Komputer kuantum sering disebut sebagai “mesin masa depan” yang mampu menyelesaikan persoalan rumit jauh lebih cepat daripada komputer biasa. Kalau komputer sehari-hari kita hanya bisa bekerja dengan kode biner 0 dan 1, komputer kuantum bisa bekerja dengan keduanya sekaligus melalui prinsip superposisi. Bayangkan seperti lampu yang bisa menyala dan mati dalam waktu yang sama, konsep yang mustahil dalam dunia nyata, tetapi bisa terjadi di dunia kuantum.
Unit dasar komputer kuantum disebut qubit (quantum bit). Tidak seperti bit biasa, qubit bisa berada dalam posisi 0, 1, atau keduanya sekaligus. Karena itulah, komputer kuantum memiliki potensi untuk menghitung jutaan kemungkinan dalam sekali langkah. Ini penting untuk bidang seperti pengembangan obat baru, kecerdasan buatan, hingga memecahkan enkripsi super kompleks.
Namun ada satu masalah besar: qubit itu rapuh. Mereka sangat mudah terganggu oleh lingkungannya. Getaran kecil, perubahan suhu, atau bahkan interaksi dengan partikel lain bisa membuat qubit “jatuh” ke satu keadaan saja, sehingga kehilangan sifat kuantumnya. Inilah yang membuat pembangunan komputer kuantum stabil menjadi tantangan besar bagi ilmuwan.
Masalah Lama, Ide Baru
Selama puluhan tahun, para fisikawan dan matematikawan berusaha mencari cara untuk melindungi qubit dari kerusakan. Salah satu pendekatan adalah dengan menggunakan partikel kuasi tertentu, yakni partikel semu yang muncul dari interaksi dalam sistem fisika. Namun, banyak ide yang dianggap “jalan buntu” karena terlalu sulit diterapkan atau tak menghasilkan kestabilan yang diinginkan.
Nah, di sinilah muncul konsep mengejutkan: neglectons. Nama ini berasal dari kata “neglect” yang artinya diabaikan. Partikel-partikel ini sebenarnya sudah pernah disebut dalam teori matematika, tetapi lama diabaikan karena dianggap tidak punya fungsi praktis. Baru belakangan, ketika para peneliti menghidupkan kembali struktur matematika lama, mereka menyadari neglectons mungkin adalah kunci yang hilang dalam teka-teki komputer kuantum.
Baca juga artikel tentang: Kebisingan Barkhausen Kuantum, Perubahan Paradigma dalam Fisika Material Magnetik
Apa Itu Neglectons?
Neglectons bukan partikel fisik seperti elektron atau proton, melainkan sejenis komponen matematika yang menggambarkan perilaku kuasi-partikel dalam sistem tertentu. Mereka muncul saat matematikawan mencoba memadukan elemen-elemen yang dulunya dianggap tidak berguna ke dalam kerangka teori kuantum modern.
Ketika diuji dalam model fisika, neglectons ternyata mampu bekerja sama dengan qubit untuk menjaga kestabilannya. Mereka berperan seperti “penyangga” yang melindungi qubit dari gangguan lingkungan. Dengan kata lain, neglectons bisa menjadi perisai matematis yang membantu komputer kuantum bekerja lebih konsisten.
Ising Anyon: Pasangan yang Tepat
Salah satu pasangan penting neglectons adalah sesuatu yang disebut Ising anyon. Anyon sendiri adalah tipe partikel kuasi yang hanya muncul di dunia dua dimensi. Mereka memiliki sifat aneh yang tidak dimiliki partikel dasar biasa.
Ketika neglectons digabungkan dengan Ising anyon, tercipta sistem yang jauh lebih stabil untuk membawa informasi kuantum. Perpaduan ini ibarat memberi qubit “baju zirah”, sehingga mereka tidak mudah hancur oleh gangguan luar.
Mengapa Ini Revolusioner?
Jika neglectons benar-benar bisa diterapkan, mereka bisa mengubah peta penelitian komputer kuantum. Selama ini, salah satu tantangan terbesar adalah error correction alias memperbaiki kesalahan dalam perhitungan kuantum. Tanpa cara efektif, komputer kuantum jadi tidak praktis karena terlalu sering gagal.
Dengan hadirnya neglectons, ada kemungkinan membangun sistem kuantum yang lebih tahan lama, sehingga komputer kuantum benar-benar bisa digunakan dalam skala besar. Bayangkan dampaknya:
- Farmasi: Menyimulasikan molekul obat baru jauh lebih cepat, sehingga proses penemuan obat bisa dipersingkat dari bertahun-tahun menjadi hitungan bulan.
- Keamanan digital: Sistem enkripsi modern bisa dipecahkan, tapi sekaligus kita juga bisa menciptakan bentuk keamanan baru berbasis kuantum yang nyaris mustahil dibobol.
- Energi: Menganalisis reaksi kimia rumit, misalnya dalam pembuatan baterai atau sel surya, dengan presisi yang belum pernah ada sebelumnya.
- Kecerdasan buatan: Melatih algoritma AI dengan kecepatan eksponensial, membuka kemungkinan AI yang jauh lebih pintar dan efisien.
Sains, Matematika, dan Kreativitas
Penemuan neglectons juga menunjukkan hal menarik: dalam sains, tidak ada ide yang benar-benar mati. Kadang sesuatu yang pernah dianggap tidak berguna bisa menjadi jawaban setelah puluhan tahun. Inilah kekuatan kolaborasi antara matematika murni dan fisika terapan.
Matematika sering dipandang abstrak dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Tapi justru struktur yang ditemukan matematikawan bisa membuka jalan bagi teknologi yang mengubah dunia. Neglectons adalah contoh nyata bagaimana konsep yang “terlupakan” bisa dihidupkan kembali untuk memecahkan masalah modern.
Apa Selanjutnya?
Saat ini, neglectons baru sebatas konsep teoretis yang diuji dalam model matematika dan simulasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menerapkannya dalam eksperimen nyata. Jika berhasil, kita mungkin akan melihat era baru komputer kuantum yang stabil dan benar-benar praktis.
Namun, perjalanan masih panjang. Sama seperti banyak penemuan besar dalam sains, dari listrik hingga internet, butuh waktu puluhan tahun sebelum ide itu benar-benar mengubah kehidupan manusia. Yang jelas, neglectons memberi harapan bahwa mimpi komputer kuantum bisa lebih dekat dari yang kita bayangkan.
Neglectons mungkin bukan partikel nyata yang bisa kita lihat dengan mata, tapi perannya dalam teori komputer kuantum sangat nyata. Mereka adalah simbol dari bagaimana sains terus berkembang: ide lama bisa hidup kembali, dan konsep yang pernah dianggap sepele bisa menjadi batu loncatan menuju revolusi teknologi.
Jika benar terbukti, neglectons bukan hanya akan merevolusi komputer kuantum, tapi juga cara kita memandang hubungan antara matematika, fisika, dan masa depan teknologi. Dunia kuantum memang penuh misteri, tetapi justru di sanalah letak potensinya untuk mengubah dunia nyata.
Baca juga artikel tentang: Ilmuwan Pecahkan Misteri Teleportasi, Ciptakan Landasan untuk Superkomputer Kuantum
REFERENSI:
Capella, Larissa G. 2025. Meet the ‘neglectons’: Previously overlooked particles that could revolutionize quantum computing. Live Science: https://www.livescience.com/physics-mathematics/meet-the-neglectons-previously-overlooked-particles-that-could-revolutionize-quantum-computing diakses pada tanggal 3 September 2025.
Iulianelli, Filippo dkk. 2025. Universal quantum computation using Ising anyons from a non-semisimple topological quantum field theory. Nature Communications 16 (1), 6408.

