode Deteksi di Indonesia. Jurnal AgroBiogen 3(1):40-48. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor.
  • Herman, Muhammad. 2002. Perakitan Tanaman Tahan Serangga Hama melalui Teknik Rekayasa Genetik. Jurnal Buletin AgroBio 5(1):1-13. Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor.
  • Usyati, dkk. 2009. Keefektivan Padi Transgenik terhadap Hama Penggerek Batang Padi Kuning Scirpophaga incertulas (Walker) (Lepidoptera: Crambidae). Jurnal Entomol Indon  Vol. 6, No. 1, 30-41. Bogor.

Menyaring Air Kotor dengan Metode Sederhana, Solusi Atasi Kelangkaan Air Bersih

Air bersih

Air merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui namun terbatas. Siklus air membuatnya tersedia dalam jumlah tertentu setiap tahun di sebuah lokasi tertentu. Dengan kata lain, setiap daerah (lokasi) tertentu memiliki jumlah air yang sama setiap tahunnya.[1]

Praktek-praktek pembuangan liar limbah/sampah ke perairan (seperti sungai, waduk, dan danau) mengakibatkan air dalam perairan yang sebelumnya bersih menjadi kotor dan keruh hingga memotong pendeknya ketersediaan air bersih. Air sumur pun turut serta tercemar. Mengingat air sumur berasal dari resapan sumber-sumber air disekitarnya. Bukan tidak mungkin, tanpa disadari air yang kita konsumsi ternyata menggulingkan kekebalan tubuh kita.

Penurunan kualitas air yang terjadi ada yang disebabkan tercemarnya air sumur oleh bakteri golongan coliform yang diakibatkan dari kepadatan penduduk, buruknya sistem pembuangan limbah masyarakat, pembuatan wc, septik tank dan sumur resapan yang kurang memenuhi persyaratan dengan baik ditinjau dari kualitas maupun tata letaknya terhadap sumber pencemar.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform merupakan bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik dan masuk dalam golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. [2] Banyaknya bakteri coliform dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut mengandung patogen ( bibit penyakit ).

Selain bakteri coliform, penurunan kualitas air disebabkan pula oleh adanya kekeruhan. Kekeruhan terjadi disebabkan oleh adanya zat tersuspensi dalam air. Zat tersuspensi yang terdapat dalam air terdiri dari berbagai macam zat, misalnya lumpur, pasir halus, lempung dan sebagainya. [2]

Kelangkaan air bersih menjadi masalah serius dalam hidup. Pasalnya air bersih banyak digunakan dalam berbagai kegiatan. Diantaranya mencuci, mengepel, mandi, minum, dsb. Mandi dan minum, kedua kegiatan ini selalu menggunakan air bersih dan dilakukan setiap manusia. Sehingga semakin banyak populasi manusia, semakin meningkat pula kebutuhan akan air bersih.

Oleh karena itu, perlu adanya solusi untuk mengatasi fenomena langkanya air bersih ini dengan mengurangi pasokan air kotor. Salah satunya ialah dengan memfiltrasi (menyaring) air yang kotor menjadi air bersih dengan metode saringan pasir lambat yang relatif sederhana. Selain air yang bersih, air tersebut juga memiliki dampak baik bagi kesehatan.

Saringan Pasir Lambat

Slow Sand filter atau saringan pasir lambat adalah bak saringan yang menggunakan pasir sebagai media penyaringan dengan ukuran butiran sangat kecil, namun mempunyai kandungan kuarsa yang tinggi. Proses penyaringan berlangsung secara gravitasi, sangat lambat, dan simultan pada seluruh permukaan media. Proses penyaringan merupakan kombinasi antara proses fisis (filtrasi, sedimentasi dan adsorbsi), proses biokimia dan proses biologis. Saringan pasir lambat lebih cocok mengolah air baku, yang mempunyai kekeruhan sedang sampai rendah, dan konsentrasi oksigen terlarut (dissolved oxygen) sedang sampai tinggi.

Ukuran media pasir yang sangat kecil akan membentuk ukuran pori-pori antara butiran media juga sangat kecil.Meskipun ukuran pori-porinya sangat kecil, ternyata masih belum mampu menahan partikel koloid dan bakteri yang ada dalam air baku. Akan tetapi dengan aliran yang berkelok-kelok melalui pori-pori saringan dan juga lapisan kulit saringan, maka gradien kecepatan yang terjadi memberikan kesempatan pada partikel halus, untuk saling berkontak satu sama lain, dan membentuk gugusan yang lebih besar, yang dapat menahan partikel sampai pada kedalaman tertentu, dan menghasilkan filtrat yang memenuhi persyaratan kualitas air minum.

Sejalan dengan proses penyaringan, bahan pencemar dalam air baku akan bertumpuk dan menebal di atas permukaan media pasir. Setelah melampaui periode waktu tertentu, tumpukan tersebut menyebabkan media pasir tidak dapat merembeskan air sebagai mana mestinya, dan bahkan menyebabkan debit effluent menjadi sangat kecil, dan air yang ada di dalam bak saringan mengalir melalui saluran pelimpah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa media pasir penyaring sudah mampat (clogging). Untuk memulihkan saringan yang mampat, pengelola harus segera mengangkat dan mencuci media pasir menggunakan alat pencuci pasir. Saringan pasir lambat akan beroperasi secara normal kembali, kurang lebih dua hari setelah melakukan pengangkatan atau pencucian media pasir.[3]

Ketebalan media pasir mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian, semakin tebal media pasir, semakin baik kualitas air bersih. Namun, kecepatan penyaringan semakin lambat.

Referensi

[1]Lester R. Brown, dkk. , 1999. Masa Depan Bumi. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia, Terjemahan

[2]Dwi Maryani, dkk., 2014. Pengaruh Ketebalan Media dan Rate filtrasi
pada Sand Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform. Jurusan Teknik Lingkungan. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS diakses dari 162078-ID-pengaruh-ketebalan-media-dan-rate-filtra.pdf pada 30 November 2019

[3]Rachmat Quddus, 2014. Teknik Pengolahan Air Bersih dengan Sistem Saringan Pasir Lambat (downflow) yang Bersumber dari Sungai Musi. Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya  diakses dari 212134-teknik-pengolahan-air-bersih-dengan-sist.pdf pada 23 Desember 2019

Sulit Mengingat dan Gampang Lupa? Yuk Terapkan Berbagai Teknik Memori Ini!

Tabel Periodik

Konon, pandangan manusia tentang memori mereka berubah setelah peristiwa ini terjadi.

Dahulu kala, ada seorang penyair Yunani yang bernama Simonides. Ia membacakan sebuah syair pujian bagi Scopas, seorang bangsawan Thessalia. Saat Simonides duduk kembali, seorang kurir menepuk pundaknya dan menyampaikan bahwa dua orang pemuda penunggang kuda sedang menunggu di luar, ingin segera menyampaikan sesuatu yang penting kepadanya. Ia berdiri lagi dan berjalan ke luar. Bersamaaan saat ia melewati ambang pintu, atap ruang pesta itu runtuh dengan suara gemuruh yang dahsyat. Jasad para korban bercampur dengan serpihan dan debu batu pualam yang berserakan.

Kini, ia berdiri di depan tempat kejadian runtuhnya bangunan itu. Team penyelamat berusaha keras menggali puing-puing bangunan yang runtuh. Jasad korban yang berhasil mereka keluarkan dari reruntuhan begitu rusak sehingga sulit dikenali. Tidak ada seorang pun yang dapat memastikan siapa saja yang telah menjadi korban. Kemudian, sesuatu hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya terjadi, mengubah pandangan orang-orang tentang memori mereka.

Simonides memejamkan matanya dan membawa pikirannya ke kekacauan yang ada di sekitarnya, kemudian membalik waktu dalam pikirannya.

Semuanya berada pada tempatnya seperti semula. Batu pualam kembali menjadi pilar-pilar, bongkahan semen yang berserakan seolah-olah kembali ke wujudnya semula. Serpihan kayu yang berserakan kembali menjadi sebuah meja. Ia menangkap bayangan semua tamu pesta duduk di tempat masing-masing, tak punya firasat sama sekali akan terjadinya bencana.

Scopas tertawa di ujung meja, ada penyair lain yang duduk di sebelahnya, sedang memebrsihkan kuah sisa makan dengan sekerat roti. Seorang bangsawan tampak sedang tersenyum sinis. Simonides mengalihkan pandangannya ke jendela, kurir-kurir itu mendekat, kelihatannya akan menyampaikan kabar penting.

Ia membuka matanya. Ia menuntun tiap kerabat korban yang histeris tidak bisa menemukan jasad anggota keluarganya, melangkah melewat reruntuhan dengan hati-hati, memandu mereka satu persatu ke tempat orang-orang yang mereka cintai duduk.

Menurut legenda, pada saat itulah, legenda mengingat sesuatu dilahirkan.

Apakah Anda bisa memiliki memori seperti Simonides? Tentu saja! Sangat bisa! Bahkan lebih dari itu!

Sebelumnya, saya ingin bertanya. Anda pasti pernah kan lupa meletakkan sesuatu? Seperti lupa di mana letak kacamata, padahal ada di depan Anda. Lupa meletakkan bolpoin, padahal bolpoinnya sedang Anda pegang. Kemarin baru saja berkenalan deengan teman baru, tetapi hari ini ketika bertemu lagi, Anda sudah lupa namanya. Yang lebih parah lagi, ketika Anda diminta ibu untuk belanja ke pasar untuk kebutuhan memasak, hampir pasti Anda akan lupa jika Anda tidak mencatatnya di kertas atau telepon, atau mungkin Anda memilih untuk terus mengucapkan daftar barang belanjaan di sepanjang jalan.

Pertanyaannya, apakah ada cara yang lebih efektif dan efisien untuk mengingat?

Tentu saja ada! Lalu, bagaimana ya caranya?

