Natural Science

Identifikasi Faktor Bioklimat Hama Ulat Bulu pada Wilayah Tanjung Priok dan Bogor tahun 2001-2010

Letak geografis Jakarta Utara berada pada 106020’ 00” Bujur Timur dan 06010’ 00’’ Lintang selatan, serta ketinggian 20 meter di atas permukaan laut.  Suhu maksimum, minimum, dan rata-rata Tanjug Priok ialah 35,4 oC, 23 oC, dan 28,7oC. Kelembaban maksimum, minimum, dan rata-rata Tanjug Priok ialah 97%, 42%, dan 75%. Tekanan udara di Tanjung Priok ialah 1010 mb. Kecepatan angin 4,2 knot, curah hujan 196,3 mm, dan penyinaran matahari sebesar 5,2%… Selengkapnya »Identifikasi Faktor Bioklimat Hama Ulat Bulu pada Wilayah Tanjung Priok dan Bogor tahun 2001-2010

Mengenal Lebih Dekat Virus Penyebab Ebola

Melansir dari CNN Indonesia (Selasa, 02/06/2020), wabah Ebola kembali merebak di Republik Kongo dan telah dikonfirmasi oleh Lembaga Penelitian Biomedis Nasional (INRB)  setempat melaporkan 4 orang meninggal karena ebola di sebuah distrik di kota barat laut Mbandaka. Sebenarnya apasih yang dimaksud penyakit ebola itu ? Penyakit virus Ebola (EVD) adalah penyakit akibat infeksi virus mematikan Zaire ebolavirus yang termasuk dalam filovirus. Filovirus (famili Filoviridae) adalah virus RNA yang terbungkus, linier,… Selengkapnya »Mengenal Lebih Dekat Virus Penyebab Ebola

red tide

Red Tide, Kecantikan Ombak yang Mematikan

Halo Sobat Warstek. Pernahkah kamu melihat fenomena berubahnya warna air laut menjadi merah? Fenomena ini dinamakan Red Tide atau jika diterjemahkan berarti Pasang Merah. Bermula dari Eutrofikasi Red tide diawali dengan proses penyuburan permukaan perairan atau dikenal juga dengan istilah eutrofikasi. Penyuburan ini bisa terjadi karena masuknya nutrien dari hulu berupa nitrat dan fosfat dalam jumlah berlebih. Selain itu, eutrofikasi dapat juga terjadi karena peristiwa upwelling.  Upwelling diartikan sebagai pembalikan … Selengkapnya »Red Tide, Kecantikan Ombak yang Mematikan

blank

Disclosing the Risk of Cancer due to Pollution, Researchers Sentenced to Prison

Turkish court sentenced a researcher for disclosing research results related to the risk of cancer due to toxic pollution. The court in Istanbul on Thursday (9/26/2019) sentenced 15 researchers to prison sentences named Dr. Bulent Sik. Dr. Sik was found guilty of “leaking classified information” to a Turkish newspaper called “Cumhuriyet” last year. Dr. Bulent Sik and Cumhuriyet Newspaper Pollution from the Industrial Innovation zone, about 80 kilometers from Istanbul and home to many chemical… Selengkapnya »Disclosing the Risk of Cancer due to Pollution, Researchers Sentenced to Prison