Mengenal Kemungkinan Adanya Alien Dengan Paradoks Fermi

Mengenal Kemungkinan Adanya Alien Dengan Paradoks Fermi
Gambar 1. Alam semesta, Sumber: futurism.com

Alam semesta sangatlah luas, bahkan di Galaksi Bima Sakti sendiri terdapat triliunan planet-planet di dalamnya[1]. Luasnya alam semesta membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah ada bentuk kehidupan lain di luar planet yang kita tinggali? Pertanyaan ini telah ada begitu lama, mengusik keingintahuan banyak orang termasuk para ilmuwan. Seiring berjalannya waktu, begitu banyak teori-teori yang bermunculan untuk bisa menjawab petanyaan ini. Juga, lembaga-lembaga antariksa banyak yang sudah memulai langkahnya untuk membuktikan keberdaan makhluk asing yang sering kita sebut alien[2]. Salah satunya adalah lembaga antariksa Amerika Serikat atau kita kenal NASA, yang akan mempersiapkan sebuah teleskop pemburu alien[3] untuk mengungkap keberadaan makhluk asing tersebut. >>> 

Baca Selengkapnya

Berbagai Teori tentang Asal Usul Tata Surya

Berbagai Teori tentang Asal Usul Tata Surya

Dewasa ini, ilmu astronomi semakin berkembang di Indonesia. Maka, tak jarang dari beberapa orang yang baru mengenal astronomi banyak menanyakan hal-hal seperti apakah Bumi itu bulat? Dari mana asal mulanya terciptanya Bumi? Apakah tata surya kita adalah satu-satunya tata surya yang ada di alam semesta ini? Dan salah satunya adalah pertanyaan yang akan saya bahas kali ini, bagaimanakah asal-usul tata surya kita? >>> 

Baca Selengkapnya

Ilmuwan Mengonfirmasi bahwa Matahari akan Mengalami Kristalisasi Pada Fase Katai Putih

Ilmuwan Mengonfirmasi bahwa Matahari akan Mengalami Kristalisasi Pada Fase Katai Putih

Dilansir dari Laman Nature, baru-baru ini tepatnya pada tanggal 9 Januari 2019 sekelompok Tim Peneliti dari Universitas Warwick telah berhasil menemukan bukti bahwa Bintang Katai Putih (White Dwarf) mengalami proses Kristalisasi (mengalami pendinginan dan menjadi bola kristal padat).

Bintang katai putih yang mengkristal. Copyright University of Warwick/Mark Garlick

Observasi telah membuktikan bahwa sisa Bintang Mati termasuk Matahari akan menjadi Bintang Katai Putih. Bintang Katai Putih ini mempunyai inti yang padat, tersusun dari oksigen dan karbon yang terjadi pada fase transisi sebelum fase terakhir yang disebut katai hitam (black dwarf). Proses ini mirip seperti Air yang membeku menjadi Es, hanya saja pada kristalisasi bintang katai putih temperaturnya jauh lebih dingin. Proses ini tentu mengisyaratkan bahwa umur bintang-bintang katai putih ini milyaran tahun lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya. >>> 

Baca Selengkapnya

Berbentuk Kacang, Itulah Bentuk Objek Terjauh dari Tata Surya yang Berhasil Diamati Hingga Saat Ini

Berbentuk Kacang, Itulah Bentuk Objek Terjauh dari Tata Surya yang Berhasil Diamati Hingga Saat Ini

Baru-baru ini dunia sains dihebohkan dengan potret foto dari wahana antariksa New Horizons, pasalnya New Horizons ini berhasil memotret objek tata surya terjauh saat ini. Namun temuan tersebut hingga artikel ini dibuat belum dijadikan paper jurnal atau paper conference, masih berbentuk berita/informasi. >>> 

Baca Selengkapnya

Bagaimana Mengukur Jarak Bumi ke Bulan (jarak Lunar)?

Bagaimana Mengukur Jarak Bumi ke Bulan (jarak Lunar)?
moondistance-03
Bumi ke bulan seringkali digambarkan dengan jarak yang dekat

Dalam buku SMP kelas IX, pada bab Tata Surya, kita disuguhi secara “cuma-cuma”, bahwa jarak rata-rata bumi ke bulan (jarak lunar) adalah 384.402 km. Bagaimana cara mengukurnya dan seberapa jauh jarak itu secara nalar kita tidak tahu (istilah fisikawannya adalah “seberapa make sense”). Padahal untuk menjadi seorang ilmuan sejati, perilaku seperti ini (rasa ingin tahu yang rendah) harus perlahan-lahan kita ubah. Bahwa sebagai seorang ilmuan, perlu dikembangkan suatu sikap tidak mudah percaya sebelum membuktikannya (istilahnya adalah skeptis) dan selalu  penasaran akan suatu informasi, baik keabsahannya maupun metode untuk memperoleh informasi tersebut. Sifat-sifat tersebut sayangnya kurang ditonjolkan di sekolah, sehingga seorang siswa harus mengembangkannya sendiri dengan banyak membaca. Iqra’, bacalah. >>> 

Baca Selengkapnya