Melirik Pengelolaan Limbah Elektronik di Jepang

Melirik Pengelolaan Limbah Elektronik di Jepang

Limbah elektronik telah menjadi sisi gelap dari era kemajuan teknologi. Di satu sisi, kita terbawa arus euphoria dalam perkembangan teknologi yang pesat, tapi di sisi lain, ada harga yang harus dibayar dari peningkatan kecanggihan teknologi tersebut. Tumpukan limbah elektronik yang terbengkalai dan tidak terkelola dengan baik, dapat menimbulkan berbagai dampak negatif baik secara medis maupun secara ekologis. Pengelolaan limbah elektronik yang tepat dan efektif sangat diperlukan untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan. Beberapa negara besar produsen barang-barang elektronik dan penyumbang limbah elektronik tertinggi telah menjalankan pengelolaan limbah elektronik yang dapat menjadi contoh untuk negara kita, diantaranya Jerman, Jepang dan India. Tulisan berikut merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya mengenai limbah elektronik yang dapat Anda baca kembali di sini. >>> 

Baca Selengkapnya

Berkenalan dengan Limbah Elektronik (E-Waste), Sisi Lain Kemajuan Teknologi

Berkenalan dengan Limbah Elektronik (E-Waste), Sisi Lain Kemajuan Teknologi

Kebutuhan masyarakat akan teknologi yang lebih canggih sangat menguntungkan industri teknologi. Di abad-21 ini, banyak industri berbasis teknologi yang mulai bermunculan dan berlomba-lomba menarik konsumen dengan keunggulannya masing-masing. Konsumen sangat tertarik pada teknologi dengan tingkat kecanggihannya yang tinggi, industri pun memahami hal tersebut. Sebagai akibatnya, setiap industri teknologi dengan rutin meluncurkan perangkat elektronik dengan peningkatan fitur teknologi. >>> 

Baca Selengkapnya

Trend Fashion Berkelanjutan : Kain Berbahan Dasar Susu Sapi

Trend Fashion Berkelanjutan : Kain Berbahan Dasar Susu Sapi

Susu sapi merupakan minuman pelengkap kebutuhan gizi manusia yang banyak diolah menjadi produk lain seperti keju dan yoghurt. Anda pasti belum tahu bahwa susu sapi ternyata dapat dimanfaatkan lebih luas lagi, yaitu sebagai bahan dasar serat kain. Seorang mikrobiolog sekaligus desainer baju asal Jerman, Anke Domaske, berhasil membuat kain dengan bahan dasar susu sapi. Susu sapi yang didapatkan untuk produksi kain tersebut diperoleh dari susu yang tidak lolos uji kelayakan konsumsi di industri susu. Di Jerman, setiap tahunnya terdapat kurang lebih 2 ton susu yang tidak lulus uji kelayakan konsumsi dan dibuang begitu saja karena belum bisa dimanfaatkan. Qmilch, perusahaan yang dibangun Anke Domaske, membantu pemanfaatan susu sapi yang tereliminasi dari uji kelayakan konsumsi menjadi produk yang layak pakai. >>> 

Baca Selengkapnya