Memahami Perbedaan Antara Luminous Transmittance dan Solar Modulation

Dalam dunia desain arsitektur dan industri kaca, penting untuk memahami konsep-konsep seperti luminous transmittance dan solar modulation. Kedua istilah ini merujuk pada karakteristik optik dari bahan-bahan transparan.

blank

Dalam dunia desain arsitektur dan industri kaca, penting untuk memahami konsep-konsep seperti luminous transmittance dan solar modulation. Kedua istilah ini merujuk pada karakteristik optik dari bahan-bahan transparan, yang memainkan peran penting dalam mengontrol pencahayaan dan panas yang masuk ke dalam bangunan. Meskipun keduanya sering kali terkait erat, mereka memiliki perbedaan yang signifikan dalam konteks penggunaannya. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara luminous transmittance dan solar modulation.

1. Luminous Transmittance

Luminous transmittance mengacu pada kemampuan sebuah material untuk membiarkan cahaya terlihat melewati permukaannya. Ini adalah ukuran seberapa banyak cahaya tampak yang bisa diteruskan melalui material tersebut. Luminous transmittance dinyatakan dalam persentase dan diukur pada rentang panjang gelombang cahaya tampak.

Dalam konteks desain interior dan arsitektur, luminous transmittance sangat penting karena memengaruhi seberapa terang atau gelap sebuah ruangan akan terlihat. Material dengan luminous transmittance tinggi akan memungkinkan lebih banyak cahaya masuk, menciptakan suasana yang lebih terang dan terbuka. Sebaliknya, material dengan luminous transmittance rendah akan menghasilkan suasana yang lebih teduh dan tertutup.

Contoh penerapan luminous transmittance adalah dalam pemilihan jendela dan kaca bangunan. Jendela dengan luminous transmittance tinggi akan memaksimalkan pencahayaan alami dan mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan. Ini dapat membantu mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan kenyamanan penghuni bangunan.

2. Solar Modulation

Sementara luminous transmittance berfokus pada cahaya tampak, solar modulation berkaitan dengan kemampuan sebuah material untuk mengatur radiasi panas dari sinar matahari yang diterimanya. Ini adalah ukuran seberapa efektif material tersebut dalam mengurangi pemanasan yang disebabkan oleh sinar matahari.

Solar modulation biasanya diukur dalam nilai Solar Heat Gain Coefficient (SHGC), yang merupakan persentase dari panas matahari yang dapat diteruskan melalui material tersebut. Material dengan solar modulation yang baik akan memiliki SHGC rendah, yang berarti mereka dapat meminimalkan jumlah panas yang diserap dan ditransmisikan ke dalam bangunan.

Penerapan solar modulation sangat penting dalam menjaga kenyamanan termal di dalam bangunan. Dengan mengurangi jumlah panas yang masuk, material dengan solar modulation yang baik dapat membantu mengurangi kebutuhan pendinginan udara, sehingga menghemat energi dan biaya operasional.

Luminous transmittance dan solar modulation dalam persentase

Ketika luminous transmittance dan solar modulation dinyatakan dalam persentase, itu mengindikasikan seberapa besar proporsi cahaya atau panas yang dapat diteruskan atau diterima oleh material tersebut dalam hubungannya dengan total cahaya atau panas yang mencapainya.

  1. Luminous Transmittance dalam Persen: Luminous transmittance dalam persen menunjukkan seberapa banyak cahaya tampak yang dapat diteruskan oleh sebuah material dalam bentuk persentase dari total cahaya tampak yang jatuh pada permukaannya. Misalnya, jika sebuah material memiliki luminous transmittance sebesar 80%, itu berarti 80% dari cahaya tampak yang mengenainya akan diteruskan melalui material tersebut. Semakin tinggi persentase luminous transmittance, semakin terang cahaya yang akan masuk ke dalam ruangan.
  2. Solar Modulation dalam Persen (Solar Heat Gain Coefficient – SHGC): Solar modulation, yang diwakili oleh Solar Heat Gain Coefficient (SHGC), juga dinyatakan dalam persentase. Ini menunjukkan seberapa besar persentase dari panas matahari yang bisa diteruskan melalui material tersebut. Ketika nilai Solar Heat Gain Coefficient (SHGC) adalah 30%, itu berarti 30% dari energi panas matahari yang jatuh pada material akan diteruskan ke dalam bangunan, sementara 70% sisanya akan ditahan atau diserap oleh material tersebut. Semakin rendah SHGC, semakin sedikit panas yang akan masuk ke dalam ruangan.

Ketika kita berbicara tentang solar modulation dalam bentuk persentase delta solar modulation, kita berbicara tentang perubahan persentase dari jumlah panas matahari yang diteruskan atau diblokir oleh sebuah material ketika dibandingkan dengan kondisi referensi tertentu.

Jika kita memiliki nilai delta solar modulation sebesar 30%, ini menunjukkan bahwa material tersebut menghasilkan perubahan sebesar 30% dalam jumlah panas matahari yang diteruskan atau diblokir, dibandingkan dengan kondisi referensi.

Jadi, jika delta solar modulation adalah 30%, ini berarti material tersebut memblokir atau menyerap 30% lebih banyak panas matahari daripada kondisi referensi. Artinya, material tersebut lebih efektif dalam mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam bangunan daripada material yang memiliki delta solar modulation yang lebih rendah.

Dengan menggunakan nilai dalam persentase, kita bisa mendapatkan pemahaman yang jelas tentang seberapa efektif sebuah material dalam memengaruhi pencahayaan atau pengaturan panas di dalam sebuah bangunan. Ini membantu para perancang dan arsitek untuk memilih material yang sesuai dengan kebutuhan spesifik bangunan dalam hal pencahayaan alami dan kenyamanan termal.

Untuk menghasilkan ruangan yang dingin, yang diinginkan adalah material atau komponen bangunan dengan nilai delta solar modulation yang besar, bukan kecil. Nilai delta solar modulation yang besar menunjukkan bahwa material tersebut mampu mengurangi sejumlah besar panas matahari yang masuk ke dalam ruangan, sehingga membantu menjaga suhu ruangan tetap rendah dan nyaman.

Jadi, untuk mereduksi pemanasan dari sinar matahari dan menjaga ruangan tetap dingin, Anda akan mencari material dengan nilai delta solar modulation yang besar, karena itu menunjukkan bahwa material tersebut memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghalangi panas matahari dan menjaga suhu ruangan tetap rendah.

Perbedaan Utama

Perbedaan utama antara luminous transmittance dan solar modulation terletak pada aspek cahaya yang mereka ukur dan pengaruhnya terhadap bangunan. Luminous transmittance fokus pada cahaya tampak dan pengaruhnya terhadap pencahayaan dalam ruangan, sementara solar modulation berkaitan dengan pengaturan radiasi panas dari sinar matahari untuk mengontrol kenyamanan termal di dalam bangunan.

Dalam prakteknya, keduanya sering kali harus dipertimbangkan secara bersamaan dalam pemilihan material bangunan untuk memastikan keseimbangan yang optimal antara pencahayaan alami dan pengendalian panas. Dengan memahami perbedaan antara keduanya, para profesional desain dan arsitek dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan efisien secara energi.

Jadi kesimpulannya adalah untuk menghasilkan ruangan yang tetap terang karena sinar matahari namun tidak panas, maka dibutuhkan jendela/fasad dengan nilai luminous transmittance dan delta solar modulation yang besar.

Referensi

Siddiq, N. A., Hendinata, L. K., Fikri, A. I. R., & Prilia, R. (2022). JENDELA CERDAS (SMART WINDOWS): Deskripsi Teknologi dan Potensi Penghematan pada Bangunan. UGM PRESS.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *