3g dating agency

Syubhat Fisika dan Bid’ah Teknologi

“Jangan pelajari Teknik Fisika! Banyak syubhat di dalamnya. Pelajari fisika yang masih murni saja!”

Pernyataan koplak di atas tidak mungkin pernah keluar dari profesor fisika teori kelas tinggi seperti mendiang Prof. Stephen Hawking atau Allahuyarham Prof. Muhammad Abdussalam, bahkan oleh fanatik terkoplaknya sekalipun. Mana mungkin ada sains tanpa terapan kalau tidak disebut Al ilmu bi la amal alias jarkoni (ujar tok ora nglakoni atau bicara saja tanpa tindakan) kasarnya,“membual tanpa bukti”. Memang tidak semua sains bisa langsung diterapkan seperti pengetahuan gravitasi atau Deret Fourier yang ketika dirumuskan tidak jelas faedahnya, baru berpuluh atau beratus tahun kemudian tersingkap rahasianya. >>> 

Baca Selengkapnya

50 Artikel Warstek Dengan Pembaca Terbanyak di Tahun 2018

50 Artikel Warstek Dengan Pembaca Terbanyak di Tahun 2018

Terimakasih telah setia membaca Warstek.com selama 1 tahun ini ?
Bantu Warstek.com untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia dengan cara share link artikel-artikel Warstek ya ?

Semoga Warstek.com dapat terus meningkatkan minat anak bangsa pada IPTEK dan mengakselerasi Indonesia maju!

No Judul Banyaknya Pembaca
1 Sembilan Cara Berikut Efektif Dalam Melatih Otak Untuk Menjadi Lebih Pintar 17,327
2 Sehat dan Tidak Berbahaya, 11 Jenis Pewarna Alami Pangan 15,517
3 Dasar Komunikasi Fiber Optik dan FTTH (Fiber To The Home) 12,020
4 Mekanisme Kerja Asam Benzoat Sebagai Bahan Pengawet Makanan 8,706
5 Siringmakar 13: “Mendalami Proses Produksi Pulp dan Kertas” 7,346
6 Rokok vs Vape, Manakah yang Lebih Baik? 6,790
7 Diundur, Transplantasi Kepala Desember 2017 Dialihkan ke Tahun 2018 5,922
8 Kupas Tuntas Arang Aktif 4,876
9 Apakah Sidik Jari Dapat Hilang? 4,561
10 Titanium Dioksida (TiO2) sang Material Superstar 4,489
11 Agriculture 4.0: Revolusi Pertanian Tahap Keempat 4,209
12 Manusia dengan Empat Lengan: Solusi Manusia Bekerja Secara Individu 4,001
13 Apa itu Lubang Cacing (Wormhole)? Teori, Fakta, dan Harapan tentang Lubang Cacing 3,951
14 Aplikasi Nanorefrigerant Hidrokarbon TiO2-R600a pada Kulkas 3,869
15 Sistem Navigasi GPS Menyerupai Otak, Bagaimana Cara Kerjanya? 3,866
16 Mengapa Telur Asin Bisa Asin? Bisakah Telur Asin Memiliki Rasa Selain Asin? 3,789
17 Dampak Nyata Kehadiran GO-JEK Terhadap Perekonomian Nasional Di Indonesia 3,641
18 10 Meme ini Anak Teknik Banget dan Bikin Kamu Bangga Jadi Anak Teknik 3,521
19 Operasi Transfer Wajah di Film Ayat-Ayat Cinta 2, Ilmiah atau Fiksi? 3,470
20 Era Disrupsi atau Era Kreasi? 3,246
21 Analisis terhadap Kualitas Jaringan Internet Indonesia yang Memburuk 3,186
22 Kupas Tuntas Biodiesel 3,028
23 Memahami Kecerdasan Buatan berupa Deep Learning dan Machine Learning 2,923
24 Teknologi Baru yang Mengubah Gas CO2 Menjadi Gas O2 dan Bahan Bakar 2,855
25 Benarkah Minum Air Es Setelah Makan Membuat Gemuk? 2,723
26 Mengenal Internet Of Things (IoT) yang Akan Diimplementasikan Pada Hampir Semua Aspek Kehidupan 2,659
27 Baterai Zinc Ion : Baterai Fleksibel yang Tersusun Oleh “Benang-benang” Karbon 2,637
28 Mengenal Radiasi Sinar Biru yang Dipancarkan Gawai (Gadget) – Dapatkah Menyebabkan Kebutaan? 2,526
29 Kreatif, Cara Mengukur Kedalaman Sumur atau Jurang Hanya Dengan Batu dan Stopwatch 2,512
30 Punya Kecepatan Internet “Dewa”, Ini Rahasia Kecepatan Internet Korea Selatan 2,480
31 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran Matematika: Sebuah Tinjauan Teori Beban Pikir (Cognitive Load Theory) 2,430
32 Begini Penjelasan Bocornya Data Pengguna Facebook ke Cambridge Analityca 2,424
33 Di Balik Fenomena Siang dan Malam dalam Perspektif Al-Quran 2,410
34 Menangkap Energi Listrik dari Lingkungan Kosong (Frekuensi Radio) 2,353
35 Aturan 20 Jam – Bagaimana Menguasai Sesuatu, Apapun Itu 2,336
36 Ternyata Sariawan bukan Disebabkan oleh Kekurangan Vitamin C 1,975
37 Pemahaman Teori Asas Black Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Sehari-hari. 1,973
38 Rahasia Dibalik Sidik Jari Manusia 1,949
39 Teknik Fisika, Menghubungkan Sains dengan Teknologi 1,937
40 Nanopartikel Magnetit : Material Antikanker Dengan Sistem Pengantar Obat (Drug Delivery System) 1,872
41 Biodegradable Packaging berbasis Protein sebagai Upaya dalam Mengurangi Penumpukan Sampah di Indonesia 1,823
42 Siringmakar 11: “Berprestasi dengan PKM, bersama Pemenang Medali Emas PIMNAS” 1,781
43 Smart Packaging, Teknologi Pengemasan Bahan Pangan Berbasis Nanokomposit 1,714
44 Batubara Sebagai Bahan Baku Pembuatan Carbon Nanotube (CNT) 1,646
45 Plastik Ramah Lingkungan dari Gelatin Ceker Ayam dan Ampas Tebu 1,617
46 Metode Kopresipitasi – Metode Mudah dan Murah dalam Mensintesis Nanopartikel 1,591
47 Alpha, Beta, dan Gamma Cellulose 1,562
48 PLTB Sidrap : Pembangkit Listrik Tenaga Angin Komersial Pertama di Indonesia 1,552
49 Aplikasi Sensor Fiber Optik dalam Monitoring Pernapasan 1,550
50 Bagaimana Cara Neurosains mengubah Mindset Manusia? 1,549

  Baca Selengkapnya

Tanpa Adanya Persamaan Ini, Tidak Akan Ada Internet

Tanpa Adanya Persamaan Ini, Tidak Akan Ada Internet

Persamaan ini merumuskan bagaimana caranya membuat komunikasi lebih cepat dan mengkodenya dalam ukuran file yang lebih kecil, membuat internet menjadi mungkin.

Persamaan tersebut diterbitkan pada tahun 1949 di buku berjudul The Mathematical Theory of Communication, ditulis oleh Claude Shannon dan Warren Weaver. Sebuah persamaan yang elegan untuk mengubah suatu informasi (seberapa banyak seseorang mengetahui sesuatu dan waktu itu belum bisa dikuantifikasi) menjadi suatu kode berbentuk matematis yang dapat diukur, dimanipulasi dan dikirim. Persamaan tersebut juga menjadi start bagi ilmu “teori informasi”, sebuah disiplin ilmu yang memungkinkan umat manusia membangun internet, komputer digital, dan sistem telekomunikasi. Ketika seseorang berbicara tentang revolusi informasi dan revolusi industri 4.0, sebenarnya persamaan dari Shannon yang mereka bicarakan. >>> 

Baca Selengkapnya

Nursaka, Potret Anak Perbatasan Indonesia-Malaysia yang Dapat Menata Motivasimu

Nursaka, Potret Anak Perbatasan Indonesia-Malaysia yang Dapat Menata Motivasimu

Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia. (KOMPAS.com)

Nursaka, anak 8 tahun yang setiap harinya harus melintasi dua negara agar dapat bersekolah. Anak dari pasangan Sudarsono dan Julini ini berdomisili di Tebedu, Serawak, Malaysia. Keluarga  kecil yang merupakan warga negara Indonesia tersebut tinggal di Malaysia. Sang ayah mengaku anaknya lebih baik disekolahkan di Entikong karena kemudahan untuk mendapatkan akses pendidikan seperti warga Indonesia lainnya. >>> 

Baca Selengkapnya

Jarak Pengereman Kereta Api

Jarak Pengereman Kereta Api

 

Tulisan Ir. HARTONO AS, MM dalam majalah Jalan Rel No. 1 Tahun Ke-1 tanggal 28 September 2001.
Disadur dengan mengubah dan menambah kata / kalimat tanpa mengurangi maksud tulisan.

Pendahuluan 
Setiap jenis kendaraan yang bergerak pasti memiliki rem termasuk kereta api yang terdiri dari lokomotif dan rangkaiannya (kereta / gerbong). Masing-masing jenis kendaraan tersebut memiliki karakteristik pengereman tersendiri, dan masing-masing karakteristik pengereman tentunya memiliki jarak pengereman (stoping distance) yang berlainan pula.

Jarak pengereman kereta api adalah jarak yang dibutuhkan mulai saat masinis menarik tuas (handle) rem dengan kondisi pelayanan pengereman penuh (full brake) sampai dengan kereta api benar-benar berhenti.

Yang dimaksud dengan pengereman penuh (full brake) pada rangkaian kereta api yang dilengkapi peralatan pengereman udara tekan (Westinghouse) adalah menurunkan tekanan udara pada pipa utama sebesar 1,4 – 1,6 kg/cm2 (1,4 – 1,6 atm) melalui tuas pengereman yang dilakukan masinis di lokomotif yang menyebabkan tekanan maksimum pada silinder pengereman kereta / gerbong mencapai 3,8 kg/cm2 (3,8 atm) pada masing-masing kereta / gerbong.

Jarak pengereman (L) dihitung dalam meter (m) sangat penting pengaruhnya pada kereta api sebagai bahan acuan bagi masinis kapan saatnya harus menarik tuas rem dan memulai pengereman untuk dapat berhenti pada waktu dan tempat yang ditentukan harus berhenti.

Dalam keadaan normal dimana kereta api yang berjalan dalam kecepatan penuh dan masinis menyadari bahwa kereta apinya harus berhenti di depan suatu sinyal karena tertahan oleh semboyan 7 (sinyal tidak boleh dilalui) maka masinis harus memperkirakan jarak pengereman dimana harus mulai menarik tuas rem sampai dengan kereta api harus dapat berhenti di muka sinyal tersebut.

Dalam pemeriksaan atau penyidikan kecelakaan kereta api, jarak pengereman dapat mengungkap penyebab suatu kecelakaan kereta api misalnya tabrakan kereta api frontal di jalan bebas, suatu kereta api menabrak kereta api lain dari belakang di jalan bebas, suatu kereta api menabrak kereta api lain di emplasemen stasiun atau suatu kereta api menabrak kendaraan jalan raya yang mogok di jalan perlintasan.

Analisis lapangan dan analisis terhadap kondisi teknis pengereman kereta api tersebut dapat mengungkap penyebab kecelakaan yaitu apakah disebabkan faktor teknis (technical error) atau faktor kesalahan operator (human error). Di lapangan dapat dihitung jarak yang tersedia untuk melakukan pengereman mulai dari lokasi tabrakan sampai dengan lokasi dimana masinis sudah dapat melihat benda / kereta api lain yang menghalangi kereta apinya yang dihitung dalam asumsi kecepatan penuh.

Analisis terhadap kondisi teknis pengereman kereta api dimaksudkan untuk mendapatkan data apakah kereta api tersebut memiliki peralatan pengereman yang seharusnya menurut syarat-syarat teknis pengereman yang ditetapkan atau tetap dioperasikan dalam kondisi menyimpang dari peraturan teknis pengereman yang ditetapkan.

Dari kondisi tersebut maka dapat diketahui apakah penyebab tersebut akibat masinis terlambat melayani tuas pengereman, jarak yang tidak mencukupi atau faktor teknis peralatan yang di bawah standar yang ditentukan. Kondisi lain yang dapat diasumsikan adalah jika “masinis tertidur” apakah peralatan “dedman pedal” atau “automatic emergency brake” dapat bekerja baik dalam situasi kecepatan penuh untuk melakukan pengereman penuh mulai dari lokasi dimana diasumsikan masinis mulai tertidur.

Pelayanan peralatan pengereman kereta api dapat bekerja dengan 3 cara yaitu dilayani oleh masinis dari lokomotif, dilayani secara otomatis oleh sistem pengamanan di lokomotif melalui peralatan yang disebut “dead-man pedal” atau “automatic emergency brake” serta oleh awak kereta api dalam rangkaian dengan menarik tuas “emergency brake” yang tersedia pada setiap kereta / gerbong. 

Faktor Yang Berpengaruh Pada Jarak Pengereman  >>> 

Baca Selengkapnya