Ternyata Kecerdasan Buatan Dapat Membantu Memperlambat Penuaan

Menjadi tua dan menuju ke fase penuaan adalah hal yang setiap orang akan alami selama hidup. Namun sebenarnya penuaan dalam ilmu kesehatan merupakan faktor risiko utama untuk banyak kondisi termasuk kanker, kardiovaskular dan penyakit neurodegeneratif. Beberapa penelitan saat ini tengah banyak mengembangkan berbagai solusi untuk melambat penuaan manusia dan mencegah beberapa penyakit yang menyertainya di usia tua.

blank
Kecerdasan buatan untuk membantu memperlambat penuaan

University of Surrey telah membangun model kecerdasan buatan atau (AI) yang dapat mengidentifikasi senyawa kimia dan mendorong penuaan yang sehat. Hal ini tentu membuka jalan menuju inovasi farmasi untuk memperpanjang umur seseorang. Nature Communication’s Scientific Reports menerbitkan sebuah jurnal yang berisi penelitian tim ahli kimia dari Surrey dalam membangun sebuah model pembelajaran mesin berdasarkan informasi dari database DrugAge untuk memprediksi kemampuan suatu senyawa dalam proses mempepanjang umur.

blank
Caenorhabditis elegans (gambar: news.ucsb.edu)

Peneliti dari Surrey menggunakan Caenorhabditis elegans, cacing tembus pandang yang memiliki metabolisme serupa hampir serupa dengan manusia. Selain itu, umur cacing yang lebih pendek memberi para peneliti kesempatan untuk melihat dampak dari senyawa kimia. Kecerdasan buatan milik tim peneliti memilih tiga senyawa yang memiliki peluang 80 persen untuk meningkatkan umur elegans yakni:

Flavonoid

blank
makanan yang mengandung flavonoid (gambar: starglammagz.com)

Merupakan pigmen antioksidan yang terdapat pada tanaman yang meningkatkan kesehatan jantung. Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga yang sering kita temui pada setiap ekstrak tumbuhan. Flavonoid  memiliki manfaat kesehatan untuk kondisi yang berkaitan dengan usia seperti penyakit metabolik, kanker, peradangan dan penurunan kognitif. Selain itu, mekanisme flavonoid termasuk aktivitas antioksidan mampu memperlambat penuaan yang menganggu kesehatan.  

Lipid

Metabolisme lipid memiliki peran penting dalam proses biologis organisme. Lipid digunakan sebagai penyimpan energi dalam bentuk trigliserida yang dapat membantu kelangsungan hidup di bawah kondisi parah. Selain itu, lipid memiliki peran kunci dalam pensinyalan interseluler dan intraseluler serta homeostasis organel. Penelitian pada invertebrata dan mamalia menunjukkan bahwa perubahan kadar lipid dan komposisi dikaitkan dengan penuaan dan umur panjang.

Senyawa Organooksigen

blank
Makanan yang mengandung laktosa (gambar: food.detik.com)

Senyawa yang mengandung ikatan karbon dengan oksigen seperti laktosa dan trehalosa memiliki fungsi sebagai anti penuaan. Laktosa adalah disakarida yang terdapat dalam susu dan produk susu lainnya. Di usus manusia, laktosa dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase. Dalam database DrugAge, laktosa memiliki kesamaan struktural tertinggi dengan trehalosa. Hasil dari penelitian juga menunjukan bahwa Trehalose juga bermanfaat untuk meningkatkan umur rata-rata C. elegans lebih dari 30%, tanpa menunjukkan efek samping.

Sofia Kapsiani, seorang peneliti dan mahasiswa sarjana tahun terakhir di University of Surrey, mengatakan:

“Penuaan sekarang ini merupakan serangkaian penyakit dalam pengobatan modern, dan kita dapat menerapkan alat dunia digital, seperti AI, untuk membantu memperlambat atau melindungi dari penuaan dan penyakit terkait usia. Studi kami menunjukkan kemampuan revolusioner AI untuk membantu identifikasi senyawa dengan sifat anti-penuaan.”

Lalu, Dr Brendan Howlin, penulis utama studi dan Dosen Senior Kimia Komputasi di University of Surrey, mengatakan:

“Penelitian ini menunjukkan kekuatan dan potensi AI, yang merupakan spesialisasi University of Surrey dan untuk mendorong manfaat yang signifikan bagi kesehatan manusia.”

Referensi

  • Arifin, B., & Ibrahim, S. (2018). Struktur, Bioaktivitas Dan Antioksidan Flavonoid. Jurnal Zarah, 6(1), 21–29. https://doi.org/10.31629/zarah.v6i1.313
  • Honda, Y., Tanaka, M., & Honda, S. (2010). Trehalose extends longevity in the nematode Caenorhabditis elegans. Aging Cell, 9(4), 558–569. https://doi.org/10.1111/j.1474-9726.2010.00582.x
  • Kapsiani, S., & Howlin, B. J. (2021). Random forest classifcation for predicting lifespan-extending chemical compounds. Scientific Reports, 1–23. https://doi.org/10.1038/s41598-021-93070-6
  • Prasain, J. K., Carlson, S. H., & Wyss, J. M. (2010). Flavonoids and age-related disease: Risk, benefits and critical windows. Maturitas, 66(2), 163–171. https://doi.org/10.1016/j.maturitas.2010.01.010
  • University of Surrey. (2021). Extending Human Lifespans: Using Artificial Intelligence To Find Anti-Aging Chemical Compounds. https://scitechdaily.com/extending-human-lifespans-ai-built-to-find-anti-aging-chemical-compounds/amp/

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *