Sistem Saraf: Pengertian, Struktur dan Fungsi, Kelainan, Hubungan dengan Sistem Lain

  • by
blank

Sistem saraf manusia adalah suatu jalinan-jalinan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya.


Tubuh manusia terdiri atas organ-organ tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Agar organ-organ tubuh dapat bekerja sama dengan baik, diperlukan adanya koordinasi (pengaturan). Pada manusia dan sebagian besar hewan, koordinasi dilakukan oleh sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon. Dalam artikel ini kita akan membahas sistem saraf itu sendiri, simak yuk! Selamat membaca dan semoga bermanfaat

Pengertian Sistem Saraf

Sistem saraf manusia adalah suatu jalinan-jalinan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur kebanyakan aktivitas sistem-sistem tubuh lainnya. Karena pengaturan saraf tersebut maka terjalin komunikasi antara berbagai sistem tubuh hingga menyebabkan tubuh berfungsi sebagai unit yang harmonis. Dalam sistem inilah berasal sagala fenomena kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi dan gerakan. Jadi kemampuan untuk dapat memahami, belajar dan memberi respon terhadap suatu rangsangan merupakan hasil kerja integrasi dari sistem saraf yang puncaknya dalam bentuk kepribadian dan tingkah laku individu [2].

Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan [2].

Struktur dan Fungsi

blank
Sturktur Neuron

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing bagian  yang terdapat pada struktur jaringan saraf [1]:

  1. Badan Sel. Badan sel adalah bagian dari jaringan yang terbesar. Didalam badan sel terdapat nucleus yaitu inti sel jaringan saraf. Bagian ini berfungsi sebagai penerima impus atau rangsangan dari sitoplasma bercabang menuju akson.
  2. Inti Sel (Nukleus). Bagian jaringan safar inti sel atau biasa di sebut dengan nucleus berfungsi sebagai regulator dari seluruh aktivitas sel saraf. Inti sel berada di dalam badan sel, dan mengambang di antara sitoplasma.
  3. Sitoplasma. Bagian jaringan sitoplasma ini adalah cairan yang memiliki protein yang tinggi. Sitoplasma di bungkus oleh sel neurologia yang membantu sel dalam memperoleh suplai makanan.
  4. Dendrit. Dendrit adalah bagian saraf yang sekumpulan serabut sel saraf pendek yang bercabang-cabang halus dan merupakan perluasan dari badan sel. Bagian ini berfungsi sebagai penerima impuls dan menyampaikan impuls yang diterimanya menuju badan sel.
  5. Neurit (Akson). Bagian saraf neurit atau akson adalah selaput sel saraf yang Panjang perluasan dari badan sel. Neurit berfungsi sebagai pengirim impus yang diperoleh badan sel menuju sel saraf melalui sinapsis. Akson dilindung oleh selubung meilin. Selubung ini berupa selaput berbahan lemak yang berfungsi melindungi akson dari kerusakan.
  6. Sel Schwann. Sel schwann adalah sel penyokong akson yang berfungsi menyediakan suplai makanan bagi metabolisme akson dan membantu regenerasi akson
  7. Sinapsis. Bagian sel safar sinapsis adalah ujung akson berfungsi untuk meneruskan impuls menuju ke neuron lainnya. Sinapsis dari satu neuron akan terhubung dengan dendrit dari neuron lainnya.

Menurut Sinaga (2011) bahwa terdapat tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu [3]:

  1. Sel Saraf Sensorik, yaitu sel saraf yang memiliki fungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
  2. Sel Saraf Motorik, merupakan sel saraf yang memiliki fungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak.
  3. Sel saraf penghubung, yaitu sel saraf yang memiliki fungsi menghubungkan sel dari saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan yaitu sel saraf sensorik dan sel saraf motorik

Kelainan Sistem Saraf

  • Amnesia

Amnesia merupakan gangguan pada otak yang disebabkan oleh kecelakaan atau cidera yang menyebabkan trauma pada kepala (geger otak) sehingga penderita mengalami kebingungan dan kehilangan ingatan. Amnesia bersifat sementara atau permanen tergantung dari seberapa parahnya trauma yang diderita oleh otak [3].

  • Epilepsi

Epilepsi disebabkan adanya gangguan penghantar impuls listrik pada sel-sel saraf, orang yang menderita penyakit tumor otak, trauma pada kepala, penggunaan obat-obat bius, dan penderita cacat otak bawaan. Ciri-ciri orang yang terkena epilepsi adalah mengalami kejang-kejang hingga mulutnya keluar busa. Epilepsi disebut juga dengan penyakit ayan. Penderitanya sering mengalami kejang-kejang yang mendadak dan berulang-ulang tanpa alasan [3].

  • Stroke

Stroke merupakan penyakit yang terjadi karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah didalam otak sehingga otak menjadi rusak. Penyumbatan ini disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah (arteriosklerosis), juga penyumbatan karena suatu emboli. Penderita stroke biasanya terlihat dari wajahnya yang tidak simetris [3].

  • Sakit kepala

Pada umumnya disebabkan karena melebarnya pembuluh darah pada daerah selaput otak. Pelebaran pembuluh darah ini umumnya merupakan penyakit tersendiri tetapi merupakan bagian dari timbulnya gejala penyakit yang lebih serius [3].

  • Neuritis

Neuritis merupakan kelainan pada sistem saraf yang disebabkan karena adanya tekanan, pukulan, keracunan, patah tulang atau kekurangan vitamin B. Penyakit ini menjadikan penderitanya sering mengalami kesemutan [3].

  • Parkinson

Parkinson merupakan kelainan yang disebabkan karena kekurangan neurotransmiter dopamine pada dasar ganglion. Penderita kelainan ini biasanya sering mengalami tangan gemetaran saat sedang beristirahat, susah gerak, mata sulit untuk berkedip, dan otot terasa kaku sehingga kaki menjadi kaku saat berjalan atau bergerak [3].

Hubungan dengan Sistem Lain

  • SISTEM HORMON

        Hormon merupakan salah satu sistem koordinasi di dalam tubuh dengan menggunakan cairan yang diedarkan oleh pembuluh darah. Dengan menggunakan hormon yaitu dengan sedikit saja hormon mampu mempengarugi organ-organ yang terjadi menjadi sasaranya. Hipofisa (Pitultary). Kelenjar ini merupakan kelenjar yang paling banyak menghasilkan jenis-jenis hormone yang letaknya di otak [4].

Berikut ini dapat dijelaskan tentang kelenjar endokrin dan fungsinya.

  1. Kelenjar hipofisis terdapat hormone somatrofin.  Kelenjar ini memiliki fungsi untuk mengatur pertumbuhan. Di mana kelenjar ini merupakan kelenjar utama atau master gland. Kelenjar hipofisis terdiri dari tiga lobus yaitu lobus depan, lobus tengah, dan lobus belakang.
  2. Kelenjar tiroid atau gondok terdapat hormone tiroksin. Kelenjar ini memiliki fungsi untuk mengatur metabolism dalam tubuh dan mempengaruhi perkembangan tubuh dan mental. Kekurangan hormone ini dapat menyebabkan kekredilan atau kretinisme, sedangkan kelebihan hormone ini dapat menyebabkan gigantisme.
  3. Kelenjar paratiroid terdapat hormone parathormon. Kelenjar ini memiliki fungsi untuk mengatur kadar kalsium dalam tubuh. Kekurangan hormone ini dapat menyebabkan penyakit kejang otak.
  4. Kelenjar pancreas terdapat hormon insulin. Kelenjar ini memiliki fungsi untuk mengatur kadar gula dalam darah. Kekurangan hormone ini dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus.
  5. Kelenjar lambung dan usus terdapat hormon gastrin dan sekretin. Kelenjar ini memiliki fungsi untuk memacu sekresi getah lambung dan merangsangs ekresi bikarbonat. Kekurangan hormone ini dapat mengakibatkan lambung tidak dapat mencerna protein dengan baik, tidak dapat memecah amilum, lemak, dan protein.
  6. Kelenjar gonad terdapat hormone testosteron, estrogen dan progresteron. Hormon testosterone ini memiliki fungsi mempengaruhi perkembangan sifat kelamin sekunder pada laki – laki.  Kekurangan hormone ini dapat mengakibatkan sel telur pada wanita sulit matang.
  • SISTEM INDRA

      Alat indra sebagai reseptor impuls. Berdasarakan jenis rangsangan yang diterima, alat indra dibedakan menjadi kemoreseptor, fotoreseptor, mekanoreseptor, dan audioreseptor. Kemoreseptor menerima rangsangan yang berupa senyawa kimia, misalkan lidah dan hidung [4].

  1. Fotoreseptor menerima rangsangan berupa cahaya, misalkan retina mata. Mekanoreseptor menerima rangsangan berupa tekanan dan suhu, misalkan kulit. Audioreseptor menerima rangsangan berupa getaran bunyi, misalkan koklea dan telinga.
  2. Lidah memiliki fungsi untuk alat pengecap. Permukaan lidah yang kasar disebabkan adanya tonjolan yang dinamakan dengan papila. Papila ini memiliki fungsi untuk pusat pengecap. Papila pengecap pada lidah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu sebagai berikut. Papila filiformis memiliki bentuk benang dan tersebar di seluruh permukaan lidah. Papila      sirkum valata memiliki bentuk seperti huruf v dan ada pada daerah dekat pangkal lidah. Papila fungi formismemilikibentukpaludanada di tepilidah.
  3. Hidung, di dalamnya terdapat saraf pembau. Di dalam hidung, udara pernapasan diatur sesuai dengan suhu dan kelembapannya serta disaring kotorannya oleh rambu – rambu hidung. Hidung tersusun atas sel epitel dan saraf pembau. Hidung memiliki fungsi untuk alat indra pembau sebab memiliki reseptor pembau atau kemoreseptor di bagian langit – langit rongga hidung, yang dinamakan dengan sel olfaktori. Pada ujung sel reseptor ada rambut – rambut halus atau silia. Selain itu, ada juga selaput lendir yang memiliki fungsi untuk pelembab. Proses jalannya rangsang berupa bau yaitu sebagai berikut. Bau di udara masuk kerongga hidung. Kemudian, larut dalam sel aput lendri, diterima oleh saraf pembau atau olfaktori menuju otak dan dianggap sebagai bau.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa

  1. Sistem saraf manusia adalah suatu jalinan-jalinan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya.
  2. Struktur dan fungsi sistem saraf yaitu sistem saraf terdiri dari Badan sel, inti sel (nucleus), dendrite, sitoplasma , akson, sel sachwan, sinapsis. Menurut fungsinya sistem saraf di bagi menjadi tiga yaitu : sel saraf sensorik, sel saraf motorik, dan selsaraf penghubung.
  3. Kelainan yang terdapat pada sistem saraf meliputi amnesia, kelemjar getah bening, meningitis, ataksi dan masih banyak lagi. Dan sistem saraf memiliki hubungan dengan sistem indra dan sistem hormon.

Daftar Pustaka

[1] Irianto, Kus. 2004. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Paramedis. Bandung: Yrama Widya

[2] Nur,Iis. 2013. Sistem Saraf Pada Manusia. Bandung : Sekolah Tinggi Farmasi.

[3] Sinaga, Erlintan. 2011. Anatomi Fisiologi Manusia. Medan: FMIPA Unimed

[4] Tenzer,Amy .2003. Struktur Hewan II. Malang: Universitas Negeri Malang.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *