DNA

Benarkah Kloning Dapat Memperpendek Umur?

Apa itu kloning? Secara umum, kloning berarti penggunaan metode buatan untuk menghasilkan organisme baru dari salinan genetika yang identik. Melalui bioteknologi, penggunaan metode buatan ini dikembangkan untuk memodifikasi materi genetik organisme sehingga menghasilkan senyawa baru.  Sejak penemuan struktur DNA pada tahun 1953, ilmuwan telah banyak menggunakan metode ini untuk meningkatkan kualitas ternak dan pertanian. Namun, bagaimana dengan manusia? Benarkah kloning dan modifikasi genetika berisiko memperpendek umur makhluk hidup? Tahukah kamu… Selengkapnya »Benarkah Kloning Dapat Memperpendek Umur?

blank

Biologi bertemu Kecerdasan Buatan, Apa yang Akan Terjadi?

Biologi feat Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan? Buat apa deh? Biologi kan ilmu yang mempelajari makhluk hidup, apa yang bisa kecerdasan buatan bantu dari biologi? Artikel ini akan mencoba membahas potensi penggabungan AI dan biologi di masa kini, yang membuka beragam riset baru di masa depan. Kecerdasan buatan di masa kini seakan menjadi kata pasaran yang menjadi jaminan teknologi tinggi. Lihat saja iklan ragam produk teknologi, kata-kata AI-powered camera,… Selengkapnya »Biologi bertemu Kecerdasan Buatan, Apa yang Akan Terjadi?

blank

Temukan Mekanisme Perbaikan DNA Rusak, llmuwan ini Jadi Muslim Kedua Peraih Nobel Kimia (Bagian 2)

Mengenal mekanisme nucleotide excision repair Mekanisme perbaikan DNA rusak selanjutnya yang membawa ilmuwan muslim Azis Sancar meraih nobel kimia dinamakan nucleotide excision repair atau yang lebih familiar dengan istilah pemotongan nukleotida [1]. Pembahasan sebelumnya (Bagian 1) tentang bagaimana enzim fotoliase bekerja memperbaiki DNA rusak dapat dilihat DISINI ya sobat warstek. Terdapat beberapa mekanisme perbaikan DNA rusak selain pemotongan nukleotida. Mekanisme pemotongan basa (base excision repair) dan perbaikan mismatch (mismatch repair)… Selengkapnya »Temukan Mekanisme Perbaikan DNA Rusak, llmuwan ini Jadi Muslim Kedua Peraih Nobel Kimia (Bagian 2)

blank

Menelusuri Keragaman Genom Manusia dengan Single Nucleotide Polimorphism (SNP)

Keragaman Genom dan Pengaruhnya Terhadap Manusia Keragaman yang terjadi pada manusia tidak hanya dapat dilihat dari aspek morfologi/fisik secara kasat mata. Analisis secara fisiologi (dalam hal ini genom) telah memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar terkait keragaman tersebut. Melalui rantai materi genetik (DNA) inilah, Sang Pencipta meghadirkan individu-individu dengan model rambut, muka, mata, warna kulit dan bagian tubuh lainnya tampak berbeda. Dua puluh tahun lalu, seorang pakar genetika Amerika Serikat bernama… Selengkapnya »Menelusuri Keragaman Genom Manusia dengan Single Nucleotide Polimorphism (SNP)