QUANTUM SUPREMACY : THE MILESTONE

Fisika kuantum selalu berada dalam keadaan probabilitas. Tidak mungkin memprediksi dengan pasti nilai yang keluar dalam suatu eksperimen kuantum. Hasilnya selalu berada dalam bentuk probabilitas. Gejala aneh dari fisika kuantum inilah yang memberikan inovasi bagi para ilmuwan untuk membuat Quantum Bits atau qubits yang mendasari pembentukan komputer kuantum.  Qubits tak bekerja layaknya bits dalam komputer klasik yang nilainya hanya dapat bernilai 1 atau 0, melainkan Qubits dapat berbentuk 1 dan 0 secara bersamaan dengan peluang tertentu.  >>> 

Baca Selengkapnya

Berhasilnya Teleportasi Kuantum Antara 2 Qubit

Berhasilnya Teleportasi Kuantum Antara 2 Qubit

Komputer kuantum adalah salah satu penerapan dari ilmu fisika kuantum. Komputer ini memiliki potensi besar untuk secara efektif dan efisien memecahkan masalah kompleks yang sulit dipecahkan dengan komputer biasa.

Bagaimanapun juga, merancang prosesor kuantum dalam skala besar sangatlah menantang karena rentan terjadinya error di sistem kuantum yang berbeda dengan error pada komputer biasa. >>> 

Baca Selengkapnya

Menilik Model Matematika dari Mesin Waktu yang Dirumuskan Fisikawan

Menilik Model Matematika dari Mesin Waktu yang Dirumuskan Fisikawan

Dua orang fisikawan dunia telah angkat bicara dan mengklaim bahwa mereka menemukan sebuah model matematika yang bisa digunakan untuk membuat mesin waktu teoretis. Mesin waktu teoretis tersebut berupa sebuah “kotak” yang dapat bergerak melalui ruang dan waktu, baik maju ke masa depan maupun mundur ke masa lalu. Dua orang fisikawan tersebut adalah Benjamin K. Tippett dari University of British Columbia Kanada dan David Tsang dari University of Maryland Amerika. Kajian teoretis mereka berdua dipublikasikan di jurnal Classical and Quantum Gravity pada 31 Maret 2017. Jurnal Classical and Quantum Gravity merupakan jurnal dengan rank Q1 yang memiliki H-index 137. >>> 

Baca Selengkapnya