Seberapa Jauh Ijazah Menentukan Kesuksesan Seseorang? Studi Kasus 100 Orang Terkaya Dunia Versi Forbes dan Anggota DPR RI 2024-2029

Abstrak: Ijazah di Indonesia punya jadwal yang cukup padat, dari dipakai melamar kerja, dilegalisir, difotokopi, disimpan di map, dan kadang ikut masuk laboratorium forensik. Melihat polemik ijazah Joko Widodo, penulis bertanya, apakah kertas itu benar-benar menentukan kesuksesan?

Diterima 17 September 2026

Dipublikasikan 17 September 2026

Kutip artikel ini: DOI 10.5281/zenodo.22814814

Abstrak:

Ijazah di Indonesia punya jadwal yang cukup padat, dari dipakai melamar kerja, dilegalisir, difotokopi, disimpan di map, dan kadang ikut masuk laboratorium forensik. Melihat polemik ijazah Joko Widodo, penulis bertanya, apakah kertas itu benar-benar menentukan kesuksesan? Data yang dipakai sederhana, dari latar pendidikan orang terkaya dunia, pendidikan anggota DPR RI, serta data upah dan pengangguran. Hasilnya tidak cocok dijadikan slogan motivasi satu baris. Mayoritas miliarder justru pernah menamatkan pendidikan tinggi. Di DPR, ijazah adalah syarat masuk tetapi bukan mesin pencetak suara. Sementara di dunia kerja, pendidikan tinggi berkaitan dengan upah yang lebih besar sekaligus mempertinggi peluang diterima calon mertua. Kesimpulannya ijazah adalah tiket masuk dan sinyal kompetensi, bukan GPS menuju sukses. Punya tiket  whoosh membantu ke Bandung dari Jakarta dengan cepat, tetapi tetap saja kita harus naik whoosh-nya sendiri untuk sampai.

Kata Kunci:

Ijazah, kredensialisme, teori sinyal, bias penyintas, Forbes, DPR RI

Abstrak grafik:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top