Pada 14 November 2025, dunia menyaksikan momen bersejarah dalam eksplorasi luar angkasa China. Tiga astronot dari misi Shenzhou 20 berhasil kembali ke Bumi dengan selamat menggunakan pesawat luar angkasa alternatif, Shenzhou 21, setelah menghadapi tantangan besar akibat kerusakan yang disebabkan oleh puing-puing luar angkasa. Keberhasilan ini menandai pencapaian baru dalam program luar angkasa China sekaligus mempertegas posisi negara tersebut sebagai salah satu pemimpin dalam eksplorasi luar angkasa global.
Perjalanan Shenzhou 20 yang Penuh Tantangan
Misi Shenzhou 20 dimulai pada April 2025, ketika tiga astronot, yaitu Komandan Chen Dong, Chen Zhongrui, dan Wang Jie, meluncur menuju Stasiun Luar Angkasa Tiangong. Selama 204 hari di orbit, mereka mencatatkan sejumlah rekor penting. Salah satunya adalah durasi terlama astronot China berada di luar angkasa dalam satu misi. Komandan Chen Dong juga mencetak sejarah sebagai astronot China pertama yang menghabiskan lebih dari 400 hari di orbit selama kariernya.
Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Rencana awal untuk kembali ke Bumi menggunakan pesawat luar angkasa Shenzhou 20 harus ditunda setelah ditemukan kerusakan pada jendela pandang pesawat tersebut. Investigasi mengungkap bahwa kerusakan ini disebabkan oleh dampak dari puing-puing luar angkasa. Situasi ini memaksa China Manned Space Agency (CMSA) untuk mencari solusi alternatif guna memastikan keselamatan para astronot.
Keberhasilan Menggunakan Pesawat Alternatif
Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, CMSA memutuskan untuk menggunakan pesawat luar angkasa Shenzhou 21 sebagai alat transportasi kembali ke Bumi bagi para astronot Shenzhou 20. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah program luar angkasa China sebuah misi pengembalian dilakukan dengan menggunakan pesawat luar angkasa yang berbeda dari yang digunakan untuk peluncuran awal.
Pada 13 November 2025 pukul 22:14 waktu EDT, ketiga astronot meninggalkan Stasiun Luar Angkasa Tiangong menggunakan Shenzhou 21. Mereka berhasil mendarat dengan selamat di Situs Pendaratan Dongfeng di Wilayah Otonomi Mongolia Dalam pada pukul 03:45 waktu EST (08:45 GMT) keesokan harinya. Proses pendaratan yang menggunakan parasut berjalan lancar, dan ketiga astronot dilaporkan berada dalam kondisi kesehatan yang baik.
Prestasi dan Terobosan Misi
Selama berada di Stasiun Luar Angkasa Tiangong, tim Shenzhou 20 menyelesaikan berbagai tugas penting yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan sains dan teknologi luar angkasa China. Mereka berhasil melakukan empat aktivitas ekstravehicular (EVA) atau perjalanan di luar pesawat luar angkasa untuk memasang perlindungan terhadap puing-puing luar angkasa dan peralatan tambahan eksternal.
Selain itu, tim juga berhasil membawa kembali kristal protein berkualitas tinggi yang dikembangkan di luar angkasa. Penemuan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan terapi tumor di masa depan. Tidak hanya itu, mereka juga mencatatkan beberapa terobosan dalam eksperimen sains material di luar angkasa, membuka peluang baru bagi penelitian di bidang ini.
Komandan Chen Dong menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan misi ini. “Misi ini adalah ujian sejati, dan kami bangga telah menyelesaikannya dengan sukses. Program luar angkasa China telah membuktikan ketangguhannya, dengan semua tim menunjukkan performa yang luar biasa,” ujar Chen Dong. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan astronot sebagai prioritas utama dalam setiap misi.
Kondisi Shenzhou 20 Pasca Misi
Sementara itu, pesawat luar angkasa Shenzhou 20 tetap berada di orbit untuk mendukung eksperimen lebih lanjut. CMSA mengungkapkan bahwa meskipun kerusakan pada jendela pandang pesawat tidak cukup parah untuk membahayakan struktur pesawat secara keseluruhan, kondisi tersebut dianggap tidak aman untuk membawa manusia kembali ke Bumi. Oleh karena itu, keputusan untuk meninggalkan Shenzhou 20 di orbit adalah langkah yang bijaksana demi keselamatan para astronot.

Langkah Selanjutnya dalam Program Luar Angkasa China
Keberhasilan misi Shenzhou 20 dan pengembalian astronotnya menggunakan pesawat alternatif mencerminkan kemajuan signifikan dalam kemampuan teknis dan operasional program luar angkasa China. Misi ini juga menjadi bukti bahwa negara tersebut mampu mengatasi tantangan tak terduga dengan solusi inovatif.
Selanjutnya, tim astronot Shenzhou 21 yang saat ini berada di Stasiun Luar Angkasa Tiangong dijadwalkan kembali ke Bumi menggunakan pesawat Shenzhou 22. Pesawat ini akan diluncurkan di masa mendatang dan juga membawa pasokan makanan serta peralatan baru untuk mendukung operasi stasiun luar angkasa.
Zhou Yaqiang, seorang ahli dari CMSA, menegaskan pentingnya efisiensi dalam setiap peluncuran. “Kapasitas peluncuran sangat berharga, jadi kami memanfaatkannya sepenuhnya,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen China untuk terus mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan efisiensi dalam setiap aspek program luar angkasanya.
Kisah misi Shenzhou 20 adalah bukti nyata dari dedikasi dan kemampuan teknis tim luar angkasa China dalam menghadapi tantangan besar. Dengan keberhasilan ini, China tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam eksplorasi luar angkasa global tetapi juga membuka jalan bagi pencapaian lebih besar di masa depan. Keberanian dan ketangguhan para astronot serta inovasi teknis yang ditunjukkan selama misi ini menjadi inspirasi bagi dunia bahwa eksplorasi luar angkasa adalah perjalanan yang penuh tantangan namun penuh potensi untuk kemajuan umat manusia.
Referensi
- Jones, Andrew. (2025). China’s Shenzhou-20 crew returns safely after spacecraft damage forces alternative reentry. SpaceNews, Vol. 36, No. 11.
- Zhang, Xiaodong, dkk. (2022). China’s Tiangong space station: architecture, missions and scientific goals. Acta Astronautica, Vol. 190. DOI: 10.1016/j.actaastro.2021.10.025.
- Li, Feng, Wang, Wei. (2021). Development and operational experience of the Shenzhou spacecraft. Journal of Spacecraft and Rockets, Vol. 58, No. 4. DOI: 10.2514/1.A34952.
- China Manned Space Agency (CMSA) – Shenzhou-20 mission summary and crew return update; diakses 1 Januari 2026.
- Xinhua News Agency – Shenzhou-20 astronauts return to Earth using backup spacecraft after orbital mission; diakses 1 Januari 2026.

