Observasi dengan USB Digital Microscope 1000X Perbesaran – Murah dan Terjangkau

Observasi dengan USB Digital Microscope 1000X Perbesaran – Murah dan Terjangkau

WAWASAN MIKROSKOP

A. PENGERTIAN

Mikroskop (bahasa Yunanimicros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasat mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil (mikroskopis). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

B. SEJARAH PENEMUAN MIKROSKOP

Selama ribuan tahun, hal terkecil yang dapat dilihat manusia adalah helai rambutnya sendiri. Ketika mikroskop ditemukan sekira pada 1590, tiba-tiba manusia dapat melihat dunia baru yang lebih kecil dan menarik dalam kehidupan. Pada awalnya, tidak jelas siapa yang menemukan mikroskop itu sendiri. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa penemunya adalah Hans Lippershey, karena ia mengajukan hak paten untuk penemuan teleskop. Namun sejarawan lain mengatakan penemu mikroskop adalah Zacharias Janssen. Akhirnya para sejarawan dapat menjawab pertanyaan mengenai siapa penemu mikroskop berkat surat oleh diplomat Belanda, William Boreel.

Baca juga: Mengenal Beruang Air dan Sistem Imunitasnya yang Super

Pada 1650-an, Boreel menulis sepucuk surat kepada dokter raja Prancis di mana ia menggambarkan mikroskop yang dibuat oleh Janssen. Dalam suratnya, Boreel mengatakan Zacharias Janssen menulis kepadanya tentang sebuah mikroskop pada awal 1590-an, namun Boreel hanya pernah melihat benda tersebut beberapa tahun kemudian. Mikroskop awal Janssen adalah mikroskop majemuk yang menggunakan setidaknya 2 lensa. Lensa objektif diposisikan dekat dengan objek dan menghasilkan gambar yang dapat diperbesar lebih jauh oleh lensa kedua yang disebut lensa mata. Mikroskop yang dibuat oleh Janssen memiliki 3 tabung geser untuk berbagai lensa, namun tidak memiliki tripod dan dapat memperbesar 3 sampai 9 kali dari ukuran aslinya. Berita tentang penemuan mikroskop akhirnya menyebar dengan cepat ke seluruh eropa.

Galileo Galilei setelah mendengar dan melihat penemuan mikroskop tersebut, ia dengan segera memperbaiki desain Janssen pada 1609. Galileo menyebut perangkat buatannya dengan nama occhiolino yang berarti mata kecil.

Ilmuwan Inggris, Robert Hooke juga memperbaiki bentuk mikroskop Janssen tersebut dan mengeksplorasi struktur kepingan salju, kutu, dan tanaman menggunakan alat tersebut. Dia menciptakan istilah ‘sel’ dari bahasa Latin cella yang artinya ruangan kecil.

Ilmuwan Belanda, Antoine van Leeuwenhoek juga merancang mikroskop lensa bertenaga tinggi pada 1670-an. Dengan ini dia adalah orang pertama yang menggambarkan sperma (atau spermatozoa) dari anjing dan manusia. Ia juga mempelajari ragi, sel darah merah, bakteri dari mulut dan protozoa.

Mikroskop lensa tunggal Van Leeuwenhoek dapat membesar benda hingga 270 kali lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mikroskop lensa tunggal tetap populer sampai 1830-an, karena semua jenis mikroskop membaik.

Mikroskop terbaik mendekati batas awal abad ke-20. Mikroskop optik (cahaya) tradisional tidak dapat menyelesaikan objek yang lebih kecil dari panjang gelombang cahaya tampak. Namun pada 1931, ilmuwan Jerman Ernst Ruska dan Max Knoll mengatasi penghalang teoritis ini dengan mikroskop elektron.

MIKROSKOP DIGITAL

Semakin berkembangnya zaman ini, banyak sekali ide kreatif bermunculan. Banyak alat-alat canggih yang mulai merambat pada kehidupan manusia. Banyak teknologi yang sebenarnya tak mampu di cerna oleh logika dan akal sehat manusia. Semula hanya angan-angan belaka, kini sudah menjadi kenyataan. Salah satunya adalah munculnya inovasi mikroskop digital ini.

A. KEGUNAAN MIKROSKOP DIGITAL

  • Untuk perangkat pengajaran ilmiah, laboratorium riset, analisa kesehatan, perangkat riset sekolah, penelitian serangga, penelitian tumbuhan, dll.
  • Vertical Stand atau penahan berdiri dengan cara vertikal mempermudah penelitian objek.
  • Mikroskop digital didukung dengan aplikasi penunjang yang sanggup mengetahui jumlah dimensi objek bertambah rinci.

Keunggulan Mikroskop Digital dibandingkan Mikroskop Cahaya

Mikroskop Digital Mikroskop Cahaya
Ringan dan mudah dibawa pergi Lebih berat dan sulit dibawa pergi
Harga murah dan Terjangkau Harga relatif lebih mahal
Mengandalkan cahaya LED Mengandalkan cahaya dari lingkungan sekitar
Hasil pengamatan dapat diabadikan melalui foto dan video dengan perantara laptop, sehingga hasilnya lebih bagus dan memuaskan. Hanya dapat diamati saja. Dan apabila diabadikanpun harus dilakukan secara manual dengan kamera handphone
Dapat dioperasikan ke semua objek Hanya dapat dioperasikan dengan preparat

Ini adalah beberapa foto yang pernah kami abadikan dengan menggunakan mikroskop digital

Pict. 1 : Nyamuk Pict. 2 : Tahu goreng yang telah menjamur

C. SPESIFIKASI

Image sensor : 2 Mega Pixel Cmos
Controller: kecepatan tinggi dsp
Lensa: Lensa Scope Micro
Rentang fokus: Manual Fokus, dari 3mm sampai 40mm
Snap shot: Dapat dilakukan pada software dan hardware.
Resolusi video :
– 1600×1200 (2 m pixel)
– 1280×960 (1.3 m pixel)
– 800×600
– 640×480
Resolusi gambar :
– 1600×1200 (2 m pixel)
– 1280×960 (1.3 m pixel)
– 800×600
– 640×480
Frame rate: max. 30F/s dibawah tingkat kecerahanan 600 lux
Flicker Control: 50 hz/60 hz option
Video format: avi
Snap shot Format: JPEG
Pencahayaan : 8 LED (dengan controller pada kabel usb)
Rasio pembesaran: 40x ~ 1000x (manual)
Power supply: port usb (5 v dc)
Software: AMCAP (driver)
Kebutuhan sistem : Komputer minimum pentium 700 MHz atas, 20 m Harddisk, cd rom, Ram 128 mb, Direct X Vga Card
Support USB : USB2.0 & USB1.1
Operasional System : windows 7 32 bit/vista/xp
Dimensi: 11,2cm x 3,3cm
Aksesoris: Bracket, dan cd rom (driver)

D. Isi 1 Paket (pcs)

  • 1 Buah USB Digital Mikroskop
  • 1 Buah Bracket / Pegangan mikroskop
  • 1 Buah CD (manual operasi ada di dalam cd)
  • 1 Buah Penggaris kalibrasi

Referensi :

[1] Wikipedia, 2017 dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop diakses pada 10 November 2019.

[2] Riani Angel Agustine, 2017 dalam https://techno.okezone.com/read/2017/09/29/56/1785980/okezone-innovation-yuk-kenali-sejarah-berliku-penemuan-mikroskop diakses pada 10 November 2019.

[3] Tokokomputer007 dalam https://tokokomputer007.com/mikroskop-digital-1000x-amati-benda-kecil-dengan-jelas/ diakses pada 10 November 2019.

[4] https://www.instagram.com/direct.observation/ diakses pada 10 November 2019.

Organisme Mikroskopis Penghasil Listrik

Organisme Mikroskopis Penghasil Listrik

Ganggang atau alga adalah organisme yang secara morfologis sederhana mengandung klorofil dengan ukuran berkisar dari mikroskopis dan uniseluler (bersel tunggal) sampai sangat besar dan multiseluler. Alga mempunyai tubuh yang relatif tidak mengalami diferensiasi dan tidak ada akar atau daun sejati. Alga merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik menjadi organik (dapat membuat makanan sendiri) dengan mendapat energi dari lingkungan mereka dalam bentuk sinar matahari. Selain itu, mereka juga memainkan peran penting dalam rantai makanan dan dalam menjaga suplai oksigen di planet kita.

Baca juga: Material Piezoresistive sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif pada Ubin Lantai

Sejak lebih dari 3 miliar tahun, dengan bantuan pigmen warna klorofil, tanaman berdaun hijau mengubah cahaya melalui fotosintesa menjadi energi kimia. Inilah basis bagi kehidupan di bumi. Yakni, produksi energi yang bebas polusi.

Para ilmuwan dari University of Cambridge berhasil mengembangkan alga yang lima kali lebih efisien sebagai penghasil listrik. Prinsip dasarnya adalah mengubah sinar matahari menjadi arus listrik menggunakan kemampuan fotosintesis alga. Sebelumnya, alga dimodifikasi genetik dengan menambahkan cyanobacteria untuk meningkatkan efisiensi dan energi yang dihasilkan.

Meskipun saat ini alga masih kalah efisien dibandingkan pembangkit listrik tenaga surya, energi terbarukan dari alga memiliki prospek yang baik. Alga lebih praktis karena bisa digunakan tanpa harus membangun infrastruktur. Dia juga mampu mengoptimasi proses pengisian daya, pengiriman daya dan memperbaiki kerusakannya sendiri.

Kepraktisannya membuat alga cocok diterapkan di daerah terpencil dimana masyarakat bisa memproduksi listrik sendiri. Seperti penduduk yang tinggal di dalam hutan atau daerah pedalaman yang sulit akses. Indonesia sendiri sudah mengenal dan mengolah alga menjadi sumber energi terbarukan, tetapi dengan mengolahnya menjadi minyak. Hasilnya pun tinggi bisa mencapai 50.800 liter/ ha dalam setahun.

Para peneliti dari Concordia University di Montreal, Kanada menemukan sebuah cara untuk menjaring energi listrik dari proses fotosintesis dan pernafasan alga biru-hijau. Alga ini mampu menggunakan air sebagai sumber elektron dengan mereduksi karbon dioksida menjadi karbohidrat. Reaksinya sebagai berikut:

CO2 + 2H2 (CH2O) + H2O + O2

Proses yang dilakukan oleh tim ilmuwan ini adalah dengan menempatkan alga biru-hijau ke dalam ruang anoda saat mereka melakukan fotosintesis. Alga itu kemudian melepaskan elektron ke permukaan elektroda yang pada gilirannya ditangkap oleh muatan eksternal yang dihubungkan ke sebuah alat yang memanfaatkan daya listrik yang dihasilkannya.
Ganggang Hijau-Biru (Cyanophyta), juga dikenal sebagai Cyanobacteria adalah satu satunya ganggang yang tergolong dalam kingdom monera Divisio Cyanophyceae. Dimasukkan dalam kingdom monera karena struktur selnya mirip dengan struktur sel bakteri yaitu bersifat prokariotik (inti selnya tidak diselubungi membran).

Ciri-ciri Ganggang Hijau Biru

  • Bersifat prokariotik (inti selnya tidak diselubungi membran)
  • Bentuk ganggang ini bisa  uniseluler (bersel tunggal), koloni (gabungan beberapa sel) atau filamen (benang), Contoh :
    • Bentuk unisel (satu sel) : Chroococcus, Gloeocapsa, Anacystis
    • Bentuk koloni : Polycystis, Merismopedia, Nostoc, Microcystis
    • Bentuk filamen : Oscilatoria, Microcoleus, Anabaena, Rivularia
  • Memiliki pigmen klorofil (berwarna hijau), karotenoid (berwarna oranye) serta pigmen fikobilin yang terdiri dari fikosianin (berwarna biru) dan fikoeritin (berwarna merah). Gabungan pigmen-pigmen ini membuat warnanya hijau kebiruan.
  • Bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri dari zat anorganik) karena memiliki klorofil.
  • Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa, selulosa, dan mempunyai selaput berlendir.
  • Ganggang hijau biru yang berbentuk filamen dapat juga membentuk spora berdinding tebal yang resisten terhadap panas dan pengeringan dan dapak memfiksasi/mengikat N (nitrogen) yaitu heterokist. Selain heterokist ada juga bagian spora yang membesar berisi cadangan makanan yang disebut akinet.

Referensi :

[1] Azqiara (2019). Tersedia di https://www.idpengertian.com/pengertian-alga-jenis-ciri-ciri-dan-penjelasannya/

[2] Josh Gabbatiss (2018). Tersedia di https://www.independent.co.uk/news/science/africa-powered-genetically-modified-algae-rural-areas-scientists-cambridge-a8151626.html

[3] https://nationalgeographic.co.id/berita/2018/01/memanfaatkan-alga-laut-sebagai-tenaga-listrik-di-wilayah-pedalaman

[4] https://www.nature.com/articles/s41560-017-0073-0

[5] https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/alga-berpotensi-menjadi-sumber-energi-terbarukan

[6] https://www.biologijk.com/2018/06/penjelasan-singkat-tentang-cyanophyta.html

[7] https://mediabelajaronline.blogspot.com/2011/11/ganggang-hijau-biru-cyanophyta.html