Mengubah Karbon menjadi Asam Asetat: Terobosan dalam Produksi Asam Asetat dari Karbon Dioksida yang Ditangkap

Baru-baru ini, peneliti dari Universitas Northwestern berhasil menciptakan asam asetat dari karbon monoksida yang ditangkap.

siklus karbon

Baru-baru ini, peneliti dari Universitas Northwestern berhasil menciptakan asam asetat dari karbon dioksida yang telah ditangkap. Penemuan ini menggunakan katalis baru yang dikembangkan di laboratorium Profesor Ted Sargent. Hal tersebut dapat memicu minat baru dalam penangkapan dan penyimpanan karbon.

Asam asetat adalah zat kimia yang biasanya dikenal sebagai komponen utama dalam cuka rumah tangga. Namun, sebagian besar produksi asam asetat tidak digunakan untuk cuka rumah tangga, tetapi sebagai bahan baku dalam industri, seperti pembuatan cat, zat pelapis, dan perekat. Metode produksi konvensional asam asetat menggunakan metanol yang berasal dari bahan bakar fosil. Hal tersebut berakibat pada emisi CO2 yang tinggi dalam proses produksi asam asetat.

Tim peneliti menggunakan metode alternatif yang melibatkan proses dua langkah. Pertama, CO2 yang telah ditangkap diubah menjadi karbon monoksida melalui proses elektrokimia. Kemudian, karbon monoksida tersebut diubah menjadi asam asetat melalui proses elektrokimia lainnya menggunakan katalis yang baru dikembangkan.

Desain Elektrokatalisator CO menjadi Asetat.
Desain Elektrokatalisator CO menjadi Asetat

Salah satu tantangan utama dalam proses mengubah karbon menjadi asam asetat adalah memastikan selektivitas katalis untuk menghasilkan asam asetat secara efisien. Tim peneliti Universitas Northwestern berhasil mencapai efisiensi tinggi dengan menggunakan katalis yang mengandung sedikit tembaga dan meningkatkan tekanan reaksi. Efisiensi tinggi dalam menghasilkan asam asetat menjadi kunci kesuksesan penelitian. Efisiensi tim peneliti mencapai 91%, yang berarti sebagian besar elektron yang digunakan dalam proses elektrokimia berakhir dalam produk yang diinginkan. Hal ini tentu saja merupakan prestasi yang signifikan, mengingat efisiensi elektrokimia yang tinggi sangat penting untuk mengurangi emisi CO2.

Selain itu, katalis baru yang dikembangkan tim juga menunjukkan stabilitas yang baik dalam waktu operasi yang lama. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan memiliki potensi untuk menjadi solusi yang berkelanjutan dalam mengubah karbon dioksida menjadi produk bernilai.

Para peneliti berharap bahwa pendekatan mereka yang inovatif dapat mengilhami tim lain untuk mengembangkan solusi yang lebih efisien dalam mengatasi masalah emisi karbon. Dengan berbagai pendekatan dan ide baru, diharapkan kita dapat menuju pada industri kimia yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Artikel terkait penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature.

Referensi:

[1] https://news.northwestern.edu/stories/2023/05/catalyst-transforms-carbon-dioxide/ diakses pada 12 Maret 2024.

[2] Jin, J., Wicks, J., Min, Q. et al. Constrained C2 adsorbate orientation enables CO-to-acetate electroreduction. Nature 617, 724–729 (2023). https://doi.org/10.1038/s41586-023-05918-8

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *