Cable Driven Parallel Robot, 3 Dimension Maneuver Robot

Bagikan Artikel ini di:

Pembaca komik Shingeki no Kyojin atau Attack on Titan tentu sangat tahu apa itu 3 Dimensional Maneuver Gear (3DMG) [1], alutsista andalan Kerajaan Paradis yang mampu membawa pemakainya memanjat tempat-tempat tinggi menggunakan tali jangkar yang didorong gas untuk melawan Raksasa.

diakses 10 September 2018

Alat pengikat dan penarik tubuh untuk melakukan panjatan menggunakan 3DMG. Sumber : http://attackontitan.wikia.com/wiki/Vertical_maneuvering_equipment

Untuk saat ini tampaknya tidak penting menciptakan alat semacam itu. Mana ada Raja Fritz sampai usil melepas ribuan Titan Bangsa Eldia dari Pulau Paradis. Kalau menciptakannya, apakah memang memungkinkan? Tentu saja, semisal pada Cable Driven Parallel Robot  (CDPR).

Skema sederhana dari sebuah CDPR dengan satu motor dan dua pesawat Atwood atau katrol [2]

Jika pada 3DMG menggunakan pendorong dan penarik yang terpasang pada pemakai, maka CDPR ditarik dari luar melalui katrol yang digerakkan motor atau menggunakan hidrolik maupun aktuator lain. Desain paling sederhana dari CDPR berupa 4 pesawat Atwood alias katrol yang talinya disusupkan lubang di setiap ujung ruangan  untuk menarik balok pada sudut-sudutnya. Robocrane [3] yang dikembangkan The Intelligent Systems Division of the National Institute of Standards and Technology (NIST) memanfaatkan bentuk CDPR untuk mengangkut barang. Sedangkan [4] merakit CDPR sebagai plotter dibuat .

 

CDPR lain yang dibuat M. Nasyir T., dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Kotak besar berongga di sebelah kiri adalah robot utama, sedangkan kotak hitam di sebelah kanan adalah perangkat daya dan kendali. abaikan kabel belakangnya

Dengan dengan adanya katrol yang ditarik-ulur kepada sebuah beban dalam ruang bergravitasi, perhitungan gaya tegangan tali dan kekuatan material sangat penting. Apalagi jika beban tersebut berupa makhluk hidup yang sensitif terhadap perubahan arah dan kecepatan serta isu keamanan. [5] menjelaskan lebih detail mengenai perhitungan tegangan kabel yang berjumlah lebih dari 2. Sedangkan [2] menghitung penyaluran tegangan kabel secara aman. Video berikut adalah CDPR yang bisa ditumpangi manusia .

Secara kebetulan periset CDPR yang penulis temukan seringkali berasal dari Negara Jerman sementara tokoh-tokoh dalam komik Attack on Titan pun mengadopsi nama-nama berbahasa Jerman. Apapun kebetulan yang ada, apakah anda tertarik membuat 3DMG dengan memindah katrolnya?

 

Acuan:

[1] Hajime Isayama, 2010, Shingeki no Kyojin, Volume 1

[2] Per Henrik Borgstrom, Brett L. Jordan, Gaurav S. Sukhatme, Maxim A. Batalin, William J. Kaiser, 2009, Rapid Computation of Optimally Safe Tension Distributions for Parallel CableDriven RobotsIEEE Transactions on Robotics, Volume 25Issue: 6, Pages: 1271 – 1281

[3] https://www.nist.gov/programs-projects/robocrane, diakses 11 September 2018 pukul 09:44 Waktu Indonesia Barat

[4] Saif Rohmatillah, 2018, Rancang Bangun Cable Suspended Robot (CSR) 3 Degree of Freedom (DOF): Perencanaan Lintasan Dari Titik ke Titik Oleh (CSR), Tugas Akhir Teknik Mekatronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

[5] Marc Gouttefarde, Johann Lamaury, Christopher Reichert, Tobias Bruckmann, 2010, A Versatile Tension Distribution Algorithm forn-DOF Parallel Robots Driven byn+2Cables, IEEE Transactions on Robotics, Volume 31

Bagikan Artikel ini di:

Berkenalan dengan ‘Ibuki’, Sebuah Robot Android dari Jepang

Bagikan Artikel ini di:

Oke, kembali lagi dengan saya yang sangat menyenangi dunia teknologi kususnya robotika. Sesekali saya sempatkan untuk menulis di warstek sebagai upaya untuk refreshing pikiran dari pengerjaan penelitian tugas akhir kuliah saya yang kebetulan temanya juga tentang robot dan kecerdasan buatan.

Kali ini saya akan bercerita tentang sebuah robot android canggih dari Jepang yang bernama “Ibuki”. Berbicara masalah teknologi robot, maka tidak akan jauh-jauh dari Jepang, karena selama ini tidak pernah diragukan lagi bagaimana upaya Jepang membangun robot-robot canggih dan modern berbasis teknologi tinggi. Dari sekian banyak robot yang telah dibuat oleh Jepang seperti, robot Asimo dari Honda[1], Shibuya Mirai[2] berupa chat bot, Erica[3], dan banyak lagi nama-nama robot canggih dari Jepang.

Gambar 1. Ibuki dari ERATO ISHIGURO Symbiotic Human-Robot Interaction Project[4]

Ibuki merupakan sebuah robot android dari ERATO ISHIGURO Symbiotic Human-Robot Interaction Project, Graduate School of Engineering Science, Universitas Osaka, Jepang. Bersamaan dengan robot bernama Erica yang memiliki tugas menjadi sebuah robot presenter pada stasiun TV di Jepang yang juga merupakan satu proyek tempat penelitian.

Baca juga Erica: Robot Humanoid yang Akan Menjadi Presenter TV di Jepang bulan April 2018

ISHIGURO Symbiotic Human-Robot Interaction Project merupakan sebuah laboratorium riset Intelligent Robotics Laboratory di Universitas Osaka, Jepang. Direktur dari laboratorium riset tersebut adalah Hiroshi Ishiguro yang merupakan Professor di Graduate School of Engineering Science, Osaka University Director (visiting), Hiroshi Ishiguro Laboratories, Advanced Telecommunications Research Institute International (ATR). Proyek Ishiguro sejauh ini telah memiliki 3 jenis robot ciptaan, yaitu Ibuki sendiri dan dua lainnya adalah ERICA (ERATO Intelligent Conversational Android) dan CommU (Communication Unity).

Area penelitian ISHIGURO Symbiotic Human-Robot Interaction Project adalah mengembangkan Interaksi Simbiotik Manusia dengan Robot, dan tujuannya adalah untuk mengembangkan sebuah robot sosial otonom yang dapat berkomunikasi dengan banyak orang melalui berbagai cara komunikatif ketika manusia menggunakannya. Dalam upaya mencapai tujuan itu, perlu untuk mengembangkan perangkat dan teknologi tertentu, seperti (a) bahan kulit permukaan dan struktur internal untuk interaksi yang aman dengan manusia, (b) teknologi pengenalan suara (speech recognition) yang kuat dan fleksibel, (c) fungsi konteks otonom dan komunikasi yang lebih peka dalam bertugas berdasarkan model hierarki yang terdiri dari keinginan, niat, dan perilaku termasuk tindak tutur, dan (d) fungsi menggunakan beberapa sarana komunikatif untuk berkomunikasi dengan banyak orang dalam konteks sosial.

Ibuki diciptakan memiliki tujuan yang sangat penting dalam proyek Ishiguro. Adapun tujuan pembuatan robot Ibuki adalah untuk membuat sebuah robot yang sedekat mungkin dengan sifat-sifat manusia atau sebuah robot yang bersifat manusiawi. Ibuki didesain menyerupai anak kecil dan memiliki wajah yang sangat mirip dengan wajah anak-anak muda di Jepang.

Di masa depan robot-robot seperti Ibuki akan sangat penting keberadaannya, karena mereka akan sangat berguna dalam upaya membantu tugas-tugas manusia. Beberapa tugas penting dari robot seperti Ibuki adalah untuk membantu para manula dalam melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti merawat, menyuap makanan, hingga tugas-tugas lainnya. Hal terpenting yang harus ada pada robot untuk tugas-tugas seperti ini adalah harus memiliki sifat sosial yang tinggi serta memiliki teknologi desain yang hampir sama persis dengan manusia.

Berikut video demo robot Ibuki,

 

Referensi:

  1. Asimo (http://asimo.honda.com/) diakses pada 8 September 2018
  2. Shibuya Mirai (https://www.shibuyabunka.com/blog.php?id=912&wovn=en) diakses pada 8 September 2018
  3. ERICA (ERato Intelligent Conversational Android), ERATO ISHIGURO Symbiotic Human-Robot Interaction Project (http://www.jst.go.jp/erato/ishiguro/en/robot.html) diakses pada 8 September 2018
  4. ibuki (Child-like Android), ERATO ISHIGURO Symbiotic Human-Robot Interaction Project (http://www.jst.go.jp/erato/ishiguro/en/robot.html) diakses pada 8 September 2018
  5. Video, Meet Ibuki, A Spooky Child-Like Android from Japan, Interesting Engineering (https://interestingengineering.com/video/meet-ibuki-a-spooky-child-like-android-from-japan) diakses pada 8 September 2018
Bagikan Artikel ini di:

FEDOR : Robot Humanoid dengan Kecerdasan Buatan akan Bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional Bulan Ini

Bagikan Artikel ini di:

Perkembangan dunia robotika semakin maju pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini didukung dengan semakin berkembangnya ilmu kendali dinamika robot yang bertanggung jawab atas kestabilan robot dan kecerdasan buatan atau disingkat AI (Artificial Intelligence) sebagai kecerdasannya.

Robot mempunyai kelebihan tersendiri dalam upaya menyelesaikan masalah, tidak seperti manusia yang mudah bosan terhadap pekerjaan tertentu. Robot juga dapat bekerja pada area-area yang sulit dijangkau manusia, baik itu karena faktor keamanan, lingkungan, termasuk kawasan berbahaya seperti disebuah reaktor nuklir dan stasiun luar angkasa.

Gambar 1. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)

Robot Humanoid (didesain menyerupai tubuh manusia) dan kecerdasan buatan dapat dipadu menjadi satu, dengan output-nya berupa robot yang mempunyai kemampuan lebih cerdas dan lebih akurat dalam mengambil sebuah keputusan. Teknologi kecerdasan buatan yang berkembang saat ini, masih memiliki kemampuan yang sempit, maksudnya hanya dapat melakukan penyelesaian pada satu tugas saja, misalnya untuk pengenalan pola, wajah, dll. Tetapi, jika dipadukan dengan beberapa algoritma pendukung, kecerdasan buatan dapat berfungsi cukup kompleks seperti pada robot “FEDOR” milik Rusia yang akan dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station atau disingkat ISS).

Tampilan Robot FEDOR, bersalaman dengan manusia

FEDOR merupakan robot Humanoid atau dapat juga disebut sebagai sebuah Android hasil besutan Rusia yang memiliki tugas untuk membantu para awak ISS dalam misi luar angksa mereka. Nama FEDOR merupakan kependekan dari Final Experimental Demonstration Object Research. Misi robot untuk dikirim ke ISS menjadi sangat penting bagi dunia antariksa, menimbang robot-robot saat ini sudah berkemampuan sangat baik dalam melakukan beberapa tugas yang dapat dilakukan manusia. Oleh karena itu, dengan adanya robot-robot semacam FEDOR, misi pengiriman menusia ke ISS dapat dikurangi, mengingat besarnya resiko keselamatan manusia yang dikirim ke ISS. Robot FEDOR akan dikirim ke ISS pada bulan ini (Agustus 2018) bersamaan dengan pengiriman awak manusia melalui pesawat luar angkasa milik Rusia yaitu Soyuz.

Robot FEDOR memegang pistol

Teknologi robot FEDOR dikembangkan oleh Android Technics and the Advanced Research Fund, tidak sama dengan robot standar lain yang telah dibuat oleh manusia. Robot FEDOR memiliki banyak kemampuan penting yang sangat membantu ketika di ISS. Pemrograman demi pemrograman dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sangat baik, misalnya pada tahun lalu ilmuwan dan pejabat Rusia memprogram FEDOR agar bisa menembak dengan kedua tangannya. Pemrograman untuk tugas menembak itu dilakukan agar dapat membantu FEDOR meningkatkan kemampuan motorik dan pengambilan keputusan. Kemampuan penting lainnya yang dapat dilakukan oleh FEDOR adalah bisa memasang bola lampu, mengendarai mobil, dan menggunakan berbagai macam alat seperti bor, tang, palu, dll. Jika ingin membayangkan seperti apa robot FEDOR, dialah yang seperti robot terminator yang ada di film-film. Hanya saja tugasnya bukan untuk membunuh orang, tetapi untuk misi di ISS dalam membantu para kru disana dan akan lebih bermanfaat[1][2].

Gambar 2. CIMON, robot yang menggunakan AI di ISS

Robot FEDOR bukanlah kali pertama robot yang dikirim ke ISS. Pada 2015 lalu, NASA juga telah mengirim sebuah robot Humanoid pertama kali bernama Robonaut 2. Kemudian tahun ini yaitu Juni 2 bulan lalu, dilanjutkan dengan misi pengirim robot cerdas kedua yaitu robot AI bernama CIMON (Crew Interactive Mobile Companion), melalui roket pembawa kargo SpaceX milik Elon Musk. CIMON saat ini telah berada di ISS yang memiliki tugas untuk mencari tahu bagaimana sebuah kecerdasan buatan suatu hari nanti dapat membantu orang-orang di ISS menemukan sebuah ruangan[3]. Berikut ini adalah video tentang robot FEDOR.

 

Referensi:

  1. Rogers, Shelby. 2018. “Russia Prepares to Send Two Humanoid Robots to the International Space Station“. Interesting Engineering, 24 Juli 2018 (https://interestingengineering.com/russia-prepares-to-send-two-humanoid-robots-to-the-international-space-station) diakses pada tanggal 31 Juli 2018
  2. Novosti. 2018. “Russia can send into space a crew of two robots “Fedor””. RIA Science, 20 Juli 2018 (https://ria.ru/space/20180720/1524979976.html) diakses pada tanggal 1 Agustus 2018
  3. Papadopoulos, Loukia. 2018. “SpaceX’s 15th Resupply Cargo Mission to ISS Launches With First AI Flying Robot Crew Member“. Interesting Engineering, 29 Juni 2018 (https://interestingengineering.com/spacexs-15th-resupply-cargo-mission-to-iss-launches-with-first-ai-flying-robot-crew-member) diakses pada tanggal 1 Agustus 2018
Bagikan Artikel ini di: