SIRINGMAKAR 24: “Kupas Tuntas BIG DATA”

Pemateri: Taufik Edy Sutanto (Founder ‘tau-data Indonesia’)

Moderator: Wayan Dadang

Diskusi

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Pemaparan diskusi mengenai Big Data ini akan saya mulai dengan milestone Era Revolusi Industri, secara berurutan adalah pengenalan mesin uap, penggunaan listrik dan elektronik, serta robotik di industri. Jika sisi kanan (industry 4.0) dirangkum dalam satu kata, maka kata tersebut adalah ‘Data’. Sehingga, penanda Era Industri 4.0 adalah penggunaan data (data-driven) dalam industri, terutama di bidang industri kreatif. Walaupun Industri 4.0 sebenarnya bukan hanya tentang Big Data dan Data Science, namun pembahasan diskusi akan fokus kepada dua hal tersebut.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Dahulu banyak perusahaan dan pemerintahan/ negara yang berebut untuk mengeksploitasi minyak bumi. Saat ini berganti era menjadi eksploitasi data. Persamaannya, minyak bumi adalah sumber daya yang terbatas (limited), sementara Data terus bertambah (unlimited).

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Apa itu ‘Big Data’?

Pertama kali yang hendak ditekankan disini terlebih dahulu bahwa big data tidak sama dengan sekadar data yang besar. Big data telah disepakati sebagai sebuah istilah (term) dan bukan sebuah kata/ frasa bahasa Inggris biasa, “data yang besar” terjemahan formalnya adalah “Large Data” bukan “Big Data”. Sebagai sebuah istilah, maka ia memiliki makna khusus.

Big data sendiri didefinisikan secara berbeda-beda di kalangan akademisi (not written in the stone).

Wikipedia mencantumkan beberapa definisi, Forbes memuat setidaknya 12 definisi yang berbeda dari beberapa sumber. Kalau dari segi ukuran data, awalnya data berukuran Terrabyte sudah dianggap besar, namun sekarang Petabyte juga sepertinya sudah biasa. Namun demikian, banyak yang keberatan jika masalah big data harus dibatasi dengan menggunakan ukuran data.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Istilah dan ukuran big data memang belum (tidak) memiliki konsensus, namun ada kesepakatan bersama mengenai big data yang bisa digunakan sebagai koridor yang benar agar kita dapat menggunakan istilah big data dengan tepat atau tidak berlebihan dalam menggunakan istilah ini.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Tiga ‘V’ (3V) menunjukkan big data bersifat terdistribusi. Memiliki sebuah database besar yang terpusat (database konvensional) sudah mulai ditinggalkan. Biaya yang dibutuhkan untuk data terpusat seperti itu terlalu besar dan non-scalable. Non-scalable dalam penjelasan sederhana, artinya ketika kelak datanya membesar, maka para staff IT dan pimpinan perusahaan/ institusi terkait akan bingung karena performa sistem mereka yang semakin menurun dan sulit untuk dicari solusinya (selain membuat sistem baru). Di masa depan, sistem terdistribusi seperti pada gambar akan semakin jamak (ubiquitous).

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Menurut saya, ada hal mengenai big data ini yang perlu ditekankan, yaitu: Tidak tepat jika menganggap Big Data hanya masalah Komputasi, Database dan Pemrograman Statistika pada teknologi yang ‘super’ saja. Teorinya pun harus berubah sebagai akibat dari berbagai karakteristik Big Data yang telah dipaparkan sebelumnya.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Ada berbagai ciri lain pada big data, yaitu user generated content. Sebelum era big data, data biasanya dihasilkan oleh institusi, semisal data perusahaan, pegawai transaksi, dsb.

Di era big data, data juga dapat dihasilkan oleh pengguna/ user (user generated content). Pengaplikasian big data tentu saja ada perdebatan, baik yang pro maupun yang kontra.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Persepsi tantangan big data pun terus berubah (dinamis) dari tahun ke tahun.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Ada banyak aspek dari big data (industri 4.0), itulah mengapa ada cukup banyak universitas yang “memaksa” hampir semua bidang ilmu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan ini. Bahkan, termasuk ilmu hukum, psikologi, bahasa, dsb.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Contoh tantangan hukum dan etika pada big data, dimana kemajuan dan teknologi jauh lebih cepat ketimbang hukum/ peraturan yang mengaturnya.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Big data mempengaruhi bahkan masyarakat yang ‘offline’. Retail di era big data akan mempengaruhi teknik dagang konvensional, sehingga semua orang harus mampu untuk adaptif dalam menghadapi perubahan zaman ini.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Selain tantangan, tentu saja ada potensi yang sangat besar. Terutama terkait kreativitas kita dalam memanfaatkan data. Banyak perusahaan besar dan start ups yang sukses dan tidaknya sangat bergantung pada bagaimana mereka memanfaatkan data dengan baik.

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

[Taufik Edy Sutanto, 2019]

Tanya-Jawab (QnA)

 

  1. Hafizh. Q1: Apakah untuk menjadi data scientist harus memiliki latar belakang pendidikan matematika/ IT?, bagaimanakah jika bukan berasal dari latar belakang tersebut?, semisal dari teknik sipil?. A.1 Gelar saat ini signifikansinya semakin berkurang. Jangan ragu untuk belajar apapun walaupun gelar kita tidak bersesuaian. Dasar data science memang Matematika, Statistika dan Ilmu Komputer. Namun, dalam penekanan yang agak berbeda.

    | Q.2 Bahasa pemrograman apa yang harus dikuasai untuk menjadi seorang data scientist?. A.2 Bahasa pemrograman yang saya sarankan Phyton, saya tidak terlalu menyarankan R.
  2. Azhar. Q. Big Data di bidang kesehatan sepemahaman saya merupakan potensi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia. Selain Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang terbit 5 tahun sekali, saat ini mayoritas Puskesmas di Indonesia sudah terhubung dengan sistem data online Puskesmas dan kalangan internal Kemenkes bisa mengakses data statistik sangat cepat. Pertanyaan saya, apakah itu sudah termasuk Big data?, jika tidak, sampai mana batasan jumlah atau kecepatan data dapat dikatakan Big data?, sebab jika saya lihat definisi dari 3V, sepertinya sih sudah. Apa artinya Indonesia sudah maju dalam statistik kesehatan?, lalu apa kendala kita di tahap selanjutnya dalam big data dalam kesehatan di mata pak Taufik?. A. Iya, kategori aplikasi data tersebut sudah termasuk big data, terutama jika data tidak terstrukturnya juga diolah (misal gambar Rontgen, detak jantung, EEG, dsb.). Indonesia sudah memulai berbagai riset big data di bidang kesehatan. Saat ini UI dan RSCM termasuk salah satu pelopornya. Istri saya S1, S2 dan S3-nya di bidang Statistika Medis. Beliau yang saat ini sedang kerjasama penelitian UI-RSCM. Kendala yang saat ini dihadapi adalah akses data dan aturan yang mengaturnya dan masalah privacy data.

  3. Fuji. Q. Seperti apa contoh pengaplikasian Big Data dalam dunia pendidikan, baik di Indonesia maupun di luar negeri?. A. Menurut saya, salah satu contoh terbaik untuk aplikasi big data di bidang Pendidikan adalah CheckMySchool milik Filipina.

    Di Indonesia, Diknas bekerjasama dengan salah satu perusahaan di Bandung untuk menerapkan big data lewat resources elektronik yang akan bisa diakses di mobile App dan akan di-embbed dengan teknologi Artificial Intelligent untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

  4. Regita. Q. Apakah big data dapat dikombinasikan dengan arsitektur lanskap agar menghasilkan solusi yang lebih tepat dan akurat?. A. Sangat bisa, inilah yang jarang ada di literatur. Di banyak referensi, ketika menerangkan big data seringkali dianggap hal tersebut seolah-olah dia mandiri. Namun tidak tepat, yang sudah ada, sering ia ter-embedded ke sistem lain.
    Ini salah satu arsitektur sederhana big data yang saya kembangkan.


    Contoh lain.


    Semoga saya tidak keliru memahami pertanyaan dan cukup jelas untuk arsitektur big data.

  5. Rahman. Q. Beberapa waktu lalu, dosen saya pernah bercerita jika beliau sedang melakukan riset di bidang Akutansi dan Sistem Informasi. Topik penelitiannya berkaitan dengan disclosure informasi oleh perusahaan-perusahaan yang dimuat didalam annual report perusahaan. Beliau bercerita jika menggunakan teknik data mining untuk mendapatkan informasi yang dimuat didalam annual report tersebut. Kesimpulan akan diambil, misalnya dari seberapa sering perusahaan men-disclose informasi mengenai lingkungan, maka perusahaan tersebut dianggap peduli/ tidak peduli terhadap lingkungan, dsb. Pertanyaan saya, apakah cara yang lazim digunakan untuk penelitian-penelitian saat ini?, bagaimana keandalan data penelitian mengenai disclosure yang diperoleh menggunakan teknik data mining dalam konteks artikel yang akan dikirimkan ke jurnal internasional bereputasi?. A. Ketika seseorang melakukan penelitian di bidang data science/ big data, maka faktor Novelty setidaknya dapat diperoleh melalui 2 jalan: 1). Novelty di bidang aplikasinya, yaitu tidak mengapa jika metode/ algoritma/ model menggunakan yang konvensional. Fokus penelitian lebih ke seberapa penting (signifikansi) APLIKASI baru ini diselesaikan dengan metode yang konvensional; 2). Novelty di Metode/ Algoritma/ Modelnya, yaitu sebaiknya data menggunakan data publik (public repository). Tujuannya agar peneliti lain bisa memverifikasi hasilnya. Istilah resminya “repeatability” dari riset yang kita lakukan. Jalan tengah dari data yang bersifat private agar publik tetap bisa verifikasi adalah dengan mengacak datanya tanpa menghilangkan ‘topologi data’.

    Model yang digunakan jika datanya private dan decentralize (terdistribusi) juga ada khusus.

  6. Kadek. A. Hal apa saja yang harus dipelajari/ diperhatikan untuk mendapatkan skill yang baik dalam mengolah big data?, serta adakah tips yang relevan terkait hal tersebut untuk mahasiswa prodi Matematika seperti saya?. Q. Saya sering berbincang dengan berbagai CEO perusahaan di Indonesia. Mulai dari startup pemula hingga perusahaan besar yang telah mapan. Salah satu keluhan yang sering diutarakan CEO terhadap para data scientists mereka interpretasi yang keliru. Banyak yang bisa membuat model, namun ketika diterjemahkan ke dunia nyata (interpretasi), maka seringnya bukan apa yang sebenarnya ‘model katakan’. Hal ini biasanya karena statistical thinking-nya kurang. Filosofi/ konsep statistik perlu agar interpretasi tidak keliru.

    Interpretasi model yang keliru ini pernah mengakibatkan salah satu perusahaan besar di Indonesia rugi cukup besar.

    Tips saya ketika belajar Matematika dan Statistika, fokus pada filosofi: yaitu kelemahan, kelebihan, batasan, generalisasi, dsb. Tanyakan “mengapa?”, “apa maksudnya?”, “bagaimana kalau tidak begitu?”, “kalau begitu boleh saya ubah begini?”, dsb.

  7. Azman. Q. Manakah yang lebih bagus dipakai antara Bahasa R atau Phyton untuk big data?, dan adakah rekomendasi tempat belajar online untuk bahasa Phyton?. A. Bahasa R lambat, dia cocok hanya jika penelitiannya lebih ke statistika. Bahasa R juga bukan full-programming language, dia lebih tepat disebut sebagai research programming language.

    Jika kita lihat language support dari sistem big data juga hanya Java dan Phyton, namun tidak ada yang sia-sia, semua bahasa pemrograman baik, terutama jika kita paham logika dengan baik.


    Hanya saja suatu bahasa pemrograman tertentu lebih cocok ke aplikasi tertentu. Menurut saya bahasa R lebih cocok ke riset tentang model (misal, statistika). Gbr Phyton mendukung berbagai konsep pemrograman, mulai dari procedural, OOP hingga functional programming yang dibutuhkan big data.

  8. Anonim. Q. Bagaimana hasilnya jika IT/ data digabungkan dengan Usaha Perkebunan/ Pertanian?, apakah sudah ada yang pernah menerapkannya?. A. Tentu saja sudah ada, biasanya dikaitkan dengan IoT (Internet of Things), beberapa publikasi aplikasinya dapat diakses. Saya pernah menjadi konsultan Kementerian Pertanian Australia.

  9. Fakhry. Q. Bagaimana aplikasi big data di bidang Pemerintahan?, saya pernah mendengar program seperti ‘Satu Data’, namun tidak tahu apakah program tersebut masih berlanjut atau tidak. A. tau-data Indonesia saat ini sedang membantu beberapa kementerian mempersiapkan sistem big data mereka, saya tidak bisa memberikan detail karena rahasia (confidential), tetapi melalui sistem big data yang sedang disusun ini nantinya koruptor akan semakin sulit ruang geraknya. Contoh lain adalah membantu kerja para ASN di Kementerian tersebut. AI dan big data sudah mulai diterapkan, bahkan para menteri dapat memantau melalui sistem ini di ruang kerja mereka. Hanya memang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kemungkinan akan siap 2-3 tahun mendatang.

  10. Anonim. A. Tahapan agar mampu me-manage data yang baik agar tidak terjadi duplikasi data yang bisa menyebabkan kerugian pada perusahaan apa saja?. A. Domain Constraint’ seperti di sistem konvensional tetap bisa digunakan. Misal, field domain di database dan variable type di pemrograman. Namun, jika mau spesifik di big data, saya sarankan untuk menggunakan hash locality indexing. Di big data agak beda masalahnya dengan BD konvensional karena datanya kebanyakan tidak terstruktur.

    Selain itu, cara duplikasi detection lain tetap bisa digunakan.

Penutup

Setiap pagi di Afrika, seekor Rusa bangun, dia tahu bahwa har ini ia harus berlari lebih cepat dari Singa tercepat, atau kematian akan menjemputnya. Setiap pagi di Afrika, seekor singa bangun, dia tahu bahwa hari ini ia harus lari lebih cepat dari Rusa yang paling lambat, atau kelaparan akan membunuhnya. Tidak menjadi masalah apakah kita bagaikan seekor “Rusa” atau “Singa”. Saat pagi menyingsing, inilah saatnya untuk berlari.

Tau-data Indonesia adalah perusahaan yang didirikan pada awal 2019, bergerak di bidang konsultan, pendidikan dan penelitian data science dan big data. Tau-data Indonesia saat ini bekerjasama dengan berbagai kementerian dan lembaga, juga beberapa perusahaan swasta serta beberapa universitas negeri dan swasta utamanya yang berada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Lebih detail tentang tau-data Indonesia dapat dilihat di website https://tau-data.id/about atau jika ingin mengenal saya lebih jauh bisa diakses di http://linkedin.com/in/taufikedys .

 

 

 

 

SIRINGMAKAR 23: “Perkembangan Sintesis Nanopartikel dan Aplikasinya”

Pemateri: Lusi Ernawati (Dosen di Institut Teknologi Kalimantan)

Moderator: Afifah Sofiana Jamil

 

Diskusi

Topik yang akan saya sampaikan ini mengenai Perkembangan Sintesis Nanopartikel dan Aplikasinya, materi akan saya bagi menjadi beberapa sub-materi, antara lain:

  1. Definisi nanopartikel dan yang membedakan dengan material sejenis dalam ukuran besar (bulk);
  2. Metode sintesis nanopartikel; dan
  3. Aplikasi dan karakterisasi nanopartikel.

Definisi Nanopartikel

Hal pertama yang perlu diketahui, nanopartikel didefinisikan sebagai particulate (partikulat) yang terdispersi atau partikel-partikel padatan dengan ukuran partikel berkisar 10 – 100 nm. Pada saat ini, pengembangan nanopartikel (nanoteknologi) terus dilakukan oleh para peneliti dunia akademik maupun industri.

naturalsociety.com

Adapun yang membuat nanopartikel berbeda dengan material sejenis yang berukuran lebih besar (bulk) adalah:

  1. Karena ukurannya yang kecil, nanopartikel memiliki nilai perbandingan antara luas permukaan dan volume yang lebih besar jika dibandingkan dengan partikel sejenis yang ukurannya besar, karena ukurannya yang sangat kecil tersebut membuat nanopartikel bersifat lebih reaktif. Seperti yang sudah diketahui, reaktifitas material ditentukan oleh atom-atom di permukaan, karena hanya atom-atom tersebut yang bersentuhan langsung dengan material lain;
  2. Ketika ukuran partikel menuju skala nanometer, maka sifat fisika yang berlaku lebih mendominasi. Sedangkan, sifat-sifat nanopartikel biasanya berkaitan dengan fenomena kuantum karena keterbatasan ruang gerak elektron dan muatan partikel yang kemudian mempengaruhi sifat-sifat material, seperti perubahan warna, transparansi, kekuatan mekanik, konduktivitas listrik dan magnetisasi;
  3. Perubahan rasio jumlah atom yang menempati permukaan terhadap jumlah total atom, yang pada akhirnya mempengaruhi perubahan titik didih, titik beku dan reaktivitas kimia. Uniknya, perubahan-perubahan akibat fenomena tersebut untuk kasus nanopartikel dapat dikontrol ke arah yang kita inginkan.

Contoh sederhana adalah bagaimana sifat partikel berubah jika ukurannya direduksi ke skala nanometer dapat dijumpai pada material TiO2 (Titanium Dioksida). Titania pada ukuran nano tidak hanya bersifat transparan, tetapi juga sangat efektif untuk menghalangi radiasi ultraviolet. Penggunaan TiO2 biasa diaplikasikan untuk industri kosmetik sebagai tabir surya (sunscreen).

Metode Sintesis Nanopartikel

Selanjutnya mengenai sintesis nanopartikel sendiri dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dalam fasa padat, cair maupun gas. Prosesnya dapat berlangsung secara fisika maupun kimia. Adapun dua pendekatan utama sintesis nanopartikel adalah Top-Down dan Bottom-Up.

ntnu,edu

Pada pendekatan Top-Down, artinya adalah memecah partikel berukuran besar menjadi berukuran nano, sementara Bottom-Up adalah memulai sintesis partikel nano dimulai dari atom-atom/ molekul/ kluster yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terbentuk partikel berukuran nano sesuai yang dikehendaki. Nah, sekarang kita masuk ke materi tentang metode sintesis nanopartikel yang dapat dilakukan secara konvensional (sol gel, hydrothermal, precipitation, solid state) maupun dengan menggunakan alat yang lebih kompleks (spray drying, pyrolysis, dsb.).

Sintesis nanopartikel dapat dilakukan dengan beberapa metode berikut:

  1. Metode Pemanasan Sederhana dalam Larutan Polimer

    nature.com

Umumnya metode ini adalah untuk memodifikasi metal oksida dengan polimer tertentu untuk menghasilkan komposit nanopartikel. Contohnya senyawa silver nitrate (AgNO3) menggunakan polimer polyvinyl alcohol (PVA), dimanfaatkan sebagai antibacterial agent.

  1. Metode Colloidal (Koloid)

    en.wikipedia.org

Sejumlah peneliti besar telah berhasil memodifikasi nanoparticle dalam bentuk koloid dengan ukuran mencapai 3 – 50 n. Jenis koloid ini mencakup logam mulia (unsur III-V, 8A), seperti Au, Ag, Pt, Pd dan Cu; semikonduktor (Si, Ge, oksida logam); adapula yang menggunakan isolator (SiO2, material keramik) dan material magnetik (Fe2O3, Ni, Co, Fe dan Pt).

Untuk membuat partikel dengan ukuran tertentu biasanya digunakan surfaktan sejenis CTABr, SDS, kationik, surfaktan anionik sebagai surface active reagent. Penambahan surfaktan berfungsi disamping menghentikan pertumbuhan ukuran partikel lebih lanjut, juga berfungsi untuk menghindari penggumpalan (aglomerasi) yang lebih besar sehingga partikel koloid tetap stabil dalam jangka waktu yang lama.

  1. Metode Polyol

    pubs.rsc.org DOI: 10.1039/C5GC00943J

Proses ini merupakan cara yang dilakukan untuk menghasilkan partikel logam, seperti Cu, Ni dan Co dalam ukuran nano dalam media selain air. Contoh media yang biasa digunakan adalah ethylene glycol dan diethylene glycol.

     4. Metode Spray (Drying dan Pyrolysis)

indiamart.com

Metode sintesis ini yakni merupakan metode penguraian/ pembangkitan droplet-droplet kecil dari medium fasa cair. Contoh produk dari sintesis ini antara lain: parfum, hair spray, cat pilox, obat anti-nyamuk dan paint brush. Ukuran droplet yang dihasilkan bergantung pada berbagai faktor, antara lain: viskositas cairan, tegangan permukaan cairan, ukuran lubang tempat droplet keluar. Kelebihan metode ini adalah efisiensi dan proses sintesis berlangsung cepat.

  1. Metode Templating Method dan Nanosphere Litography

phys.org

Metode ini diawali dengan deposisi material pada masker kristal koloid yang telah teratur (self-organized) untuk pengaturan nanopartikel pada permukaan datar. Metode ini adalah cara fabrikasi ideal untuk menghasilkan penyusunan partikel yang teratur dan homogen, baik ukuran, bentuk maupun periodisitas-nya dapat dikontrol dengan mudah.

 

Aplikasi dan Karakterisasi Nanopartikel

researchgate.net/ Fozia Z. Haque

Aplikasi nanopartikel sangat luas sekali baik di dunia industri maupun lingkungan, sepertinya tidak mungkin saya bahas satu per satu disini.

 

Tanya-Jawab (QnA)

  1. Andri Yulianto. Q: Setahu saya di Indonesia sudah ada perkumpulan masyarakat nano yang berkantor di Puspitek Serpong?, apakah sejauh ini sudah ada hasil temuan dari lembaga tersebut, dan sudah adakah start-up perusahaan nanoteknologi di Indonesia?. Iya, betul. Sepengetahuan saya, sudah ada 4 hingga 6 start-up perusahaan nanoteknologi yang telah dikembangkan di Indonesia, diantaranya ada PT. Nanotech Inovasi Indonesia, PT. Nanotech Herbal Indonesia dan PT. Sinergie Nanotech Indonesia. Ada juga yang berbentuk CV, antara lain: CV. Nanotech, CV. Transfer Inovasi (teknologi informasi dan pendidikan), produk yang dikembangkan salah satunya adalah produk Herbal Alamo berbahan organik (pelangsing, clay, antima dsb.).
  2. Ali. Q: Bagaimana cara memilih metode sintesis yang tepat?, dan bagaimana cara meminimalkan terjadinya kegagalan dalam mensintesis?. A. Langkah awal, pahami dulu karakteristik material yang akan disintesis (fisika, kimia dan mekanik). Perbanyak studi literatur dan pelajari proses yang sudah dilakukan pada penelitian sebelumnya, kemudian pilih mana yang paling memungkinkan dan efisien. Karena metode ini berkaitan dengan ukuran, bentuk, struktur dan morfologi yang Saudara inginkan. Optimasi perbandingan komposisi material yang digunakan juga harus dipertimbangkan untuk meminimalisir. Yang jelas tidak ada tips atau cara khusus untuk meminimalisir kegagalan. Tergantung pada proses apa yang digunakan dan parameter yang ditetapkan.

  3. Ilham. Q: Nanopartikel memiliki keunikan apabila berukuran nano, apabila ingin membuat nanopartikel dengan ketahanan termal yang tinggi, dapatkah disintesis melalui modifikasi nanopartikel berbahan organik yang notabene sifatnya tidak tahan panas?. A. Thermal/ suhu tinggi (>1000 C) saya belum pernah menemukan/ mengetahui. Tapi dibawah <= 500 ada contoh yang saya tahu, yaitu modifikasi Bentonit (Clay) menjadi Organic Clay dengan penambahan surfaktan, aplikasinya sebagai nanofiller pada material nanokomposit.

  4. Gardin Muhammad. Q: Apakah sintesis atau pembuatan suatu alat yang menggunakan nanomaterial harus dilakukan di dalam clean room?, karena setahu saya di Indonesia belum ada clean room. A. Iya, selain clean room, ada beberapa kriteria ruangan yang harus digunakan untuk sintesis nanopartikel, antara lain: low humidity, oxygen atmosphere, dry air, dsb. Ini biasanya untuk alat solar cell menggunakan bahan nanomaterial.

  5. Anggara. Q: Kereaktifan nanopartikel yang lebih besar daripada partikel yang lain ini apakah dapat diterapkan pada perkembangan dunia kedokteran, khususnya obat?, apakah ada resikonya di dunia kedokteran?. A. Teknologi nanopartikel di dunia medis/ kedokteran saat ini menjadi tren baru dalam pengembangan sistem penghantaran obat (drug delivery), tentunya setelah dimodifikasi dan diformulasikan secara khusus agar tidak membahayakan. Selain untuk penghantaran obat, juga digunakan untuk mendeteksi sel tumor/ kanker dalam tubuh, pembuatan spinnel ferrite NiFe2O4 yang dilapisi PEG sebagai magnetic resonance, tissue engineering scaffold. Ukuran nanopartikel diaplikasikan pula dalam proses tablet nanopartikel karena sifatnya yang mudah larut, maka akan meningkatkan daya kerja dan keefektifan penyerapan obat oleh tubuh. Sementara, untuk resiko tentunya jika digunakan secara berlebihan dan sembarangan akan menyebabkan resiko dan efek samping yang buruk.

  6. Pandega Abyan. Q: Perubahan-perubahan sifat kimia dan fisika dapat dikontrol sesuai keinginan kita, bagaimana contoh nyatanya?. A. Maksud dari mengubah sifat kimia dan fisika disini tidak dilakukan secara bersamaan, melainkan dilakukan dengan cara memodifikasi. Contohnya, nanopartikel perak (Ag) memiliki sifat optik, listrik dan thermal. Tingkat absorpsi yang baik dapat dimodifikasi sifat-sifat fisiknya dengan memodifikasi produk seperti photovoltaic (PV), sensor biologi dan kimia. Salah satu aplikasinya adalah pasta tinta konduktor yang memanfaatkan nanopartikel Ag untuk konduktivitas listrik yang tinggi, stabilitas dan suhu sintering yang rendah. Contoh lain adalah silika dengan sifat optik (transparansi dan absorpsi) terhadap cahaya menjadi lebih tinggi jika dimodifikasi dengan polimer PES untuk mendapatkan sifat plastik transparan dan konduktivitas yang baik untuk bahan thermal insulator. Selain itu, misalnya WO3 untuk fotokatalis pada absorpsi dye tekstil RhB menjadi maksimum dengan memodifikasinya menggunakan TiO2 untuk mendapatkan tingkat absorpsi yang tinggi terhadap degradasi dye organik.

  7. Alfi. Q.1: Saya sedang melakukan penelitian di bidang fotokatalis dikompositkan dengan TiO2, nah kira-kira bagaimana metode yang bagus untuk meningkatkan efektivitas dari material fotokatalis tersebut, Bu?, tepatnya bagaimana meningkatkan efektivitas dalam sinar tampak?. A.1 Yang saat ini saya kembangkan adalah metode colloidal (surface modification), caranya dengan mengatur komposisi WO3/ TiO2 dan dosis katalis selama proses degradasi. Hasil degradasi methylene blue dapat mencapai 85 – 90%. Tentunya ukuran efektivitas tidak hanya bergantung pada level absorpsi saja, tetapi juga waktu degradasi, dan ini masih butuh waktu 120 min. untuk mencapai hasil maksimal. Berbeda dengan penggunaan material CaTiO3, saya berhasil mendegradasi RhB dan Mb dalam waktu 40 min. saja dengan absorpsi 80 – 90%. | Q.2 Pada penjelasan: “yang kedua adalah perubahan rasio atom yang menempati permukaan terhadap jumlah total atom”, permukaan apa yang dimaksud?. A.2 Maksudnya permukaan partikel.
  8. Dewi Adelia. Q: Kalau yang dipakai adalah TiO2 untuk mendegradasi limbah organik cair di industri, jika TiO2 ini di-doping, maka syarat doping-nya harus bagaimana?, kemudian untuk pengemban TiO2 harus bagaimana?. Terimakasih. A. Kriteria doping untuk memperbaiki kinerja fotokatalis TiO2 adalah doping yang mampu menurunkan energy band gap TiO2. Bisa doping logam maupun non-logam. Doping menggunakan dopan logam lebih sering digunakan karena keunggulannya sebagai electron trapper yang dapat mengurangi reaksi rekombinasi electron hole. Nah, tentunya jenis dopan berpengaruh terhadap responsivitas TiO2 yang telah di-doping pada daerah sinar visible. Jadi, harus dilakukan pengukuran band gap-nya dulu untuk tahu persis doping mana yang cocok.

  9. Aldi Dwi Prasetiyo. Q: Ingin menanyakan terkait penelitian saya tentang sintesis SrTiO3 terdoping Fe dengan metode lelehan garam sebagai degradasi zat warna, yang ingin saya tanyakan, didalam SrTiO3, posisi valensi band dan konduksi band masing-masing ditempati oleh atom apa ya?, dan saya masih bingung siapa yang menyumbang elektron-nya. Spektrum VB dominan O, CB dominan Sr, untuk posisi Doping Fe nantinya terletak dekat pita valensi apakah benar sebagai elektron trapper sebelum rekombinasi ke pita valensi?

    A. Interkalasi doping ion Fe harusnya berdampak pada oksigen, dimana orbital Fe3d dan O 2p, kemungkinan kalau interstisi, ada stoikiometri antara FeOx.

 

Penutup

“NANOPARTICLE IS NOT ONLY USEFUL, BUT ALSO BEAUTIFUL”.

SIRINGMAKAR 22: “Mengupas Beasiswa Indian Council for Cultural Relation”

Pemateri: Siti Fathurrohmah (penerima Beasiswa ICCR BSc in Microbiology di Osmania University)

Moderator: Lusi Ernawati

 

Pengantar

Saya mengambil studi BSc Microbiology, Genetics and Chemistry di Osmania University. Kebetulan hari ini adalah hari terakhir saya final exam (ujian semester akhir). Dan insyaAllah bulan Juni saya mendapat ijazah, dan di bulan Juli saya sudah bisa pulang ke tanah air. Sedikit bercerita awal mula saya bisa berangkat ke India, saya memang berkeinginan bisa kuliah di luar negeri sejak masih SMP. Namun, saya sadar diri jika masih ada kesulitan dengan penguasaan bahasa Inggris, sempat ciut juga impian saya karena kendala bahasa. Jadi, alih-alih saya menguburkan mimpi studi di luar negeri, saya memutuskan untuk mencari alternatif. Alternatif saya adalah kuliah dimana bahasa Inggris adalah bahasa resmi, namun negara tersebut bukanlah English Speaking Country. Sebenarnya sangat jarang ada beasiswa S1 ke luar negeri. Sebagian besar yang mengambil S1 luar negeri adalah self-finance. Jadi, saya di India tidak hanya belajar ilmu sains yang menjadi bidang saya, namun juga praktek bahasa Inggris secara daily basis disini. Bisa dibilang kuliah di India adalah batu loncatan saya kuliah di negara Eropa dan sekitarnya.

 

Diskusi

Sekolah di India Murah: ‘Bak Kacang Goreng’

freepik.com

Sudah tidak menjadi rahasia lagi dan semua mahasiswa Indonesia di India mengakui kalau biaya pendidikan di India tergolong murah. Cukup banyak teman-teman disini yang menempuh pendidikan dengan biaya orang tua, bahkan saya kenal beberapa kawan yang membiayai kuliahnya sendiri hingga S2 di India.

Saya ambilkan contoh di Aligarh Muslim University, biaya pendidikan untuk B.A (Bachelor of Arts) setara S1, untuk biaya SPP sekitar Rp 14.000.000 hingga lulus. Di India, jenjang S1 rata-rata hanya 3 tahun. Di Delhi University, untuk kuota asing biaya pendidikan jenjang S1 program sains atau BSc sekitar Rp 3.600.000 per tahun.

Di India juga adalah surga bagi pecinta buku. Ini adalah hal terfavorit bagi saya selama di India, karena saya suka membaca. Selama di India kami tidak pernah mengenal buku bajakan. Semua buku yang tersedia disini asli. Akses untuk menjangkau buku-buku terbitan internasional juga sangat mudah. Di Kota Delhi ada perpustakaan sekaligus toko buku khusus untuk buku terbitan Oxford University Press.

Dua hal yang saya cintai dalam dunia buku adalah Sains dan Pengembangan Diri. Kedua jenis buku tersebut yang memenuhi rak buku saya. Buku Mikrobiologi saya terbitan McGraw Hill, misalnya, saya dapatkan hanya Rp 120.000. Buku tersebut asli (ada hologramnya), cukup tebal sekitar 800 halaman, dan lagi itu terbitan internasional. Buku bekas (second hand) tetapi asli juga cukup banyak tersedia. Jujur, saya lebih suka buku bekas, karena sudah agak lecek.

Pada bulan Januari setiap tahunnya, di daerah Pragati Maidan, New Delhi digelar pameran buku internasional. Ada yang bilang itu adalah pameran buku terbesar di Asia. Banyak penerbit kelas dunia seperti Oxford, Cambridge, Wiley, turut serta di pameran tersebut. Diskon yang ditawarkan pun hingga 30%. Penerbit Indonesia seperti Mizan juga sering ikut serta membuka stand di acara tersebut. Pameran biasanya berlangsung sekitar 1 (satu) minggu.

Bahasa Inggris

freepik.com

Bahasa adalah salah satu perbedaan yang paling kentara yang saya hadapi pertama kali. FYI, India dahulu negara bekas jajahan Inggris, jadi tidak heran kalau rakyatnya banyak yang fasih berbahasa Inggris. Tak heran pula Bahasa Inggris menjadi bahasa resmi pemerintahan, pendidikan, politik, dll. Saat pertama berkuliah di India yang saya rasakan adalah, saya belum terbiasa dengan scientific english. Secara di Indonesia semua istilah sains sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Misal, dalam bahasa Indonesia kita menyebut Alkana, Alkena dan Alkuna. Nah, dalam bahasa Inggris adalah Alkane, Alkene, Alkyne. Jauh banget kan bedanya?.

Kuliah di India

 

Osmania University (digitallearning.eletsonline.com)

Terkait jam perkuliahan, saya akan cerita lebih banyak untuk yang jenjang undergraduate. Jenjang S1 disini, jam kuliah benar-benar full day hampir seperti anak SMA. Kalau saya sendiri kuliah dari hari Senin – Sabtu jam 10.00 – 16.30, kecuali hari Sabtu hanya sampai jam 15.30. Setiap hari saya akan nge-lab selama 2 jam, kemudian kelas teori selama 4 jam pelajaran.

India juga mengajarkan kita akan kesederhanaan. Selama saya menempuh pendidikan di India, saya jarang sekali melihat mahasiswa mengendarai sepeda motor. Rata-rata dari mereka menggunakan bus atau metro (sejenis MRT). Bahkan dosen saya pun rata-rata menggunakan kendaraan umum. Saya pernah satu bajaj dengan dosen saya. Kami berdua sama-sama menuju stasiun metro. Bahkan di Aligarh, dosen-dosen berangkat ke kampus menggunakan sepeda onthel.

India tidak pernah menawarkan kemewahan. Dalam belajar, kita tidak membutuhkan kemewahan. Kualitas pendidikan yang dibungkus dengan kesederhanaan dan kesahajaan justru mempercantik nilai ilmu tersebut. Kalau teman-teman pernah menonton film “3 Idiots”, itu benar-benar representasi suasana belajar disini. India memang cenderung keras dalam hal pendidikan. Contohnya, disini ada ujian masuk sendiri untuk jurusan Engineering dan Kedokteran. Misal, untuk masuk jurusan engineering disini ada semacam ujian nasional untuk masuk ke Indian Institute of Technology (IIT), institut seperti ITB kalau di Indonesia. Dan setiap tahun ada sekitar 400.000 orang yang mengikuti ujian masuk di IIT, dari jumlah yang mendaftar ujian hanya sekitar 20.000 orang yang diterima untuk 8 kampus IIT yang tersebar di India. Hal yang sama untuk kampus kedokteran dan kampus negeri-negeri lainnya. Jadi, kalau orang Indonesia ujian masuk kuliah tingkat nasional yang populer ada SNMPTN dan SBMPTN, sementara di India ada banyak sekali jenis ujian masuk berdasarkan jurusan yang kita tuju. Dan, lagi, ujian masuknya bersifat Nasional.

Sistem ujian dalam kampus di India cukup berbeda dengan di Indonesia. Untuk S1 tidak ada skripsi, bahkan tidak semua S2 ada thesis. Namun, setiap semester kita diharuskan lulus semua mata kuliah, sounds easy, ya? 😀

Tetapi, ujian disini benar-benar menguras segala aspek kehidupan kita, karena ujian kita disini semuanya adalah esai. Misal begini, semester ini saya ada 8 mata kuliah teori, nah setiap 1 mata kuliah kita bisa menjawab soal ujian esai paling tidak 25 halaman. Setiap mata kuliah akan diberi waktu pengerjaan soal selama 3 jam dan dikerjakan di tempat, saya pribadi menulis jawaban esai tidak lebih dari 27 halaman. Malah ada teman saya ada yang sampai menambah lembar jawaban karena saking banyaknya yang ditulis. Kesannya teoritis banget ya?. Memang. Oleh karena itu, ujian teori akan berbeda dengan ujian praktek. Sistem ujian disini membuat kita tidak bisa mempersiapkan ujian dengan cara SKS (sistem kebut semalam). Saya pribadi mulai mempersiapkan ujian sebulan sebelumnya. Karena jam kuliah yang padat, sehingga materi pun sangat banyak dan persiapan mengharusnya setidaknya 1 bulan mempersiapkan tidak hanya membaca, tetapi juga belajar menulis untuk menuangkan jawaban esai kita. Kalau mata kuliah seperti Fisika, saat itu saya kebanyakan latihan menurunkan rumus.

Beasiswa di India

kalingatv.com

India menawarkan beasiswa untuk semua negara berkembang di dunia, termasuk Indonesia. Tiap tahun Indonesia mendapatkan kuota 20 orang. Beasiswa ini untuk jenjang S1 sampai S3 dan postdoc. Beasiswa sifatnya fully-funded dan cukup sekali, bahkan sisa sampai studi selesai. Beasiswa tahun 2019 – 2020 baru tutup kemarin tanggal 31 Maret 2019 dan akan dibuka kembali awal bulan Januari tahun mendatang. Berkas yang dibutuhkan, antara lain:

  1. Foto ukuran 3.5 x 4.5 cm dengan background warna putih (untuk di-upload di formulir);
  2. Marksheet ijazah SMA;
  3. Marksheet pendidikan sebelumnya (jika mendaftar S2 maka sertakan marksheet S1);
  4. Physical fitness yang diisi dan ditandatangani oleh dokter;
  5. Surat rekomendasi dari sekolah atau kampus;
  6. Unique ID (bisa dengan KTP);
  7. Sinopsis bagi pendaftar S3;
  8. Silabus kopi pendidikan sebelumnya (dibawa saat daftar ulang);
  9. English proficiency certificate i.e. TOEFL, IELTS, etc.

Fasilitas Beasiswa ICCR, mencakup:

  1. Biaya hidup bulanan (Living Allowance);
    – S1 Rs 18.000 (Rp 3.500.000)
    – S2 Rs 20.000 (Rp 4.000.000)
    – S3 Rs 22.000 (Rp 4.500.000)
    – Postdoc Rs 25.000 (Rp 5.000.000)
  2. Uang kuliah/ SPP;
  3. Uang sewa rumah;
  4. Biaya penelitian/ projek;
  5. Biaya kesehatan (Medical benefit);
  6. Visa belajar;
  7. ICCR Winter and Summer Trips.

Pendaftaran beasiswa ICCR sangat mudah. Cukup dengan membuat akun di website ICCR. Isi semua form dan upload semua dokumen. Kemudian kita akan mendapat E-mail balasan untuk undangan tes bahasa Inggris atau tes wawancara di Kedutaan Besar India di Jakarta.

Bagi teman-teman dari bidang sains dan teknik, terdapat sekitar 23 kampus IIT yang tersebar di seluruh India, bisa mencoba pendaftaran di salah satu dari 7 kampus IIT terfavorit (berdiri sebelum tahun 2000), sebagai berikut:

  1. IIT Bombay, Maharashtra;
  2. IIT Madras, Tamil Nadu;
  3. IIT Delhi, NCT Delhi;
  4. IIT Kanpur, Uttar Pradesh;
  5. IIT Kharagpur, West Bengal;
  6. IIT Roorkee, Uttarakhand (formerly Thomason College of Engineering, kampus teknik tertua di Asia); dan
  7. IIT Guwahati, Assam.

Saya ada tulisan terkait step by step secara detail untuk pendaftaran ICCR di blog saya,  Jadi, bisa mulai dipelajari jika berencana mendaftar ICCR tahun depan. Ada pula informasi mengenai kehidupan sebagai muslimah di India.

Tanya-Jawab (QnA)

  1. Arshel: Q.1 Apa saja yang harus dipersiapkan untuk (studi) keluar negeri?. A.1 Tergantung beasiswa yang ingin kita daftar. Persiapkan apa yang menjadi persyaratan dalam beasiswa.| Q.2 Bagaimana cara lulus wawancara?. A.2 Be confident 🙂 | Q.3 Apakah skor TOEFL 523 sudah memenuhi syarat studi keluar negeri?. A.3 Iya, cukup. | Q.4 Apakah kakak punya web/ akun tentang beasiswa yang recommended?. A.4 Maaf, saya tidak ada akun beasiswa, saya sendiri sedang mencari-cari beasiswa lagi 😀
  2. Ihsan: Q.1 Apakah di luar negeri banyak terjadi masalah sosial yang mengharuskan kita beradaptasi, contohnya apa yang sering dihadapi?. A.2 Ini tergantung luar negeri di negara mana, misal kalau saat ini di Turki yang sedang ada perang dan mengharuskan mahasiswa Indonesia dipulangkan, itu memang agak mengkhawatirkan. Masalah sosial sendiri di semua negara ada, dan masalah sosial di negera kami berada tidak berpengaruh secara langsung dengan kami yang disini. Tidak diperlukan trik adaptasi khusus disini. | Q.2 Kalau misal kita hidup di asrama dan teman-teman banyak dari luar negeri juga bagaimana beradaptasi dengan banyaknya culture dan permasalahan bahasa?. A.2 Ya, dikarenakan dengan banyaknya perbedaan disini, tentu saling toleransi dan berkomunikasi dengan baik, being open-minded, dan dengan belajar bahasa Inggris disini bisa menyatukan komunikasi dengan mahasiswa asing lainnya.
  3. Egi: Q.1 Untuk jenjang S2, surat rekomendasi kira-kira itu dari siapa?. A.1 Surat rekomendasi yang perlu kita lampirkan ada 2 surat, surat rekomendasi ini dari orang yang mengenal kita dengan baik secara akademis. Bisa dari dosen, nah, karena dulu saya mendaftar ke S1, saya mendapat surat rekomendasi dari guru bahasa Inggris dan dari kepala sekolah. Sementara kalau dari kampus untuk beasiswa S2, bisa dari dosen dan dekan, misalnya.| Q.2 Pembuatan penelitian/ research, bagaimana prosesnya?. A.2 Penelitian sendiri, untuk S2 ini, tergantung jurusan yang kita ambil disini. Karena tidak semua S2 disini ada penelitiannya, seperti jurusan politik disini cenderung tidak ada tesis, pun jurusan bahasa tidak ada. Kalau untuk pembuatan penelitian, dari cerita mahasiswa disini yang mengerjakannya mirip dengan penelitian yang dilakukan ketika S1 di Indonesia.  | Q.3 Dokumen apa saja yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris?. A.3 Semua dokumen dalam bahasa Indonesia harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. | Q.4 Dalam pembuatan CV adakah strateginya, dan kalau misal ada sebuah penilaian pada sertifikat, sertifikat apa saja yang penting untuk goals pada studi dan beasiswa di India?. A.4 Kalau saya pribadi, CV yang saya susun tidak ada strategi. Kalau membutuhkan strategi atau tips bisa googling untuk mencari yang lebih expert. Saya pun belajar menyusun CV dari mencari di internet. | Q.5 Pada ujian seleksi, mata pelajaran apa saja yang diujikan dan apakah jawabannya harus menggunakan bahasa Inggris?. A.5 Semua mata pelajaran diujikan dan semua jawaban dalam bahasa Inggris. | Q.6 Saya tertarik pada bidang fotogrametri yang biasanya masuk dalam prodi Teknik Geomatika, adakah rekomendasi universitas selaras dengan bidang fotogrametri?. A.6 Saya sendiri belum pernah dengar mengenai studi mengenai fotogrametri ataupun jurusan Teknik Geomatika, jadi mohon maaf saya tidak bisa bantu jawab. Namun, bisa coba dicari misalnya dengan kata kunci “photogrametry in India”.
  4. Muhammad Asyfa: Q.1 Kira-kira bagaimana perbandingan kuliah di India dan di Indonesia dari segi kurikulum, kualitas dosen dan fasilitas?. A.1 Dari segi kurikulum di Indonesia, saya kurang begitu tahu, meskipun pernah kuliah sebentar di Indonesia yaitu D3 selama 1 tahun saja, kemudian saya meninggalkan studi untuk berangkat ke India. Kurikulum di India, kurikulum disini terbilang sangat padat. Misalnya begini, saya pada tahun pertama dan kedua kuliah harus mengambil minimal 25 sks/ semester, lalu masuk tahun terakhir sks kuliah bertambah hingga 35 – 40/ sks. Sangat padat untuk jam kuliah yang kita ambil. Sementara untuk kualitas dosen di India, saya bisa bilang tidak perlu meragukan kualitas dosen disini, karena semua dosen yang mengajar sudah menuntaskan program Doktoral-nya. Mereka juga sudah banyak memiliki koneksi, karena bahasa Inggris bukan lagi kendala sehingga untuk mencari koneksi ke luar negeri lebih mudah. Fasilitas di kampus sendiri, tergantung dari kampus masing-masing, apakah swasta atau pemerintah, namun kalau kampus swasta tidak menyediakan beasiswa. | Q.2 Berapa kuota rata-rata beasiswa ICCR per tahun?, apakah kuota tersebut dibagi menurut jenjang (S1, S2 dan S3) terpisah?. A.2 Kuota per tahun rata-rata 20 orang untuk semua jenjang, baik S1, S2 maupun S3.
  5. Fei: Q.1 Untuk S1/ S2 di India, apakah menyediakan jurusan humaniora, seperti bahasa atau sejarah, lalu jika ada, universitas apa yang recommendeduntuk hal tersebut?. A.1 Sebenarnya, rata-rata lebih banyak mahasiswa Indonesia justru mengambil studi sosial dibanding sains, sehingga kesempatan mengambil studi sosial (bahasa atau sejarah) akan sangat terbuka sekali. Untuk jurusan bahasa saya bisa merekomendasikan di English Foreign Language University di Haiderabad, dan banyak sekali mahasiswa Indonesia yang sudah lulus dari sana dan saat ini mengajar sebagai dosen di Indonesia maupun melanjutkan lagi studinya di Eropa. Lalu, untuk jurusan sosial dan politik, bisa coba ambil New Delhi University yang suasana kota lebih metropolitan, atau di Osmania University yang lebih tenang dan lebih murah biayanya. | Q.2 Bagaimana suasana politik dan agama disana?, apakah cukup aman untuk pelajar Muslim (karena Islam bukan agama mayoritas disana?. A.2 Nah, India sendiri sebenarnya awal basis nya adalah negeri Muslim, banyak sekali peninggalan dari kerajaan Islam yang bisa kita temui di India, seperti Taj Mahal, museum dan arsitektur Islam yang dipengaruhi budaya Persia. Sementara, untuk masalah agama sendiri sejauh yang saya alami dan temui tidak ada konflik agama, kita semua berbaur dengan baik, orang-orang India yang saya temui pun juga adalah orang-orang yang terbuka, mereka sangat toleransi dan saling menghargai.
  6. Ryan Israfan: Q.1 Selesai D3 langsung melanjutkan ke S1 ke India, ataukah mbak bekerja dulu atau les bahasa Inggris atau sempat menganggur dahulu?. A.1 Saya dulu D3 sembari mendaftar beasiswa ke India. Saya mendapat beasiswa ke India ketika saya semester 2 di Indonesia, jadi begitu diterima di India saya meninggalkan kuliah D3. Sementara untuk belajar bahasa Inggris, saya belajar sendiri, bicara dengan teman-teman, mendengarkan dosen yang sedang mengajar, belajar menulis dengan tata cara ilmiah, semua saya pelajari ketika di India.
  7. Fifin: Q.1 Kak, bisa berbagi pengalaman saat wawancara beasiswa ICCR dan persiapan untuk melengkapi dokumen di blog ICCR saat mau mendaftar dan poin apa saja yang paling penting saat mendaftar beasiswa ICCR?. A.1 Nah, untuk sesi wawancara ini setiap tahun tidak selalu ada. Jadi, kalau misal tidak ada wawancara, biasanya setelah deadline kita akan mendapat LOA dari kampus tujuan. Sementara untuk persiapan dokumen, saya sarankan untuk dipersiapkan jauh hari, karena banyak dokumen yang harus dilengkapi dan tidak sedikit yang harus diurus ke beberapa tempat, meskipun pengumpulan dokumen mudah saja dengan mengunggah ke akun ICCR, namun persiapkan dokumen cetak sejak jauh-jauh hari.
  8. Anisa Ellen Brilyani: Q.1 Kak, saya pernah baca untuk mendaftar beasiswa ternyata bisa sebelum kita lulus kuliah dengan menyertakan surat perkiraan lulus, apakah untuk beasiswa India juga bisa menerima seperti itu, kak?. A.1 Kalau untuk mendaftar ke India, harus dengan ijazah lulus.
  9. Habib: Q.1 Kalau studi tanpa beasiswa, kira-kira berapakah biaya hidup dan uang kuliah untuk lulusan S1?. A.1 Untuk biaya sendiri (self-finance), tergantung dari kampus dan jurusan mana kita berkuliah. Biasanya untuk studi S1 biayanya lebih murah, misal saya ambil contoh jurusan sosial di Delhi University per tahun sekitar Rp 7.000.000,00. Lebih murah ada lagi di Ali Garh University, untuk detail bisa menghubungi lewat PPI Ali Garh karena mereka ada panitia tersendiri bagi mahasiswa yang ingin kuliah dengan biaya sendiri. Biaya hidup secara keseluruhan di India rata-rata Rp 2.000.000/ bulan sudah mencukupi, namun memang biaya hidup pastinya tergantung kota yang ditinggali.
  10. Didik: Q.1 Untuk kuliah S2 dengan jurusan Teknik Sipil/ Teknik Arsitektur di India dengan biaya sendiri, kira-kira adakah rekomendasi kampus tujuan?. A.1 Sejauh ini, tidak ada mahasiswa Indonesia yang mengambil jurusan teknik dengan biaya sendiri. Namun, saya bisa merekomendasikan untuk jurusan teknik bisa mengambil di IIT Delhi atau NIT Warangal, NIT Kurukhsetra atau bisa juga di Delhi University dan Osmania University.
  11. Shinta Rahma: Q.1 Semisal kita mendapat nilai di perkuliahan kurang dari minimal, kita harus mengulanginya lagi atau bagaimana?. Dan terkait beasiswa langsung hilang ataukah ada dispensasi?. A.1 Kalau ada mata kuliah yang tidak lulus harus mengulang ujian di semester selanjutnya. Dan ini banyak terjadi sama mahasiswa disini, semester kemarin 40% mahasiswa tidak lulus mata kuliah Agricultural Microbiology, sehingga diharuskan mengulang ujian. Jika tidak lulus 1 atau 2 mata kuliah tidak masalah, masih bisa diulang. Yang terpenting tidak sampai drop out (DO), kita bisa terkena DO jika tidak lulus 50% total mata kuliah yang ada. Misal, total ada 6 mata kuliah, maka untuk melanjutkan ke semester selanjutnya harus lulus minimal 3 mata kuliah dan mengulang 3 mata kuliah yang tidak lulus. Oh iya, yang membedakan beasiswa ICCR dengan beasiswa lainnya adalah kita tidak perlu mencari LoA dari kampus tujuan, karena nanti di formulir ICCR kita akan mencantumkan 3 kampus pilihan dan 3 jurusan pilihan. Jadi, kita fokus saja melengkapi persyaratannya.

Penutup

Bagi teman-teman, para Scholarship hunters, pesan saya hanya satu. Rajin lah membaca. Khususnya bagi teman-teman yang ingin kuliah di India, bisa mulai banyak membaca, latihan membetahkan diri untuk baca buku berjam-jam akan sangat dibutuhkan saat kuliah disini nanti. Perlu kita ingat juga, kompetisi paling awal dalam mendapat beasiswa (beasiswa apapun) adalah kompetisi dalam membaca informasi yang disediakan, teliti membaca formulir, teliti membaca persyaratan, dsb. Jadi, rajin lah membaca dahulu sebelum teman-teman bertanya. Jika ada pertanyaan, maka coba baca dahulu di blog atau informasi yang disediakan oleh PP Negara terkait. Jika masih belum jelas, maka bertanyalah.