Pada kesempatan kali ini penulis ingin membahas tentang kejadian yang terbilang umum. Bagi para pelajar terkadang kejadian ini sering disalah gunakan untuk mencari alasan karena tidak mengerjakan tugas, ya kejadian ini adalah lupa. Lupa itu terlihat sepele tetapi begitu meresahkan,apalagi bagi pelajar sudah susah-susah menghafalkan rumus tetapi ketika ujian berlangsung langsung lupa. Anggapan lupa hanya dialami oleh para orang yang sudah lanjut usia hanyalah rumor, mau anak-anak hingga orang tua pun sering mengalami kejadian ini.
Kalian pasti bertanya kan mengapa sih manusia bisa mengalami lupa?
Sudah banyak artikel atau jurnal yang membahas tentang kejadian lupa ini. Jika kita membahas tentang lupa pasti berkaitan dengan sistem ingatan atau memori. Sebelum membahas sistem memori kita harus tau lupa tuh apa sih.
Pengertian Lupa
Lupa ialah hilangnya kemampuan untuk menyebut atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Muhibbinsyah (1996) dalam bukunya yang berjudul psikologi pendidikan mengartikan lupa sebagai ketidakmampuan untuk menyebut kembali atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari secara sederhana. Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan sebagai ketidakmampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dipelajari atau dialami. Jadi lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita.
Sistem ingatan
Struktur ingatan dapat dibedakan menjadi tiga sistem, yaitu: (a) sistem ingatan sensorik (sensory memory), (b) sistem ingatan jangka pendek atau short term memory (STM),(c) sistem ingatan jangka panjang atau long term memory (LTM). Sistem ingatan tersebut dikenal sebagai model paradigma Atkinson dan Shiffrin yang telah disempurnakan oleh Tulving dan Madigan (Solso, 1995).
Memori sensori mencatat informasi atau stimuli yang masuk melalui salah satu atau kombinasi dari panca indra, yaitu secara visual melalui mata, pendengaran melalui telinga, bau melalui hidung, rasa melalui lidah, dan rabaan melalui kulit. Bila informasi atau stimuli tersebut tidak diperhatikan akan langsung terlupakan, namun bila diperhatikan maka informasi tersebut ditransfer ke sistem ingatan jangka pendek. Sistem ingatan jangka pendek menyimpan informasi atau stimuli selama sekitar 30 detik, dan hanya sekitar tujuh bongkahan informasi (chunks) dapat disimpan dan dipelihara di sistem memori jangka pendek dalam suatu saat.
Setelah berada di sistem memori jangka pendek, informasi tersebut dapat ditransfer lagi dengan proses pengulangan ke sistem ingatan jangka panjang untuk disimpan, atau dapat juga informasi tersebut hilang/terlupakan karena tergantikan oleh tambahan bongkahan informasi baru (displacement) (Solso, 1995).
Selanjutnya setelah berada di sistem memori jangka panjang, informasi tersebut dapat diperoleh kembali melalui strategi tertentu, atau informasi tersebut terlupakan (gagal atau tidak dapat diperoleh kembali) karena adanya kekurangan dalam sistem pengarsipannya. Secara skematis sistem struktur ingatan tersebut disajikan dalam. Gambar dibawah ini
Sebuah penelitian  diterbitkan oleh Timothy F.Brady, seorang ilmuwan saraf kognitif di Massachusetts Institute of Technology, dan rekannya berpendapat bahwa ingatan jangka panjang ini mungkin hampir tidak kabur seperti yang pernah diperkirakan. Dalam karya mereka, para peneliti meminta subjek untuk mencoba mengingat 3.000 gambar benda-benda umum — termasuk barang-barang seperti ransel, remote control, dan pemanggang roti — yang disajikan satu per satu untuk masing-masing hanya beberapa detik. Pada akhir fase pengamatan ini, para peneliti menguji memori subyek untuk setiap objek dengan menunjukkan kepada mereka dua objek dan menanyakan yang mana yang telah mereka lihat sebelumnya. Tidak mengherankan, subjek sangat baik (lebih dari 90 persen benar) meskipun ada ribuan objek yang perlu diingat. Tingkat keberhasilan yang tinggi ini membuktikan kemampuan penyimpanan besar memori jangka panjang. Namun, yang paling mengejutkan adalah tingkat detail luar biasa yang dimiliki subjek untuk semua ingatan ini. Subjek sama baiknya dalam membedakan antara dua gambar dari objek yang hampir sama bahkan ketika objek berbeda dalam cara yang sangat halus, seperti sepasang pemanggang roti dengan irisan roti yang sedikit berbeda.
Mengapa Kita Masih Lupa Banyak Hal?
Karya yang diterbitkan oleh Timothy F.Brady memberikan bukti kuat bahwa informasi dalam jumlah besar yang kita simpan dalam memori jangka panjang tidak begitu tidak pasti. Tampaknya kita benar-benar memegang representasi hal-hal yang telah kita lihat dalam bentuk yang cukup rinci dan tepat.
Tentu saja, temuan ini menimbulkan pertanyaan yang jelas: jika ingatan kita tidak begitu kabur, lalu mengapa kita sering lupa detail hal-hal yang ingin kita ingat? Satu penjelasan adalah bahwa, meskipun otak berisi representasi terperinci dari banyak peristiwa dan objek yang berbeda, kita tidak dapat selalu menemukan informasi itu ketika kita menginginkannya. Seperti yang diungkapkan oleh penelitian ini, jika ditunjukkan sebuah gambar objek, maka seseorang seringkali dapat sangat akurat dan tepat untuk dapat mengatakan apakah dia pernah melihatnya sebelumnya atau tidak.
Hipokampus dan Lobus Temporalis berperan dalam ingatan manusia
Hal-hal yang berasal dari ingatan jangka pendek dapat diubah untuk disimpan menjadi ingatan jangka panjang oleh hipokampus. Hipokampus (terletak diantara lobus temporal otak) dan bagian media lobus temporal (bagian yang terletak paling dekat dengan garis tengah badan) juga berperan dalam proses penggabungan ingatan (memory consolidation). Yang dimaksud dengan konsolidasi ingatan yaitu perubahan secara fisik, psikologis yang berlangsung terus menerus selama terjadinya organisasi otak dan informasi ulang yang dapat merupakan bagian dari ingatan permanen.
Setelah sebagian informasi masuk kedalam ingatan jangka panjang, sebagian lagi masih dalam proses transformasi, mungkin sebagian lagi terlupakan sebelum dia disimpan secara menetap. Kelihatannya hipokampus dan daerah media temporal berperan dalam formal dan pembentukan memory, dan tidak sebagai tempat penyimpanan permanen (menetap); sehingga pada kerusakan daerah ini ingatan yang lalu tetap utuh, sedangkan ingatan yang baru terjadi atau belum sempat tersimpan akan terganggu.
Terjadi kehilangan kapasitas pembentukan ingatan jangka panjang yang baru, sedangkan ingatan jangka pendek tidak terganggu, dan kehilangan perubahan dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang pada seluruh tahapan belajar. Gangguan ini terlihat jelas pada defisit ingatan verbal, tapi pasien ini tetap dapat mempelajari kemampuan motoris tertentu. Menurut Larry Squire (1984) pada saat mempelajari sesuatu, bagian temporal membentuk hubungan dengan tempat penyimpanan memory didaerah lain diotak, terutama bagian lain dikorteks. Interaksi ini membutuhkan waktu beberapa tahun selama berlangsungnya reorganisasi memory.
Reorganisasi ini melibatkan physical remodelling dari sirkuit neural. Pada suatu saat dimana reorganisasi dan remodeling selesai, bila memeory telah tersimpan secara menetap di korteks, daerah temporal tidak lagi dibutuhkan untuk membantu retensi memory atau pemanggilan ulang. Pasien dengan lesi lobus temporalis tidak mengalami defisit pada penyimpanan ingatan secara primer, tapi mengalami gangguan pada pemanggilan ulang memory.
Faktor-faktor penyebab lupa
Kadar gula darah tinggi
Penyimpanan memori bisa terganggu akibat tingginya gula darah Anda. Awas, kondisi ini bisa menggangu bagian otak yang berhubungan dengan memori. Jika memiliki riwayat keluarga penderita penyakit kencing manis, sebaiknya kendalikan asupan gula Anda. Lakukan juga tes gula darah secara rutin. Dan, jangan lupa menjaga pola makan sehat serta tetap aktif. Jalan kaki adalah salah satu alternatif efektif mencegah diabetes.
Kurang Istirahat
Otak mengandalkan aktivitas tidur untuk menyimpan memori baru. Dalam sebuah penelitian, responden yang tidur enam jam setiap malam selama dua minggu mungkin tidak merasa kurang tidur. Namun, setelah dilakukan tes memori secara substansial, hasilnya mereka sulit mengingat memori jangka pendek. Pertajam daya ingat Anda dengan membuat prioritas istirahat yang cukup. Jika Anda tidak bisa, coba lakukan tidur pendek selama enam menit saat tubuh terasa lelah. Cara ini bisa meningkatkan kinerja dan memicu proses memori penting dalam otak.
Mendengkur
Mendengkur tak hanya mengganggu kualitas tidur, tapi juga bisa menurunkan daya ingat. Saat tidur mendengkur, saluran napas Anda akan terblokir, sehingga memotong oksigen beberapa detik pada suatu waktu dan menyebabkan sel-sel otak kelaparan.
Metabolisme menurun
Jika hal ini terjadi, kemungkinan Anda memiliki masalah tiroid. Hormon tiroid mengontrol metabolisme tubuh. Bila produksinya terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengganggu sel-sel otak, yang dapat memperlambat masuknya informasi ke otak. Solusi: tak ada salahnya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengatasi masalah ini.
Usia lebih dari 65 tahun
Di usia ini, manusia akan lebih sulit untuk menyerap vitamin B12 dari makanan. Kekurangan B12 serius dapat menyebabkan penyakit Alzheimer atau pikun. Karena itu, seiringnya bertambah usia, lakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara meningkatkan asupan B12, misalnya dengan suplemen. Selain manula, penganut vegetarian juga seringkali kekurangan vitamin B12.
Mengalami depresi
Penderita depresi berat juga mengalami gangguan pada sel-sel otak. Bahkan, ketika depresi berlangsung, ada kemungkinan kondisi ini bisa membunuh sel-sel otak, sehingga menyebabkan daya ingat ‘merosot’. Solusinya, segera cari pengobatan. Pasalnya, makin banyak sel-sel otak yang ‘hilang’, daya ingat akan makin sulit ditingkatkan.
Mengonsumsi obat alergi atau pil tidur
Obat-obatan untuk mengatasi masalah seperti insomnia, alergi, dan gangguan perencanaan, ternyata juga juga bisa menyebabkan fungsi otak terganggu. Maka itu, sebelum mengonsumsi obat ini sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter agar daya ingat Anda tidak ikut terganggu.
Terlalu banyak kosumsi obat
Jika mengonsumsi lima atau lebih obat, Anda berisiko tinggi mengalami gangguan daya ingat. Karena itu, pastikan dokter tahu semua obat yang Anda konsumsi. Jika sebuah iklan farmasi tampak menggiurkan, jangan langsung tergoda. Sebaiknya minimalkan konsumsi obat bebas atau hanya konsumsi obat sesuai dengan resep.
Demikianlah pembahasan mengenai mengapa manusia bisa mengalami lupa. Data yang diperoleh bedasarkan artikel dan jurnal yang pernah membahas masalah ini.
- https://www.scientificamerican.com/article/why-do-we-forget-things/ diakses pada tanggal 29 januari 2019 pukul 21.22
- https://kumparan.com/@kumparansains/mengapa-manusia-bisa-lupa diakses pada tanggal 29 januari pukul 21.30
- https://journal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/viewFile/7375/5742 diakses pada tanggal 29 januari pukul 21.45
- http://library.usu.ac.id/download/fk/bedah-iskandar%20japardi18.pdf diakses pada tanggal 29 januari pukul 22.00