Embriologi Dalam Kacamata Islam

Embriologi Dalam Kacamata Islam
Embriologi Dalam Kacamata Islam

Embriologi merupakan bagian dari kajian biologi perkembangan (developmental of biology). Biologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan progresif struktur dan fungsi tubuh dalam hidup makhluk hidup. Sedangkan embriologi adalah studi mengenai embrio dengan penekanan kepada polapola perkembangan embrio. Untuk membedakan pemahaman anda tentang embriologi dengan biologi perkembangan, di bagian berikut ini akan dituliskan beberapa pemikiran dan pendapat ahli embriologi (Haviz, 2014). >>> 

Baca Selengkapnya

Nanoteknologi Pangan: “Kemasan Bergizi” Untuk Pangan Sehat

Teknologi yang sedang berkembang pesat dan berkontribusi besar dalam pasar dunia terutama di bidang pangan adalah nanoteknologi. Nanoteknologi merupakan kegiatan pembuatan, memanipulasi dan mengkarakterisasi  struktur, perangkat atau material pada skala nano dengan ukuran sekitar 1-100 nm [1]. Perubahan partikel hingga ukuran dan struktur nano dapat memungkinkan terbentuknya material-material yang memiliki sifat-sifat yang menguntungkan, salah satunya di bidang pangan yaitu pada kemasan makanan. >>> 

Baca Selengkapnya

Saintis dalam Pusaran Kebijakan Publik

Konflik antara fakta sains dan kepentingan politik

Dalam menentukan arah perkembangan suatu bangsa, kebijakan publik sangat diperlukan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat. Kebijakan publik yang ditetapkan seharusnya didasari atas aspirasi seluruh pihak yang dipengaruhi oleh kebijakan tersebut, termasuk saintis. Saintis dalam setiap perumusan kebijakan selalu diikutsertakan sebagai ahli untuk mencegah kebijakan yang terbentuk melenceng dari kebenaran sains yang ilmiah. Namun, dalam ruang perumusan yang penuh dengan orang dari berbagai macam latar belakang, mulai dari politisi, advokat, aktivis hingga perwakilan masyarakat cenderung menyulitkan para saintis untuk mengomunikasikan gagasannya. Tidak hanya saintis, politisi sebaliknya juga mengalami kesulitan yang sama ketika berinteraksi dengan para saintis. >>> 

Baca Selengkapnya

Siringmakar 26: Etika dalam Penulisan Email [Edisi Eropa]

Pemateri: Dr-Ing. Hutomo Suryo Wasisto (Head of LENA-OptoSense, COO of IG-Nano, TU Braunschweig, Germany)

Moderator: Remilda Agustina (Kontributor Junior Warstek)

Diskusi

Materi yang disampaikan terdiri dari 4 (empat) bagian pemaparan yang akan sangat mudah untuk diaplikasikan bagi calon Mahasiswa yang berencana melanjutkan studi ataupun memulai karir sebagai peneliti di Eropa pada umumnya, dan khususnya di Jerman. Mempelajari bahasa yang dipakai di negara Eropa yang dituju akan sangat membantu, tidak hanya dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dalam melakukan komunikasi dan korespondensi menggunakan bahasa formal dan ilmiah kepada Profesor maupun Supervisor penelitian yang akan dihubungi melalui email. >>> 

Baca Selengkapnya

PETase: Enzim Penolong Permasalahan Sampah Plastik di Dunia?

Perbedaan Enzim PETase dan Enzim Lain
Perbedaan enzim PETase dan enzim lain (Sumber: https://2016.igem.org/Team:TJUSLS_China/Description)
Perbedaan Enzim PETase dan Enzim Lain (Sumber: https://2016.igem.org/Team:TJUSLS_China/Description)

Permasalahan Sampah Plastik sebagai Ancaman Dunia

Penyu laut memakan sampah plastik
Penyu Laut Memakan Sampah Plastik (Sumber: National Geographic Indonesia)

Keadaan di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan di bidang industri yang sangat pesat. Kemajuan di bidang industri selain dapat menopang kehidupan manusia, tetapi dapat pula mengancam kehidupan manusia, seperti bertambahnya buangan limbah yang tergolong B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Beberapa limbah plastik tergolong ke dalam B3, dimana bahan kimia yang dilepaskannya dapat mengancam kesehatan dan lingkungan hidup. Plastik dapat menutup saluran air, bahkan dilansir oleh National Geographic Indonesia pada Januari 2019, diketahui beberapa hewan laut mengira bahwa sampah plastik adalah makanannya. Hal ini diakibatkan karena laut di dunia saat ini sedang darurat sampah plastik. Beberapa kali telah ditemukan sampah plastik kemasan makanan yang berasal dari belasan tahun lalu, terbawa dari daratan ke laut. Dibutuhkan waktu yang cukup lama agar sampah plastik tersebut dapat terurai. Polimer plastik memang tidak mudah untuk dipecah oleh organisme. Jika permasalahan ini dibiarkan, maka populasi hewan-hewan laut di dunia akan terus menurun. >>> 

Baca Selengkapnya