Pada tanggal 4 Desember 2025, dunia menyaksikan fenomena alam yang luar biasa: supermoon terakhir di tahun 2025. Peristiwa ini menjadi momen istimewa bagi para pecinta astronomi dan fotografi di seluruh dunia. Supermoon, atau yang secara ilmiah dikenal sebagai “perigean full moon,” terjadi ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbit bulanannya, membuatnya tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya.
Pada bulan Desember 2025, perigee bulan – titik terdekatnya dengan Bumi – terjadi di pagi hari tanggal 4 Desember. Saat itu, bulan berada pada jarak sekitar 222.000 mil (357.000 km) dari Bumi, lebih dekat dibandingkan rata-rata jarak bulan yang biasanya mencapai 240.000 mil (386.000 km). Hanya berselang 12 jam kemudian, bulan mencapai puncak fase purnamanya pada pukul 23:14 UTC, menciptakan momen supermoon yang spektakuler.
Keindahan Supermoon dari Berbagai Penjuru Dunia
Supermoon terakhir di tahun 2025 ini tidak hanya menjadi fenomena astronomi yang menakjubkan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak fotografer untuk mengabadikan keindahannya. Komunitas EarthSky menerima berbagai foto luar biasa dari para pengamat bulan di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa momen terbaik yang berhasil diabadikan:
- Arizona, Amerika Serikat
Jelieta Walinski berhasil menangkap supermoon yang megah di Taman Nasional Saguaro Barat, Arizona. Dalam foto ini, bulan purnama terlihat bersinar terang di langit malam yang jernih, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. - Toronto, Kanada
Steven Sweet, seorang fotografer bulan berpengalaman, membagikan potretnya yang memukau dari Toronto. Dalam fotonya, bulan terlihat menggantung di atas cakrawala kota, memberikan kesan dramatis pada langit malam. - San Francisco, Amerika Serikat
Kwong Liew menyajikan pemandangan supermoon yang muncul di balik Salesforce Tower di San Francisco. Foto ini merupakan bagian dari rangkaian timelapse yang menunjukkan keindahan bulan saat bergerak perlahan di langit malam. - New Brunswick, Kanada
Stéphane Picard dari Quispamsis, New Brunswick, menangkap supermoon pagi hari pada 5 Desember. Dengan suhu hampir mencapai -30 derajat Celsius dan salju setinggi hampir satu kaki, bulan purnama menerangi malam dengan cahaya putih cerahnya. - Pegunungan Putih, Amerika Serikat
Jeremy Evans mengabadikan momen ketika supermoon terbit di atas Pegunungan Putih dari dek rumahnya di Eastern Sierra. Foto ini menggambarkan bulan yang bersinar megah di atas lanskap pegunungan yang tenang. - Dublin, Irlandia
Cairbre Ó Ciardha dari Dublin menangkap supermoon dalam suasana malam yang jernih dan tenang. Foto ini menunjukkan bulan berwarna sepia dengan detail yang luar biasa. - Cheyenne, Wyoming
Marcy Curran dari EarthSky mengabadikan bulan purnama terakhir tahun ini bersama fenomena “Belt of Venus” dan bayangan Bumi di langit Cheyenne. Pemandangan ini menjadi penutup sempurna untuk hari itu.
Apa Itu Supermoon?
Supermoon adalah fenomena ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi saat fase purnama, sehingga terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Nama “Cold Moon” diberikan untuk supermoon bulan Desember karena bertepatan dengan musim dingin di belahan bumi utara. Pada waktu ini, suhu bisa sangat rendah, seperti yang terlihat di wilayah New Brunswick, Kanada, dengan suhu mencapai hampir -30 derajat Celsius.
Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian para astronom profesional, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menyaksikan keindahan langit malam. Selain itu, supermoon juga sering kali menjadi momen yang dinantikan oleh para fotografer untuk menghasilkan karya seni visual yang memukau.
Mengapa Supermoon Menarik?
Supermoon memiliki daya tarik tersendiri karena ukurannya yang terlihat lebih besar dan cahayanya yang lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa. Fenomena ini memberikan kesempatan langka untuk mengamati detail permukaan bulan dengan lebih jelas menggunakan teleskop atau bahkan mata telanjang.
Selain itu, supermoon juga sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos dan cerita rakyat di berbagai budaya. Beberapa orang percaya bahwa supermoon memiliki pengaruh terhadap perilaku manusia dan hewan, meskipun secara ilmiah hal ini masih menjadi perdebatan.
Menikmati Keindahan Langit Malam
Momen seperti supermoon terakhir tahun 2025 ini mengingatkan kita akan keindahan dan keajaiban alam semesta yang tak terbatas. Dengan teknologi modern dan komunitas global seperti EarthSky, kita dapat berbagi pengalaman dan perspektif dari berbagai belahan dunia.
Jika Anda melewatkan supermoon terakhir tahun ini, jangan khawatir! Masih banyak fenomena astronomi menarik lainnya yang akan terjadi di masa depan. Pastikan untuk selalu memantau kalender astronomi dan mempersiapkan kamera Anda untuk menangkap momen-momen langka tersebut.

Kesimpulan
Supermoon terakhir tahun 2025 adalah peristiwa yang memukau banyak orang di seluruh dunia. Dengan berbagai foto luar biasa dari komunitas EarthSky, kita dapat melihat keindahan bulan purnama dari berbagai sudut pandang. Dari Arizona hingga Irlandia, setiap foto menceritakan kisah unik tentang bagaimana manusia terhubung dengan alam semesta melalui pandangan sederhana ke langit malam.
Mari kita terus merayakan keajaiban alam semesta dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menikmati fenomena langit seperti ini. Supermoon mungkin telah berlalu, tetapi keindahannya akan terus hidup dalam ingatan dan foto-foto yang telah dibagikan oleh komunitas global kita.
Referensi
- NASA. (2024). Perigee and apogee: The Moon’s changing distance from Earth. Diakses 1 Januari 2026.
- EarthSky. Supermoon December 2025: Last supermoon of the year. Diakses 1 Januari 2026.
- Timeanddate. Full Moon and supermoon December 2025 (Cold Moon). Diakses 1 Januari 2026.
- Espenak, F., & Meeus, J. (2009). Five millennium catalog of lunar perigees and apogees. NASA Eclipse Publications, Vol. 1.
- Encyclopaedia Britannica. Supermoon (astronomy). Diakses 1 Januari 2026.