Nah, berikut ini adalah tiga teknik yang dapat digunakan untuk melejitkan daya ingat:

  1. Mind palace

Dalam Ad Herennium, memori dibagi menjadi dua, yaitu memori alami dan memori buatan (artificial). Memori alami adalah memori yang tertanam dalam pikiran kita, sedangkan memori buatan adalah memori yang diperkuat oleh pelatihan dan sistem disiplin. Memori buatan memiliki dua komponen dasar: citra dan lokasi. Citra merepresentasikan hal yang ingin kita ingat dan lokasi atau disebut juga dengan loci, jamaknya locus, dalam bahasa Latin adalah tempat citra disimpan.

Loci atau yang sering disebut istana memori, mind palace atau memory palace adalah sebuah ruangan yang sudah kita kenal dengan baik dan dapat kita gunakan untuk menyimpan citra-citra yang ingin kita ingat. Jadi, tidak diperlukan suatu istana yang mirip seperti yang ada film-film fantasi atau dongeng. Bahkan, tidak harus sebuah bangunan. Sebuah rute perjalanan di suatu kota, stasiun pemberhentian kereta api, atau bangunan yang imajiner pun juga dapat kita gunakan selagi hal itu sangat familiar dengan kita atau dapat kita visualisasikan dengan mudah.

Lokasi Rumah Virtual (Mind Palace)

Gambar di atas adalah contoh mind palace. Kita dapat mengurutkan lokasi bagian dari rumah virtual sebagai berikut:

  1. Taman depan
  2. Mobil
  3. Teras depan
  4. Sofa
  5. Kamar tidur utama
  6. Kamar mandi
  7. Meja makan
  8. Kamar tidur anak
  9. Dapur
  10. Kamar tamu
  11. Teras belakang
  12. Taman belakang

Misalnya, kita mempunyai sepuluh hal yang ingin kita ingat, yaitu:

  1. Acar bawang putih
  2. Keju cottage
  3. Sekerat salmon
  4. Enam botol anggur putih
  5. Kaus kaki (tiga pasang)
  6. Tiga buah hulahup
  7. Barometer
  8. Mesin es kering
  9. E-mail Sophia
  10. Sosis rusa kutub
  11. Megafon dan kursi sutradara
  12. Jaring dan tali

Kita akan mencoba mengubahnya menjadi sebuah gambar atau citra mencolok yang dapat disimpan di dalam mind palace. Kuncinya, apa saja yang dapat dibayangkan dapat dicetak ke dalam memori seseorang, dan disimpan dalam urutan yang baik dengan cara menyusun mereka secara mental dalam sebuah ruangan yang dapat dibayangkan.

Benda yang harus diingat

Benda yang harus diingat

Cobalah bayangkan sebotol besar acar putih diletakkan di jalan menuju ke rumah Anda. Anda bisa membayangkan rumah Anda sendiri atau mengikuti rumah virtual yang tertera di gambar. Bayangkan harum acar putih yang menyenangkan, dan Anda boleh membesarkan-besarkan proporsinya. Bayangkan Anda mencicipinya, biarkan cita rasanya yang khas menggulung lidah Anda, serta pastikan Anda membayangkan mengerjakan itu semua di jalan masuk menuju ke rumah Anda, atau kalau di rumah virtual ini, tepatnya di titik pertama, yaitu di taman depan. Ingat, tentukanlah dari awal mana lokasi yang akan Anda gunakan, lokasi rumah virtual ini atau lokasi rumah Anda sendiri.

Di titik kedua, Anda mendapati di atas mobil ada kolam renang plastik untuk anak-anak yang berisi keju cottage. Anak-anak itu berenang di dalam cairan kental berwarna putih kekuningan. Semakin lucu, semakin konyol, akan semakin lama bertahan di memori Anda. Selanjutnya, salmon asap itu beraroma kuat, terlihat sangat lezat. Di titik berikutnya, enam botol anggur putih yang ceriwis bernada tinggi dan angkuh sedang bergunjing. Tiga pasang kaos kaki yang sudah sangat tua dan bau menggantung dan bergoyang-goyang di atas kamar tidur utama. Di kamar mandi, tiga orang perempuan sedang bermain hulahup. Sebuah tongkat mirip termometer tertancap di sebuah kue tar raksasa di atas meja makan.

Sebuah mesin es kering yang ada di kamar tidur anak mengembuskan asap ke seluruh ruangan. Di dapur, seorang tamu wanita sedang mengirim email untuk seseorang bernama Sophia. Seekor rusa kutub sedang menyapu kamar tamu. Ternyata, di taman teras belakang, nenek Anda sedang duduk di kursi sutradara dan mendiktekan perintah-perintah dengan suara keras melalui megafon raksasa. Kemudian, bayangkan pada saat Anda ingin bersantai di taman belakang, Anda justru dililit jaring dan tali yang berwajah menyeramkan.

Sekarang, coba ingat secara urut dan acak. Anda akan dapat menyebutkannya dengan mudah dan akan merasakan bahwa proses mengingat kembali 12 hal di atas menjadi sangat naluriah.

Teknik ini juga digunakan Dr. Yip Swee Choi, juara memori Malaysia, yang menggunakan bagian-bagian tubuhnya sebagai lokasi untuk membantunya menghafalkan seluruh kamus Oxford Chinese-English yang berisi 56.000 kata dalam 1.744 halaman.

Seseorang boleh memiliki ribuan istana memori, yang masing-masing dibangun untuk menyimpan seperangkat memori yang berbeda.

Di belahan dunia yang lain, Yanjaa Wintersoul, seorang wanita Mongolian-Swedish menggunakan teknik serupa untuk mengingat katalog IKEA tahun 2017 setebal 328 halaman dalam waktu seminggu, yang membuatnya dinobatkan menjadi “IKEA Human Catalog 2018”.

2. Chunking method

 Chunking method adalah metode mengingat yang menggunakan singkatan atau akronim untuk mempermudah hal-hal yang kita ingat, akronim bisa membentuk cerita atau akronim yang sudah ada sebelumnya. Untuk mengingat sembilan elemen yang ada di dalam tabel periodik unsur kimia, yaitu H He Li Be B C N O F Ne, Anda dapat menggunakan akronim ini,

Here He Lies Beneath Bed Clothes, Nothing On, Feeling Nervous”Tabel Periodik

3. Linking method

Metode ini adalah metode mengingat yang menggunakan cerita unik dan lucu sekaligus membahagiakan atau menyeramkan. Dalam beberapa kasus, metode ini diharuskan untuk dapat menciptakan cerita yang sangat berlebihan atau tidak biasa. Bayangkan Anda akan bepergian dan harus membawa 15 barang berikut ini:

  1. Sabun cair
  2. Tisu
  3. Bolpoin
  4. Sikat gigi
  5. Sampo
  6. Pasta gigi
  7. Cotton bud
  8. Sabun cuci muka
  9. Minyak goreng
  10. Beras
  11. Sisir
  12. Minyak rambut
  13. Gula
  14. Teh
  15. Bedak

Contoh cerita yang bisa dibuat adalah seperti ini:

  1. Sabun cair dijemur hingga kering sampai menjadi tisu (sambil bayangkan pancaran sinar matahari saat itu sangat terik)
  2. Tisu menghapus coretan bolpoin yang menggambar sikat gigi
  3. Sikat gigi menggosok rambut yang sudah disampo
  4. Isi sampo dicampur dengan pasta gigi, untuk membersihkan telinga yang sangat kotor dengan cotton bud
  5. Kemudian, cotton bud tersebut dipakai untuk membersihkan muka dengan sabun pencuci muka (dengan ekspresi muka terkejut)
  6. Dengan wajah penuh busa, muka saya basuh dengan minyak goreng (muka saya berubah menjadi sangat licin)
  7. inyak goreng ditumpahkan ke beras untuk dimasak (berasnya digoreng)
  8. Beras tersebut dioleskan ke sisir, lalu saya menyisir rambut
  9. Karena rambut masih kusut, saya menambahkan minyak rambut
  10. Setelah rapi dengan minyak rambut, saya meletakkan gula di muka saya supaya tampak lebih manis
  11. Lalu, saya celupkan muka yang penuh gula ke dalam cangkir teh supaya berubah menjadi teh celup yang manis
  12. Bedak saya tuangkan ke teh celup supaya warnanya lebih menarik

Baca juga: Film Joker (2019): Analisis Penyebab Gangguan Jiwa Pada Arthur Fleck

4. Major system

Major system adalah metode untuk mengingat angka dengan cara mengubahnya menjadi huruf. Rangkaian huruf tadi bisa diimajinasikan menjadi sebuah cerita.

Daftar asosiasi angka menjadi huruf:

  1. 0 ditukar menjadi S
  2. 1 ditukar menjadi T atau D
  3. 2 ditukar menjadi N
  4. 3 ditukar menjadi M
  5. 4 ditukar menjadi P atau B
  6. 5 ditukar menjadi L
  7. 6 ditukar menjadi J atau C
  8. 7 ditukar menjadi K
  9. 8 ditukar menjadi H, F
  10. 9 ditukar menjadi G

Contohnya angka 33, angka 33 akan diubah menjadi M, lebih tepatnya berubah menjadi dua huruf M, kemudian Anda bisa membayangkan angka 33 menjadi kata “Mama”. Berikut adalah contoh angka-angka yang sudah diubah menjadi sebuah kata-kata, yang nantinya bisa dikembangkan lagi menjadi sebuah cerita.

Tabel Asosiasi Angka

00

Susu 11 Dadu
01 Sate 12 Daun
02 Sony 13 Tamu
03 Sumo 14 Tebu
04 Sapu 15 Tali
05 Selai 16 DJ
06 Saji 17 Toko
07 Sake 18 Tahu
08 Sofa 19 Tugu
09 Sagu 20 Nasi
10 Tas 21 Nota

Nah, itu dia beberapa teknik mengingat yang akan melejitkan ingatanmu.

Tidak ada memori yang buruk atau memori yang bagus. Yang ada hanyalah memori yang terlatih dan memori yang tidak terlatih.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Referensi:

[1] Foer J, 2013, Moonwalking With Einstein: Rahasia Memiliki Ingatan Super, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

[2] Lesmana Y, 2014, Memorizing Like An Elephant: Metode Melejitkan Daya Ingat Hingga Setingkat Grandmaster of Memory, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta.

[3] Natividad A, 2017, This Woman Memorized All 328 Pages of Ikea’s 2018 Catalog and Will Now Be the Brand’s ‘Human Catalog’, diakses 24 November 2019 pukul 22.41 WIB <https://www.adweek.com/brand-marketing/this-woman-memorized-all-328-pages-of-ikeas-2018-catalogue-will-be-a-human-catalogue-for-the-brand/>

[4] Tan Y, 2017, This Woman Only Needed A Week To Memorise All 328 Pages Of Ikea’s Catalogue 24 November 2019 pukul 22.48 WIB <https://mashable.com/2017/09/05/yanjaa-wintersoul-ikea/#NecQhuzDykq0>

[5] Zachariah NA, 2017, 2,000 Items In Ikea Catalogue Too Easy For Memory Champion Yanjaa Wintersoul, diakses 24 November 2019 pukul 22.45 WIB <https://www.straitstimes.com/lifestyle/entertainment/memory-champion-yanjaa-wintersoul-memorised-all-328-pages-of-the-new>

[6] Lesmana Y dan Utama BS, 2017, Memorizing Like An Elephant: For Professionals, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta.

[7] Helmenstine AM, 2017, Element Mnemonic Device – Periodic Table Symbols, diakses 29 Desember 2019 pukul 22.44 WIB <https://www.thoughtco.com/element-mnemonic-device-periodic-table-symbols-604146>

Sumber gambar:

  1. Lesmana Y, 2014, Memorizing Like An Elephant: Metode Melejitkan Daya Ingat Hingga

Setingkat Grandmaster of Memory, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta.

2. Imperfectlyhappy.com

3. Awefilledhomemaker.com

4. Rachelcooks.com

5. Sockdrawer.com

6. Findel-international.com

7. Freepik.com

8. Gardentrading.co.uk

9. Pinterest.com/livin_life

10. Resephariini.blogspot.com

11. Sumsel.tribunnews.com

12. Technology.quickinfo.site

13. Creativemarket.com

14. Gettyimages.fr

15. Britishvintageposters.co.uk

Apakah Normalisasi Sungai akan Membuat Jakarta Tenggelam? Sebuah Pendapat dari Pakar Hidrodinamika ITB

Apakah Normalisasi Sungai akan Membuat Jakarta Tenggelam? Sebuah Pendapat dari Pakar Hidrodinamika ITB

Sahabat warstek.com, akhir-akhir ini muncul polemik adanya normalisasi sungai atau pendimensian ulang sungai. Semenjak banjir yang menimpa daerah Jabodetabek pada awal tahun, kembali mengulang narasi-narasi yang pernah dibahas pada kejadian banjir tahun lalu. Uniknya, pada tahun ini kegiatan normalisasi menjadi perhatian masyarakat sebab hal tersebut masih menuai pro dan kontra.

Apa itu normalisasi? Sebelum kita berbicara jauh pro-kontra tersebut, mari kita memahami definisi normalisasi pada sungai.

Normalisasi sungai merupakan langkah upaya mengurangi bencana banjir dengan kegiatan pengerukan, pembangunan tanggul, pelebaran dimensi sungai (pendimensian ulang) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai [1-2].

Penulis mendapatkan pernyataan menarik dari perbincangan di salah satu acara talkshow di sebuah televisi swasta yang menghadirkan pakar hidrodinamika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Bpk. Muslim Muin, Ph.D. Beberapa waktu lalu, menurut pernyataan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang disampaikan ulang oleh pembawa acara pada talkshow tersebut, proses normalisasi sungai sejauh 33 kilometer (Sungai di Jakarta) kini dipertanyakan tindak lanjutnya. Hal ini menuai kontra dari pakar hidrodinamika yang tidak sepakat terhadap kelanjutan dari normalisasi sungai tersebut [3].

Muslim Muin Ph.D, Pakar Hidrodinamika dari ITB

“Pertama saya sampaikan prihatin saya terhadap korban banjir. Kalau saya lihat dari besaran dan lama hujan, mungkin ini hujan 100 tahunan. Saya sebagai pakai hidrodinamika, saya bersyukur bahwa normalisasi (sungai) tidak dilakukan. Kalau misal air yang tertahan (di hulu) diperlancar, maka air yang mengalir ke hilir akan semakin besar, sehingga BKB (Banjir Kanal Barat) meluap dan Jakarta akan hancur.” Jelas Muslim Muin Ph.D.

“Kalau Pak Menteri mau menormalisasi mulailah dari hilir, mulailah dari BKB terlebih dahulu, BKB-nya sudah bisa belum menerima air yang sedemikian banyak dari Ciliwung ?.” “Kalau normalisasi di hulu, maka air yang masuk ke hilir akan semakin besar. Hilirnya kini tidak sanggup.” “Paling tidak hilirnya itu dikeruk, tanggulnya dipertinggi, kapasitas angkutnya diperbesar.” Tambah Beliau.

Lulusan S3 University of Rhode Island Kingston Amerika Serikat tersebut sebelumnya juga pernah mengkritik rencana pembangunan Giant Sea Wall di Jakarta pada tahun 2013 yang dimuat dalam website itb.ac.id [5], yang menurut beliau proyek tersebut berpotensi berdampak pada kerusakan alam seperti merusak lingkungan laut Teluk Jakarta, mempercepat pendangkalan sungai dan lain sebagainya. Surinati (2014) mengangkat hal tersebut dan dimuat dalam jurnal Oseana No.4 tahun 2014, melakukan analisis menggunakan software MuTeknologi milik Muslim Muin Ph.D [4].

Giant Seawall (GSW) (Sumber gambar: muteknologi dalam Surinati (2014))

Di tahun 2019 ini, Muslim Muin Ph.D. kembali mengkritik polemik rencana penanggulangan bencana banjir yang ada di Jakarta. Pasalnya, beberapa pihak yang menyatakan bahwa normalisasi aliran sungai sebagai satu-satunya jalan solusi banjir kini kembali menuai kritikan. Seperti yang beliau jelaskan pada beberapa forum bahwa harus diadakannya perbaikan juga di hilir, tidak hanya di hulu.

Peta Sungai Jakarta (Sumber gambar: id.wikipedia.org)

Sebuah hal yang wajar seorang Muslim Muin Ph.D berkomentar mengenai sesuatu yang berada di ruang lingkup kepakarannya. Untuk latar belakang karir risetnya selama ini, beliau memiliki h-index 4 dengan jumlah sitasi sebanyak 209. Beliau juga memiliki paten software hidrodinamika bernama MuTeknologi yang juga dipakai seluruh dunia, salah satunya di Bay of Fundy, Canada.

Bagaimana menurut sahabat warstek.com terhadap pernyataan Muslim Muin Ph.D? Pro atau kontra? Silahkan sampaikan di kolom komentar ya.

Referensi:

[1] Pitanggi, et al. (2017) ‘Normalisasi Sungai Dolok Semarang-Demak Jawa Tengah’, Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(4), pp. 367-375

[2] Wigati, R., Soedarsono & Pribadi. (2016) ‘Normalisasi Sungai Ciliwung Menggunakan Program HEC-RAS 4.1 (Studi Kasus Cililitan-Bidara Cina), Jurnal Fondasi, 5(1), pp. 1-12

[3] https://www.youtube.com/watch?v=-yWuGXlFGS8

[4] Surinati, D. (2014) ‘Paradigma Giant Seawall’, Oseana, XXXIX(4), pp. 15-22

[5] Muslim Muin Ph.D.: ‘Jakarta Tak Perlu Bangun Giant Sea Wall’, diakses dari https://www.itb.ac.id/news/3918.xhtml pada 8 Januari 2020

Efek Rumput Fatimah bagi Hewan

     Pernah mendengar efek rendaman rumput fatimah yang diujikan terhadap hewan sebelumnya? 🙂

Background

        Pasti kalian pernah menjumpai saudara atau tetangga yang akan melahirkan meminum  ramuan berbahan dasar rumput fatimah. Ya, tumbuhan rumput fatimah (Anastatica hierochuntica) memang banyak diyakini sebagai herbal tradisional yang mampu membantu proses persalinan. Caranya cukup mudah, hanya dengan merendam tanaman tersebut ke dalam air hangat, kemudian, air hasil rendamannya diminum menjelang persalinan tiba. Selain di Indonesia, kepercayaan ini juga berkembang di wilayah Malaysia dan Arab. Sebanyak 63,9% masyarakatnya menggunakan rumput fatimah untuk menyusui, memperlancar proses persalinan, dan perawatan postpartum (sesudah melahirkan) (Safitri dkk., 2019). Lantas, apakah kepercayaan tersebut telah dibuktikan secara ilmiah?

Gambar 1. Tumbuhan Rumput Fatimah di Saudi Arabia (Sumber: Shah et al, 2014)

Karakteristik Rumput Fatimah

            Rumput fatimah (Anastatica hierochuntica) memiliki beberapa kandungan senyawa, seperti flavonoid yang tergolong dalam fitoestrogen, tannin, dan alkaloid. Fitoestrogen adalah zat kimiawi pada tanaman yang memiliki struktur menyerupai hormon estrogen sehingga dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen. Sifat interaksi tersebut dapat menimbulkan pro/kontra tehadap sistem reproduksi. Fitoestrogen dapat berasal dari kelompok isoflavon, lignin, maupun koumestan. Contoh tanaman yang mengandung fitoestrogen ialah kacang-kacangan dan daun katuk (Safitri dkk., 2019).

            Kandungan flavonoid pada tanaman berjuluk mawar gurun itu memiliki peran yang penting. Senyawa yang memperlihatkan aktivitas estrogenik tersebut dapat terikat pada reseptor estrogen α (REα) dan reseptor estrogen β (REβ), serta dapat meningkatkan afinitas (kemampuan menempel) REβ. Struktur senyawa flavonoid menyerupai estradiol (salah satu kelompok pada hormon estrogen) (Nani, 2009).

            Berbicara tentang genus, Anastatica sendiri termasuk ke dalam famili Brassicaceae, divisi Magnoliophyta, dan kelas Magnoliopsida. Anastatica hierochuntica merupakan tanaman tahunan yang berukuran kecil dan berwarna keabuan, dengan tinggi umumnya kurang dari 15 cm, serta menghasilkan bunga putih. Dikenal memiliki sebutan unik resurrection plant (tanaman kebangkitan) karena kemampuannya bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang gersang. Selain itu, termasuk ke dalam jenis tumbuhan tumbleweed. Ketika tua dan mengering, tanaman akan berpisah dari sistem perakarannya sehingga mudah terbawa angin, sekaligus berfungsi menyebarkan biji (Baker et al, 2013).

Gambar 2. Tumbuhan Rumput Fatimah yang Segar dan Kering (Sumber: Baker et al, 2013)

            Rumput fatimah dapat ditemui di Gurun Sahara, daerah Afrika Utara, Mesir, Iran, Irak, Jordania, Palestina, dan Pakistan. Setelah musim hujan berakhir, tumbuhan yang dikenal dengan nama Kaff-E-Maryam tersebut akan mengering, menggugurkan daun, rantingnya mengeriting serupa bola tebal, lalu ‘mati’. Di dalam bola, tersimpan buah yang melindungi biji-biji di dalamnya agar tidak berhamburan secara prematur. Kemampuan kriptobiosis, atau berhentinya metabolisme akibat kondisi lingkungan yang ekstrim tersebut disebabkan adanya disakarida “trehalose” (Baker et al, 2013).

Kandungan Rumput Fatimah

Phytochemical Class Aqueous Extract
Alkaloids +
Phenolic Content +
Carbohydrates +
Reducing Sugars +
Tannins +
Proteins +

Gambar 3. Hasil Penyaringan Fitokimia pada Anastatica hierochuntica (Sumber: Baker et al, 2013)

Penelitian mengenai Efek Rumput Fatimah bagi Hewan

            Bagaimana proses eksperimen untuk mengetahui efek rendaman rumput fatimah terhadap kadar hormon pada hewan? Eksperimen ini dibagi menjadi empat kelompok dengan 13 ekor tikus (Micromys minuts) betina di tiap kelompoknya:

  1. Kelompok kontrol: tikus diberikan air distilasi sebanyak 10 mL/hari secara oral selama 1 bulan.
  2. Kelompok perlakuan dengan tanaman: tikus diberikan ekstrak tanaman 100 mg/mL sebanyak 10 mL/hari secara oral selama 1 bulan.
  3. Kelompok perlakuan dengan clomid: tikus diberikan clomid sebanyak 50 mg/hari selama satu bulan. Clomid atau clomiphene adalah modulator reseptor estrogen selektif (SERM) yang dapat meningkatkan produksi hormon gonadotropin dengan cara menghambat umpan balik negatif ke hipotalamus. Tujuan dari penelitian ini di samping untuk mengetahui pengaruh esktrak tanaman Anastatica hierochuntica pada tikus, juga untuk membandingkan efek ekstrak tersebut dengan obat clomid yang telah dikenal luas.
  4. Kelompok perlakuan dengan campuran clomid dan ekstrak tanaman: tikus diberikan 500 mg/hari clomid selama 1 bulan, kemudian 10 mL/hari ekstrak tanaman satu bulan selanjutnya.

            Selanjutnya, tiap-tiap tikus akan diambil sampel darahnya. Dari darah itu, diambil serum agar dapat mengetahui level hormon yang akan diuji. Analisis deskriptif digunakan untuk menunjukkan rata-rata/mean ± standar deviasi dari variabel terkait. Perbedaan signifikan antar nilai rata-rata diperkirakan dengan uji komparatif Student T-Test, di mana p<0,05 = signifikan (Baker et al, 2013).

Gambar 4. Ilustrasi Level Nilai Hormon LH, FSH, Prolaktin, dan Progesteron pada Darah Tikus Betina (Sumber: Baker et al, 2013)

 

            Tabel di atas menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya, ekstrak larutan Anastatica hierochuntica memberikan efek yang signifikan terhadap kadar hormon LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), PRL (Prolactin), dan PRO (Progesterone) pada tikus betina. Sementara untuk perlakuan clomid, juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, kecuali pada hormon progesteron (Baker et al, 2013).

            Pada tahun 2014, dengan peneliti yang sama, dilakukan uji coba ekstrak tanaman Anastatica hierochuntica sebagai premarin (suplemen pengganti estrogen) pada kelinci (Oryciolagus cuniculus) betina. Hasilnya memperlihatkan bahwa tanaman tersebut dapat meningkatkan kadar hormon estrogen (Ali et al, 2014).

            Selanjutnya, bagaimana efek rendaman rumput fatimah terhadap kontraksi uterus hewan? Penelitian ini dirancang dengan menggunakan post-test only control group design. Subjeknya yaitu tikus bergalur Sprague dawley betina yang dibagi menjadi lima kelompok:

  1. Kelompok kontrol: diberi pelarut air.
  2. Kelompok pembanding: diberi estradiol 0,0225 mg/hari.
  3. Kelompok pembanding: diberi air rendaman rumput fatimah 10 gram.
  4. Kelompok pembanding: diberi air rendaman rumput fatimah 20 gram.
  5. Kelompok pembanding: diberi air rendaman rumput fatimah 40 gram.

            Setelah diberikan air rendaman per oral, dua puluh jam kemudian hewan coba diberi eter dan dimatikan dengan metode dekapitasi (pemotongan leher). Lalu, perut tikus dibuka (pembedahan laparatomi/irisan dinding ke rongga perut) untuk diambil otot uterus kanan-kirinya sepanjang 3 cm. Sediaan tersebut dimasukkan ke dalam organ bath, berisi larutan De Jalon’s yang dialiri oksigen 95% dan karbon dioksida 5% agar tetap hidup. Organ bath dihubungkan dengan alat kimograf, fungsinya untuk merekam kontraksi otot uterus.

           Hasil menunjukkan bahwa frekuensi (jumlah kontraksi otot uterus per menit) tanpa distimulasi oksitoksin paling tinggi dihasilkan oleh kelompok 5 (0,88 ± 0,189), frekuensi kontraksi otot uterus dengan stimulasi oksitoksin paling tinggi dihasilkan oleh kelompok 3 (1,25 ± 0,129), dan frekuensi kontraksi otot uterus dengan stimulasi oksitosin dan air rendaman rumput fatimah menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok 2 hingga 5. Dengan demikian, air rendaman rumput fatimah dapat meningkatkan jumlah frekuensi kontraksi otot uterus pada hewan.

            Kesimpulannya, pemanfaatan rumput fatimah secara turun-temurun dalam mempermudah proses persalinan sejauh ini belum dapat dinyatakan aman, terutama jika dikonsumsi tanpa pertimbangan takaran yang jelas. Dikhawatirkan penggunaan rumput fatimah dapat memicu kontraksi yang berlebihan pada uterus sehingga terjadi atonia ataupun ruptura uteri. Atonia uteri adalah kegagalan serabut miometrium untuk berkontraksi yang menyebabkan perdarahan, sedangkan ruptura adalah kerobekan dinding rahim. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai khasiat, keamanan, dan aktivitas mekanik lain untuk menegaskan penelitian tersebut.

Referensi:

Ali, B. H., R. K. Baker, T. U. Mohammd, & H. A. Hassn. 2014. Anastatica hierochuntica L. Used as an Alternative of Conjugated Estrogen (Premarin) in Rabbit Females. Journal of Advances in Chemistry, 9 (1): 1783-1786. https://journals.indexcopernicus.com/search/article?articleId=2242344

Baker, R. K., T. U. Mohammd, B. H. Ali, & N. M. Jameel. 2013. The Effect of Aqueous           Extract of Anastatica hierochuntica on Some Hormones in Mouse Females.     Ibn Al-Haitham Journal for Pure and Applied Science, 26 (2): 198-205. https://www.iasj.net/iasj?func=fulltext&aId=76926

Nani, D. 2009. Pengaruh Rendaman Air Rumput Fatimah (Anastatica           hierochuntica L.) terhadap Frekuensi Kontraksi Otot Uterus Tikus Galur    Sprague Dawley pada Fase Estrus. Jurnal Keperawatan Soedirman, 4(1): 1- 8.http://jks.fikes.unsoed.ac.id/index.php/jks/article/view/215

Safitri, Y., Afriwardi, & E. Yantri. 2019. Pengaruh Pemberian Air Rendaman Rumput            Fatimah (Anastatica hierochuntica) terhadap Kadar Hormon Oksitosin dan   Hormon Prolaktin pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Menyusui. Jurnal          Kesehatan Andalas, 8 (1): 31-35.https://onesearch.id/Record/IOS478.article-923

Shah, A. H., M. P. Bhandari, N. O. Al-Harbi, & R. M. Al-Ashban. 2014. Kaff-E-Maryam           (Anastatica hierochuntica L.): Evaluation of Gastro-Protective Activity and Toxicity in Different Experimental Models. Biol Med, 6(1): 197-206.https://www.semanticscholar.org/paper/Kaff-E-Maryam-(Anastatica-hierochuntica-L.)%3A-of-and-Shah-Bhandari/ba2381530616181120af1e603ab668e1bbeda32f