Ledakan Bintang Ada Berbagai Jenis Lho, Apa Sajakah Itu?

Print Friendly, PDF & Email
blank
Ilustrasi Supernova. Source : co.pinterest.com

Halo sahabat warstek, semoga diberi kesehatan ya. Sebagaimana yang kita tahu bahwa luar angkasa memang banyak sekali bermunculan berbagai peristiwa kosmik yang menarik untuk di pelajari. Salah satu peristiwa kosmik yang terjadi adalah ledakan bintang. Ledakan bintang ini memang menjadi salah satu cara matinya suatu bintang.

Ledakan bintang memang terbagi menjadi beberapa jenis tergantung spesifikasi bintang itu sendiri. Nah Apa sajakah itu?

Nova

Perlu di ketahui juga bahwa Nova itu berbeda ya dengan supernova. Intinya Nova itu adalah suatu bintang yang kembali menyala terang setelah sebelumnya mati selama bertahun-tahun.

Ada teori juga di mana nova merupakan sebuah ledakan bintang yang terjadi akibat adanya interaksi dua sistem bintang ganda. Dalam ilmu astronomi, bintang memiliki banyak tipe, salah satunya adalah bintang ganda. Yaitu dua buah bintang yang saling berinteraksi satu sama lain karena adanya gravitasi dari kedua bintang. Meski demikian, kedua bintang ini tidak bertabrakan dan tidak juga saling menjauh. Biasanya sih bintang kerdil putih itu cenderung merupakan bintang ganda

Bintang kerdil putih merupakan inti suatu bintang yang sangat kecil dan cukup panas di bandingkan bintang pada umumnya. Kerdil Putih juga merupakan sebuah atom bintang yang sudah mati di mana mereka telah menghabiskan semua bahan bakar yang ada sebelumnya.

Jika salah satu bintang biner merupakan bintang kerdil, dan yang lainnya mulai mengembang menjadi raksasa merah. Ini merupakan sebuah fase evolusi menjelang kehidupan akhir suatu bintang sebelum masuk ke fase kerdil putih. Saat itu sang kerdil putih pun bisa menarik material dari sang bintang raksasa merah dengan gravitasinya. Nah material yang di sedot oleh kerdil putih itu bakal menjadi Hidrogen. Jika sudah mencapai kerdil putih yang panas tersebut, maka dia bakal menyala dan meledakan nuklir yang cukup besar. Ledakan tersebut yang kita sebut dengan Nova.

blank
Ilustrasi Supernova. planet-today.com

Supernova

Pasti anda sudah familiar dengan Supernova. Supernova adalah ledakan bintang yang lebih besar atau lebih hebat ledakannya dari pada nova. Nah, supernova sendiri terjadi saat sebuah bintang besar kehabisan bahan bakar, kolaps yang berakhir dengan ledakan. Ledakan yang terjadi sangat spektakuler hingga di sebut sebagai supernova. Peristiwa ledakan ini berlangsung selama beberapa minggu dan termasuk hal yang jarang terjadi. Sederhananya supernova merupakan proses kematian sebuah bintang masif.

Nama “supernova” sendiri di perkirakan di ciptakan oleh Walter Baade dan Fritz Zwicky dalam kuliah di Caltech selama 1931. Itu digunakan sebagai “super-Novae” dalam makalah jurnal yang diterbitkan oleh Knut Lundmark pada tahun 1933, dan dalam makalah tahun 1934 oleh Baade dan Zwicky.

Biasanya supernova rata-rata terjadi setiap 50 tahun sekali di galaksi seukuran Bimasakti. Bisa di bilang sebuah bintang bisa meledak setiap beberapa saat atau lebih di alam semesta. Ini termasuk diantaranya tidak terlalu jauh dari Bumi.

Tipe-tipe Supernova

Pada dasarnya ledakan supernova pada dasarnya terbagi menjadi 2 tipe. Tetapi masih dapat di bagi lagi menjadi beberapa jenis tergantung massa bintang tersebut, sebagaimana yang di definisikan oleh Fritz Zwicky, yaitu :

  • supernova Tipe I

Supernova tipe ini terjadi ketika sebuah bintang itu mencuri materi dari bintang yang tidak jauh darinya sampai reaksi nuklir menyala. Ada juga teori dimana bintang pasangannya ini bisa memberi massa yang cukup besar bagi bintang katai putih sehingga inti bintang katai putih mencapai kerapatan kritisnya yaitu 1,4 kali massa Matahari. Maka, hal ini berakibat terjadinya pembakaran karbon dan oksigen yang tidak terkontrol sehingga memicu bintang meledak.

Supernova tipe I di bagi lagi berdasarkan spektrumnya. Salah satunya adalah tipe Ia yang menunjukkan garis serapan silikon terionisasi yang kuat. Ada juga Supernova tipe I yang tidak begitu kuat, nah ini di klasifikasikan sebagai tipe Ib dan Ic. Tipe Ib ini menunjukkan garis helium netral yang kuat sedangkan tipe Ic yang sama sekali tidak memilikinya. Kurva cahaya semuanya serupa, meskipun tipe Ia umumnya itu lebih terang pada luminositas puncak, tetapi kurva cahaya tidaklah penting untuk klasifikasi supernova tipe I ini.

  • supernova Tipe II

Pada tipe ini, ketika bintang kehabisan bahan bakar nuklir dan setelahnya akan runtuh di bawah gravitasinya sendiri. Biasanya bintang ini berukuran 5 – 10 kali Matahari. Untuk Supernova tipe ini sangat mungkin terbentuknya sebuah lubang hitam.

  • Supernova Tipe III, IV, dan V

Selain 2 jenis supernova itu masih ada jenis lain lho. Di ketahui ini di definisikan oleh Fritz Zwicky. Memang sangat jarang sekali supenova jenis ini yang tentunya tidak sesuai dengan kriteria dari supernova tipe I atau tipe II. Satu-satunya anggota dari supernova tipe III adalah SN 1961i yang berlokasi di NGC 4303 sebagai prototipe yang selanjutnya di klasifikasi sebagai Supernova tipe II. Kelas tipe IV di ketahui memiliki satu-satunya anggota sekaligus berstatus prototipe yaitu SN 1961f berlokasi di NGC 3003.

Untuk kelas tipe V di tujukan untuk SN 1961V yang berlokasi NGC 1058. Awalnya di klasifikasikan oleh Fritz Zwicky sebagai supernova “Tipe V”. Namun, telah diperdebatkan bahwa SN 1961V bukanlah supernova asli, melainkan ledakan super dari bintang variabel biru bercahaya mirip Carinae.

Hypernova

Hypernova sendiri pada dasarnya adalah supernova. Namun yang menjadi pembeda antara keduanya adalah Hypernova tersebut memiliki ledakan yang luminositasnya 100 kali lebih tinggi di bandingkan dengan supernova. Terkadang Hypernova sering di sebut dengan supernova berluminositas super atau supernova superluminous ( SLSN ) atau Collapsar. Hypernova sendiri dapat terjadi dari runtuhnya bintang masif populasi 3 ataupun penggabungan antara 2 bintang dengan sistem biner.

blank
Ledakan Hypernova SN 1998bw yang berlokasi di lengan spiral galaksi ESO 184-G82. Source : ESO

Meskipun belum dapat dipastikan proses mana yang tepat. Tetapi apa yang sudah dipastikan, hanyalah terbentuknya lubang hitam dan pelepasan energi dalam jumlah besar dalam bentuk sinar gamma. Sinar gamma sendiri merupakan bentuk cahaya yang sangat energetik yang kuat. Sinar ini memiliki energi sekitar 10000 – 10 juta lebih banyak daripada cahaya yang di lihat mata. 

Oleh karena itu hipernova saat ini di samakan dengan sebutan gamma-ray burst (GRB). GRB sendiri memancarkan radiasi elektromagnetik sangat kuat dengan total energi jauh lebih besar dari supernova. Perlu di ketahui juga bahwa GRB pada awalnya terdeteksi pada 2 Juli 1967 oleh satelit militer AS di orbit tinggi, yang saat itu bertujuan untuk mendeteksi radiasi gamma.

Kilonova

blank
Gambar ini menunjukkan beberapa elemen yang di keluarkan saat terjadinya Kilonova, dilengkapi dengan nomor atomnya. Sumber : cthecosmos.com

Pernah mendengar istilah ini ? Yap, kilonova adalah peristiwa astronomis sementara yang terjadi dalam sistem biner kompak ketika dua bintang neutron atau bintang neutron dengan lubang hitam bergabung menjadi satu.  Satu kilonova berkisar 1000 kali lebih terang dari pada nova (tetapi tidak lebih terang dari supernova). Bintang neutron sendiri merupakan benda kecil berukuran 20 – 40 KM tapi sangat padat. Untuk memberikan angka itu, 1 sendok teh bintang neutron akan memiliki berat 1 miliar ton.

Pada tanggal 17 Agustus 2017, sebuah galaksi bernama NGC 4993, 130 tahun cahaya jauhnya, membingungkan para ilmuwan. Sebuah ledakan unik yang membingungkan mereka yang tentunya belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Yaitu Penggabungan dua bintang neutron yang terdeteksi oleh observatorium gelombang gravitasi LIGO dan Virgo. Mereka menyebut ini dengan sebutan “Kilonova”.

Hingga beberapa waktu, LIGO mengamati gelombang gravitasi dari lubang hitam yang bertabrakan yang jaraknya miliaran mil tersebut. Tetapi hal ini merupakan pertama kalinya para ilmuwan dapat menyaksikan radiasi elektromagnetik dan gelombang gravitasi selama satu peristiwa sekaligus. Perlu di ketahui juga bahwa GW170817 merupakan deteksi kelima yang di lakukan oleh LIGO.

Terdapat sinyal gelombang gravitasi yang berlangsung berkisar hingga 100 detik dengan di awali frekuensi 24 hertz. Dengan mencakup sekitar 3.000 siklus, yang meningkat dalam amplitudo dan frekuensi hingga beberapa ratus hertz. Ini di kemas dalam pola kicauan spiral yang menjadi ciri khas.

Ledakan kilonova sendiri diidentifikasi dapat menghasilkan berbagai elemen berat. Contohnya seperti emas dan platinum dalam jumlah yang cukup besar ke seluruh penjuru alam semesta. Di perkirakan unsur-unsur berat sebanyak 16.000 kali massa Bumi telah terbentuk pasca Kilonova terbentuk.

Peristiwa kosmik yang satu ini dapat memberikan bukti terkuat bahwa tabrakan antara bintang neutron menjadi penyebab utama ledakan sinar gamma dengan durasi yang terbilang cukup pendek.

Contoh Ledakan Bintang

Jika sebelumnya sudah di jelaskan berbagai jenis ledakan bintang di alam semesta. Kami pun akan menjelaskan beberapa ledakan bintang yang pernah terjadi di alam semesta ini dengan kekuatan ledakan yang berbeda-beda. Apa sajakah itu?

  1. SN 2005ap, merupakan Supernova tipe II yang sangat berenergi dan cukup ekstrim yang terjadi di galaksi SDSS J130115.12+274327.5. Supernova ini menjadi ledakan supernova paling terang yang pernah di temukan. Di ketahui bahwa supernova tersebut memiliki 2 kali lebih terang di bandingkan dengan SN 2006gy, dan ini termasuk Hypernova. Lokasi terjadinya dengan jarak 4,7 milyar tahun cahaya dari Bumi, sehingga tidak terlihat oleh mata terlanjang. Untuk energinya setara dengan yang di keluarkan oleh semua bintang di Virgo supercluster galaksi dalam waktu satu menit.
  2. GRB 080916C adalah ledakan sinar gamma (GRB) yang terjadi pada tanggal 16 September 2008 di konstelasi Carina yang terdeteksi oleh Teleskop NASA Fermi Gamma-ray. Ledakan itu memiliki energi sekitar 5900 supernova tipe Ia yang meledak secara bersamaan. Hal ini juga membuat jet gas memancarkan sinar gamma awal melaju pada kecepatan minimum sekitar 299.792.158 m/s (0.999999c). Ini membuat ledakan ini menjadi ledakan yang paling ekstrim yang pernah tercatat hingga saat ini.

Selain galaksi tersebut ada juga MF83 dan NGC5471B yang merupakan jenis hypernova, mereka berlokasi di galaksi spiral M101. Ada juga jejak hipernova yang pernah di temukan pada tahun 2002 lalu di M74 ketika salah satu bintang masif meledak. Selain itu ada juga GRB 030329, yang di lihat pada tahun 2003 silam. Benda ini juga di ketahui memiliki spektrum yang cocok dengan ciri-ciri terjadinya hypernova. GRB yang terjadi pada jarak 2.6 milyar tahun cahaya tersebut terjadi di area Rasi Leo yang saat itu diamati oleh High Energy Transient Explorer (HETE-II) milik NASA.

Penutup

Perlu di ketahui juga antara Nova, Supernova, Hypernova dan Kilonova cukup berbeda satu sama lain seperti yang sudah di jelaskan di atas. Mungkin segitu saja yang kami sampaikan, terima kasih dan semoga bermanfaat buat semuanya. Aamiin

Sumber :

Jurnal :

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 2

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Rachmat Arief Murditanto
Latest posts by Rachmat Arief Murditanto (see all)
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.