Tanaman Transgenik dan Ketimpangan Sosial

Tanaman Transgenik dan Ketimpangan Sosial

Tanaman Kapas Transgenik

Tanaman transgenik atau Genetic Modified Crops memang sempat menjadi kontroversi dalam beberapa dekade terakhir. Sebagian menyatakan bahwa krisis pangan akibat peningkatan jumlah penduduk harus diatasi dengan peningkatan hasil pertanian tanpa perluasan lahan atau intensifikasi pertanian. Alih fungsi lahan untuk pertanian hampir tidak memungkinkan untuk dilakukan karena bumi kekurangan hutan sebagai pemasok oksigen dan penjaga biodiversitas. Tanaman transgenik adalah jawaban dari masalah ini. Namun, sebagian pihak justru menolak kehadiran tanaman transgenik karena ditakutkan akan berdampak buruk bagi kesehatan. Hal ini karena belum ada seorang pun yang benar-benar dapat menjamin keamanannya untuk dikonsumsi maupun bagi lingkungan. >>> 

Baca Selengkapnya

Perubahan Iklim: Saintis Harus Mulai Memahami Politik

“Dalam peradaban manusia, ilmu yang paling pertama maju adalah fisika karena kebutuhan manusia saat itu adalah melawan gangguan dan batasan oleh alam, tapi sekarang kita sadar bahwa yang mengganggu dan membatasi kita adalah manusia itu sendiri.”

Hal ini diungkapkan oleh Roby Muhamad, seorang doktor sosiologi dari Universitas Indonesia dengan latar belakang fisika teori, yang mulai menggunakan pendekatan interdisipliner sejak kuliah doktor di New York. Beliau berpendapat bahwa segala masalah yang kita hadapi seperti krisis air, kemiskinan, kerusakan lingkungan, hingga pemanasan global perlu menggunakan pendekatan interdisipliner dan teori kompleksitas yang mana mengombinasikan penggunaan ilmu sains dan sosial dalam menyelesaikan permasalahan.[1] >>> 

Baca Selengkapnya