Sistem Pernapasan: Pengertian, Volume Udara Pernapasan, Metode Ukur Volume Pernapasan, dan Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan

Sistem pernapasan merupakan sekumpulan dari beberapa jaringan organ pernapasan yang membantu tubuh bernapas. Sistem pernapasan membantu tubuh menyerap oksigen dari udara dan membuang gas sisa seperti karbon dioksida dari darah. Dengan dukungan oksigen, seluruh organ dapat berfungsi dengan normal.

Dalam artikel kali ini akan membahas mengenai sistem pernapasan, yakni apa pengertian dari sistem pernapasan itu sendiri? Bagaimana volume udara pernapasan? Bagaimana metode yang digunakan dalam menentukan volume pernapasan? Dan faktor apa saja yang mempengaruhi frekuensi pernapasan? Simak Yuk!

Pengertian Sistem Pernapasan

blank

Sistem pernapasan merupakan sekumpulan dari beberapa jaringan organ pernapasan yang membantu tubuh bernapas. Sistem pernapasan membantu tubuh menyerap oksigen dari udara dan membuang gas sisa seperti karbon dioksida dari darah. Dengan dukungan oksigen, seluruh organ dapat berfungsi dengan normal.

Paru-paru merupakan struktur elastik yang mengempis seperti balon yang mengeluarkan semua udaranya melalui trakea bila tidak ada kekuatan untuk mempertahankan pengembangannya, tidak terdapat perlengketan antara paru-paru dan dinding rongga dada. Paru-paru mengapung dalam rongga dada dan dikelilingi lapisan tipis berisi cairan pleura yang menjadi pelumas bagi gerakan paru-paru dalam rongga dada. Ketika melakukan pengembangan dan berkontraksi maka paru-paru dapat bergeser secara bebas karena terlumas dengan rata [3].

Pada waktu menarik napas dalam, maka otot berkontraksi, tetapi pengeluaran pernapasan dalam proses yang pasif. Ketika diafragma menutup dalam, penarikan napas melalui isi rongga dada kembali memperbesar paru-paru dan dinding badan bergerak hingga diafragma dan tulang dada menutup ke posisi semula. Aktivitas bernapas merupakan dasar yang meliputi gerak tulang rusuk sewaktu bernapas dalam dan volume udara bertambah [1].

Respirasi berarti satu inspirasi dan satu ekspirasi. Seorang dewasa normal melakukan 14-18 kali respirasi setiap menit, dan dalam keadaan istirahat sebanyak 12-15 kali. Selama ini paru-paru mempertukarkan udara di dalamnya denagn atmosfir. Untuk mengukur volume udara yang dipertukarkan, dipergunakan spirometer (respirometer) [4].

Volume Udara Pernapasan

Untuk memudahkan peristiwa ventilasi paru, maka udara dalam paru dibagi menjadi empat volume dan empat kapasitas. Ada empat “volume” paru tersebut adalah sebagai berikut [2]:

  1. Volume tidal (VT) adalah volume udara yang diinspirasi atau diekspirasi setiap kali bernapas normal; besarnya kira-kira 500 ml pada rata-rata orang dewasa muda.
  2. Volume cadangan inspirasi (IRV) adalah volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah dan diatas volume tidal dan biasanya mencapai 3000 ml.
  3. Volume cadangan ekspirasi (ERV) atau Suplementer adalah jumlah udara ekstra yang dapat diekspirasi oleh ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal; jumlah normalnya adalah sekitar 1100 ml.
  4. Volume residu (RV) adalah volume udara yang masih tetap berada didalam paru setelah ekspirasi paling kuat. Volume ini besarnya kira-kira 1200 ml.

Metode Ukur Volume Pernapasan

Metode sederhana untuk mempelajari ventilasi paru adalah dengan mencatat volume udara yang masuk dan keluar paru-paru, suatu proses yang disebut spirometri. Spirometer ini terdiri dari sebuah drum yang dibalikkan diatas bak air, dan drum tersebut di imbangi oleh suatu beban. Dalam drum terdapat gas untuk bernapas, biasanya udara atau oksigen; dan sebuah pipa yang menghubungkan mulut dengan ruang gas. Apabila seseorang bernapas dari dan ke dalam ruang ini, drum akan naik turun dan terjadi perekaman yang sesuai di atas gulungan kertas yang berputar [1].

blank
Contoh Alat Spirometer

Selama proses bernapas normal, kira-kira 500ml udara bergerak ke saluran napas dalam setiap inspirasi, dan jumlah yang sama bergerak keluar dalam setiap ekspirasi. Hanya kira-kira 350 ml volume tidal benar-benar mencapai alveoli, sedangkan yang 150ml tetap berada di hidung, faring, trakhea, dan bronkhi, yang disebut sebagai volume udara mati [2].

Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi pernapasan yaitu [2]:

  • Emosi seseorang
  • Perasaan seseorang
  • Kejiwaan seseorang
  • Energi dan aura seseorang
  • Latihan dan kebatinan seseorang

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa volume udara dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, dan juga aktivitas. Dimana, semakin besar aktifitas contohnya sering berolahraga maka semakin besar pula frekuensi pernapasan, sehingga volume udara semakin besar.

Contoh Soal

Berikut adalah contoh soal Essay dari sistem pernapasan:

  • Berapa jumlah volume udara paru-paru yang tertinggal selama pernafasan berlangsung, mengapa demikian? Jelaskan!

Jawaban:

500-1000 ml udara residu ini berguna untuk mempertahankan saturasi oksigen di dalam paru-paru dan jika tidak ada maka akan terjadi denaturasi yang menyebabkan seseorang pingsan.

  • Apakah yang dimaksud dengan: volume udara tidal, volume udara suplemen, volume udara komplemen, dan kapasitas vital udara pernapasan?

Jawaban:

  1. Udara tidal: volume udara yang diinspirasi atau diekspirasi setiap kali bernapas normal; besarnya kira-kira 500 ml pada rata-rata orang dewasa muda.
  2. Udara suplementer: jumlah udara ekstra yang dapat diekspirasi oleh ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal; jumlah normalnya adalah sekitar 1100 ml.
  3. Udara komplementer: volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah volume tidal, biasanya mencapai 3000 ml.
  4. Kapasitas vital udara pernapasan: jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru-paru seseorang setelah terlebih dahulu mengisi paru-paru secara maksimum dan kemudian mengeluarkan sebanyak-banyaknya 4600 ml.

Daftar Pustaka

[1] Azwar Saifuddin. 2001. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

[2] Campbell. 2012. Biologi. Jakarta: Erlangga

[3] Ganong W. F. 2005. Review of Medical Physiologi (Edisi 22). Singapore: Mc Graw Hill

[4] Tambayong, Jan. 2001. Anatomi Fisiologi untuk Keperawatan. Jakarta: Rineka Cipta

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

1 tanggapan pada “Sistem Pernapasan: Pengertian, Volume Udara Pernapasan, Metode Ukur Volume Pernapasan, dan Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan”

  1. jika diketahui besarnya volume udara tidal 0,5L, udara komplementer 1,5L,udara sumplementer 1,5L dan udara residu 1,5L maka tentukan
    a.kapasitas vital paru-paru
    b.kapasitas total paru-paru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *