Mohd Yunus

Peminat sejarah, politik, dan ekologi

Peneliti Temukan Cara Baru Menghitung Detik dengan Ilmu Optik

Sebagian dari kita mungkin tidak menyadari bahwa penetapan satuan waktu yang kita kenal saat ini sudah melalui perjalanan yang sangat panjang. Sejarah penetapan satuan waktu ini tidak bisa dilepaskan dari peran bangsa Babylonia dan Mesir, dimana pembagian waktu sexagesimal (basis 60) yaitu 60 menit di dalam satu jam dan 60 detik di dalam satu menit merupakan pengaruh dari bangsa Babylonia. Sementara istilah jam yang kita kenal hari ini merupakan warisan… Selengkapnya »Peneliti Temukan Cara Baru Menghitung Detik dengan Ilmu Optik

blank

Bersandar ke Dinding Roboh: Realitas Tata Kelola Hutan Provinsi Riau

Ko ateh tak bepucuk (ke atas tak berpucuk) Ko bawah tak beurek (ke bawah tak berurat/akar) Tongah-tongah dilaik kumbang (tengah-tengah dikorek kumbang) Ko lauik tak dapek minum (ke laut tak dapat minum) Ko daek tak dapek makan (ke darat tak dapat makan) Betolu busuk (bertelur busuk) Boanak mati (beranak mati) (Petatah petitih Suku Sakai, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau) Sepenggal petatah petitih dari Suku Sakai di atas memberikan makna yang sangat… Selengkapnya »Bersandar ke Dinding Roboh: Realitas Tata Kelola Hutan Provinsi Riau

Lean into the wall Collapsed: the reality of Governance of forests of Riau

Ko ateh no bepucuk (upward is not berpucuk) Ko under no beurek (down no veined/root)-Tongah tongah dilaik beetle (Middle dikorek beetle) Ko lauik tak dapek drink (sea nobody can drink) Ko dapek not eat daek (inland could not eat) foul (Betolu rotten spawn) Boanak dead (dead child) (Petatah petitih tribe of Sakai, Bengkalis Regency, Riau Province) Piece of petatah petitih from the tribe of Sakai above gives a very deep… Selengkapnya »Lean into the wall Collapsed: the reality of Governance of forests of Riau

blank

Bersikap Terhadap Kehancuran Hutan: Catatan untuk Intelektual Muda

Pekerjaan yang paling menyedihkan adalah menjelaskan sesuatu yang sudah jelas. Kiranya itulah yang terjadi jika kita menceritakan tentang kehancuran hutan Indonesia. Sesuatu yang sangat jelas terjadi di depan mata. Bahkan, sebagian dari kita mungkin terlibat dalam kehancuran itu, baik sebagai penyebab maupun sebagai penerima dampak. Sederhananya, telah terjadi pergeseran nalar yang menyebabkan hutan memiliki banyak makna. Hutan yang pada hakikatnya adalah modal alam, tempat dimana berbagai komponen ekosistem tumbuh dan… Selengkapnya »Bersikap Terhadap Kehancuran Hutan: Catatan untuk Intelektual Muda

blank

Pemimpin dan Nalar Ekologis – Bagaimana Pemimpin Politik dapat Berperan Menjaga Kelestarian Alam

Tahun Politik Tahun 2017, 2018 dan 2019 boleh dikatakan sebagai tahun Pemilihan Umum (PEMILU).  Sekarang kita berada di tahapan PEMILU PILRES 2019 yang akan memilih anggota legislatif dan presiden beserta wakilnya. Tentu ini bukan pengalaman pertama kita melaksanakan PEMILU langsung, dan sebagaimana lazimnya, kampanye-kampanye “colongan” yang didelegasikan dalam bentuk poster, baliho, spanduk, dan lain sebagainya mulai marak dijumpai, dengan beberapa ciri yang sama, selalu ada gambar si calon dengan posisi… Selengkapnya »Pemimpin dan Nalar Ekologis – Bagaimana Pemimpin Politik dapat Berperan Menjaga Kelestarian Alam