Lompat ke konten

Lelah dengan Windows Bajakan? Saatnya Hijrah ke Linux

blank
Print Friendly, PDF & Email

Pendahuluan

Bagi yang membaca artikel ini, sudah pasti mayoritas adalah pengguna komputer atau laptop untuk sehari-hari, baik itu untuk pekerjaan maupun untuk tugas sekolah atau kuliah. Kemudian, hampir dapat dipastikan sebagian besar dari kita menggunakan sistem operasi Windows, berapa pun versinya. Bukan tanpa dasar, pasalnya berdasarkan data statistik dari statcounter.com tentang Desktop Operating System Market Share in Indonesia menyatakan bahwa Windows mendominasi pasar sistem operasi di Indonesia yaitu sebanyak 79.63% kemudian diikuti oleh sistem operasi lainnya seperti Mac OS (OS X), Linux, dan lain-lain.

Sebenarnya data di atas bukanlah sesuatu hal yang salah, karena memang mayoritas penjualan laptop biasa (bukan Macbook) di indonesia memasang windows sebagai sistem operasi bawaanya. Selain itu, sistem operasi Windows juga memang praktis dan sangat mudah digunakan serta banyak dukungan aplikasi untuk kegiatan sehari-hari. Lalu masalahnya apa? Masalahnya adalah pada pembajakan. Ya, kita tidak bisa naif tentang hal ini, kita atau orang-orang disekitar kita mungkin pernah atau masih melakukan pembajakan. Pembajakan yang terjadi bukan hanya pada Windows sebagai sistem operasi, tetapi juga beserta aplikasi berbayar di dalamnya. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh BSA pada tahun 2018 dengan judul Software Management:Security Imperative, Business Opportunity, menyatakan bahwa pada tahun 2017 Indonesia berada pada urutan ke-2 teratas dalam tingkat pembajakan software di Asia-Pasifik, dengan mencapai 83% software yang digunakan tidak berlisensi resmi atau ilegal.

Solusi Pembajakan

Tentu mungkin kita tidak secara langsung terlibat dalam pembajakan atau bahkan kita tidak tahu apa yang kita gunakan tersebut bajakan atau bukan, karena mungkin kita hanya membeli laptop bekas yang sudah terinstal windows dan banyak aplikasi tanpa tahu asli atau bajakan. Namun, yang jelas itu adalah hal yang salah apabila kita tahu dan diam atau dengan sadar membajak suatu aplikasi, apapun alasannya. Lalu, bagaimana solusinya? Sampai saat ini hanya ada dua solusi dari permasalahan pembajakan. Pertama, adalah tentu membeli produk asli dengan membeli lisensinya di tempat resmi. Apabila kita tidak mampu untuk membelinya maka gunakan cara kedua, yaitu dengan pindah menggunakan sistem operasi dan semua aplikasi gratis di dalamnya. Memang ada yang semuanya gratis? Tentu ada, dan Linux adalah jawabannya.

Apa itu Linux?

Mungkin banyak dari kita yang masih belum tahu apa itu Linux, meskipun kita menggunakan perangkat Android dalam kegiatan sehari-hari. Ya, Android merupakan sistem operasi yang berbasis Linux. Lalu Linux sendiri itu apa? Secara sederhana, Linux adalah seperti halnya Windows, Mac OS dan juga Android, sebuah sistem operasi yang berjalan di dalam perangkat seperti komputer, smartphone, sampai TV. Sistem operasi memiliki banyak tugas dan fungsi, salah satunya adalah mengatur bagaimana hardware bekerja dan menjalankan aplikasi lain di dalamnya. Begitu pun dengan linux, linux dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan kita seperti sistem operasi lainnya. Dalam perangkat mobile, linux tentu lebih populer daripada sistem operasi lainnya melalui Android. Namun, penggunaan linux dalam komputer pribadi seperti laptop atau desktop sangat sedikit seperti pada data sebelumnya.

Kenapa Linux gratis?

Lalu mengapa linux bisa gratis? Hal tersebut memang tujuan dari sang pengembang awal yaitu Linus Torvalds. Linus menginginkan sebuah sistem operasi yang dapat digunakan oleh semua orang secara gratis. Hal lainnya yang membuat Linux menjadi gratis adalah bahwa sistem operasi linux dikembangkan secara kolaborasi dalam project open source. Jadi, linux bukan dikembangkan oleh perusahaan untuk tujuan komersial, melainkan siapa saja dapat berkontribusi dalam pengembangan linux.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah LinuxCon_Europe_Linus_Torvalds_03_%28cropped%29.jpg

Gambar 1. Linus Torvalds (Sumber: wikipedia.com)

Kenapa pengguna Linux sedikit padahal gratis?

Kemudian, pertanyaan selanjutnya kenapa pengguna linux sedikit padahal gratis. Salah satu faktor dari sedikitnya pengguna Linux adalah karena gratis itu sendiri. Ya, hal tersebut memang terdengar kontradiktif tapi begitulah adanya. Karena Linux gratis dan bukan untuk tujuan komersial maka promosinya tidak semasif yang lain seperti Windows dan Mac Os, sehingga tidak banyak diketahui semua orang. Kemudian dari pihak pengembang software, karena Linux gratis termasuk hampir sebagian besar aplikasi di dalamnya, maka pengembang software tidak banyak yang membuat aplikasi untuk Linux karena tidak dapat mendapatkan untung. Seperti contohnya aplikasi berbayar seperti Adobe Collection tidak membuat versi untuk Liinux. Dan pada akhirnya karena sedikit dukungan software ini lah yang membuat pengguna linux sedikit. Namun, untuk sekarang jangan khawatir untuk masalah dukungan software pada Linux, karena sudah hampir semua aplikasi yang dibutuhkan yang seharusnya berbayar pada Windows sudah ada alternatifnya di linux yang dapat digunakan secara gratis.

Menggunakan linux tidak sesulit yang dibayangkan

Jika kita masih berpikir bahwa dalam mengoperasikan Linux harus menggunakan command line atau perintah berbasis teks yang ribet untuk setiap operasinya, maka hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena sebenarnya Linux sudah lama menggunakan teknologi GUI (Graphichal User Interface) untuk mempermudah penggunaannya, tetapi tampilannya bisa dibilang kurang user friendly dan tertinggal jauh oleh Windows dan Mac OS. Namun, saat ini perkembangan Linux sudah jauh lebih pesat dari sebelumnya. Sekarang sudah banyak sistem operasi linux yang memiliki tampilan menarik dan mudah digunakan. Sehingga sangat memungkinkan untuk kita mengoperasikannya tanpa command line sama sekali untuk penggunaan sehari-hari seperti halnya menggunakan Windows atau Mac OS.

blank

Gambar 2. Hefftor Linux (Sumber: linuxstans.com)

Mengenal berbagai macam variasi Linux

Linux tidak seperti Windows dan Mac OS. Jika kita menggunakan Windows, kita hanya mendapatkan satu produk saja yang didistribusikan dari satu perusahaan yaitu Microsoft, yang membedakannya hanyalah versinya saja seperti Windows 7, 8, dan 10, dan begitupun dengan Mac OS dari Apple. Namun, hal tersebut berbeda dengan Linux yang sangat bervariasi. Variasi yang ada dalam Linux ini dikenal dengan istilah distro yang berasal dari kata distribusi. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa Linux bisa dikembangkan oleh siapa saja, sehingga distribusi linuxnya pun bisa bervariasi sesuai dengan pengembangnya. Bahkan kita bisa membuat sistem operasi kita sendiri yang berbasis Linux. Dan sampai saat ini ada lebih dari 600 distro dan lebih dari 500 distro diantaranya masih aktif digunakan. Beberapa distro yang populer diantaranya ada Ubuntu, Debian, Arch, dan masih banyak lagi.

Setiap distro yang ada tentu memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut terdapat dalam beberapa hal seperti fitur, tampilan, dan target penggunaan. Misalnya pada target penggunaan, target penggunaan disini adalah seperti halnya untuk server, untuk dekstop dan penggunaan umum.

Selain dari distro, variasi linux juga ditambah dengan yang disebut DE (Desktop environment). Secara sederhana DE merupakan yang mengatur bagaimana tampilan pada sebuah linux agar mudah digunakan. Ketika kita akan menginstal sebuah distro linux, kita juga dapat memilih DE yang akan digunakan. Misalnya dalam sebuah distro manjaro ada beberapa pilihan DE yang ditawarkan secara official yang diantaranya sebagai berikut:

1.XFCE

blank

Gambar 3. Manjaro XFCE (Sumber: gamingonlinux.com)

2.KDE

blankGambar 4. Manjaro KDE (Sumber: gamingonlinux.com)

          3.  GNOME

blank

Gambar 5. Manjaro GNOME (Sumber: gamingonlinux.com)

Langkah mulai menggunakan linux

Setelah kita mengetahui beberapa pengetahuan dasar tentan Linux, sekarang kita sudah bisa mencoba menggunakan linux untuk pertama kalinya. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk mulai menggunakan, antara lain sebagai berikut:

● Menentukan tujuan penggunaan

Yang pertama kali harus kita tentukan adalah tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah apakah kita akan langsung menggunakan Linux langsung secara utuh atau kita akan menggunakan dual boot dengan windows karena misalnya masih ketergantungan dengan aplikasi yang ada di windows. Kemudian tujuan lainnya adalah seperti apakah untuk penggunaan sehari-hari, kuliah, atau bekerja. Karena dari tujuan-tujuan tersebut bisa saja mempengaruhi jenis distro yang digunakan. Jika kita memilih untuk langsung menggunakan Linux secara utuh tentu kita harus siap ambil resiko untuk cepat belajar dan adaptasi pada Linux.

● Memilih distro

Pemilihan distro memang bisa dikatakan cukup sulit dengan banyaknya variasi yang ada. Setiap distro tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan distro juga bisa tergantung tujuan yang sudah disinggung sebelumnya. Namun, ada beberapa distro linux yang populer karena mudah penggunaannya dan cocok untuk pemula. Distro tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

.

blank

Gambar 6. Manjaro  (Sumber: itsfoss.com.com)

.

blank

Gambar 7. Ubuntu  (Sumber: itsfoss.com.com)

.

.

blank

Gambar 8. Linux Mint  (Sumber: itsfoss.com.com)

.

.

blank

Gambar 9. Zorin OS  (Sumber: itsfoss.com.com)

.

.

blank

Gambar 10.  Elementary OS  (Sumber: itsfoss.com.com)

● Mulai menginstall Linux

Langkah terakhir adalah proses penginstalan. Sebenarnya proses penginstalan bisa berbeda-beda pada setiap distro linux. Namun, proses awalnya sama saja, seperti langkah sebagai berikut:

1.Download file ISO distro linux yang kita pilih dari website resminya.

2.Sediakang flash drive atau CD kosong yang kapasitasnya sesuai distro yang dipilih.

3. Kemudian, buat flash drive atau CD yang digunakan menjadi bootable dengan menggunakan aplikasi seperti rufus.

4. Selanjutnya, saat menyalakan komputer masuk ke menu boot dan pilih USB atau CD yang digunakan.

5. Terakhir adalah mengikuti proses penginstalan sesuai distronya masing-masing yang bisa dilihat di berbagai sumber lainnya.

Penutup

Untuk menggunakan linux pertama kalinya memang memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri. Namun, setelah kita sudah biasa menggunakannya, kita dapat merasakan kesenangan dan tentunya ketenangan karena kita tidak lagi menggunakan sistem operasi dan aplikasi bajakan. Mungkin tulisan ini masih belum cukup lengkap untuk membuat anda dapat memutuskan segera hijrah ke linux atau tidak. Namun, perihal untuk tidak menggunakan software bajakan tetap tidak bisa dibantah. Pilihannya ada pada kita, membeli secara resmi atau menggunakan yang gratis. Selamat Mencoba.

Referensi

Desktop Operating System Market Share Indonesia. Diakses dari https://gs.statcounter.com/os-market-share/desktop/indonesia, diakses pada tanggal 21 Juni 2021.
BSA. 2018. Software Management: Security Imperative, Business Opportunity. Diakses dari https://gss.bsa.org/wp-content/uploads/2018/05/2018_BSA_GSS_Report_en.pdf, diakses pada tanggal 21 Juni 2021.
Kiarie, James. 2020.10 Linux Distributions and Their Targeted Users . Diakses dari https://www.tecmint.com/linux-distro-for-power-users, diakses pada tanggal 23 Juni 2021.
Lübben, Dominik. 2020. The 5 Most Beautiful Linux Distros Out Of The Box. Diakses dari https://linuxstans.com/the-5-most-beautiful-linux-distros-out-of-the-box/, diakses pada tanggal 23 Juni 2021.
Which Linux distribution to choose? The best Linux distribution?. Diakses dari https://www.burrosabio.net/main-linux-distributions/, diakses pada tanggal 23 Juni 2021.
Hoffman, Chris. 2016. What Is a Linux Distro, and How Are They Different from One Another?. Diakses dari https://www.howtogeek.com/132624/htg-explains-whats-a-linux-distro-and-how-are-they-different/, diakses pada tanggal 23 Juni 2021.

.

Dawe, Liam . 2020. Manjaro Linux 20.0 Lysia released with Xfce, KDE and GNOME editions – Snap and Flatpak support included. Diakses dari https://www.gamingonlinux.com/articles/manjaro-linux-200-lysia-released-with-xfce-kde-and-gnome-editions-snap-and-flatpak-support-included, diakses pada tanggal 23 Juni 2021.

.

Roshan, Aquil. 2021.Best Linux Distributions That are Most Suitable for Beginners. https://itsfoss.com/best-linux-beginners/, diakses pada tanggal 23 Juni 2021.

.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 2

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Deden Muhamad Furqon
Artikel Terkait:

2 tanggapan pada “Lelah dengan Windows Bajakan? Saatnya Hijrah ke Linux”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *