Sampah Plastik Masalah Bagi Lingkungan dan Kesehatan

Sampah merupakan sisa atau sesuatu yang sudah tidak digunakan/tidak terpakai yang dihasilkan atau telah digunakan oleh manusia, sampah dapat  berasal […]

blank

Sampah merupakan sisa atau sesuatu yang sudah tidak digunakan/tidak terpakai yang dihasilkan atau telah digunakan oleh manusia, sampah dapat  berasal dari kegiatan industri, rumah tangga, pabrik pertanian dan lain-lain. Sampah memiliki bentuk dan sifat yang berbeda-beda ada yang bentuknya limbah dan ada yang bentuknya padat, sifatnya pun berbeda-beda ada yang mudah terurai dan yang sulit terurai dengan sendirinya. Berdasarkan sifatnya sampah terbagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah Organik yaitu sampah yang dapat terurai atau melebur dengan sendirinya atau dengan bantuan mikroorganisme misalnya sayuran dan buah-buahan, sedangkan sampah Anorganik merupakan sampah yang sulit terurai dengan sendirinya atau dengan bantuan mikroorganisme misalnya kertas, kaleng, plastik. Sampah Anorganik baru dapat terurai dengan kurun waktu hingga bertahun-tahun. Keberadan sampah dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan banyak masalah, contohnya sampah plastik. Keberadaan sampah plastik saat ini sangat menjadi perhatian bagi seluruh dunia karena sampah plastik merupakan senyawa yang terdiri dari rantai atom karbon panjang berulang, rantai panjang ini disebut polimer dan unit terkecil dari polimer ini disebut monomer hal ini yang menyebabkan sampah plastik baru dapat terurai hingga bertahun-tahun di alam melalui radiasi sinar matahari, panas, kelembaban, dan tekanan di dalam bumi selain itu ternyata sampah plastik juga membawa dampak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Berikut ini adalah foto tentang sampah plastik yang menumpuk di lautan.

blank

blank

Plastik adalah Polimer, rantai panjang atom mengikat satu sama yang lain, plastik awalnya ditemukan pada bangsa Olmec di Meksiko sekitar 150 tahun yang lalu sebelum masehi. Dalam perkembangannya, mulailah ditemukan bahan yang lebih baik yaitu plastik sintensis, plastik ditemukan oleh seorang ilmuan, kenamaan belgia bernama leo Hendrik Baekeland. Plastik mulai dipopulerkan oleh seorang ahli kima organik bernama E.W. Fawcett dan R.O. Gibson yang bekerja di Imperial Chemical Industries Research Laboratory menemukan Polyethylene. Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Hal itu akan mengakibatkan :

  • Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
  • Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
  • PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
  • Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
  • Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
  • Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
  • Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
  • Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
  • Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
  • Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.

Selain berdampak bagi lingkungan, sampah plastik juga membawa dampak berbahaya bagi kesehatan, yaitu dapat menyebabkan kanker, mengganggu sistem saraf, pembengkakkan hati, dan radang paru-paru. Mengingat banyaknya dampak berbahaya dari sampah plastik sudah saatnya agar kita dapat bersikap bijak dalam penggunaan sampah plastik, dengan menggunakan cara memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle).

REFERENSI :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *