Perbedaan Antara “Replication” dan “Repeated Measurement” dalam Perancangan Eksperimen

Meskipun keduanya mungkin terdengar serupa, namun memiliki perbedaan yang signifikan dalam konteks eksperimen. Mari kita eksplorasi perbedaan mendasar antara replication dan repeated measurement.

desain eksperimen

Eksperimen adalah metode ilmiah yang digunakan untuk menguji hipotesis dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang hubungan antara variabel-variabel tertentu. Dalam perancangan eksperimen, dua konsep penting yang seringkali dihadapi adalah “replication” dan “repeated measurement”. Meskipun keduanya mungkin terdengar serupa, namun memiliki perbedaan yang signifikan dalam konteks eksperimen. Mari kita eksplorasi perbedaan mendasar antara replication dan repeated measurement.

Replication

Definisi Replication: Replication dalam konteks eksperimen merujuk pada pengulangan atau duplikasi dari kondisi eksperimental yang sama. Dalam kata lain, suatu eksperimen diulang sejumlah kali untuk mengamati apakah hasilnya konsisten dan dapat diandalkan. Replication memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi sejauh mana hasil eksperimen dapat digeneralisasi ke populasi lebih besar.

Keuntungan Replication:

  • Peningkatan Keandalan: Dengan mereplikasi eksperimen, kita dapat memastikan bahwa hasil yang diperoleh bukan hanya kebetulan semata.
  • Validitas Eksternal: Replication dapat meningkatkan validitas eksternal eksperimen, karena hasil yang konsisten memiliki kemungkinan lebih besar untuk berlaku pada situasi di luar kondisi eksperimental.

Contoh Replication: Misalkan sebuah eksperimen dilakukan untuk mengukur efektivitas suatu obat terhadap penyakit tertentu. Dalam hal ini, melakukan eksperimen yang sama pada kelompok yang berbeda dapat dianggap sebagai replikasi.

Repeated Measurement

Definisi Repeated Measurement: Repeated measurement, atau pengukuran berulang, merujuk pada pengambilan data pada subjek yang sama dalam berbagai kondisi eksperimental. Dengan kata lain, subjek atau unit pengukuran diukur berkali-kali untuk melihat perubahan yang terjadi selama waktu atau dalam konteks yang berbeda.

Keuntungan Repeated Measurement:

  • Pengamatan Dinamis: Memungkinkan pengamatan terhadap perubahan dari waktu ke waktu atau dalam situasi yang berbeda pada subjek yang sama.
  • Efisiensi: Dapat mengurangi jumlah subjek yang diperlukan karena pengukuran dilakukan pada subjek yang sama.

Contoh Repeated Measurement: Jika penelitian bertujuan untuk mengukur tingkat kecemasan seseorang sebelum dan setelah menerima terapi psikologis selama beberapa minggu, penggunaan repeated measurement dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dampak terapi pada individu tersebut.

Baca juga: Ingin jadi Ilmuwan Hebat? Wajib Tahu Tahapan Perancangan Eksperimen! – Warung Sains Teknologi (warstek.com)

Perbedaan Lebih Lanjut

1. Tujuan:

  • Replication:
    • Memastikan hasil eksperimen konsisten dan dapat diandalkan.
    • Menguji keberlakuan umum hasil pada populasi lebih besar.
  • Repeated Measurement:
    • Mengamati perubahan dalam variabel respons pada subjek yang sama.
    • Memberikan pemahaman tentang dinamika atau efek waktu terhadap variabel respons.

2. Pengulangan:

  • Replication:
    • Melibatkan pengulangan eksperimen secara independen di berbagai kondisi atau kelompok.
    • Mungkin dilakukan di tempat atau waktu yang berbeda.
  • Repeated Measurement:
    • Melibatkan pengulangan pengukuran pada subjek yang sama di kondisi yang sama atau berbeda.
    • Fokusnya pada pengukuran berulang pada subjek yang sama.

3. Contoh:

  • Replication:
    • Melakukan eksperimen yang sama pada kelompok yang berbeda untuk memverifikasi hasil eksperimen.
    • Menyusun ulang eksperimen untuk mengonfirmasi hasil yang telah diperoleh.
  • Repeated Measurement:
    • Mengukur tekanan darah pada subjek yang sama sebelum dan setelah pemberian obat dalam beberapa waktu.
    • Melakukan pengukuran berulang pada subjek yang sama untuk memahami perubahan perilaku seiring waktu.

4. Keuntungan:

  • Replication:
    • Meningkatkan keandalan dan validitas eksternal eksperimen.
    • Memastikan bahwa hasil bukan hanya hasil kebetulan.
  • Repeated Measurement:
    • Memberikan pemahaman yang mendalam tentang perubahan individu dalam variabel respons.
    • Efisien dalam penggunaan subjek, mengurangi jumlah subjek yang diperlukan.

5. Penerapan:

  • Replication:
    • Lebih umum diterapkan dalam eksperimen dengan desain yang sederhana, terutama eksperimen kontrol atau eksperimen acak murni.
  • Repeated Measurement:
    • Digunakan ketika penelitian ingin mengeksplorasi perubahan pada subjek yang sama dari waktu ke waktu atau dalam situasi eksperimental yang berbeda.

Kesimpulan

Meskipun replication dan repeated measurement memiliki tujuan untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas eksperimen, perbedaan mendasar terletak pada konsep pengulangan. Replication menekankan pengulangan eksperimen secara keseluruhan, sementara repeated measurement berfokus pada pengulangan pengukuran pada subjek yang sama. Keduanya memiliki peran penting dalam menentukan kehandalan dan keefektifan suatu eksperimen, dan pemahaman yang jelas tentang perbedaan keduanya dapat membantu peneliti merancang eksperimen dengan lebih baik.

Referensi

Dean, A. M., Morris, M., Stufken, J., & Bingham, D. (Eds.). (2015). Handbook of design and analysis of experiments (Vol. 7). Boca Raton: CRC Press.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *